Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
jangan biarkan dia menang


__ADS_3

.


.


.


Carrina begitu asik dengan Album Fotonya sampai An menggendong Carrina pun masih juga begitu senang dengan Foto-fotonya itu.


An sampai tidak habis pikir bagaimana bisa ada wanita yang suka Foto nya dibanding Uangnya? Carrina sangat langka dan An merasa beruntung mendapatkan Carrina, penyesalan An hanya 1 saja yaitu mengapa An tidak jatuh Cinta pada Carrina sejak dulu.


.


sekitar jam 02.36


An menerima Paketan di depan Kamar nya dan melihat Teror yang sama untuk Carrina yaitu Boneka super cantik bersimbah darah dengan Gaun indah hampir sama dengan gaun yang Carrina kenakan di malam Pesta Regi dan Choi.


"pengecut ini memang sangat menyusahkan..!" gumam An menatap dingin ke arah depan.


An membuang paketan itu ke Tong sampah Elit milik Hotel dan membakarnya, tong sampah itu bisa membakar sampah lalu di tutup sehingga tidak mengeluarkan asap.


An terkejut ketika tubuhnya dipeluk oleh seseorang yaitu Carrina yang juga sudah terbangun entah sejak kapan.


"kenapa bisa terbangun?" tanya An.


"aku pikir kamu menghilang An." jawab Carrina dengan manja memeluk An dari belakang.


An membalik tubuhnya ke Carrina, "apa kamu melihat semuanya?" tanya An.


Carrina mengangguk lalu menempelkan keningnya di bibir An sehingga An menciumi kening Carrina dengan sayang, Carrina memeluk An dengan erat menyandarkan sisi wajahnya di bahu An yang menunduk langsung membalas pelukan sang kekasih hati.


"aku tidak takut apapun An..! ancaman apapun yang aku hadapi akan aku lalui bersamamu, asalkan kamu tidak meninggalkanku." ujar Carrina dengan nada manja.


An mengulum senyum, "bagaimana bisa ada wanita sehebat dirimu hmm?"


"karna aku mencintaimu dan hidupku juga tidak ada gunanya tanpa bersamamu An." jawab Carrina yang tidak pernah menutupi perasaannya lagi.


An mencium bahu dan leher Carrina, mereka berpelukan cukup lama tanpa melakukan apa-apa.


An dan Carrina semakin mesra saja setelah berbagai masalah yang mereka lalui, bukannya takut malah semakin menunjukkan pada dunia kalau mereka tidak punya masalah apapun jika sudah bersama.


di Bandara,

__ADS_1


"apa kamu mau kita langsung terbang ke Dubai?" tanya An.


"apa bisa?" tanya Carrina berbinar.


An mengangguk, "tentu saja..! kita akan berfoto disana dan Album Foto keempatmu akan muncul."


Carrina memekik kegirangan melompat-lompat memegang tangan An membayangkan Ia dapat Album Foto baru lagi.


An tergelak ternyata An memesan Tiket Pesawat langsung terbang ke Dubai namun Ia membuat tipuan akan ke Indonesia sehingga musuhnya yang pengecut mengikuti serta meneror Carrina akan terkecoh.


sungguh perjalanan yang melelahkan tapi ketika tiba di Bandara Dubai bukannya lemas karna kelelahan Carrina malah bersorak-sorak sudah tiba di Dubai.


"itu Mobil jemputan kita." tunjuk An membawa Carrina menuju Mobil milik Rovert di Dubai.


lagi-lagi Carrina terpana An menguasai bahasa Arab, bagaimana bisa An tau hampir semua bahasa sampai Carrina merasa An punya otak tidak normal.


"bapak ini bicara apa An?" tanya Carrina bergelayut di lengan An ketika berada di dalam Mobil.


"dia bertanya apakah kamu Istriku dan aku jawab Iya, terus bilang kalau Papa sama Mommy sangat sibuk tidak bisa menjemput kita." jawab An.


Carrina mengangguk-ngangguk lalu melihat pemandangan Kota, Carrina tidak pernah kemana-mana selama ini tapi sejak bersama An selalu membawanya ke berbagai Negara.


.


"Mommy? maaf kami datang terburu-buru ya?" cicit Carrina.


Xabara terkekeh, "masuklah ke Kamar kalian ya? Mommy harus pergi lagi ke Perusahaan, nanti malam kita makan bersama ya sayang?" Xabara berkata sambil melihat jam tangannya.


Carrina mengangguk-ngangguk mengerti lalu An tersenyum saja ke Xabara yang tersenyum ke arahnya dan pergi meninggalkan Carrina dan An di Mansion milik Maldev di Dubai.


kesuksesan Rovert dan Xabara membuat mereka membangun sebuah Mansion di Negara tersebut yang dekat dengan Perusahaan, walau harga tanahnya terbilang mahal padahal ukurannya juga tidak luas tapi karna banyak penghasilan mereka bisa membelinya langsung membangun Mansion bertingkat di beri fasilitas Lift didalamnya.


"kenapa sayang?" tanya An melihat Carrina tampak berpikir sesuatu.


"tidak An..? aku sangat mengagumi Mansion ini." senyum lebar Carrina.


"ukuran tanahnya kecil tapi kalau kita banyak uang bangun gedung pun bisa." kekeh An.


Carrina dibawa masuk Lift oleh An menuju Kamar An di Mansion itu, Carrina berlari menuju Balkon dan terperangah melihat pemandangan Kota apalagi menara khusus Dubai itu terlihat oleh Carrina.


"apa kamu tidak lapar sayang?" tanya An sambil meletakkan koper mereka di dalam lemari.

__ADS_1


"iya An." jawab Carrina tapi Ia malah mengeluarkan Ponselnya dan memotret pemandangan itu.


An berdiri disamping Carrina yang dengan senangnya Carrina memotret An padahal An tidak banyak bergaya namun karna Carrina sudah Cinta apapun gaya An sangat keren dimatanya.


"kita Foto berdua ya?" pinta Carrina memelas.


An mengusap kepala Carrina lalu mengangguk dengan senyuman, An tau kalau Carrina suka dengan Foto nya asalkan Carrina senang maka An pun akan dengan senang hati melakukan apa saja demi kesenangan Carrina itu.


An banyak tertawa melihat gaya Carrina yang seksi seperti foto model individu saja, An memeluk Carrina dari belakang membuat Carrina terhenyak sejenak.


"kenapa diam? ayo foto..!" pinta An.


"Ehh? iya." jawab Carrina pun tersenyum manis ke arah Kamera dan An juga ikut tersenyum seperti pasangan bahagia.


Carrina sangat menyukai foto terakhirnya bersama An dan dijadikan walpaper layar utama di ponselnya.


"ayo kita makan!" bisik An dan Carrina mengangguk-ngangguk senang sambil melihat walpaper ponselnya itu.


An dan Carrina bersenang-senang di Dubai selama 1 Minggu, sementara di Tempat lain.


"kenapa?" tanya Ana dengan datar ke Sean.


"ak--aku baru saja menemukan dalangnya, Orang kepercayaanku mengatakan kalau dalangnya adalah abang kandungku sendiri, mereka menemukan may*t di lautan lepas dan mengatakan itu adalah may*tku." kata Sean dengan serius.


Ana tersentak, "may*t di lautan lepas? jangan-jangan...??"


malam itu Ana kelautan lepas memang ingin membuang seseorang tapi malah menemukan Sean pasti Orang itu yang dianggap Sean oleh Keluarga Kerajaan Sean.


Sean menundukkan kepalanya, "aku iri dengan kalian yang bersaudara bisa sangat akur sementara kami bermusuhan hanya karna tahta, diam-diam merencanakan pembunuh*n supaya mendapatkan tahta padahal kami sedarah."


Ana diam mendengarkan saja curahan hati Sean yang tampak terlihat memang sedih, mata Sean sampai memerah.


"kalau begitu kamu harus lawan Abangmu itu." saran Ana tiba-tiba.


"ke--kenapa begitu?" tanya Sean.


"jika membunuh saudara saja dia mampu berarti dia sanggup mencekik rakyatmu nanti, jangan biarkan dia menang." ujar Ana begitu bijaknya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2