
.
.
.
An mengelus kepala Kenan, "bagaimana sekolahmu Son?" tanya An sembari berjongkok dan Sysy pun melepaskan diri dari An berlari menuju Mamanya.
Carrina mengecup gemas pipi Sysy yang memang lebih menempel pada An.
"baik papa..! Kenan banyak teman baluu..!" jawab Kenan dengan senyum lebarnya.
"tidak malu-malu lagi?" ledek An mengetuk hidung Kenan yang cengir kuda.
"anak-anakku mencuri lagi Suamiku..? bagaimana anak-anak ku bisa belajar mencuri?" Carrina menjawab pertanyaan An tadi.
An menatap Putra-Putrinya yang menunduk seperti anak sekolah yang dihukum oleh gurunya, jujur saja anak-anak Carrina takut pada An yang berwibawa juga tegas saat menuruti permintaan anak-anaknya, An tidak memanjakan anaknya diluar batas.
Ketty dan Kanze tidak berani memandang Papanya, mereka masih kecil saja bisa merasakan wibawa An.
"sini nak..!?" pinta An.
Ketty dan Kanze pun melangkah ke arah An dengan kepala tertunduk sementara Carrina diam saja sambil menggendong Sysy karna Carrina sangat lembut jadi tidak tega bersikap tegas pada anaknya hanya An yang bisa bertindak tegas pada anaknya karna An anaknya Xabara.
"kenapa mencuri?" tanya An berjongkok dihadapan Ketty dan Kanze.
"tidak papah..! adi zee au atan bubul api mah ibuk." Kanze menjelaskan alasannya mencuri.
Ketty juga mengatakan hal yang sama kalau mereka lapar karna mereka merasa sudah besar tentu pandai mengambil makanan sendiri, Carrina merasa bersalah pun memeluk Putra-Putrinya dan meminta maaf.
An tersenyum saja melihat Keluarga kecilnya sudah tau cara menjaga dan tidak mau merepotkan satu sama lain padahal mereka masih kecil seharusnya bersikap manja saja tidak akan ada yang mengejek sebab umur mereka juga masih sangat muda.
Keluarga Kecil An dan Carrina begitu ramai serta penuh drama tapi dikatakan sangat menyenangkan serta hidupnya dipenuhi warna, dahulu Carrina tidak punya siapa-siapa sekarang memiliki An juga anak-anak yang sangat disayangi melebihi nyawa Carrina sendiri.
di tempat lain,
Alena sedang sibuk dengan jumlah produksi Tasnya yang telah merajai dunia Fashionshow bagian tas, sekarang Alena juga produksi heels berkat permintaan pelanggannya yang suka dengan Tas Buatan Perusahaan Alena.
__ADS_1
"haloo??" Alena mengangkat panggilan telepon seseorang.
"apa aku harus pergi kesana detik ini juga?" tanya Alena yang tidak percaya pelanggan barunya minta bertemu di luar padahal janjinya akan datang ke Perusahaannya.
Alena terpaksa menuruti karna sudah teken kontrak lalu Ia segera berkemas setelah menutup panggilan telepon, Alena di hormati oleh Bawahannya.
kini Alena telah tumbuh menjadi gadis yang semakin dewasa dan semakin modis karna pekerjaannya menuntut Alena harus Fashion setiap hari, pakaian yang ia kenakan milik Taylor namun perhiasan yang dikenakan milik Xabara dan tas serta sepatu milik Perusahaannya.
Alena masuk ke Mobil Lamborgini nya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat tujuannya.
"haiish...! kenapa lagi nih?" kesal Alena ketika menghadapi macet.
Alena membuka atap Mobilnya dan semua pengemudi Mobil lainnya memandang ke arah Alena yang sangat cantik dengan kacamata hitam, rambut hitam namun ada warna silver juga merah muda dibagian depannya, benar-benar sangat modis dan tren di tahun ini.
Alena turun dari Mobilnya dan menutup pintu Mobilnya cukup keras lalu membuka kaca mata hitamnya diletakkan di Mobilnya.
"akan aku atasi..!" gumam Alena yang tau ada masalah didepan sana karna Ia juga tau macetnya Lampu Merah tidak akan selama ini dan tak sepadat ini.
Alena melangkahkan kakinya ke arah depan melewati banyak Mobil yang terpana dengan penampilan Alena, Alena tidak seksi tapi pakaiannya yang sopan itu malah menambah kesan seksi dalam diri Alena.
Alena seorang penari balet juga pemain Anggar dan keseksian serta keanggunan adalah bagian dari pesona Alena sebagai Putri Bungsu Xabara.
Alena melihat sepasang suami-Istri tengah bertengkar mulut ditengah jalan, wanita itu marah-marah pada suaminya yang berselingkuh dengan wanita simpanannya.
"kau benar-benar tidak punya otak...! anak dirumah tidak terurus olehmu malah ngurusin simpananmu ini hah?? apa bagusnya dia??" teriak wanita itu dengan marah.
"aku tidak terima...!!" teriak wanita itu mendorong simpanan Suaminya tapi malah didorong oleh suaminya sendiri hingga terjatuh.
Alena menaikkan sebelah alisnya melihat senyum jahat wanita simpanan suami dari wanita itu yang tertangkap dimatanya.
"oh.. Rubah betina..!" seringai Alena.
"Hariii?? apa maumu hahh?? dia sahabatku, kenapa dari sekian banyak perempuan harus dia hah?? kenapaaa?" pekik si Istri dengan marah.
para penonton hanya melihat saja dan merekam mereka semua tapi tidak ada yang berani menghentikan wanita yang sedang melabrak suami serta selingkuhannya itu.
Alena mengeluarkan jarum kecil yang pernah diberikan oleh Ana untuknya, "aku tidak pernah memakainya, sepertinya untuk menghabisi musuh dibalik selimut sangat cocok." gumam Alena sangat pelan.
__ADS_1
Alena mendekati wanita simpanan itu lalu menancapkan sesuatu di tangan wanita itu yang meringis seketika seperti di gigit nyamuk.
"kau selingkuhan apa kau tidak punya muka?" tanya Alena seketika membuat suami-istri yang sedang bertengkar hebat itu menoleh ke arah Alena.
"ap--apa yang anda berikan?" tanya wanita itu dengan waspada memegang tangannya sendiri.
"aku?? memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Alena dengan polos.
"aku tidak suka Pria yang sudah bersuami tapi kau..? kenapa kau menusuk sahabatmu sendiri?" ejek Alena dengan senyuman.
"Nonaa?? saya mohon anda tidak usah ikut campur masalah Keluarga saya..! saya sangat mencintainya." Pria yang berselingkuh itu memperingati Alena.
Alena tertawa hambar, "berani sekali Pria hina sepertimu menegurku..!" kata Alena mengeluarkan raut wajah dinginnya.
glek...!
"apa kau tidak lihat ulahmu ini ha?? kenapa kau harus berselingkuh dijalan sampai dilihat oleh Istrimu dan dihadang disini, kau tidak lihat jalanan jadi macet karna kalian??? kalau sampai aku kehilangan Klienku hari ini maka kau harus bayar ganti rugi ku hari ini 200 Milyarku yang bisa hilang gara-gara kau yang berselingkuh ini." ancam Alena dengan sinis dan dingin.
glek...!
"2--200 Milyar?" beo laki-laki itu dengan tangan gemetar.
"aku sudah menandaimu..!" kata Alena dengan serius lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Perusahaan tempat Pria itu bekerja karna Alena tau logo Perusahaan Pria itu di Mobil Pria itu yang beberapa saat kemudian membuat Pria itu dihubungi atasannya.
"am--ampuni saya Nona..? ampuni saya..!" Pria itu bersimpuh didepan Alena.
Istri sah mendekati suaminya lalu menampar suaminya berulang kali dan masih melampiaskan amarahnya pada Suaminya itu.
plakk...!
Pria itu berani menampar Istrinya lalu Alena menampar Simpanan Pria itu sampai tersungkur dan mengeluarkan darah.
"aku benci Pria main tangan..! bagaimana rasanya simpananmu ditampar?" sinis Alena.
Pria yang menampar itu memegang pipi wanita Simpanannya dan menanyakan keadaannya, tangan Pria itu terkepal karna tidak bisa bertindak apa-apa jika berani melawan Alena jelas Ia akan dihancurkan dengan mudah.
.
__ADS_1
.
.