
.
.
.
Saga mengambil tangan Alena dan mengecup telapak tangan Alena dengan penuh kelembutan.
"baiklah sayang." jawab Saga sambil mengulum senyum.
Alena pun memutar tubuhnya membelakangi Alena, "aku ngantuk." kata Alena.
"iya." jawab Saga dengan santainya memeluk Alena dari belakang sambil mengelus perut datar Alena.
sesuai dengan janji Saga pada Alena, Saga tidak berdebat lagi pada Agam dalam memperhatikan Alena tapi raut wajah ditekuk masamnya terlihat jelas sedang cemburu, Agam juga tidak peduli yang penting cucunya baik-baik saja.
"apa kami menganggu?" suara Xabara membuat perhatian Alena, Saga dan Agam teralihkan.
"Mommy?" senyum lebar Alena berdiri dari tempatnya.
Rovert dan Ratu terpana melihat situasi dimana Alena duduk di Sofa sementara Saga dibawah memijit tangan Alena dan Agam menyuapi Alena buah segar serta Vitamin.
"Ehh?" Agam berdiri begitu juga Saga.
Alena melangkah cepat ke arah Xabara lalu memeluk Mommynya itu.
"sayang? sepertinya kamu bahagia disini ya?" gemas Xabara.
"pantas saja tidak ingat Rumah." kata Rovert tersenyum tipis.
Papa mana yang tidak bangga Putri Kecilnya di jadikan Ratu di Rumah Keluarga Barunya, Rovert sangat senang melihat pemandangan tadi.
"Papa masa iya cemburu sih?" Alena gantian memeluk Rovert yang mencium sayang kening Alena.
"bagaimana kondisimu nak?" tanya Rovert.
"sangat baik." jawab Alena serentak dengan Ratu.
Ratu tertawa lepas sementara Alena mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa Mommy datang tiba-tiba? kalau Mommy memberitauku pasti aku akan masak enak untuk Mommy, Papa dan Nenek." Saga pun mendekati Keluarga Istrinya itu.
Ratu mengelus kepala Saga yang tersenyum, Agam mendekati Rovert.
"aku penasaran kenapa Putriku betah sekali di Rumah Kalian, maka nya sengaja datang tiba-tiba." kata Rovert ke Agam yang terkekeh garuk-garuk kepala.
"Mommy sama Nenek mau makan apa? biar Saga buatkan." tanya Saga yang tau Keluarga itu sudah bosan makan masakan sendiri sehingga sangat menyukai masakan Saga.
__ADS_1
bagai bicara dengan Chef saja Xabara dan Ratu tidak sungkan mengatakan makanan yang diinginkan mereka, Saga mengelus kepala Alena.
"sayang kamu mau makan apa?" tanya Saga.
Alena tampak berpikir, "aku ingin makan Sate tusuk daging sapi."
Saga mengangguk, "tapi mungkin sedikit lama..! aku beli dagingnya di luar ya?"
Alena mengangguk lalu Saga mengecup kening Alena dan pamit pergi membeli segala perlengkapan.
Xabara merangkul bahu Alena, "bahagia nya dijadikan Ratu di sini ya?"
Alena nyengir kuda lalu Ratu pun menggoda Alena sembari melangkah menuju Meja Sofa, Rovert dan Agam pergi ke Taman belakang.
setelah melihat perlakuan Keluarga Agam pada Alena membuat Keluarga Rovert tidak ragu lagi dengan kebahagiaan Alena, mereka melihatnya langsung.
Bagi Rovert dan Xabara tentu anak dari Alena bukan cucu pertamanya melainkan yang kesekian kali setelah anak An dan Ana, sedangkan bagi Agam Anak Alena adalah Cucu pertamanya.
.
7 Bulan usia kandungan Alena,
Alena merasa pusing dikawal oleh Saga dan Agam, 2 Pria yang terlihat gagah itu mengantarkan Alena ke Rumah Sakit, Dokter Amalia sampai kebingungan dengan situasi itu dimana Ayah mertua juga ikut mengantar menantunya.
"kenapa hanya Keluarga Maldev yang selalu spesial?" batin Dr. Amalia terkekeh yang telah berkeluarga dan punya anak tapi masih menjadi dokter sampai detik ini.
.
.
"Kembar?" beo Agam dan Saga berebut melihat monitor sampai Alena merasa malu pada Dr. Amalia yang tampak terkejut.
"maaf ya Dok? mereka memang sangat aneh." bisik Alena ke Amalia yang tersenyum.
"Ini cucuku ada 2 ?? Haha..! Cucuku." kata Agam menoel-noel layar monitor.
"Papa minggir..! itu anakku." tepis Saga.
pertengkaran mereka itulah yang membuat hidup Alena tidak bosan di Rumah Agam, hubungan Papa-Anak itu selalu saja berdebat seperti anak kecil membuat Alena membayangkan kelak anak-anaknya juga begitu.
Agam semakin senang Alena punya anak kembar dan berdasarkan pemeriksaan Amalia, anak kembar Alena berbeda jenis kelamin.
"Cucu perempuan untukku kamu Anak laki-laki saja Saga." kata Agam yang ketularan memanggil Saga ke Anaknya padahal biasanya juga Reyza.
Saga terdiam saja sejenak lalu memandang Alena yang tersenyum seolah meminta Saga mengiyakan permintaan Agam, Agam menatap senang sosok gambaran bayi yang ditebak perempuan oleh Dokter Amalia.
apa yang Alena katakan memang benar, Agam memang punya kerinduan mendalam pada mendiang Istri dan anak perempuannya saat itu walau selama ini terlihat tegar tapi saat ini kerinduan yang selama ini Agam sembunyikan terlihat jelas oleh Saga.
__ADS_1
.
setelah hari itu Agam sibuk mengikuti les cara merawat bayi, Alena sampai menggeleng kepalanya ketika Saga juga ikut-ikutan.
"mereka seperti Anak Bodoh yang baru belajar." kikik Alena yang menonton dari jauh pembelajaran Agam dan Saga.
Alena tidak bisa kemana-mana jika merindukan Kenan dan adik-adiknya jadi hanya bisa VC dimalam hari, Agam juga tidak lagi tidur di Kamar Alena dan Saga karna usia Kandungan Alena sudah aman dari keguguran.
Agam maupun Saga belajar serius selama 2 bulan penuh dan 1 bulan yang lalu Mereka juga menyewa seorang Guru untuk mengajari Alena latihan yoga Ibu lancar melahirkan normal.
hingga hari yang di tunggu-tunggu telah Tiba,
Alena melahirkan normal sepasang bayi Kembar laki-laki dan Perempuan terlihat tampan dan cantik dalam tempat tidur khusus bayi.
malam hari sekitar jam 02.31,
"sayang?" panggil Xabara.
Alena meminta Xabara untuk tidak bersuara lalu Xabara melihat arah tatapan Alena pun mendekati Agam yang tertidur dengan jari telunjuk di genggam oleh bayi perempuan Alena.
"mana suamimu sayang?" tanya Xabara berbisik lalu melihat ke arah tunjuk Alena.
Saga tengah terlelap di sofa, mata Saga menghitam seolah kekurangan tidur.
"apa dia kurang tidur sayang?" tanya Xabara berbisik.
Alena mengangguk, "1 minggu Alena mau lahiran memang tidak bisa tidur Mommy jadi mengacaukan jam tidurnya." bisik Alena.
Xabara mengelus kepala Alena yang meminta maaf pada Xabara, Alena telah merasakan sakitnya melahirkan normal anak kembar.
"jangan dibahas ya? besok siang Keluarga kita akan berkumpul disini." kata Xabara mengelus pipi Alena lalu keluar dari Kamar itu dengan hati-hati.
Alena melahirkan dimalam hari sementara Ana dan Carrina tidak bisa datang dimalam hari sebab Anak-anak mereka masih terlelap, mereka semua berjanji akan datang esok pagi atau siang mengunjungi Alena.
.
"kenapa keluar sayang?" tanya Rovert yang hendak masuk baru saja selesai berbincang dengan Rekan lamanya berada di Rumah Sakit yang sama.
"mereka kelelahan Rovert..! biarkan saja mereka istirahat ya? sekarang kita pulang besok kita datang lagi." ajak Xabara.
Rovert tentu menuruti Istrinya sambil bertanya-tanya kondisi Alena yang baik-baik saja.
"Agam dan Saga sangat siaga 24 jam untuk Alena, mereka cepat sekali membawa Alena ke Rumah Sakit." kata Xabara memuji Keluarga baru Alena yang sangat cekatan menjaga Alena walau malam-malam sedang enaknya tidur.
.
.
__ADS_1
.