
.
.
.
"bohong...!" geleng-geleng Ina yang tidak mengira hubungan An dengan Carrina sudah berada di tahap pernikahan.
"sebentar lagi kami akan mengadakan Pesta pernikahan, tunggu sampai aku hamil maka aku akan menyumbangkan uang untukmu." kata Carrina dengan senyuman miringnya.
Carrina berbalik, "ayo kita pergi Alena..!" ajak Carrina.
"iya Kakak Ipar!" jawab Alena tersenyum lebar.
"kalau begitu aku akan berusaha merebut apapun yang kau miliki, apa kau tidak ingin bersama Ari lagi? dia sangat menyesal kehilanganmu dan terus mencarimu." teriak Ina masih bisa bermuka tembok tidak akan menyerah walau status Carrina lebih kuat darinya.
Carrina berbalik sambil tertawa, "aku bukan wanita bodoh yang mencampakkan batu berlian demi batu bekas darimu." sindir Carrina.
Ina membelalak lalu segera bangkit, "apa kelebihanmu ha?? kenapa Tuan An bisa menikahi wanita tidak berpendidikan sepertimu."
Carrina menghembuskan nafasnya pelan, "bukankah kau sudah lihat? aku sangat mencintainya dan dia mencintaiku karna aku sangat cantik bahkan lebih darimu."
Alena menahan tawanya sekuat tenaga mendengar ucapan Carrina yang sengaja memancing kemarahan Ina.
"kalau begitu kau beri aku Uang..! aku akan merubah wajahku jauh lebih cantik darimu." teriak Ina.
"kau cari saja uang sendiri dengan menjadi jal*ng suami Orang itu iyakan?" sinis Carrina lalu melingkarkan tangannya dilengan Alena meninggalkan Ruangan Itu.
Sutradara dan Penulis Film itu bukannya tetap di Ruangan itu malah berlari mengejar Carrina juga Alena.
"akhhhhh....!!" jerit Ina mengacak-ngacak rambutnya yang sudah berantakan.
"aku harus secepatnya mencari Ari..!" pekik Ina dengan geram serta mata memerah penuh kedengkian.
Ina akan menjebak Carrina dengan Ari lalu memberitau ke An yang pasti akan langsung menceraikan Carrina serta membuang Carrina dari hidupnya An.
Ina akan punya kesempatan bersama dengan An sebab An akan merasa berhutang budi dengan Ina telah membongkar kebusukan Carrina yang merupakan sosok dicintai An itu bukan perempuan baik-baik.
.
"kenapa kakak Ipar tidak mencekik dia sampai mati?" bisik Alena.
"biarin aja..! kakak memang sengaja membuatnya semakin iri dengan Kakak." jawab Carrina dengan serius.
__ADS_1
Alena terkekeh, "kalau Abang tau pasti wanita tadi sudah dihabisi olehnya."
Carrina tersenyum, "karna kakak yang menahannya."
Alena pun mengangguk karna tau hal itu sambil tertawa kecil tidak peduli Para Aktor, Artis yang masih dalam tahap pelatihan menatap takjub kedua perempuan cantik itu lewat kaca yang gelap tapi bisa melihat dari dalam Ruangan berbeda dari Luar tidak bisa melihat kedalam Ruangan itu.
"Nona tunggu...!" teriak Sutradara dan Penulis Film berlari ke arah Alena yang berangkulan dengan Carrina.
Carrina menoleh sekilas saja sebab Ia penasaran siapa yang dipanggil Nona dan melihat sekeliling tidak ada siapapun selain dirinya bersama Alena pun berhenti ditempat.
"kenapa berhenti kak? bukankah sudah jelas dia ingin mengcasting kita?" tanya Alena dengan malas.
Carrina beralih ke Alena, "casting?"
"iya jadi artis." jawab Alena dan Carrina menggeleng kepalanya.
"aku tidak punya kelebihan dibidang itu lagian aku hanya perlu berpose didepan An saja sudah bisa memberiku BlackCard, kenapa harus berpose seperti mereka..? ayo Pergi..!" ajak Carrina.
Alena terkikik saja lalu mengabaikan Sutradara dan Penulis itu yang merasa bingung mengapa Carrina pergi setelah berbicara dengan Alena.
"wajar saja Nona itu pergi..? dimana-mana Orang ingin jadi artis dan model karna ingin terkenal juga kaya tapi mereka? sudah punya semuanya."
alhasil mereka tidak jadi mengcasting kedua perempuan cantik itu mengingat status keduanya, padahal kalau Kedua nya mau pasti sangat menguntungkan kedua belah pihak.
Ina mengamuk setelah mendapat kabar perannya dalam Film terbarunya itu diputuskan, pihak Sutradara meminta ganti Ina tadi malam karna tau watak asli Ina tidak sesuai dengan keinginan mereka, sebenarnya Ina cocok dengan peran Antagonis tersebut tapi karna Ina menyinggung Istri Tuan Muda An, sebagai Sutradara kecil lebih baik mundur saja.
"kenapa Ina?" tanya Libra berlari membuka pintu dan melihat gelas bercecer disemua tempat.
"gara-gara jal*ng kecil itu Ma...! dia sudah merusak impianku." teriak Ina terbatuk-batuk ditempat lalu Libra mendekati Ina dan bertanya dengan warna pipi Ina yang malah memekik akibat perbuatan Carrina.
"anak tidak tau diuntung..! hebat sekali dia berani melawanku dengan menjatuhkanmu ya? kita lihat saja apa yang akan Mama lakukan terhadapnya supaya tidak berani kurang ajar lagi pada kita."
"apa maksud Mama?" tanya Ina.
"Mama sudah menemukan dimana Ari tinggal." jawab Libra seketika membuat Ina melebarkan matanya dengan kaget tapi hanya sesaat langsung tersenyum bahagia seakan lupa amarahnya tadi saking girangnya Ari ditemukan.
"bagaimana Mama menemukannya?" tanya Ina.
"apa itu penting?" senyum jahat Libra.
Ina menggeleng kepalanya, "yang terpenting Ari sudah ditemukan, aku tinggal menemuinya lalu memberitau dia kalau Carrina yang dulu ditunangkan sejak dalam kandungan oleh ibu mereka itu adalah Carrina yang kini menjadi Istri Tuan An."
"Iya...!" jawab Libra setuju tapi tiba-tiba Ia tersadar dengan kata-kata Ina.
__ADS_1
"Istri?" beo Libra seolah ragu pendengarannya benar atau tidak.
"iya..! berlian yang dia pakai ditangannya juga Cincin pernikahan itu, aku tidak terima Ma..! kenapa anak pembawa bencana itu bisa bahagia sekarang?." rengek Ina menghentak-hentakkan kakinya.
.
Ibu dan anak itu sibuk menyusun rencana sementara di tempat lain,
Carrina mulai bekerja sebagai Asisten pertama An, hanya sekali diajari oleh An saja Carrina sudah bisa bekerja dengan sangat baik tanpa diajarkan lagi.
di Ruangan An,
"paketan siapa ini?" tanya An membolak-balik paketan yang ada dimeja nya sementara An yakin tidak memesan apapun.
An mengguncang isinya lalu membukanya ternyata sebuah kamus Bahasa Korea, "kamus?" gumam An mengerutkan keningnya membolak-balik kamus itu ternyata memang 100% kamus Bahasa Inggris.
"An?"
Carrina masuk ke Ruangan An sambil cengar-cengir menggaruk lengannya sendiri yang tidak gatal.
An memutar kepalanya lalu melihat arah tatapan mata Carrina ke Kamusnya, An baru sadar kalau Ponselnya di pakai oleh Carrina tadi malam ternyata gunanya untuk memesan kamus Bahasa Korea.
"ini milikmu sayang?" tanya An.
Carrina mendekati An sambil malu-malu mengambil kamus itu dari An, "se--sebenarnya aku bisa pesan sendiri di Ponselku tapi kalau menggunakan E-mailmu akan lebih cepat, buktinya aku pesan 1 jam yang lalu udah sampai aja."
An terkekeh lalu memberikan kamus itu ke Carrina, "kamu mau belajar bahasa ini?" tanya An dengan gemas.
Carrina mengangguk-ngangguk, "lagian aku banyak waktu luang disini An..! hehe..? kamu mau kan mengujiku nanti? sepertinya bahasa ini sedikit lebih sulit."
An menggeleng dan mengatakan bahasa Mandarin lebih sulit dari bahasa Korea sementara Carrina sudah menguasai bahasa Mandarin.
"nanti malam kita ke Rumah Istrinya Om Barrest ya? Mama Aya mendesakku melalui Mommy." pinta An mendekati Carrina serta melingkarkan tangannya dipinggang Carrina.
"baiklah." jawab Carrina yang memang penurut pada An.
Carrina bisa dikatakan sekarang adalah Nyonya An tapi Ia mau bekerja membantu An jika wanita lain pasti akan lebih memilih belanja, luluran, maskeran, dan lain-lain yang jelas menghabiskan uang suami.
.
.
.
__ADS_1