
.
.
.
Carrina memegang kedua rahang An, "bagaimana An? apa sudah baikan?" tanya Carrina serius.
An mengulum senyum lalu mengangguk, "selama masih ada Mommy dan Ana maka aku akan baik-baik saja."
Carrina mengangguk membenarkan, "mereka jauh lebih baik daripada dokter." ujar Carrina yang tau kemampuan Ana maupun Xabara.
"ya sudah kalau begitu tidurlah An..! aku akan membuatkan teh melati untukmu." pinta Carrina sambil membaringkan An dengan sangat hati-hati lalu menyelimuti An.
Carrina mengusap kepala An tak lupa memberi kecupan cinta dikening Sang Suami lalu hendak berbalik dan pergi namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh An, Carrina otomatis melihat ke arah An lagi.
"aku ingin kamu disini menemaniku Carrin!" pinta An serius.
"iya An..? tapi aku ambilkan Teh Melati untukmu ya?" jawab Carrina sambil tersenyum.
An menggeleng, "tidur bersamaku..!"
An menarik tangan Carrina mendekatinya lalu ikut berbaring disamping An, Carrina terpaksa menurut sebab jujur saja tubuhnya terasa pegal dan Kakinya terasa sakit karna kelamaan berdiri sejak tadi.
alhasil An dan Carrina tertidur selama 1 jam penuh, tidak ada yang mengganggu pasangan itu seolah semua sudah disediakan sedemikian rupa untuk mereka istirahat.
jam 21.23 WIB.
"sudah bangun?" suara berat An tiba-tiba membuat Carrina perlahan membuka matanya.
Carrina melihat An tengah memandangnya tersenyum tampan ke arahnya, "An? sejak kapan kamu terbangun?" tanya Carrina dengan malu.
"mungkin 30 menit yang lalu." jawab An mengusap pipi Carrina dengan lembut.
Carrina melihat jam dinding ternyata hari sudah jam 9 lewat, "ke--kenapa aku tidak dibangunkan?" tanya Carrina kaget.
"sepertinya kamu jauh lebih lelah dariku." kekeh An.
Carrina tidak menjawab lalu menanyakan keadaan An yang ternyata sudah baik-baik saja.
"ayo kita kembali..!" ajak An.
"ta--tapi dandananku bagaimana?" tanya Carrina.
"masih cantik..? sangat cantik." jawab An sambil tersenyum memuji Carrina.
__ADS_1
Carrina pun tidak bisa berkata-kata hanya bisa menurut mengikuti kemauan An dan yang paling utama adalah Carrina merasa tubuhnya sangat segar setelah beristirahat hampir 2 jam.
.
Acara terus berlanjut,
satu persatu Tamu Undangan Perusahaan Tiffany telah datang memenuhi Undangan Xabara selaku pemilik Perusahaan Perhiasan berlian murni itu, bahkan kini Xabara akan bekerja sama dengan Pabrik Tas yang terbuat dari bahan terbaik milik Alena.
Alena yang kini telah tumbuh dewasa mulai melepas kesenangannya sebagai Pemain Anggar Internasional terbaik, kini Alena belajar membuka Pabrik Tas Kualitas terbaik dan akan dipadukan dengan Berlian khusus milik Tiffany (Xabara).
"Terimakasih." ucap Carrina berkali-kali pada Tamu Undangan spesial Xabara.
Carrina sampai tidak bisa duduk dengan tenang saking banyaknya tamu di acara mendekati malam puncak pernikahannya itu.
"apa sudah habis?" gumam Carrina merasa lelah berdiri.
An membantu Carrina sambil terkekeh lalu tiba-tiba An teringat wanita yang memakai parfum tadi.
"bagaimana dengan wanita memakai parfum tadi Sayang?" tanya An.
"aku mengusirnya An, siapa suruh tidak mematuhi aturan." jawab Carrina berubah kesal.
"gara-gara kegenitannya itu ingin menarik perhatian Pria malah membuatmu mual An, aku tidak bisa memaafkan Wanita itu." sambung Carrina lagi.
An menanyakan namanya dan ciri-ciri wajahnya supaya An bisa memberi pelajaran pada Wanita itu tapi Carrina tidak mau An dekat-dekat dengan Wanita yang memakai parfum itu.
Carrina mengangguk serius, "nanti kalau kamu mual-mual bagaimana?"
An pun setuju saja karna Ia juga tidak bisa hidungnya yang sensitif itu tersinggung dengan bau parfum juga bau bawang.
"aku jadi ingin makan rujak sayang." ujar An dengan senyuman.
Carrina menoleh ke An lalu tersenyum manis, "apa perlu aku belikan?"
"tidak perlu..! aku akan meminta Anendra membelinya." jawab An sambil mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Anendra Lion.
sebelum acara dansa di malam Pernikahan An dan Carrina, Rujak yang An pesan sudah datang, Anendra tidak terlalu banyak bicara tapi jika An meminta sesuatu padanya maka dengan senang hati Anendra melakukannya tapi tidak lewat mulut melainkan dengan perbuatannya saja.
"sedang apa kalian?" tanya Ana menatap datar pasangan Pengantin yang tengah kepedasan meneguk kuah rujak seperti minuman saja.
An dan Carrina kompak menoleh ke Ana seperti anak kecil tertangkap basah oleh Ibunya memakan makanan yang sudah jelas-jelas dilarang.
"apa kalian tidak lihat ini jam berapa? ini bentar lagi acara puncaknya akan tiba tapi kalian malah enak-enakan makan rujak ya?" omel Ana.
"apa mau aku belikan?" tanya Sean tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Ya Tuhan..! kenapa anak ini selalu mengikutiku." gerutu Ana meninggalkan An dan Carrina.
"Ana?" panggil Sean berlari mengejar Ana.
An dan Carrina saling pandang satu sama lain lalu kembali lagi mereka makan Rujak yang pedas itu, wajah An memerah sungguh pedas tapi kenapa Ia malah nagih.
tak lama kemudian Alena tiba mendatangi Pengantin dan heran mengapa pasangan itu terlihat kepedasan hingga matanya menangkap sisa kuah Rujak yang identik dengan warna gelap, kacang juga sedikit biji-biji cabe.
"kalian makan rujak?" tanya Alena dibalas kebungkaman pasangan itu saja.
Alena menggeleng-geleng kepalanya, "lebih baik kalian bersiap saja..! sebentar lagi MC akan memanggil kalian."
Alena memilih pergi dari sana, mau marah dan mengomel pun percuma sebab Carrina maupun An sedang masa ngidam jadi sebagai perempuan pengertian harus lebih sabar saja.
.
An dan Carrina berdansa sebagai pembuka acara dansa berpasangan, mereka terlihat sangat cocok dan begitu romantis.
"ayo berdansa denganku Ana..!" pinta Sean dengan senyuman serta bertingkah bak seorang Pangeran sungguhan padahal memang seorang Pangeran.
Ana memutar kedua bola matanya dengan malas lalu hendak berbalik tapi tangannya ditarik oleh Sean dan ditarik Sean sehingga masuk ke pelukan Sean.
"lepas...!" pinta Ana.
Sean menunjukkan kebolehannya dalam berdansa sehingga mereka berdua menjadi pasangan yang dilirik setelah An dan Carrina.
Xabara, Ratu dan Rovert memandang saja tingkah Sean bersama Ana.
"kenapa kita tidak melarangnya sayang?" tanya Rovert.
"biarkan saja ! Sean bukan Pria yang buruk sepertinya dia adalah Pria bodoh sepertimu yang rela melakukan apa saja demi perempuan yang dicintainya." jawab Xabara melirik Rovert.
Rovert seketika tersenyum lebar, "baiklah." sahut Rovert sambil merapat ke sisi Xabara lalu merangkul pinggang Istrinya itu malah bangga dikatakan bodoh oleh Xabara.
Ratu pura-pura tidak dengar saja perdebatan pasangan itu malah fokus melihat An dan Ana telah memiliki pasangan masing-masing walau Ana belum punya hubungan spesial dengan Sean tapi gambaran besarnya sudah terlihat jelas kalau Sean akan menjadi suami Ana kelak.
"hebat juga kau menari." kata Ana entah memuji atau menyindir Sean yang membuat Ana kesal karna kewalahan mengikuti gerakan Sean.
Sean terkekeh, "akan aku perlambat." jawab Sean lalu memutar tubuh Ana sehingga membelakanginya dengan lembutnya Sean memeluk Ana dari belakang.
"cari kesempatan?" tanya Ana dengan datar.
Sean tertawa, "aku menari menggunakan Perasaan Ana ternyata sangat menyenangkan jika tarian itu dinikmati ya?." Sean.
.
__ADS_1
.
.