Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
melamar


__ADS_3

.


.


.


Agam terkekeh, "seharusnya Papa yang bertanya, kenapa kamu kembali son? biasanya kamu selalu di Apartemen, kok tumben pulang?" tanya Agam.


Saga tersenyum tipis, "aku akan menikah Pa."


Agam seketika terbatuk-batuk dan Saga menepuk-nepuk pundak Agam dengan cemas.


"kenapa Pa? apa Papa salah makan sesuatu?" tanya Saga tidak merasa bersalah.


Agam mengangkat tangannya pertanda dirinya baik-baik saja lalu Saga membawa Agam ke Ruangan Tamu dan Saga duduk diSofa sementara Agam duduk dikursi roda berhadapan dengan Saga.


"siapa?" tanya Agam serius.


"kenapa Papa bertanya?" tanya Saga tidak merasa bersalah telah membuat Papanya syok sebab Saga tidak pernah mau berhubungan dengan perempuan.


Saga menyembunyikan alasan Ia punya semangat hidup selama ini dari Agam jadi wajar saja Agam tidak tau siapa Gadis yang diam-diam dicintai oleh Saga selama ini.


"Papa serius Reyza...! jangan menikahi wanita sembarangan, Papa tidak suka." tegas Agam serius.


Saga tersenyum miring, "Alena Maldev." jawab Saga.


Agam melebarkan matanya, "Maldev? mana mungkin kamu bisa mendapatkan hati Alena Maldev, bagaimana bisa? putri Bungsu Maldev itu sangat anti dengan laki-laki."


Saga terkekeh, "aku serius Pa..? sebenarnya diam-diam aku mencintai Putri Penguasa itu, dia pernah menyelamatkan hidupku."


Agam terpaku, Ia sungguh tidak bisa berkata-kata membayangkan Rovert Maldev sebagai besannya adalah impian setiap Pengusaha.


Agam memang ingin berhubungan dengan Keluarga Maldev tapi Ia tidak pernah berniat memaksa Putranya menikahi sosok Putri Penguasa Maldev itu karna Ia juga pernah merasakan bagaimana rasanya di jodohkan dengan Orang yang tidak disukai, Agam tidak menyangka Tuhan mempermulus keinginannya itu.


"bagaimana dia menolongmu? apa dia mau menikah denganmu?" tanya Agam.


Saga mengangguk, "aku baru saja sudah konfirmasi dengannya Pa..! aku akan melamarnya pada Keluarganya."


Agam berubah serius, "Papa juga ikut supaya Papa tau sosok Putri Penguasa itu memang mau menikah denganmu atau tidak."


Saga tertawa lalu dengan angkuh mengatakan selama ini perjuangan Saga tidak sia-sia walaupun Alena belum mencintainya tapi yang paling penting Alena mau menikahinya.


Agam menatap datar saja Saga yang tertawa seperti Orang bodoh, "dia benar sudah gila karna Nona Alena itu, bagaimana pertemuan pertama mereka?" batin Agam seolah belum percaya bagaimana pertemuan Putranya dengan Putri Penguasa itu.


.

__ADS_1


ke esokan harinya, di Mansion Maldev.


"apa ini nak?" tanya Ratu yang bersuara pada Saga yang membawa banyak kotak berisi barang-barang yang sangat menguras ATM.


"Saya membawa Papa saya untuk melamar Nona Alena, Nyonya." jawab Saga lalu memberi jalan dan Agam berada dibelakang Saga pun melajukan Kursi Rodanya ke arah Ratu.


"Nyonya? lama tidak bertemu." sapa Agam menundukkan sedikit kepalanya.


"Agam? ahh? maaf ya nak..! Aku sebagai Neneknya Alena masih syok dengan hal ini, apa maksud kata-kata Nak Reyza ya? apa dia serius?" tanya Ratu ke Agam.


Agam mengusap tengkuknya yang tidak gatal, "benar Nyonya." jawab Agam.


Ratu melihat barang-barang yang diantar oleh Saga lalu beralih ke Saga yang senyam-senyum dengan kepala tertunduk seperti Orang tidak waras yang sedang dimabuk cinta.


"kalau begitu masuklah..! Aku akan hubungi Kedua Orangtua Alena." ajak Ratu dengan sopan padahal Ia adalah Orang yang sangat di hormati oleh banyak Orang.


.


Rovert dan Xabara masuk ke Mansion Maldev sebab mereka tadi sedang berada di Luar betapa terkejutnya mereka mendengar laporan Ratu.


"Mom?" panggil Rovert.


"nah itu Papanya datang." kata Ratu ke Agam yang memutar kepalanya ke arah Rovert.


"tenangkan pikiranmu Rovert..! kita bicarakan baik-baik lalu tanyakan pada Alena apakah dia mau menerima semua ini." kata Xabara dengan raut wajah serius.


Rovert seketika menjadi tenang lalu menggenggam tangan Istrinya melangkah menuju Sofa.


Agam dengan kikuk memberi tundukan hormat pada Rovert yang sudah terkenal sejak masa jayanya dulu.


"apa ini serius? pernikahan bukan hal bisa dijadikan mainan?" tanya Rovert dengan datar ke Saga.


Saga mengangkat pandangannya, "sangat serius Tuan..!"


"Tuan maafkan saya yang menyela." kata Agam sehingga Rovert beralih ke Agam.


Agam mengatakan soalnya kakinya supaya Rovert tidak malu punya besan lumpuh sepertinya sehingga Rovert berdecak.


"kenapa aku mempermasalahkan kakimu ha? aku tidak melihat Kakimu itu tapi kebahagiaan anakku lebih penting, apa aku serendah itu dimatamu Tuan Agam?" sambar Rovert dengan dingin.


Agam gelagapan lalu menjelaskan alasannya memberi tau masalah kakinya itu.


"Tuan Agam? Putri kami ini sangat arogan, suamiku tidak bermaksud menyinggungmu dengan tidak menghargai kedatanganmu tapi ini masalah pernikahan sepasang suami-istri, Putri kami ini seperti harta yang paling berharga baginya jadi harap mengerti dia sangat posesif dengan Pria yang datang pada anak kami." jelas Xabara.


"Anakmu ini main datang saja kesini memangnya dia sudah bertanya pada Alena yang mau menerima pernikahan ini? aku sebagai Papanya akan menerima keputusan anakku apapun itu." kata Rovert serius.

__ADS_1


"tenang saja Mom sudah menghubungi Alena." kata Ratu tiba-tiba.


hening beberapa saat,


Agam paham maksud kata-kata Kedua Orangtua Alena yang memikirkan kebahagiaan Putri mereka, menurutnya wajar kalau mereka cemas dengan nasib Putri mereka nanti setelah menikah, jika Agam punya anak Perempuan pasti akan melakukan hal yang sama.


tak.. tak.. tak..


Alena berlari kecil memasuki Mansion Maldev.


"Papa? Mommy?" panggil Alena dengan terengah-engah.


"lihatlah nak..! dia melamarmu, apa kamu menerima lamarannya ini?" tanya Rovert to the point ke Alena.


Alena melihat ke arah Saga yang tersenyum lebar ke arahnya, "Pria Gila ini benar-benar main cepat saja.!" batin Alena mengumpat.


Agam melihat ke arah Saga yang memang tampak mencintai Alena dari sorot matanya itu, Agam sampai sekarang hanya memandang penuh Cinta pada 1 perempuan yaitu mendiang Istrinya hingga saat ini tidak ada perempuan yang bisa menggantikan sosok Istrinya itu, kelalaiannya membuat Agam kehilangan Istri tercintanya untuk selamanya dan hidup penuh penyesalan.


Alena melangkah ke arah Xabara dan duduk disamping Xabara yang merapikan rambut Alena.


"bagaimana sayang? apa kamu memang menerima lamarannya?" tanya Xabara.


"Papa akan terima apapun keputusanmu sayang." sahut Rovert.


"tidak apa-apa sayang..? katakan saja apa yang ada dalam pikiranmu." sambung Ratu.


Alena memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam-dalam lalu perlahan membuka matanya, "Alena menerima lamaran Saga."


hening seketika,


Saga bersorak gembira dalam hati saja, mana mungkin Ia jingkrak-jingkrak di depan mertuanya.


"apa sayang?" tanya Rovert.


"Alena menerimanya Pa." jawab Alena tersenyum lebar.


"apa karna dia melindungimu selama ini Alena? katakan saja apa yang kamu inginkan sayang, jangan merasa terbebani." Rovert bertanya lagi lalu mengatakan Pernikahan bukan hal mainan.


Agam pun sampai lupa menutup rahangnya yang terbuka, tidak disangka Alena mau menikahi Putranya dari sekian banyak Pria yang mengejar Alena.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2