
.
.
.
tanpa membuang waktu Ana sudah dapat menemukan cara meracuni Frans tanpa sepengetahuan orang.
"bisa kita bicara sebentar?" tanya Frans ke Sean.
Sean menaikkan sebelah alisnya, "urusan?" tanya Sean.
"hal penting." jawab Frans.
Frans berdiri lalu Sean bangkit dari duduknya dan mendekatkan wajahnya di wajah Ana.
"aku pergi dulu ya?" bisik Sean dan Ana menatap Sean sehingga mereka bertatapan dekat.
"pergilah!" jawab Ana lalu Sean mengusap pipi Ana yang diam saja.
Frans melihat cara Sean memperlakukan Ana benar-benar sangat lembut seolah Sean memang Pria Normal yang sedang jatuh Cinta bukan Pria Impoten yang tersebar di Negaranya Sean.
Ana memperhatikan para Pelayan yang memandangnya, "ada apa?" tanya Ana membuat para Pelayan itu terkejut Ana bisa menggunakan bahasa mereka padahal selama ini mereka mendengar rumor saja.
Ana kan berasal dari Indonesia tapi bisa menguasai dengan fasih bahasa Negara itu padahal cukup membelit-belit lidah.
Ana berdiri lalu berjalan ke arah aquarium sambil membungkuk melihat ikan-ikan hias yang ada didalamnya.
"maaf ya Ikan-ikan..? seberapa baiknya Tuan kalian itu tidak akan merubah pemikiranku untuk menghabisinya." batin Ana berbicara dengan ikan-ikan itu lewat pemikirannya seolah ikan itu tau saja pembicaraan Ana.
Ana berbalik badan dan menatap ke arah para pelayan yang tengah malu-malu memandangnya sebab Ana sangat terkenal sampai ke Negara ini akan kebijaksanaannya dalam mensejahterakan rakyat sehingga mereka semua ingin sekali dibantu oleh Ana.
Ana tersenyum, "ikannya cantik." kata Ana begitu menawan menunjuk akuarium dibelakangnya.
Para Pelayan itu malah tersenyam-senyum karna menurut mereka Ana jauh lebih cantik daripada ikan-ikan itu.
Ana terus saja berjalan sampai Ia menginjak gaunnya sendiri dan tersungkur mengenai meja.
"yang muliaa?" pekik Para Pelayan.
Ana bangkit lalu memijit pelipisnya dengan gerakan yang sangat mengecoh nya itu Para Pelayan mengerumuni Ana sehingga Ana tidak terekam CCTV dan dengan leluasa Ana menjatuhkan serbuk ke makanan Frans.
__ADS_1
"Yang Mulia?" khawatir Para Pelayan menunjuk kening Ana yang memar.
Ana tersenyum kikuk seolah Ia memang benar-benar tidak sengaja, tak berapa lama kemudian Sean datang berlari ke arah Ana.
"minggir kalian..!" usir Sean.
Para Pelayan Frans pun memberi jalan untuk Sean yang segera mendekati Permaisurinya itu.
"Sayang? kenapa?" tanya Sean dengan khawatir dan kaget melihat kening Ana.
Sean menatap tajam Para Pelayan Frans yang segera menundukkan kepala dengan tangan gemetar.
"ada apa ini?" tanya Frans yang padahal belum sempat berbicara dengan Sean sudah ketar-ketir saja Sean mencari Ana mendengar teriakan para Pelayan.
di Ruangan makan tidak ada orang penting manapun selain Ana saja, tentu Sean langsung tau kalau kekasih hatinya terluka.
"Yang mulia terjatuh Pangeran, ampuni kami!!" Para Pelayan segera bersimpuh sebelum mereka terkena hukuman yang lebih berat lagi karna lengah menjaga Ana.
"Sean? aku tidak apa-apa..! aku hanya fokus dengan Ikan-ikan itu sampai lupa kalau aku mengenakan gaun ini." bela Ana dengan baik hatinya menyelamatkan para Pelayan itu menggunakan bahasa Negara Sean.
"kamu membela mereka sayang?" Sean seperti tidak suka pembelaaan Ana.
"sudah Sean..!" bujuk Ana tersenyum kecut mengelus dada bidang Sean.
akibat termakan drama Ana akhirnya Sean kini duduk mengobati memar di kening Ana sementara Frans yang jadi patung pun hanya melampiaskan amarahnya dengan makanan.
diam-diam Ana tersenyum tipis, "Ahaaa...!! kena kau...!" batin Ana.
Ana adalah gadis beracun yang sangat licik jelas semua tindakannya sudah di atur matang-matang bahkan detektif kelas atas pun tidak akan bisa mencurigai Ana yang sangat jago berakting apalagi hanya untuk mengecoh mata kecuali mereka semua menyewa Xabara.
tidak mungkin juga ada yang mau menyewa Xabara sebab Xabara sudah lama vakum dari dunia ketenarannya sebagai Ratu Higanbana terlebih lagi tidak ada yang tau identitas Xabara dan yang paling utama Xabara adalah Mommynya Ana mustahil Xabara memberitau pelakunya adalah Putrinya.
"lebih baik kita kembali saja..!" ujar Sean serius tiba-tiba.
Frans bangkit dan menggeleng kepalanya, "hanya karna masalah spele anda tidak mau makan yang mulia?"
Sean tertawa hambar seketika, "masalah Spele? aku tidak pernah membiarkan permaisuriku terluka di Istanaku yang 2 kali lipat dari luas Istanamu ini karna aku sudah melatih Para Pelayanku yang sangat cekatan berbeda dengan Pelayanmu yang harus mahir diatas ranjang kan?"
Frans mengepalkan tangannya, "kau mengejekku?"
"aku tidak mengejekmu tapi perbuatanmu ini tidak akan pernah aku lupakan." kata Sean dengan dingin lalu menggendong Ana dan membawa pergi Ana dari tempat itu.
__ADS_1
Frans berteriak lalu memanggil Para Pengawalnya untuk menangkap Sean dan merebut Ana dari Sean tidak peduli apa yang akan tejadi kedepannya.
didekat Helikopter para Pengawal Frans yang berjumlah 20 Orang menghadangnya dengan Ana.
"turunkan aku Sean..!" pinta Ana.
"jangan gunakan keahlianmu itu Ana." bisik Sean penuh peringatan sambil menurunkan Ana dari gendongannya.
"aku bukan gadis bodoh." jawab Ana mengibaskan rambutnya lalu menyisirnya dengan jemari tangannya.
Ana menyanggul warna Silvernya dengan cepat lalu mengikat gaunnya tinggi-tinggi.
glek...!
"kurang ajar kau berani menatap ratuku seperti itu." teriak Sean yang marah.
bugh.. dughh.. brakhh.. kretakkk...! syuuhh...!
Sean menyerang para Pengawal Frans dengan segala kemampuannya, kini Sean bahkan semakin kuat karna rajin berolahraga bahkan mudah mematahkan tulang para pengawal itu.
Ana tidak mau ketinggalan menyerang Para Pengawal Frans walau sempat kewalahan karna gaunnya tapi tidak mengurangi kemampuan Ana yang merupakan satu-satunya Master muda juga satu-satunya perempuan terhebat dari sekte pelajaran beladirinya.
hiyah...!!?
Ana menendang hidung Pengawal itu sampai berdarah langsung tak sadarkan diri ditempat, Ana tersenyum sinis.
"ayo maju..?" tantang Ana.
Para Pengawal pun ragu-ragu menyerang Ana alhasil pertarungan 7 lawan 1, 7 Pria kompak mengeroyok Ana tapi tidak bisa juga mengalahkan Ana yang gerakannya begitu luwes dan berhasil menjatuhkan lawannya.
Sean berhasil memukul mundur Para Pengawal itu langsung berlari ke Ana dan menariknya pergi ke Helikopter, Para Pengawal Frans tidak bisa mengejar karna hembusan angin nya sangat kuat dan mata mereka terkena pasir.
Frans marah besar ketika Para Pengawalnya tidak berhasil menangkap Ana walaupun mereka sudah mengatakan bahwa Ana adalah Ratu Tangguh yang tidak punya etika bangsawan tapi seorang pejuang, selama ini belum pernah ada Pejuang di Negara mereka dari kalangan perempuan tapi Frans tidak peduli penjelasan bawahannya itu terus saja marah-marah.
Frans melampiaskan kemarahannya pada perempuan sampai meninggal karna kelelahan, Frans memang sampah Negara yang harus dibakar sementara Racun yang Ana buat akan semakin cepat bereaksi jika Frans kembali melakukan hubungan intim dengan perempuan.
.
.
.
__ADS_1