
.
.
.
tempat lain di dalam Mobil,
An mengangkat panggilan Xabara.
"iya Mom?" sahut An.
An melirik Carrina yang tersenyum lebar ke arahnya.
"kalian baik-baik ya Sayang? Mommy sama Papamu akan berangkat." suara Xabara.
"iya Mommy..! maaf An tidak bisa antar, tapi kemungkinan An akan menyusul Mommy kesana sekalian ajak Carrina bulan madu." kata An serius.
Carrina melebarkan matanya lalu melihat ke arah jalanan dengan wajah yang merona, Ia pernah dengar negara Dubai tapi belum pernah mengunjungi Negara itu.
"ya sudah terserah kamu saja nak..! Mommy mau matikan Ponselnya ya? hati-hati kalian di jalan" pinta Xabara.
An pun mematikan panggilannya dan meletakkan ponselnya disamping lalu menoleh Ke Carrina dengan santainya An mengambil tangan Carrina serta mencium punggung tangan Carrina namun matanya fokus kedepan.
Carrina merasa beruntung bersama An yang begitu menghormatinya bahkan ketika An menginginkannya dengan begitu Gentle nya An melamar Carrina serta menikahinya karna tidak mau menyamakan Carrina dengan jal*ng, pantas lah Carrina sampai merasa yakin kalau An memang Pria bertanggung jawab sehingga tubuhnya tidak bisa menolak apapun yang An lakukan terhadapnya saking percaya nya Carrina pada Kepribadian baik An itu.
"apa masih sakit?" tanya An dengan lembut.
"masih sedikit nyeri tapi udah lebih baik daripada tadi." jawab Carrina malu-malu.
"iyalah sampai lecet-lecet gitu." jawab An dengan santainya tanpa menyadari perkataannya itu membuat Carrina yang sungguh malu.
"kita kembali ke Kota ya? oh ya..! apa kamu suka Kue Carrin?" tanya An seketika melihat toko Kue.
"suka." jawab Carrina cepat lalu An menepikan Mobilnya sambil mengulum senyum karna tau Carrina memang minta dibelikan kue.
"ayo keluar..!" ajak An dan Carrina dengan semangat membuka seatbeltnya sedangkan An mengusap kepala Carrina dengan gemas.
__ADS_1
An keluar dari Mobilnya dan Carrina berjalan sedikit aneh merangkul lengan An tapi beruntung di Toko itu belum banyak pembeli lain sehingga tidak melihat keanehan Carrina itu.
Carrina menunjuk kue mana saja yang Ia suka dan membiarkan An membayar semua belanjaannya sebab An kini adalah suami Carrina, Carrina tentu tidak segan lagi menggunakan uang suaminya karna Carrina sangat tau kewajiban suami memang menafkahi Istri dan kewajiban Istri adalah melayani suami sepenuh jiwa-raga.
An menggeleng gemas melihat Carrina yang ceria walau bagian intinya masih sakit tapi tidak memperlihatkan rasa sakitnya itu ke An padahal dari jalan Carrina saja sudah terlihat perbedaannya.
"ada lagi?" tanya An.
Carrina menggeleng kepalanya sambil melingkarkan tangannya di lengan An, tangan An yang lain mengusap kepala Carrina yang tersenyum lebar.
An mengeluarkan BlackCard nya dan membayar belanjaan Carrina yang tidak seberapa, An jarang membawa uang tunai sebab menurut An terlalu merepotkan juga tidak terlalu suka dompetnya jadi begitu tebal karna kartu ditambah lagi Uang.
"terimakasih Tuan.. Nona..? selamat berkunjung kembali!" ucap Pelayan Toko dengan sopan menangkupkan kedua tangan menghormati pelanggan terkenal itu.
An cuek saja lalu membawa belanjaan Carrina dengan sebelah tangannya dan melangkah pergi bersama Carrina yang terlihat begitu menempel dengan An, jujur saja An tidak suka ditempeli perempuan lain dan hanya Carrina yang membuat An senang jika terus menempelinya.
.
setibanya di Perusahaan,
Carrina istirahat di Ruangan Pribadinya karna perintah An.
Carrina berbaring di tempat tidurnya sambil melihat-lihat Foto pernikahannya berdua saja dengan An juga Foto keluarga barunya yaitu Keluarga An, Carrina memiliki 2 Album foto yang sangat disayanginya melebihi benda apapun yang dimiliki Carrina.
"An sekarang suamiku??" gumam Carrina lalu terkikik sendiri sambil menutupi wajahnya yang malu.
Carrina teringat malam panasnya yang panjang dengan An membuatnya memekik gemas sambil guling-guling diatas ranjangnya sendiri saking bahagianya.
.
di Ruangan An,
"cari apapun kesalahan wanita bernama Libra ini." titah An dengan serius ke Agus yang sekaligus supir An.
Agus adalah mata-mata yang An letakkan di Perusahaan Lidya bekerja ternyata Agus ingin bekerja dengan An bukan ditempat lain.
"baik Tuan." jawab Agus lalu pamit undur diri namun terhenti ketika An memanggilnya segera Ia kembali ke An.
__ADS_1
An memberikan sebuah kotak Ponsel baru ke Agus, "ambil ini dan buang ponselmu yang layarnya retak itu."
Agus tersenyum haru lalu mengucapkan terimakasih dan mengambil kotak Ponsel baru pemberian An, An memang baik pada siapapun maka nya Carrina yang cinta pada An selalu ragu An memperhatikannya sebagai bawahan atau lawan jenis.
An mengangguk lalu memberi kode pada Agus untuk pergi, betapa semangatnya Agus mencari tau tentang wanita bernama Libra itu.
An menyeringai tipis, "Carrina bisa memaafkanmu tapi aku tidak..!" gumam An menatap dingin potret Keluarga bahagia wanita bernama Libra dengan keempat anaknya itu.
Libra adalah Bibinya Carrina yang telah mencampakkan Carrina serta mengambil seluruh aset yang seharusnya menjadi milik Carrina, Carrina memang bukan keluarga Kaya-Raya tapi keuangan Keluarganya juga bisa dikatakan cukup sebab memiliki Rumah, Mobil dan Usaha walau tidak berlimpah tapi tidak kekurangan ataupun kelebihan.
beberapa saat kemudian,
Libra membawa seorang anak perempuan seumuran Carrina mendatangi Perusahaan An tapi hanya berada didepan Gerbang.
"Carrinna??? ini Ina ? kamu ingat Sarina kan? sebentar lagi dia akan berangkat Luar Negeri untuk menghadiri acara Pernikahan teman kampusnya, Carrinna?? bantu sepupumu..??" teriak Libra tanpa ada rasa malunya.
"Ma? memangnya Carrina memang bekerja di Perusahaan ini Ma?" tanya Ina dengan takjub melihat desain Perusahaan BlackMalv.
"iya." jawab Libra dengan serius pula lalu kembali berteriak.
"kenapa dia bisa bekerja disini? dia tidak sekolah kan? hanya tamatan SD apa yang dia miliki sampai bisa bekerja di Perusahaan sebesar ini? bahkan kami yang Sarjana dari Kampus terbaik saja masih butuh persaingan bekerja disini." kata Ina dengan tidak senang betapa enaknya hidup Carrina saat ini.
"diamlah..! apapun yang dia lakukan sampai bisa bekerja disini apa penting? seharusnya kamu juga harus lebih berbakat dibanding anak pembawa bencana itu, kenapa dia bisa membuat Tuan Muda An menjadi kekasihnya ha?" marah-marah Libra pada Putrinya.
"mana aku tau kalau dia bisa mendapatkan Tuan Muda An, aku pernah mencoba mendekati Tuan An Ma? tapi dia sangat dingin dan tidak banyak bicara malah menatap rendah aku, aku kira tipe kekasihnya itu sekelas Flo dan Lidya tapi ternyata malah si Pembawa Bencana itu." bela Ina.
Libra mengabaikan Putrinya itu dan kembali berteriak.
"Carrinaaa?" teriak Libra.
"Bibi sudah lelah berteriak? apa kamu benar-benar akan diam saja? mentang-mentang hidupmu sudah enak melupakan kami ha? apa balasanmu pada Bibi?" teriak Libra.
Ina mendengus sambil menatap iri Perusahaan BlackMalv yang memiliki teknologi yang sangat tinggi tidak butuh satpam lagi melainkan teknologi saja.
.
.
__ADS_1
.