Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
didikan


__ADS_3

.


.


.


kini Alena berada di Pabrik pembuatan Tas yang baru saja di Produksi dengan jumlah yang limited tapi sudah ada yang memesan semua tas-tas itu.


"bagaimana? ada kendala?" tanya Alena.


"Nona?" hormat seluruh pekerja Alena.


Alena mengangguk pelan, "katakan kendalanya !" pinta Alena.


para Pekerja Alena tidak mengatakan hal yang buruk tentang apapun karna memang tidak ada kendala di tempat kerja mereka itu.


"ya sudah..! aku akan kembali..! jika ada kendala katakan padaku." titah Alena sambil melangkah pergi.


Para Pekerja Alena pun memberi hormat pada Alena yang masih sangat muda tapi sudah memiliki kedudukan tinggi dan punya penghasilan yang sangat besar seorang diri.


zaman sekarang asalkan punya modal dan status sosial tinggi maka usaha apapun yang dibuka akan sukses besar.


Alena masuk ke Mobilnya lalu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kawasan Pabriknya itu.


awalnya Alena memang merasa kesepian tidak ada Ana lagi disekitarnya tapi lama-lama Alena sudah biasa menyibukkan dirinya dengan bekerja dan bekerja.


.


Saga juga tidak terlalu mengejar Alena terang-terangan sebab Saga masih ada urusan, kini Saga mendatangi Perusahaan Raksasa milik Alena yang memproduksi Tas Brand ternama.


"siapa?" tanya Alena memastikan lagi.


"Tuan Muda Reyza, Nona." jawab Asisten Alena dengan sopan.


"Reyza?" gumam Alena pun bangkit dari duduknya mendatangi tamu yang dimaksud Asistennya Alena.


"memang Reyza kan?" gumam Alena penasaran tamu nya yang bernama Reyza.


Alena punya tamu yang akan datang ke Perusahaannya dan namanya juga Reyza jadi Ia berpikir tamu yang dimaksud adalah Reyza yang merupakan tamunya.


"Tuan?" sapa Alena yang sedang tidak melihat sosok tamunya itu.


sosok yang dipanggil Tuan oleh Alena pun memutar setengah badannya membuat mata Alena melebar seketika melihat tamu nya itu.


"Re--Reyza?" beo Alena.


Saga menyunggingkan senyum tipisnya yang tampan, "sudah aku bilang hanya kamu yang memanggil nama tengahku."


Alena merubah ekspresinya menjadi datar, "apa maumu?" tanya Alena.


Saga mendekati Alena yang tidak beringsut sedikitpun, "aku akan pergi ke Afrika dan akan kembali 4 tahun lagi."

__ADS_1


Alena menautkan kedua alisnya, "lalu?"


"aku memiliki banyak mata-mata disini..! ku mohon tunggu aku disini ya?" pinta Saga.


Alena makin tidak mengerti, "aku bukan istrimu atau pacarmu jadi tidak usah mengaturku ya? aku tidak perlu menunggumu atau apapun lah yang kau pikirkan, jangan mengikatku dengan cara sepihak."


Saga tersenyum tipis, "kamu akan menjadi Istriku." kata Saga dengan serius.


"kata siapa?" tanya Alena dengan nada tak terima.


"kataku." jawab Saga dengan senyuman.


Alena membuang muka lalu Saga mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangannya diatas kepala Alena.


"aku sedang memburu sesuatu." kata Saga dengan serius.


Alena menepis tangan Saga, "tidak usah curhat padaku."


Saga mengeluarkan surat kontraknya dan Alena melihatnya ternyata memang Reyza yaitu nama lain dari Saga, Alena memanggil Saga karna nama kecil Saga sewaktu SD itu adalah R. Sagam Pratama (profil), entah apa yang terjadi sekarang nama Saga berubah menjadi Reyza.


"tanda tangani!" pinta Reyza.


Alena pun membacanya sekilas lalu menandatangani berkas itu, Reyza mengambil berkasnya dan tersenyum.


"tanda tanganmu cantik..! seperti orangnya." puji Saga.


Alena diam saja lalu Saga mengatakan sekali lagi bahwa Ia akan kembali pada Alena 4 tahun lagi dan memohon pada Alena untuk menjaga hatinya karna dizaman sekarang lelaki banyak yang brengs*k.


"aku benar akan kembali Alena..!" Saga berkata dengan serius.


"tidak peduli juga mau kembali atau tidak, itu semua bukan urusanku." jawab Alena tidak suka.


"aku yang peduli Alena..? aku tidak mengira kamu akan menemukanku secepat ini, aku ingin punya kekayaan supaya pantas denganmu Alena..? aku ingin kamu bahagia bersamaku dengan penghasilanku sendiri." jelas Saga.


mereka berbicara cukup lama tapi kebanyakan Saga yang berbicara sementara Alena kebanyakan diam sampai Saga benar-benar pergi.


Alena mendengus sebal, "memangnya kenapa aku harus menunggunya? dasar Pria tukang atur!!" gerutu Alena lalu berbalik dan kembali ke Ruangan kerjanya.


Alena tidak memasukkan hati kata-kata Saga, Alena menjomblo selama 4 tahun pun bukan karna sengaja menunggu Saga tapi memang Ia tidak menemukan Pria yang benar-benar Alena sukai.


4 tahun pun berlalu,


di Negara nya Sean,


seorang bocah kecil berlarian di sekitar Istana dikejar-kejar oleh Sophia dan Pelayan lainnya.


"Pangeran..?" panggil Sophia dan Pelayan lainnya begitu cemas.


"hihihii..!" bocah mungil itu tertawa riang berlarian seperti itu.


Sophia akhirnya tersungkur lalu Pangeran Wales pun berhenti kembali ke arah Sophia.

__ADS_1


"tatak? tak pa?" tanya Pangeran Wales.


"Pangeran..? saya kesakitan." kata Sophia dengan sedih.


Pangeran Wales pun membantu Sophia berdiri padahal tubuhnya mungil tapi didikan Ana yang keras membuat Pangeran Wales harus menolong sesama sedangkan Pelayan lainnya lega Sophia berhasil menghentikan Pangeran Wales yang memang nakal dan membuat mereka kerepotan tapi nakalnya Pangeran Wales membuat siapapun sangat menyayanginya karna sebenarnya begitu pengertian.


Pangeran Wales sendiri yang mengobati Sophia dengan wajah imutnya itu yang sangat menggemaskan ketika serius.


"dah tan?" Pangeran Wales tersenyum lebar.


"terimakasih Pangeran." ucap Sophia dengan senyum lebarnya juga.


Pangeran Wales memainkan jemari tangannya, "ngan ilang-ilang Mommy ya? les atuutt...!" pinta Wales dengan memelas.


Sophia terkekeh memegang tangan Wales lalu mengecupnya seperti anaknya sendiri, "baik yang mulia." jawab Sophia membuat Wales sangat senang lalu memeluk Sophia padahal status Sophia sangat rendah.


Sophia sangat menyayangi Wales karna sifatnya yang penyayang dan tidak memandang rendah dirinya padahal masih kecil.


.


kini Sophia celingukan memanggil Pangeran Wales hingga Ana datang membawa seorang Putri Kecil yang berumur 2 tahun diberi nama Putri Adara Sanders, wajah gadis mungil itu mirip sekali dengan Ana namun versi menggemaskannya.


"Sophia?" panggil Ana.


"yang mulia?" Sophia memberi hormat pada Ana.


"dimana Wales?" tanya Ana yang tak memanggil Pangeran pada Putranya tapi Wales karna bagi Ana putranya tetaplah anaknya jadi tidak ada pangkat dimata Ana untuk memanjakan Putranya itu.


Sophia menundukkan kepalanya hal itu membuat Ana menghela nafas berat lalu memberikan Putri Adara ke Sophia.


"kamu terlalu memanjakan Wales, Sophia..!" kata Ana dengan serius.


"ampuni saya yang mulia." ucap Sophia.


"berikan Putri Adara pada Sean dan saudara kembarnya.!" titah Ana.


"baik yang mulia." jawab Sophia.


Ana memerintahkan Sophia pergi, setelah melihat Sophia pergi barulah Ana mengedarkan pandangannya.


"Wales sayang? kamu dimana nak?" panggil Ana.


karna Ana yang memanggil akhirnya sosok Wales pun keluar dengan pakaian khas Kerajaannya kotor karna coklat.


"Mommy?" panggil Wales dengan wajah imutnya yang belepotan coklat.


Ana pun mengulum senyum lalu berjongkok karna apapun yang Putranya inginkan pasti Ana turuti tapi jika anaknya nakal maka Ana tidak akan memanjakan putranya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2