Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
pingit


__ADS_3

.


.


.


kini Libra tengah memandangi Gedung Perusahaan X Company Group,


"bagaimana caraku menemui Carrina? nomor hpnya yang sebelumnya tidak aktif lagi." gumam Libra gelisah.


Libra tidak tau harus kemana mencari kedua anaknya, meminta bantuan Polisi pun uangnya sudah terlanjur menipis bahkan untuk makan saja Libra sudah susah belum lagi mencari Anaknya.


"aku menyesal..! Carrina tolong bantu Bibi..!?" lirih Libra yang sudah semakin kurus.


hukuman yang An berikan padanya karna pernah menelantarkan Carrina kini telah menancap dalam ulu hatinya, Libra merasa tidak berguna juga hatinya begitu hancur membayangkan apa yang menimpa anak-anaknya di suatu tempat yang tidak Libra ketahui.


"mereka pasti ketakutan." lirih Libra menundukkan kepalanya dengan sedih mengingat kata-kata An bahwa Kedua anak-anak Libra harus merasakan apa yang Carrina rasakan bahkan Libra pun harus menanggung semua itu seorang diri.


"selama ini aku hanya tau bersenang-senang sementara aku tidak tau bagaimana tersiksanya Carrina selama itu, dia berharap ada yang menolongnya sedangkan kami hanya sibuk berfoya-foya." lirih Libra seketika menangis terisak-isak.


Libra tidak tau harus meminta pertolongan siapa lagi, teman-teman yang dahulu Ia banggakan kini telah berbalik badan seolah tidak mengenal Libra lagi.


"Carrina?" gumam Libra penuh harap.


Libra berjalan terseok-seok pergi dari Perusahaan megah itu, Ia sudah tidak sanggup membayar taksi lagi jadi hanya bisa naik angkot menuju Rumahnya yang dahulu Ia rebut paksa dari Carrina.


"demi mendapatkan Rumah ini dan Perusahaan Orangtua Carrina, aku menghabisi Keluargaku sendiri." gumam Libra berkaca-kaca memandang Rumah yang sedang dibangun oleh para pekerja bangunan.


Keluarga yang dimaksud Libra adalah saudaranya sendiri karna Ia iri dengan kehidupan Saudaranya yang jauh lebih beruntung darinya sementara Libra tidak seberuntung itu.


Libra tertegun melihat sebuah Mobil mewah berhenti didepan gerbang Rumahnya dulu itu dan semakin terkejut lagi yang keluar dari Mobil itu adalah Carrina.


"Carrina?" gumam Libra tersenyum lebar.


Libra hendak berlari ke arah Carrina seketika Ia mematung ditempat melihat sosok An juga keluar dari Mobil itu, Carrina mengulurkan tangannya begitu juga An lalu mereka berdua berpegangan tangan memasuki Rumah yang belum siap itu mungkin masih 30%.


"a--apa maksudnya? ap--apa Carrina pemilik Rumah itu sekarang?" gumam Libra tidak percaya.


Carrina terus berjalan hingga tiba-tiba Ia berhenti lalu memutar kepalanya namun Ia mengernyit seketika tidak melihat disiapapun.

__ADS_1


"ayo pergi..!" ajak An merangkul pinggang Carrina.


Carrina mengangguk pelan lalu melangkah bersama An yang melirik kesamping sambil tersenyum tipis seolah tau siapa yang Carrina rasakan tadi keberadaannya.


Libra yang bersembunyi lututnya terluka karna terlalu terburu-buru sampai tersungkur beruntung Libra dengan cepat menutup mulutnya sendiri sehingga tidak mengeluarkan suara.


"kenapa Carrina selalu bersama Tuan Muda An? apa Tuan Muda An itu seorang Monster? kenapa dia bisa terlihat begitu manis pada Carrina tapi sebenarnya dia begitu kejam."


Libra berbicara seperti itu seolah dia tidak pernah berbuat kejam, bibirnya mungkin berkata Ia sudah bertobat tapi sebenarnya Libra tidak punya tempat saja untuk mengadu selain pada Carrina saja namun melawan An maupun Carrina tentu Libra tidak mampu.


.


"bagaimana?" tanya An pada Carrina yang tengah memandangi desain Rumah baru mereka ditanah yang kini telah menjadi milik Carrina.


"wah...! ini masih 30% sudah sebagus ini sayang?" tanya Carrina yang masih takjub dengan pemandangan itu sementara kedua tangannya masih melingkar manja di lengan An.


An mengangguk, "benar sekali." bisik An.


Carrina tersenyum manis lalu mengecup pipi An membuat An terkejut dan terkekeh mengusap kepala Carrina serta membawa masuk tubuh wanita yang dicintainya itu kedalam dekapannya.


Carrina memejamkan matanya dipelukan An, "An ..? aku sangat bahagia." cicit Carrina.


Carrina memegang bahu An dari balik punggung An, sungguh Carrina suka sekali berpelukan dengan An apalagi menempel pada An, mungkin kelak anak mereka akan selalu mengekori An kemana-mana.


mereka begitu asik dengan dunianya sementara para pekerja bangunan pura-pura tidak melihat saja kemesraan pasangan yang begitu terkenal itu, sejak Kompleks ini dikabarkan akan menjadi tempat tinggal Carrina dan An maka peminat Orang yang membeli Rumah di Kompleks itu semakin bertambah dari berbagai kalangan.


"terimakasih An..!" ucap Carrina.


An mengangguk, "kita akan berpisah tidak bisa bertemu selama 3 hari sebelum pesta pernikahan kita karna aturan itu."


Carrina mengangguk-ngangguk sambil memeluk An lagi lebih erat, karna peraturan pasangan pengantin harus dipingit maka mereka tidak boleh bertemu, awalnya mereka sama-sama protes dan tidak terima tidak diizinkan bertemu selama 1 minggu serasa tidak bertemu bertahun-tahun menurut mereka berdua sehingga keputusan mutlak hanya 3 hari saja.


sampai hari yang ditentukan mereka tidak boleh bertemu maka kemanapun An maupun Carrina selalu berdua benar-benar seperti Pengantin baru yang menikah 1 minggu padahal umur pernikahan mereka juga hampir genap 2 bulan.


.


.


Keluarga Xabara dibuat ketar-ketir ketika Carrina menangis seperti anak kecil 3 hari berpisah dengan An waktu terasa lambat baginya.

__ADS_1


"bagaimana ini sayang?" tanya Ratu ke Xabara.


Xabara menghela nafas, "kasih obat penenang aja."


"tapi Carrina sedang hamil Mommy." sambung Ana.


"Iya mommy." sahut Alena juga.


"iya..! Mommy punya obat penenangnya tanpa efek ke kandungannya." jawab Xabara.


Ana mengerjab-ngerjab lalu mendekati Xabara dengan raut wajah imutnya seperti ingin meminta resep ramuan yang Xabara buat.


Xabara mengusap kepala Ana, "nanti akan Mommy beritau."


Ana tersenyum cerah terlihat bahagia sekali Ia dapat ilmu dari Mommynya yang seorang Ratu Higanbana legendaris memiliki banyak kemampuan terutama tentang racun.


"kenapa malah drama sih? cepat tenangkan Carrina." kata Ratu dengan panik tangis Carrina semakin keras saja.


"wak--waktu kenapa berlalu lama sekali Mommy?? kenapa sejak tadi jamnya segini aja?? ap--apa batrenya ha--habis?? hiks.. hiks...! bertemu dengan An masih lama kah?? huhuhu...!"


Carrina menangis tersedu-sedu mengusap matanya yang terus saja mengeluarkan air mata kesedihan karna tidak bersama An.


"Alena tidak paham kenapa Kak Carrina bisa mencintai Abang An seperti ini?" gerutu Alena.


Sean tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa An juga mengamuk serta selalu marah-marah pada semua Orang yang ada karna waktu berlalu begitu lama tidak bersama Carrina.


Xabara menepuk keningnya, Ana menganga lebar bahkan Alena kepalanya terasa pusing mendengar pengaduan Sean tentang An.


"ternyata mereka sama saja." gumam Ratu yang hanya bisa menggaruk-garuk kepala dengan sikap dramatis pasangan suami-istri muda itu.


"Tuan Rovert dan Tuan Barrest sampai berkelahi dengan Tuan Master supaya bisa tenang." lapor Sean lagi.


Xabara memberikan sebuah alat suntik ke Ana lalu memaksa Ana menancapkan benda itu ke tubuh An supaya tenang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2