Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
di undang


__ADS_3

.


.


.


benar-benar seperti menjinakkan hewan buas yang baru lepas dari kandang.


"mau apa kalian?" bentak An dengan mata menyala.


"tenangkan dirimu An..! kalian hanya berpisah 3 hari kenapa sudah segila ini ha?" geram Rovert.


"coba Papa berpisah sama Mommy selama 3 hari? bisa tidak? peraturan macam apa ini? sejak kapan ada acara dipingit segala?? aku tidak pernah dengar Mommy sama Papa menikah harus dipingit." marah-marah An seperti biasa.


"kita berbeda zaman." jawab Rovert berubah santai seakan Ia bangga tidak mengalami apa yang An rasakan.


"sudah--sudah..! kalian ini Ayah dan Anak tidak bisa akur ha?" omel Barrest.


"tidak bisa..!!" jawab Rovert dan An kompak tanpa melihat Barrest tapi sepasang Ayah-Anak itu malah saling menatap tajam satu sama lain seperti memperebutkan wanita yang sama saja.


Barrest menghela nafas berat.


"habis kamu malam ini." kata Rovert.


"papa juga." kata An.


Rovert dan An malah berkelahi di Ruangan itu, walau Rovert terbilang sudah tua tapi julukan Serigala dari Kanada masih melekat dalam dirinya.


"apa-apaan ini?" Ana tiba-tiba bersuara sehingga semua yang ada dikamar itu menatap ke arah Ana.


"akhirnya kamu datang juga Ana." gumam Barrest dengan lega.


Sean dibelakang Ana diam saja sambil mengintip Keluarga aneh bin ajaib itu, bisa-bisanya Ayah dan Anak bertengkar karna masalah dipingit serta anehnya lagi Rovert malah menantang An sehingga semakin marah saja An bukannya menenangkan An.


An malah cuek lalu berjalan pergi hendak melewati Ana namun dengan cekatan Ana ingin menancapkan alat suntiknya ke tubuh An, An yang tau gerakan Ana mencoba menghindar tapi An di tahan juga oleh Rovert.


"apa yang mau kalian lakukan?" teriak An.


Ana menyeringai, "untuk membuatmu mabuk."


An semakin kalang kabut dan mencoba memberontak lalu Barrest pun membantu An untuk diam, begitu juga Sean yang juga turun tangan walau kasihan tapi An memang seperti anj*ng gila yang menggigit Orang saat ini sehingga harus diberi obat penenang.

__ADS_1


An terkulai lemas ketika Ana berhasil menancapkan cairan buatan Xabara dalam tubuh An.


"ke--kenapa Tuan Master? apa dia mati?" tanya Sean panik.


Ana memukul kepala Sean dengan alat suntik yang dipegangnya, "memangnya kami sama seperti di Negaramu ha? dia hanya bersikap tenang selama beberapa jam."


Sean nyengir kuda saja lalu terlihat olehnya Barrest dan Rovert membantu An berbaring di kasur.


Rovert menyentil kening An sambil tersenyum tipis, "dasar anak pembangkang..!" kata Rovert.


An diam seperti pasien sakit jiwa yang diberi obat penenang setelah menggila, Sean sampai menganga baru menyadari reaksi obat itu bergerak sangat cepat sehingga Ia hampir lupa kalau Ibunya Ana itu seorang Ratu Higanbana yang sangat melegendaris serba bisa juga dengan bunga khasnya yaitu Bunga Higanbana disetiap manusia yang telah menjadi targetnya.


"ayo keluar...!" Ana menarik telinga Sean keluar dari Kamar itu.


Sophia yang ingin mencari Ana terpekik seketika melihat Ana menarik telinga seorang Putra Mahkota.


"apa?? dia ini sekarang budakku bukan Pangeran penerus tahta kalian, Rajanya disini adalah aku." kata Ana pada Sophia dengan bahasa Negara Sean karna Sophia memang tidak bisa berbahasa lain selain Bahasa Negaranya saja bahkan bahasa English saja Ia remedial.


Sophia membekap mulutnya seketika lalu Ana melewati Sophia kini berpindah menarik lengan Sean yang malah cengar-cengir ditempat.


.


"Carrin sayang?" An memeluk Carrina dengan sangat erat.


"An?" Carrina berkaca-kaca membalas pelukan An lebih erat.


Ana dan Alena memutar kedua bola mata masing-masing dengan jengah, bisa-bisanya An maupun Carrina berpelukan begitu dramatis seolah baru saja bertemu setelah ratusan tahun dipisahkan karna tidak direstui Kedua Orangtua.


"akhirnya sipingit itu berakhir juga sayang." kata An dengan lega.


"iya An..! nanti kalau anak kita menikah, aku akan hilangkan sipingit itu." kesal Carrina.


An dan Carrina malah menyalahkan Sipingit yang bahkan tidak ada wujudnya.


"mereka sudah tidak waras..! lebih baik kita pergi sebelum ketularan tidak waras." ajak Ana ke Alena yang tertawa cekikikan lalu mereka pergi dari Ruangan pengantin (Kamar Hotel) yang telah dihias semewah mungkin itu.


hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak Orang, berbagai kalangan datang ke acara itu untuk mengantri sepanjang jalan hanya demi bisa bersalaman dengan An dan Carrina yang kecantikan serta ketampanan mereka begitu tidak nyata.


selama ini masyarakat Indonesia mengira tidak ada wanita yang lebih cantik dari Keturunan Maldev tapi kini mereka telah menyaksikan ada perempuan lain bukan dari Keluarga Maldev memiliki paras yang sangat cantik juga terlalu imut dan sikapnya nan sangat menggemaskan jika berkenalan dengan Carrina.


Carrina dan An didandani di Ruangan yang sama, tangan mereka tidak lepas sejak 1 jam-an yang lalu.

__ADS_1


"sudah siap Nona, Tuan." ucap kedua MUA dengan sopan dan hormat padahal mereka adalah MUA ternama dari Perancis diundang menjadi penata rias pasangan itu.


"Terimakasih." balas Carrina dengan bahasa yang sama.


An mengangguk saja lalu menatap ke arah Carrina yang sangat cantik.


"kamu cantik sekali Istriku." puji An tersenyum tampan.


Carrina merona seketika lalu menatap An dan mengatakan hal yang sama bahwa An juga terlihat begitu gagah seperti Pangeran berkuda putih.


Carrina mengenakan Gaun Pernikahan yang pernah dijadikan hadiah lamaran dari An untuknya.


.


An dan Carrina jalan bergandengan tangan melewati red carpet menuju altar Pengantin.


"waahhh!!?"


semua Orang menganga takjub dengan pemandangan itu, betapa segarnya mata setiap Orang melihat pasangan itu membuat siapapun bersemangat ingin menunggu antrian sepanjang apapun demi bisa bersalaman dengan pasangan pengantin itu.


An sampai menyewa 3 Fotografer ternama untuk memotret moment bahagia mereka bersama-sama lalu dijadikan 3 Album Foto terbesar yang pernah An berikan untuk Carrina.


di sudut Ruangan,


Libra hanya bisa menatap nanar Carrina yang begitu beruntung bersanding dengan Pria yang bahkan tidak terjangkau oleh wanita manapun.


"kalau saja anak-anakku disana pasti aku lebih bangga." gumam Libra.


Libra ternyata sengaja diundang ke acara itu oleh An untuk memperlihatkan pada Libra betapa bahagianya Carrina saat ini setelah ditelantarkan oleh Libra selama 10 tahun lebih.


Carrina punya Kerabat tapi selama 10 tahun dikurung oleh Lancord, Carrina hanya mengharapkan An saja untuk menyelamatkannya bukan berharap pada Libra maupun yang lainnya.


"dimana kalian?" gumam Libra.


Libra melihat banyaknya Orang tengah menatap mengejek ke dirinya yang tidak mengenakan gaun mahal lagi, jadi Ia sengaja mencari tempat persembunyian yang aman yaitu di sudut Ruangan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2