Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
belum tau


__ADS_3

.


.


.


Alena membuang muka saja melihat ke arah lain seolah tidak berani memandang mata Saga.


"kita jalan!!" seru Saga menoleh ke Alena yang tidak melihat ke arahnya.


Saga tersenyum lebar mengulurkan tangannya dan menekan gemas kepala Alena yang tidak juga melihat ke arah Saga.


"apa Alena marah?" batin Saga kebingungan.


Saga mengira Alena marah terhadapnya padahal Alena sedang berperang dengan Perasaannya.


"nanti kita akan berkemah di Kolam Berenang supaya kamu bisa melihat Lumba-lumba setiap saat sayang." kata Saga.


Alena mengerjabkan matanya.


"jangan marah lagi ya?" bujuk Saga mengambil tangan Alena dan mengecupnya lembut.


"dia pikir aku marah? ya sudahlah..! bagus dia tidak berpikir macam-macam." batin Alena mengangguk-ngangguk seolah mengiyakan kata-kata Saga kalau Alena memang marah padahal sebenarnya tidak sama sekali.


Alena melihat jalanan dimana yang Ia lewati hanya sawit sawit dan sawit saja tidak ada apapun yang terlihat selain sawit saja.


"apa ini milikmu semua?" tanya Alena.


Saga sumringah akhirnya Alena mau mengajaknya berbicara, "iya sayang!? semua milikku dan milikmu." jawab Saga.


Alena diam saja lalu Mobil Saga berhenti di tempat Para Pekerja yang sibuk sedang mengambil sawit dengan dodos dan ada juga dengan Egrek sawit.


"apa mengambilnya dengan alat itu?" tanya Alena berbisik.


Saga mengangguk dengan senyuman, "hati-hati sayang..!? aku banyak pasang jebakan disini." bisik Saga juga.


Alena mengangguk dan melihat sekitar banyak jebakan tikus, disini pencuri buah sawit dimalam hari sehingga suasana sangat gelap jadi si Pencuri pasti tidak akan bisa melihat dengan jelas karna tidak bisa memakai senter sebab jika memakai senter akan ketahuan oleh Para Pengawal Saga yang bertugas menjaga Perkebunan itu.


"apa kamu bisa menggunakan alat itu?" tanya Alena.


Saga menoleh ke Alena dan terkekeh, "tentu saja sayang, mau lihat?" tanya Saga.

__ADS_1


Alena diam saja dengan mata memicing curiga seolah tidak percaya Saga bisa menggunakan Egrek sawit sepanjang itu juga bentuknya seperti bulan sabit dan terlihat sangat tajam.


Saga mendekati Para Pekerjanya dan meminta Egrek sawit serta dengan santainya Saga menggunakan benda yang terlihat mengerikan bagi Alena, mungkin lebih seram dari sepasang belati dan racun menurut Alena karna benda itu bisa memutuskan apa saja dengan sekedip mata saja.


Alena terperangah, "Saga??" pekik Alena berlari ke arah Saga tapi ditahan oleh Para Pekerja Perempuan yang merupakan Istri-istri dari tukang panen sawit Saga.


"jangan kesana Nona!! berbahaya..!" ucap Para Wanita yang memakai bedak beras diwajahnya (anti panas).


"jangan kesini sayang..!" kata Saga serius.


Alena melihat sekitar dan hanya menurut karna Ia baru pertama kali melihat cara Orang mendodos sawit di secara langsung.


setelah merasa aman para Istri-istri pekerja Saga pun mengizinkan Alena pergi ke arah Saga, Alena berlari ke arah Saga dan memegang lengan Saga serta memelas ingin mencoba cara mendodos bukan menggunakan egrek.


Saga tertegun sejenak sebab kebanyakan perempuan mana mau kerja berat tapi Alena malah memelas ingin mencobanya padahal ini bukan mainan, Saga dengan sabar mengajari Alena yang melompat-lompat riang ketika Ia berhasil menjatuhkan 1 buah sawit dari batang pohonnya.


"Ahaha..? aku bisa Saga." pekik Alena dengan tangannya yang kotor itu malah memegang kedua rahang Saga.


"Ops..? kotor ya? Haha..!" Alena mengusap-ngusap rahang Saga sambil tertawa lepas.


Saga malah terpana melihat betapa ceria nya Alena saat ini lalu Saga mengusap pipi Alena yang juga kotor. Para Pekerja Saga hanya diam-diam mencuri pandang ke pasangan itu yang dikabarkan akan menikah 1 bulan lagi.


hari pertama Saga mengenalkan area miliknya ke Alena.


di hutan kecil,


"kenapa disini tidak ada sawit Saga?" tanya Alena mengedarkan pandangannya.


"awalnya aku ingin menebang pohon-pohon ini tapi aku merasa taman ini terlalu indah untuk disingkirkan jadi aku sengaja membiarkan tempat ini utuh untuk menjadi tempat istirahat, lihat kesana..!" pinta Saga.


Alena menautkan kedua alisnya sambil memutar kepalanya ke arah tatapan Saga, rahang Alena terbuka seketika melihat pemandangan indah didepan matanya seperti berada di Puncak gunung.


"waahh...!"


Saga mengulum senyum ternyata tidak sia-sia Saga membawa sang pujaan hati ke tempat ini, menurut Saga seorang Gadis yang suka hewan laut pasti memiliki jiwa alam jadi Saga sengaja membawa Alena ke tempat ini ternyata memang benar.


Alena bangkit dari duduknya dan memotret pemandangan itu serta ajaibnya lagi di tempat itu ada Jaringan, Saga sudah mengedit tempat itu menjadi surga dunia yang bisa melepas lelah bukan tempat yang harus dihindari hanya karna tidak ada Jaringan.


"bagusnya...!" batin Alena begitu takjub.


Saga membiarkan Alena yang sibuk memuja pemandangan alam di depan matanya sedangkan Saga hanya duduk dengan santai di atas rumput hijau tanpa peduli bajunya akan kotor.

__ADS_1


.


"kapan kamu akan menangkap tikus-tikus itu Saga?" tanya Alena penasaran.


Saga tersenyum, "mungkin dalam waktu dekat ini, biasanya Tikus kecil itu akan datang saat kami manen."


"mungkin saja Orang disekitar sini pelakunya." tebak Alena.


Saga mengulum senyum, "bisa jadi sayang." jawab Saga.


Alena melebarkan matanya, "apa maksudnya? kalau dia memang Orang disekitar sini seharusnya sudah tau dong kamu ada disini untuk menangkap mereka."


Saga mengangguk, "itulah tujuanku untuk membuat pelakunya gemetar ketakutan dengan hukuman yang akan aku berikan padanya jika berani mencuri lagi."


Alena pun tidak bertanya lagi karna itu semua adalah masalah Saga sebab selama ini Saga pasti tau cara merawat Perkebunan Sawitnya itu.


selama 3 hari Saga dan Alena berada di Perkebunan sawit itu serta belum ada tanda-tanda si tikus yang berani memasuki kawasan Saga terlihat batang hidungnya, Saga semakin yakin pelakunya adalah Orang di area tempatnya bekerja apalagi Ia melihat CCTV ada Mobil Truk Keluar malam membawa sawit untuk dijual ke luar tapi pelakunya belum ditemukan, Supir yang bertugas menjaga Mobil Truk Sawit malah di bius hingga tidak sadar apapun lagi.


Alena tidak ikut campur masalah Saga malah sibuk memainkan Ponselnya sesekali melihat hasil penjualan Tas nya, pekerjaan Online nya, semua sungguh memuaskan.


"Nona?" sapa seorang Pelayan.


Alena menoleh ke Pelayan itu, "ada apa?" tanya Alena lalu Pelayan itu memanggil temannya ternyata mengantar makan sore yang sehat untuk Alena.


"terimakasih." ucap Alena membuat 3 Pelayan sangat senang lalu Alena melihat Ponselnya bergetar ada panggilan masuk dari Jimmy.


"Haloo..?" sapa Alena.


hening..?


"haloo?" sapa Alena lagi dengan sabarnya.


"hiks.. hiks..! kenapa kamu tega padaku Alena? kenapa tidak memberitauku kalau kamu akan menikah 1 bulan lagi dengan Tuan Reyza?" tangis Jimmy yang merengek manja.


Alena menghela nafas panjang mendengar bayi besar perempuannya itu, Jimmy memang sangat manja pada Alena sejak Alena memberi kehidupan baru pada Jimmy yang telah tau arti nikmatnya hidup.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2