Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
selalu saja salah


__ADS_3

.


.


.


Carrina pun turun dari meja nya setelah An selesai memasak lalu Ia duduk di Kursi sambil memegang sendok dan garpunya seolah sudah tidak sabar memakan masakan An.


An tersenyum tipis melihat tingkah Carrina seperti anak-anak yang siap makan masakan Ibunya.


"sudah cuci tangan?" tanya An.


"haa? apa harus cuci tangan Tuan? tapi sa-saya makan pakai sendok." tanya Carrina dengan polos.


"aku gendong atau jalan sendiri?" tanya An membuat mata Carrina berkedip-kedip lucu.


An pun hendak mendekati Carrina.


"haha..! saya cuci tangan sendiri Tuan." jawab Carrina dengan kikuk berlari menuju westafel.


An memperhatikan Carrina mencuci tangan begitu cepat, An pun melangkah ke arah Carrina.


"sudd? ehh?" Carrina berbalik tiba-tiba saja hidungnya membentur dada bidang An.


An memegang bahu Carrina lalu memutar tubuh Carrina membelakanginya sehingga Carrina kembali menghadap ke Westafel dan An menyentuh tangan Carrina dari belakang, Carrina sampai menahan nafas saat tubuhnya nyaris dipeluk An dari belakang.


"tanganmu kotor tidak akan bersih hanya dicuci asal saja." kata An di telinga Carrina yang langsung memejamkan matanya.


An mencuci tangan Carrina dengan situasi yang begitu romantis, Ia juga menyabuni tangan Carrina serta mengajarinya mencuci tangan sampai bersih.


An mengambil kain lap yang ada didekat Carrina sehingga tubuh An menempel dipunggung Carrina dan dengan santainya An mengelap tangan Carrina sampai kering.


"ini baru benar..! sana makan!" kata An mengelus kepala Carrina lalu memutar kepala Carrina ke arah samping dan Carrina bisa melihat Meja makan terletak disana.


Carrina mengangguk dan melangkah seperti robot ke arah meja makan, kenapa hanya mencuci tangan saja Carrina bisa berdebar?


Carrina tidak berpikir kalau An telah menyukainya, menurut Carrina tidak mungkin An jatuh hati padanya.


"apa?? makanlah?" An berbalik sambil melangkah ke arah Carrina yang melamun memandang makanannya.


"Ehh? i-iya??" jawab Carrina ketika An sudah duduk dihadapannya.


mereka makan berdua seperti pasangan kekasih di dunia nyata, dunia hanya milik mereka berdua saja.


selesai makan,


"bagaimana?" tanya An

__ADS_1


"enak." jawab Carrina tersenyum cerah hendak menjilati piringnya tapi ditahan oleh An.


"mau apa?" tanya An.


"jilat..!" jawab Carrina dengan polos.


"masih lapar?" tanya An dan dengan jujurnya Carrina menganggukkan kepalanya.


An terkekeh pelan, "akan aku masakkan lagi untukmu, jangan menjilat."


Carrina menjatuhkan rahangnya lalu melihat An yang memang benar-benar memasakkan lagi untuknya, Carrina tidak tau mengapa An begitu baik padanya sampai mau memasakkan lagi untuk Carrina yang masih lapar.


"aku masak yang cepat..!" kata An meletakkan sepiring pasta terlihat mewah di depan Carrina.


Carrina mengerjab-ngerjab melihat itu lalu mendongak dan An malah bertanya mengapa Carrina tidak makan.


"tidak suka? mau makan apa?" tanya An lagi hendak mengambil piring Carrina yang segera menahan piringnya.


"suka..? suka..!?" jawab Carrina segera mengambil garpunya lalu menggulung Pastanya dan memasukkannya ke dalam mulutnya dengan porsi yang cukup besar.


An bersandar di kursinya sambil bersidakap dada, matanya tak berpaling dari Carrina sedetikpun sambil menahan senyum melihat cara makan Carrina yang menarik perhatiannya.


"tidak salah lagi..! aku memang menyukai anak ini." batin An yang semakin yakin dengan perasaannya.


awalnya An merasa tersentuh saja dengan perhatian Carrina tapi semakin lama An merasa tidak senang jika Carrina tertawa dan tersenyum pada Pria lain, An teringat Rovert yang selalu cemburu jika Ia berdekatan dengan Xabara.


An akhirnya paham mengapa Rovert bisa cemburu pada An yang berdekatan dengan Xabara.


.


"cuci piring, Tuan sudah memasak untuk saya dan saya mencuci piring." jawab Carrina menyeringai lebar lalu berlari ke arah westafel.


"bisa mencuci piring?" tanya An.


.


Carrina bersenandung pelan mencuci piring sedangkan An berdiri tidak jauh darinya, Carrina mengira An sudah pergi ke Ruangan Kerja An jadi Ia tidak tau kalau sebenarnya An masih ada didekatnya.


"sudah selesai." jawab Carrina berbalik dengan cara meloncat seperti pocong dan matanya melebar seketika melihat An ada didepannya tengah bersandar di dinding.


"Tuan?" Carrina jadi malu sendiri karna selalu bertindak konyol di hadapan An, pasti An mengatainya Aneh.


"aku hanya ingin melihat apa tanganmu yang kena duri ikan tadi masih sakit, lihatlah handiplast nya jadi basah." An menunjuk tangan Carrina dengan ekor matanya.


Carrina tertawa kikuk kalau tangannya itu hanya luka kecil bukan luka besar sambil memberanikan diri berjalan ke arah An lalu melewati An, An memperhatikan saja Carrina yang langsung berlari keluar dari kamar pribadinya.


An tertawa seketika sambil menggeleng-geleng kepalanya.

__ADS_1


sementara Carrina telah berada di Ruangannya langsung saja menggerutu serta merutuki dirinya yang tidak bisa bertindak cantik didepan An, bagaimana An bisa menyukainya jika Carrina hanya selalu bertindak konyol, menyusahkan An, merepotkan An.


jika perempuan lain mencari perhatian An pasti menggunakan taktik yang hanya memperlihatkan sisi baik mereka saja, berbeda dengan Carrina hanya memperlihatkan sisi cerobohnya dan juga selalu merepotkan An.


.


malam harinya,


Carrina menjatuhkan rahangnya melihat Verdy ada di hadapannya, niat Carrina keluar mencari makanan ringan untuk menjadi cemilan malamnya malah bertemu dengan Verdy yang kurang kerjaan.


"sudah aku tebak kamu sangat cantik Carrina." senyum lebar Verdy memperhatikan wajah Carrina.


"kamu sudah sembuh?" tanya Verdy yang tidak melihat Carrina cemas lagi.


buughh...!


"ahhh?" Verdy meringis memegang kepalanya yang dipukul Carrina.


Gigy (Asisten Verdy) melebarkan mata lalu terbahak seketika.


"masih berani kesini ya? jika bukan karna Tuan-ku, intimu itu sudah lepas dari tempatnya sekarang." Carrina mengancam dengan mata melotot galak.


Verdy nyengir kuda, "jangan galak-galak dong cantik..!"


Carrina memperagakan gaya kung-funya hendak mematahkan leher Verdy yang segera memegang kepalanya sendiri.


"aku sedang tidak mood melayanimu, pergi jauh balapan saja sana pakai helm jangan ganggu orang sibuk." usir Carrina berbalik pergi.


Verdy berlari menyusul Carrina dan merentangkan tangannya dihadapan Carrina, "jangan pergi..! kita makan ya?"


"tidak mau..! aku diet, tidak mau makan malam." jawab Carrina.


"diet? tubuh seideal ini diet macam mana lagi?" tanya Verdy.


"peduli amat." ketus Carrina menepis tangan Verdy yang kembali mengejar Carrina.


"makan siang bagaimana?" tanya Verdy berharap.


"sibuk kerja." jawab Carrina ketus.


Verdy terus saja menanyakan jam Carrina yang kosong hingga tiba-tiba Carrina mulai kesal lalu memukuli punggung Verdy dengan ganas, Verdy sampai melompat-lompat serta berlarian dari Carrina sampai bersembunyi dibelakang Gigy yang juga terkena getahnya.


"pergiiiiii!!!" teriak Carrina menggema.


Gigy pun menyeret paksa Verdy yang sudah gila masih saja berani mengejar Carrina yang jelas-jelas menolaknya seperti itu, perlakuan Carrina itu sudah sangat jelas kalau Ia tidak suka pada Verdy maka nya begitu ketus dan bar-bar, Gigy saja takut pada Carrina walau punya wajah super cantik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2