Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menertawai


__ADS_3

.


.


.


"ahh..! aku kenyang sekali Saga..! jangan membuatku makan lagi." oceh Alena mengelus-ngelus perutnya yang sedikit membuncit karna kekenyangan.


Saga terkekeh, "tidak apa kalau kamu tambah gemuk Alena, aku akan tetap menjadi suamimu." goda Saga.


Alena menggeleng-geleng kepalanya, "aku tidak mau gendut..! besok pagi aku akan berolahraga." dengus Alena.


Saga terkekeh, "kamu selangsing ini apa yang kamu takutkan hmm?"


Alena mengangkat bahunya, "suka-suka akulah.! aku tidak mau berpenampilan jelek."


"kalau kamu gendut tidak mungkin kamu jelek sayang malah menggemaskan seperti ikan buntel." ledek Saga.


Alena melototkan matanya, "aku akan menjadikanmu kepiting rebusku."


Saga tergelak melihat wajah menggemaskan Alena, sungguh Ia benar-benar sudah terpikat dengan pesona galak Alena itu.


Saga mengelus-ngelus kepala Alena dengan gemas sedangkan Alena menepis tangan Saga ditambah alisnya yang ditekuk benar-benar kesal.


"maaf mengganggu? kami masih kekurangan lauk apa masih ada?" tanya Carrina yang menggandeng tangan Kenan.


"ehh? masih ada Kak?" jawab Saga sopan memanggil Kakak ke Carrina.


Kenan mengerjabkan matanya ke Saga lalu ke Alena yang tersenyum manis melambai kearahnya, Kenan langsung malu pun bersembunyi dibelakang Carrina malah seperti hiburan tersendiri bagi Alena.


Alena berlari ke arah belakang Carrina lalu berjongkok menghadap Kenan yang kaget.


"hehe..!" cengir Kenan menyembunyikan wajah imutnya di paha Carrina.


Alena tertawa lebar lalu menarik lengan Kenan dan memeluknya begitu gemas, "kenapa kamu makin menggemaskan sayang?? kalau begini Aunty kan makin sayang." gemas Alena.


Carrina berbalik dan tersenyum melihat Kenan yang memang pemalu dengan Orang terdekatnya tapi tidak dengan Orang asing malah berani menatap siapapun itu termasuk Saga.


Saga melihat Alena menciumi Kenan pun menahan senyumnya karna Ia bisa melihat Alena punya jiwa keibuan yang sangat mendominasi.


"Aunty??" panggil Kenan.

__ADS_1


"iya sayang." sahut Alena melepaskan pelukannya dan memandang Kenan dengan gemas.


Kenan mengecup pipi Alena lalu melarikan diri menuju Papanya yang kaget melihat ke kaki nya ada Kenan langsung saja An menggendong Putranya kembali berbicara dengan Sean, Kenan melingkarkan tangannya di leher An sambil menyembunyikan wajahnya di bahu An.


Alena tak kuasa menahan tawa nya dan Carrina pun terkekeh dengan kelakuan anaknya itu.


"kakak ipar lihat? Putramu itu bagaimana bisa dapat kekasih nanti heh? pemalunya melebihi perempuan." ledek Alena ke Carrina.


Carrina memberengut manyun, "nanti Kenan akan jadi pemberani kok." kata Carrina mendengus membela Putranya dan melenggang pergi dari sana.


Saga pun senyam-senyum seperti Orang tidak waras melihat Alena tertawa selepas itu, Alena sangat menawan saat bahagia.


"oh ya ampun...! dari sekian banyaknya keponakanku Saga hanya dia yang paling suka aku goda." kata Alena yang curhat ke Saga tanpa sadar.


"oh ya? memang yang tadi kelihatan pemalu ya." kekeh Saga.


"sangat pemalu, diantara 4 anaknya Kakak Iparku hanya dia yang paling pemalu." sahut Alena.


Alena kembali tertawa, "aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti dia jatuh cinta, dia mencium perempuan yang dicintainya lalu balik badan menyembunyikan wajahnya ke tembok.. haha.. pasti lucu sekali."


Saga tertawa lebar, "kalau begitu kamu mau aku seperti itu sayang?"


Ana berubah kesal, "jangan..! kalau kamu mah aku tidak suka, karaktermu tidak cocok."


malam itu mereka bersenang-senang hampir sampai tengah malam lalu Saga disuruh menginap di Mansion saja sebab banyak kamar juga.


waktu berlalu begitu cepat,


Alena dan Saga mulai sibuk dengan Karir masing-masing karna sebentar lagi akan cuti panjang sesuai dengan kesepakatan Alena dan Saga yang ingin menikmati liburan bersama layaknya teman tapi semua orang malah berpikir berBulan Madu.


kini Alena dan Saga tengah memilih baju Pengantin yang sesuai dengan keinginan Alena, Xabara telah membuat jenis perhiasan dari Berlian khusus untuk Putri Bungsunya itu nanti di hari Pernikahan.


"bagaimana dengan ini saja sayang?" tanya Saga menunjuk Gaun yang Ia suka.


Alena melihatnya lalu Pelayan Toko Taylor dengan senang hati memperlihatkan Gaun yang di tunjuk Saga tapi Alena tidak suka.


"terlalu terbuka..! aku tidak suka Pakaian terbuka." jawab Alena malas melihat bahu gaun itu terlihat.


Saga garuk-garuk kepala lalu salah satu Pelayan menunjukkan Model Gaun yang tidak terbuka dan ternyata Alena menyukainya.


"aku Coba..!" pinta Alena.

__ADS_1


para pekerja Taylor pun dengan gembira membantu Alena berganti pakaian, Saga tersenyum bangga jatuh Cinta pada gadis seperti Alena yang justru tidak suka pakaian terbuka padahal diluar sana perempuan identik dengan pakaian terbuka seolah bangga memperlihatkan apa yang ada dalam diri mereka.


beberapa puluh menit kemudian,


Tirai yang tadi tertutup pun terbuka dan Saga terpana melihat Alena ketika berbalik tampak sibuk melihat Gaunnya yang super panjang.


"apa gaun ini tidak terlalu panjang?" tanya Alena ke Pelayan bukannya bertanya pada Saga bagaimana dengan penampilannya.


"maaf Nona.! semua model gaun pernikahan pasti dalam dan panjang." jawab Pelayan toko dengan sopan.


"apa tidak ada yang lebih pendek lagi?" tanya Alena seolah takut Ia nanti menginjak gaunnya lalu jatuh hal itu benar-benar sangat memalukan.


"jangan diganti sayang..? kamu benar-benar sangat cantik." kata Saga memotong pembicaraan Alena.


"Saga ka...??" Alena menuding Saga yang begitu berani mengaturnya.


"bungkuskan langsung ya?" pinta Saga ke Para Pelayan yang segera menuruti perintah Alena.


Alena menatap tajam Saga, "kenapa ikut campur?"


"sayang? gaun saja memang kenapa hmm? hanya ini satu-satunya Gaun yang tertutup sesuai dengan keinginanmu kan? lagian gaun ini sopan tidak mengundang tatapan mesum Pria lain kan?." ujar Saga dengan senyuman.


Alena mendengus, "kamu tidak ribet berpakaian kan? kalau begitu aku pakai jas kamu pakai ini saja."


Saga melihat ke arah Pelayan yang menyemburkan tawa tapi segera ditahan dengan kepala tertunduk takut di pecat oleh Saga atau Alena sebab mereka Orang berpengaruh.


Saga menggeleng-geleng gemas kepalanya, "kamu mau aku pakai gaun perempuan? nanti kalau kita sama-sama malu bagaimana? kamu mau pakai kumis dan dasi Pita sayang?"


Alena pun berpikir sejenak, "aku tidak mau."


Saga lega mendengarnya karna Alena mau berpikir 2 kali untuk bertukar pakaian dengannya di hari pernikahan, bisa hancur martabat Saga memakai gaun perempuan didepan banyaknya tamu Undangan kecuali didepan Alena saja.


Saga bisa jadi bahan lelucon yang mirip seperti badut karna memakai gaun perempuan, membayangkannya saja Saga geli karna Ia Pria normal bukan Banci.


"langsung bayar." Saga memberikan Blackcard miliknya ke Pelayan yang tertawa tadi.


Saga tidak marah pada Pelayan itu karna takut Alena bisa marah dan benci kalau Saga semena-mena pada Pelayan hanya karna ditertawai.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2