
.
.
.
di Restaurant khusus menu Ayam,
"Papa?? Sya mauu..! sya mauu..!" Natasha menunjuk menu yang Ia inginkan.
Saga menggendong Natasha lalu dengan senang Natasha menekan komputer pemesanan, Saga sampai terpana melihat Natasha bisa memesan sendiri padahal Saga tidak mengajari Natasha.
"bagaimana kamu tau sayang? siapa yang mengajarimu?" tanya Saga ke Natasha dengan raut wajah kagum dan bangga nya.
"Sya liat Papa." jawab Natasha dengan polos.
Saga tercengang lalu sumringah sebab langsung mengerti Natasha punya daya ingat yang tajam sama seperti Nathan, Natasha tidak bisa menyebut dirinya Sha melainkan Sya.
Saga membawa Natasha melangkah ke Nathan yang tengah duduk dibangku sambil main game dengan ponsel Saga, Alena tidak mengizinkan Anak-anaknya main Game Ponsel karna belum pantas tapi Saga yang tau anak kembarnya jenius tentu menuruti apapun yang diinginkan anaknya tanpa sepengetahuan Alena.
Saga duduk disamping Nathan yang main Ponsel sambil menunggu pesanannya siap, Saga rela menunggu berjam-jam jika bersama Sikembar.
"Akkh...!"
seorang Wanita memekik terkena tumpahan air dari pembeli yang bangkit berbalik.
"apa kau tidak punya mata hah?" maki Wanita yang terkena air yang membuatnya terasa lengket.
"kenapa kau malah menyalahkanku? kau yang jalan didekat sini, apa tidak ada jalan lain hah? sudah tau ada Orang duduk disini kenapa kau masih kegatelan jalan disini hah? cari muka didepan siapa??" sambar wanita yang tidak sengaja menyiram tubuh wanita seksi itu.
"sudah salah malah nyalahkan Orang ya?? kau tidak tau sedang bicara dengan siapa? aku Aleni seorang Model papan atas yang terkenal." teriak Aleni dengan marah.
"ooh ya? seorang Model papan atas kenapa datang ke Restaurant ini? apa kau kehabisan Uang hah?" sindir wanita itu dengan sinis.
beberapa pembeli lain hanya saling berbisik-bisik juga ada yang merekam aksi perdebatan mulut mereka, suami wanita yang tidak sengaja menyiram air itu mencoba membujuk Istrinya.
Natasha hanya melihat pertengkaran kedua wanita itu dari jauh tanpa berniat mendekat.
"jangan melihat pertengkaran mereka ya sayang? wanita itu suka mencari perhatian." bisik Saga.
"mungtkin calii-calii pelhatian Papa." celutuk Nathan membuat mata Natasha melebar seketika.
"benal Papa?" tanya Natasha dengan galak.
__ADS_1
Saga menggeleng kepalanya, "Papa tidak tau sayang."
Natasha berkacak pinggang dengan tubuh kecilnya itu yang sok jagoan, "Sya tidak atkhan tindal diam."
Saga menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu menoleh ke Nathan yang seperti sengaja memancing emosi Natasha.
.
Natasha turun dari bangkunya sementara Saga pergi ke Meja pemesanan sebab yang Saga pesan tadi sudah siap dan Saga tinggal menerima saja lalu bayar.
"sudah siap sayang! ayo kita Pul...?? ehh?? dimana mereka.?" Saga celingukan mencari anak kembarnya.
Saga mengedarkan pandangannya, "aduuh..!" Saga segera mencari keberadaan Anak kembarnya yang entah berada dimana.
Nathan dan Natasha ternyata berada di Toilet Wanita, sikembar mengerjai Model bernama Aleni itu habis-habisan dari Air yang tidak lancar namun ketika dilihat dari dekat air itu mendadak keluar banyak sehingga Aleni basah kuyup dan make-upnya yang katanya tahan air itu juga berantakan saking derasnya air.
"sial*n...!! kenapa aku begitu sial...!" teriak Aleni.
Natasha terkikik sedangkan Nathan memain-mainkan kontak air menunggu aba-aba Natasha, tak sampai disitu Natasha menyiram minyak makan yang Ia curi dari dapur Restaurant di pintu Toilet.
"sial...!" teriak Aleni lagi lalu melangkah sambil memilin bajunya yang basah kuyup.
Aleni terus melangkah tiba-tiba Ia menginjak minyak makan yang berserak pun menjerit.
"aakhh...!" jerit Alena berusaha menggapai sesuatu untuk menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh tapi apalah daya kepalanya tetap terkena lantai pun pingsan.
.
"kalian kemana aja hah?" Saga menggendong kedua anak kembarnya yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"tidak ada Pa, Sya pipis telus Than temani sya." jawab Natasha dengan polos sehingga Saga tidak terbesit untuk mencurigai Putri Kecilnya itu.
"seharusnya kamu menunggu Papa sayang, Papa kan jadi cemas." kata Saga membawa pergi Sikembar tanpa peduli kehebohan Orang disekitar memberi kabar Aleni pingsan di Toilet.
di dalam Mobil,
Nathan dan Natasha sibuk ngemil jajanan Snack yang dipesan Online di Perusahaan Saga tadi, bayangkan saja sekali belanja Natasha sampai 2 Juta saking suka-sukanya membeli Snack yang enak lewat komentar, Saga tidak menyalahkan belanja Putrinya itu namun jika Alena jelas akan marah.
"Papa?" panggil Natasha.
"iya sayang? kamu haus nak?" tanya Saga membuat Natasha nyengir kuda.
Saga tersenyum, "Papa belikan ya? tapi kalian jangan keluar dari Mobil." pinta Saga sembari menepikan Mobilnya.
__ADS_1
"siap boss." jawab Natasha dengan suara khas cadelnya.
Nathan diam saja sambil melirik Papanya yang sudah pasti membelikannya jadi tidak perlu bicara lagi.
.
setibanya di Rumah,
Alena sumringah menyambut Mobil Saga karna selama ini instingnya tidak pernah meleset.
"Sya??" panggil Agam lalu Natasha berlari dengan riang ke arah Agam melompat memeluk Kakeknya itu.
Nathan biasa saja dengan gaya sok angkuhnya itu yang sudah besar karna sebentar lagi Ia akan jadi abang.
"Tkek...! Sya angen ama tKek." kata Natasha dengan erat memeluk Agam.
Saga dan Alena tak heran lagi dengan manjanya Natasha ke Agam, setiap kali Agam keluar Rumah pasti membawa Natasha dan juga acara ulang tahun Natasha dan Nathan yang paling sibuk itu juga Agam dominan ke Natasha sedangkan Nathan tidak terlalu peduli karna Ia juga Tidak merasa di cucu tirikan oleh Agam (tidak dianggap), banyak yang mengira Natasha itu seperti anak Agam.
"Kakek juga nak." Agam mencium sayang sisi wajah Natasha sambil membawa Cucunya masuk Rumah menyusul Nathan sedangkan Alena dan Saga masih di Mobil.
"sayang? aku beli semua yang kamu mau." kata Saga sambil membuka pintu Mobil belakangnya.
Alena bertepuk tangan sambil memekik seperti bocah kecil yang senang dibelikan mainan, Saga tak heran lagi dengan tingkah manja Istrinya itu sejak mengandung kedua mereka kini (kandungan pertama Sikembar).
Saga mencium sayang kening Alena yang mengintip plastik yang Saga berikan, "ayo masuk..!" ajak Saga.
Alena menurut saja tapi tangannya yang tidak sabar nyelip mengambil sepotong ayam cryspy warna merah pekat begitu menggiurkan.
"sayang? pelan-pelan makannya." pinta Saga yang tidak mau Alena tersungkur langsung menggendong Alena yang malah sibuk makan ayam gorengnya.
Saga membawa Alena masuk dan mendudukkan Alena di kursi meja dapur, Saga mengambilkan Alena minuman.
"mau?" Alena menyodorkan ayamnya ke Saga yang dengan senang hati mau disuapkan oleh Alena.
"enak kan?" tanya Alena tersenyum lebar.
"iya enak, tapi pelan-pelan makannya ya? nanti kamu sakit perut sayang terus tidurnya nggak nyenyak, aku buatkan Jus buah ya?"
Alena mengangguk-ngangguk tapi masih sibuk mengunyah.
Saga sangat tau Alena jika sudah banyak makan pedas pasti malamnya mules-mules tapi Saga juga tidak bisa mencegah sebab kehamilan Alena itu.
.
__ADS_1
.
.