Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
dikerjain


__ADS_3

.


.


.


An berhasil menenangkan Carrina yang masih takut An terluka padahal An tidak selemah itu tapi hati Carrina sudah menyatu dalam diri An jadi ketika An terluka Carrina yang lebih sakit.


Carrina sudah tidak punya siapa-siapa lagi, itu sebabnya Ia begitu takut kehilangan An apalagi sampai An terluka karna dulu Neneknya juga seperti itu sakit-sakitan lalu meninggal membuat Carrina memiliki trauma sendiri ketika Orang yang dekat dengannya memiliki penyakit walau hanya gejala kecil namun selalu dispelekan hingga berujung kematian.


An mengelus kepala Carrina yang tidur dipangkuannya sambil menatap lurus kedepan, An seolah sedang mencari tau siapa pelaku yang melakukan hal tadi padanya, sebab An memang banyak musuh dari usia muda sampai detik ini tapi An tidak pernah menganggapnya serius karna kalau ketahuan sama An tinggal dihabisi saja oleh An.


"pistol? siapa yang Identik dengan Pistol buatan negara Amerika." batin An mencoba mengingat-ngingat musuhnya yang memiliki hubungan dengan Negara Adikuasa.


An memejamkan matanya mencoba memikirkan lagi sosok itu tapi malah buntu, An yakin ada yang terlewat tapi tidak tau apa itu alhasil An akan bertekat akan mencari tau disaat Carrina tidak ada didekatnya.


An tidak bisa melibatkan Carrina yang begitu melibatkan hatinya, bukan An tidak suka perhatian Carrina tapi An hanya tidak mau Carrina terluka demi melindunginya apalagi Carrina lebih senang dia yang terluka dibanding An yang terluka sementara An tentu tidak mau Carrina terluka.


"sayang?" bisik An.


Carrina menggeliat pelan di pangkuan An dengan hati-hati An memindahkan kepala Carrina di alas dengan bantal lalu Ia mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Carrina hanya sampai pinggang,


An berjongkok memandang lekat wajah Carrina yang terlelap bahkan masih memeluk bingkai foto serta Album Foto yang dibawa dari Mansion Maldev, sepertinya Carrina menganggap itu barang yang sangat berharga.


An mengulum senyum, "Carrina? aku letakkan fotonya di meja ya?" bisik An.


An mengambil bingkai Foto dan Album Foto yang Carrina peluk tapi ternyata Carrina memeluk benda itu begitu erat membuat An menahan tawanya, dengan sabarnya An mengelus kepala Carrina seolah memberitau benda itu tidak akan hilang sehingga An bisa mengambil Bingkai Foto dan Album Foto itu.


An melihat Fotonya dengan Carrina dibingkai Foto menengah dan Foto Keluarga An di Bingkai Foto besar sambil mengulum senyum lalu An kembali menyelimuti Carrina sampai menutupi lehernya.


.


An keluar dari Ruangannya dan duduk di meja Kerjanya lalu raut wajahnya berubah dingin dan datar serta sorot mata An berubah tajam seolah ingin benar-benar menemukan pelaku yang berani main petak umpet dengannya.

__ADS_1


"tidak ada yang bisa bersembunyi dariku, sekalipun butuh waktu aku pasti akan menemukanmu." seringai An.


An adalah Pria yang tenang tapi menghanyutkan tentu tidak mempermasalahkan berapa lama Ia mendapatkan pelaku sebenarnya asalkan tidak salah target, daripada terburu-buru ternyata bukan pelaku sebenarnya akan masalah nantinya.


.


ke esokan harinya,


Ana mendatangi Apartemen mewah tempat Ia menampung sosok Pria yang sudah ditinggal 3 hari oleh Ana.


"haloo?" sapa Pria itu seperti sudah tau Ana akan datang ke Apartemen yang ditempatinya itu.


Ana memasang wajah datar dan cueknya lalu melangkah pergi menuju sofa serta duduk angkuh disana, lalu Pria itu berbicara bahasa Indonesia membuat Ana sedikit terkejut ternyata Pria ini benar-benar mempelajari bahasa Indonesia dengan baik walau sedikit tersendat-sendat tapi dalam jangka 3 hari sudah bagus sekali.


"siapa namamu?" tanya Ana dengan datar.


"Seanders..!?" jawab Seanders dengan senyuman.


Ana tidak terpana sama sekali dengan ketampanan Seanders sebab pikiran Ana hanya ingin menendang Pria yang ia tampung ini ke Pulau Antartika.


"Sean?" gumam Sean merasa suka dengan panggilan Ana yang sangat unik dan selama ini tidak ada yang memanggil namanya kecuali dengan sebutan yang mulia atau apalah yang membuat telinganya terasa panas.


"kenapa? jangan harap aku harus menghormatimu ya? aku bukan rakyatmu jadi tidak perlu penghormatan, jika tidak tahan silahkan kembali ke Negaramu." usir Ana.


Sean menggeleng kepalanya dan mengangguk setuju dengan apapun panggilan Ana terhadapnya, Ana menjatuhkan rahangnya ternyata Pria ini adalah Pangeran gila yang bisa-bisanya tidak marah ketika ada Orang yang tidak sopan dan tidak hormat padanya.


Ana tidak menyerah lalu membawa Sean ke dalam Mobil menuju suatu tempat, Sean memperhatikan Ana yang bisa menyetir Mobil sebab di Negaranya Wanita tidak pandai mengendarai Mobil selain bersolek serta belajar politik, menari dan hal membosankan lainnya tapi Ia malah melihat sesuatu yang unik.


"apa?" tanya Ana melirik Sean yang memperhatikannya.


Sean bisa berbahasa Indonesia dalam waktu 3 hari tapi lisannya masih ala kebarat-baratan cukup lucu tapi Sean sudah terbilang jenius.


Ana menginjak gas Mobilnya sehingga Sean cukup takut memegang Seatbeltnya melihat lurus kedepan.

__ADS_1


.


Ana tersenyum lebar melihat hewan ternaknya yaitu Kuda, ternyata Ana buka pelatihan Kuda untuk main-main saja atau hobi bagi kalangan mana saja dengan biaya yang tidak terlalu menguras dompet.


"Bobiii??" panggil Ana.


Bobi yang dipanggil menoleh ke Ana dengan cepat Pria itu berlari ke Ana dan memberi hormat pada Ana.


"kenalkan ini pekerja baruku SEAN..!" kata Ana menekankan nama Sean sehingga bertambah lagi Orang yang tidak menghormati Sean.


Sean tersenyum kikuk lalu Ana hendak pergi dan lengan bajunya ditarik oleh Sean sehingga Ana menoleh ke Sean sambil menaikkan sebelah alisnya dengan gaya sok Bos nya itu padahal memang Bos.


"apa? tidak mau? silahkan kembali ke Negaramu!" begitulah ancaman andalan Ana malah membuat Sean tidak berkutik lalu mengangguk setuju.


Ana berbalik sambil menahan tawanya dan begitu tidak sabar Sean tidak tahan dengan pekerjaannya lalu melarikan diri kembali ke Negaranya.


setelah itu Ana kembali ke Mansion meninggalkan Pria berkuasa di Negara Lain itu menjadi pengurus Kuda-kudanya pasti itu seperti hinaan tersendiri bagi Sean.


"siapa suruh tidak mau pulang." gumam Ana dengan cuek seolah tidak perduli apapun yang akan Sean hadapi di Kandang Kudanya itu.


jika An fokus mencari dalang dari kejarannya malam itu maka Ana sibuk dengan kesenangannya membuli anak Raja dari Kerajaan lain supaya lari darinya.


di tempat lain,


"An?" panggil Carrina membawa cemilan siang untuk sang Kekasih mengantarnya langsung ke Ruangan An.


An bangkit dan melangkah ke arah Carrina yang terus menunduk malu ketika An mendorongnya dengan pelan lalu An duduk dimeja kerjanya sambil memandang Carrina sehingga pandangan mereka jadi sejajar.


"suapi aku!" pinta An.


Carrina pun dengan patuh menyuapi An yang masih memandangnya sesekali tangan Carrina diputar lagi oleh An masuk ke mulut Carrina dan mereka berdua makan bersama.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2