
.
.
.
Carrina mendatangi Perusahaan kecil tempat Ina bekerja sebagai Model sekaligus Artis baru-baru ini tapi tidak terkenal karna koneksi Ina tidak ada.
"apa disini tempat kerjanya Kakak Ipar?" tanya Alena.
Carrina mengangguk, "waktu dia datang ke Perusahaan BlackMalv selalu bilang kalau dia bekerja di sini dan meminta Kakak membantunya supaya menjadi lebih Populer."
"memang tidak tau malu." gumam Alena berdecak sebal.
Ana tidak bisa ikut bersama mereka karna pergi ke Kandang Kuda, Alena juga tidak melarang sebab umur Ana sudah sangat pantas menjalin kasih dengan Sean apapun hubungan mereka kini berbeda dengan Alena yang masih muda 3-4 tahun dibawah umur kakaknya itu.
"dengan siapa saya berbicara?" tanya Satpam sopan ke Carrina dan Alena.
"dimana Sarina?" tanya Carrina dengan raut wajah serius.
"No-Nona siapa? tidak sembarang Orang bisa masuk ke Perusahaan ini Nona." jawab si Satpam dengan nada tidak sopan lagi.
"kau tidak tau siapa kami ha? kami seperti ini karna perbuatan artis kalian itu yang murahan..? berani-beraninya mencoba mendekati Tuan Muda An." kata Alena menantang.
"Tu--Tuan Muda An?" beo Satpam itu seketika menciut melihat ke Carrina yang tampak seperti ingin mengeluarkan taring juga tanduknya.
"tapi masuk kesini juga butuh aturan Nona." bela Preman itu dengan suara tidak meninggi lagi.
"Alena..?" panggil Carrina.
"iya Kakak Ipar." jawab Alena.
Satpam itu melihat ke Alena dengan serius, Ia heran mengapa Alena memanggil Kakak ipar dan sepertinya wajah Alena tidak asing dimata Satpam itu hingga tiba-tiba matanya melebar sempurna.
__ADS_1
"apa bisa detik ini Bos Perusahaan ini berlari menyambutku didepan Gerbang?" tanya Carrina dengan pandangan lurus kedepan.
"bahkan kalau Kakak ipar minta Perusahaan setengah sayap nyamuk ini untuk di tutup detik ini bisa Kak." jawab Alena.
"ja--jangan Nona..? si--silahkan masuk..! iya.. silahkan masuk..!" Satpam itu akhirnya membukakan pintu gerbang.
Carrina dan Alena memasuki Perusahaan yang kata Alena setengah sayap nyamuk itu, bisa dikatakan Perusahaan ini adalah Perusahaan terbuang dari artis-artis buangan yang tidak ada bakat sama sekali tapi diterima juga oleh Perusahaan itu berharap ada bakat tersembunyi dalam diri mereka masing-masing.
Carrina seperti seekor Singa Betina yang lepas dari kandang saat ini mencari 1 Orang saja yaitu Ina dibantu oleh Alena yang ingin melihat bagaimana amarah Carrina secara langsung, selama ini Alena hanya melihat di Medsos saja gemas bagaimana jika melihat langsung.
Sarina sedang duduk bersama seorang Sutradara yang juga tidak terlalu terkenal di hadapannya juga penulis alur Film yang ada disamping Sutradara itu.
"Film ini ada adegan s**snya apa bisa? peranmu disini hanya sebagai selingkuhan pemeran utama pria." kata si Sutradara.
Sarina mengangguk, "peran ini sangat menarik Pak..? saya pasti mau menerimanya." jawab Sarina tersenyum lebar.
apapun yang Sarina lakukan kedepannya harus membuatnya berada di puncak tertinggi, menjadi selingkuhan pemeran utama mengingatkannya pada sosok An sehingga Ia berharap akan menjadi selingkuhan An dan merebut kasih sayang An pada Carrina seperti ending cerita dalam Film itu.
"Antagonis." itulah judul Filmnya.
alur Film itu sangat menarik bagi Ina maka nya Ia bertekat mau menerima tawaran film itu walaupun ada adegan 21+ nya.
brakhhh....!
tiba-tiba Pintu terbuka paksa sehingga semua yang ada di Ruangan itu menoleh ke arah Pintu dan terlihatlah Carrina bersama Alena, Sutradara seketika jatuh hati pada Carrina bukan sebagai lawan jenis tapi ingin Carrina menjadi Artisnya dan parasnya itu sangat cocok dengan alur Film yang ingin segera Ia cari kandidat pemain Film itu lewat seleksi khusus tapi melihat Carrina tidak perlu seleksi lagi.
si penulis Film (wanita) malah jatuh cinta pada Alena yang parasnya sangat cocok dengan gadis tangguh berwajah polos, matanya memandang Alena seperti itu.
"kau..?" Ina berdiri dengan raut wajah terkejut melihat Carrina ada di tempat kerjanya karna seharusnya Orang suruhan Ina sudah menculik Carrina.
Carrina tidak melihat Orang lain lagi langsung berjalan cepat ke arah Ina lalu menampar Ina sampai tersungkur terkena sudut meja, Ina memekik memegang keningnya yang terluka dengan santainya Carrina menjambak rambut Ina hingga mendongak ke arahnya.
"akkhhh...!" Ina menjerit kesakitan memegang lengan Carrina yang menarik rambutnya.
__ADS_1
"apa maksudmu menyuruh Preman untuk menculikku ha?? kau pikir aku tidak tau rencana busukmu? aku tidak akan membiarkan kau mendekati Suamiku walau hanya sejengkal." marah Carrina.
Alena berdecak kagum sedangkan Sutradara semakin menyukai ekspresi Carrina yang padahal tidak berakting tapi sungguhan, Sutradara itu merasa Ia akan sangat terkenal jika berhasil membuat Carrina menjadi Artisnya.
"ap--apa maksudmu Carrina? aku tidak pernah melakukan hal itu, aku tau kamu cemburu tapi jangan fitnah aku.. dan juga sejak kapan Tuan An menjadi suamimu?" Ina merasa tidak percaya dengan aura yang Carrina keluarkan sangat berbeda dengan Carrina yang dulu Ina kenal selalu penakut sekarang malah Ina yang merasa terintimidasi.
Carrina menarik rambut Ina lebih kuat hingga Ina marah dan memaki Carrina, Sutradara dan penulis Film langsung syok melihat wajah asli Ina.
"akhirnya kau tunjukkan juga sisi munafikmu itu dasar jal*ng...!" teriak Carrina.
Carrina menarik rambut Ina begitu juga Ina yang menjerit tidak terima juga ikut-ikutan menarik rambut Carrina, Alena bukannya melerai malah berbinar melihat ke bar-bar an Carrina yang sangat ahli menjambak rambut Wanita.
"lepaskan aku..! kau yang jal*ng..!" teriak Ina.
"aku jal*ng pada suamiku sendiri sementara kau jal*ng pada suami Orang." jerit Carrina membuka kedok Ina.
"kau berbohong..! jangan fitnah aku..!" teriak Ina.
"kau sekarang hanya seekor lalat bagiku jangan bertindak seolah Kau lebih berkuasa dariku, aku bisa mengalah dulu karna masih kecil tidak tau apa-apa sekarang aku bukan Carrina yang kau kenal lagi, aku sangat tau bagaimana hidupku tanpa An jadi kau fikir aku diam saja saat kau berusaha merayu suamiku ha??" marah Carrina menarik-narik rambut Ina sampai Ina kesakitan melepaskan tangannya yang memegang rambut Carrina.
"sakit...!" pekik Ina.
Carrina menarik rambut Ina sampai terjerembab dan melangkah ke arah Ina, "kau lihat ini...!"
Carrina memamerkan Cincin Berlian lamaran An dan Cincin pernikahannya dengan An.
"aku dan Tuan Muda An sudah menikah, sekarang aku adalah Nyonya Muda An jadi jangan macam-macam denganku kalau kau masih ingin hidup tenang." ancaman Carrina begitu nyalang.
Ina membelalak melihat cincin yang terpasang dijemari Carrina.
.
.
__ADS_1
.