Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
ingin tau saja


__ADS_3

.


.


.


di Perusahaan,


Alena selalu di goda oleh Pekerjanya tapi Alena yang seorang Ratu Drama tentu bisa menutupi rasa malunya itu dengan sifat anggunnya yang menjadi pesona Alena.


"jangan main-main ya? cepat lanjutkan pekerjaan kalian." tegas Alena.


"baik Nona." jawab Pekerja Alena terkikik kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Alena menarik nafas panjang lalu kembali fokus bekerja dan setelah beberapa jam Ia memperhatikan Akun Perusahaannya yang banyak memuji kecepatan pengantar paketan barang-barang yang telah dipesan Online di Perusahaan Alena.


Alena terkekeh, "bagus deh pelangganku puas." senyum manis Alena.


tok.. tok.. tok


"siapa?" tanya Alena lalu masuklah Saga membuat Alena berdiri dari tempatnya.


"Saga? bagaimana kamu bisa masuk ke Perusahaanku?" tanya Alena kaget sebab masuk ke Perusahaan Alena ada kunci otomatis yang harus izin Alena jika mau masuk ke Kawasannya.


Saga membawa banyak rantang nasi, "sayang kamu lupa kalau aku bisa meretas apa saja hmm?" gemas Saga sambil melangkah ke arah Sofa.


Alena mendengus sebal, "bawa apa?"


"sayang? besok aku harus ke luar kota untuk melihat Perkebunan sawitku yang dimasuki banyak tikus, mungkin aku tidak bisa berada disini selama 5 hari." kata Saga dengan serius.


"aku penasaran bagaimana Perkebunan sawitmu." ujar Alena pelan.


Saga langsung beranjak mendekati Alena dan memegang kedua tangan Alena, "kamu boleh ikut kok sayang."


Alena menatap mata Saga, "benarkah?" tanya Alena.


"iya sayang..? kamu boleh ikut." jawab Saga tersenyum lebar bak anak kecil yang diizinkan ikut bermain wahana oleh Kedua Orangtuanya.


Alena mengangguk lalu melirik ke arah meja sofa, "kenapa sebanyak itu?" tanya Alena.


"oh iya sayang..?! itu semua ada sup, sayur dan buah-buahan untuk cemilan sehatmu, kamu harus ngemil sehat supaya tubuhmu selalu dalam kondisi baik sayang." kata Saga dengan senyuman sembari menarik tangan Alena menuju Sofa.


Alena diam saja ketika Saga melayaninya seperti seorang Pelayan, sesekali Alena mencuri pandang ke Saga yang tampak lumayan seksi ketika melepas jas dan menaikkan lengan kemejanya.

__ADS_1


"kamu pasti sudah tau aku tidak punya Mama kan? jadi sejak kecil aku sudah belajar memasak dengan modal ingatan rasa yang selalu dimasakkan oleh Mamaku, Papa sangat menyukai masakanku kata Papa mengingatkannya pada mendiang Mamaku."


Alena diam saja, "apa belajar memasak harus ketika tidak ada Mama?" tanya Alena.


Saga mengangguk, "hmmm.. kebanyakan begitu maka nya aku cukup kaget kamu bisa masak sayang. sebenarnya dulu aku tidak suka masakan Orang lain selain masakan Mamaku dan selama itu Papa sudah menyewa banyak Chef untukku supaya mau makan tapi tidak ada yang pas dilidahku, aku memutuskan untuk memasak sendiri walau banyak luka ditanganku tapi aku menemukan resep masakan Mamaku." curhat Saga.


Alena melirik Saga, "hidupnya benar-benar sulit." batin Alena tidak bisa membayangkan jika Alena berada di posisi Saga beruntung Alena punya seorang Mommy kuat yang bisa menjaga dirinya sendiri ketika di kepung musuh.


"kamu harus bisa berdiri sendiri sayang tanpa bergantung pada Orang lain demi keselamatanmu sendiri, kalau kamu mau bebas maka turuti apapun perintah Mommy." kata-kata Xabara teringat oleh Alena.


saat Alena kecil selalu dikekang oleh Kedua Orangtuanya dengan tidak diizinkan bepergian seorang diri hingga Xabara memberi syarat yaitu Alena harus mau berlatih diri, kini Alena sudah merasakan efek didikan keras Xabara selama ini memang untuk kebaikan sendiri.


"Alena??" Saga mengelus puncak hidung Alena supaya tersadar dan benar saja Alena tersadar dari lamunannya.


Alena mengerjab lalu Saga tersenyum dan berkata, "tidak perlu mengasihaniku sayang..! aku memang menyedihkan tapi percayalah karnamu aku bisa bertahan dari semua kesulitanku selama ini."


Alena tak bersuara sama sekali lalu menerima suapan Saga dan memakan semua yang Saga bawakan untuk Alena, Alena tidak terlalu kekenyangan karna Saga tidak membawa nasi melainkan makanan kecil yang sehat di tubuh Alena.


"besok pagi aku akan menjemputmu Alena, kita ke Luar Kota dengan Mobil." ujar Saga dengan senyuman.


"baiklah." jawab Alena.


"kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu Alena, aku akan langsung ke Perusahaanku setelah ini." kata Saga.


Saga terkekeh, "melihatmu makan masakanku itu lebih membahagiakan dari apapun bagiku sayang." kata Saga tanpa melihat Alena sebab Ia sibuk menyusun rantang nasinya.


Alena hanya berdehem merasa malu dengan kelancaran Saga dalam menggelitik hatinya (menggoda).


.


Alena keluar dari Perusahaannya dan ditatap oleh pekerjanya.


"apa?? kalau kalian iri silahkan menikah." gerutu Alena yang sudah kesal.


"ahaha." para Pekerja Alena tertawa terbahak-bahak sementara Alena mendelik sebal langsung melenggang pergi meninggalkan para Pekerjanya itu.


.


pagi-pagi,


"aakhhh...!" Alena kaget melihat Kenan berada di hadapannya.


"Aunty??" seringai lebar Kenan yang tak merasa bersalah telah mengejutkan gadis menawan itu.

__ADS_1


Alena tidak sanggup memarahi Kenan lalu memeluk Kenan seperti anaknya sendiri, "oh sayangku yang pemalu.! kenapa kamu bisa ada di Mansion Maldev sayang? apa Papa dan Mamamu kesini?"


Kenan menganggukkan kepalanya dengan polos, "Mommy ilang tkami atkan tinggal dissini." jawab Kenan masih kas dengan suara cadelnya.


"bagus dong." senyum manis Alena lalu menciumi wajah Kenan yang malu-malu segera menutupi wajah imutnya dengan kedua tangan mungilnya.


Alena tertawa lepas dengan tingkah Kenan yang pemalu itu padahal Kenan kan laki-laki.


"muah...! sayang banget sih sama Tuan Muda kecil pemalu ini." gemas Alena menciumi puncak hidung Kenan.


.


Alena tiba di Ruang Keluarga sambil menggenggam tangan kecil Kenan.


"Kenan? kamu sama Aunty ya? Mama panik tadi mencarimu sayang." Carrina berdiri dan melangkah ke arah Kenan yang malu digendong Carrina hanya bisa menyembunyikan wajahnya di leher Carrina.


"kenapa Kakak ipar?" tanya Alena.


"Kenan belum minum susu Alena, dia langsung berlari menemuimu." kekeh Carrina.


Alena mengelus gemas kepala Kenan yang pemalu tapi menggemaskan itu, Carrina membawa Kenan ke dapur sementara anak-anak Carrina yang lain sudah sarapan dan minum susu tengah berada di pangkuan Xabara, Rovert, Ratu.


"dimana Bang An Mommy? Papa?" tanya Alena sembari melangkah ke arah Keluarganya.


"dia langsung berangkat Kerja, nanti dia akan pulang kesini kok sayang." Jawab Xabara dibalas anggukan oleh Rovert dan Ratu.


"mau kemana sayang?" tanya Xabara melihat penampilan Alena yang tidak memakai pakaian Rumahan melainkan pakaian lumayan bagus sebab tadi malam Alena bilang tidak bekerja hari ini jadi cukup heran mengapa Alena pakai baju bagus.


"Alena mau keluar Kota melihat Perkebunan Sawit Saga Mommy." jawab Alena sambil menoel-noel pipi Kanze yang sibuk dengan mainan robot canggihnya dipangkuan Xabara.


"ahhh..! iya dia Bos Sawit." gumam Rovert yang lupa kalau Saga punya Perkebunan sawit berpuluh-puluh hektar.


"kapan dia datang nak?" tanya Ratu.


Alena melihat jam tangannya, "tadi katanya dalam perjalanan." jawab Alena.


"kalau dia macam-macam pukul saja intinya sayang." kata Rovert membuat Alena terkekeh sedangkan Xabara dan Ratu hanya geleng-geleng kepala saja padahal Alena seorang pemain anggar yang jelas mudah mematahkan persedian manusia hanya dengan sebatang ranting pohon kecil.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2