
.
.
.
"aku sudah menemukan kandangmu jadi tidak usah bersembunyi lagi dasar pengecut dari rahim wanita jal*ng." kata An dengan dingin lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
An sengaja memancing kemarahan Vero supaya pria itu mau menunjukkan diri, siapa yang akan tahan Ibunya dihina? walau dari wanita jal*ng sekalipun tapi seorang Anak tidak akan menghina Ibu yang telah membesarkannya dengan Cinta, sedang dicampakkan Ibu saja seorang anak masih mau membela Ibunya apalagi dibesarkan dengan penuh cinta.
An memijit pelipisnya yang terasa pusing lalu Ia bangkit dari duduknya keluar dari Ruangannya meninggalkan Ponselnya di atas meja kerjanya, Nomor Vero tidak bisa menghubungi An balik pasti sudah seperti cacing kepanasan Vero di sarangnya karna An menghina Ibunya padahal kondisinya memang benar.
.
Carrina terkejut ketika An masuk ke Ruangannya dengan cepat Carrina berdiri lalu berlari kecil ke arah An yang menahan pinggang Carrina.
"kenapa pakai heels hmm? apa kamu lupa sedang hamil?" tanya An dengan lembut.
Carrina langsung melepaskan Heelsnya dan mencampakkannya kesembarang arah hingga An mengulum senyumnya.
"maaf An..! aku tadi lupa melepaskannya saking banyaknya pekerjaan, kamu tenang aja An sejak tadi aku hanya menyuruh Agus kesana-kemari dan aku duduk disana saja."
An mengangguk percaya, "mulai besok aku akan meminta Agus mencari Asisten lain untuknya..?"
"ke--kenapa An? apa kamu mau memecatku?" tanya Carrina.
An mengangguk, "aku ingin memecatmu supaya fokus dengan kehamilanmu saja."
Carrina menggeleng kepalanya lalu melingkarkan tangannya dilengan An, "aku tidak mau dipecat..! aku akan tetap bersamamu sampai 7 bulanan."
An menghela nafas berat, "sayang? disini banyak Orang yang akan mengawasiku, mereka tidak akan balik badan saat tau aku sakit."
Carrina menggeleng kepalanya, "pokoknya aku masih mau jadi Asistenmu tidak apa-apa kamu mengikat leherku asalkan aku dibawa kemanapun kamu pergi An."
An menarik nafas lalu mengecup kening Carrina yang rela dijadikan peliharaan demi terus bersama An padahal Carrina sedang hamil.
"bisakah kamu menurut sedikit hmm?" tanya An dengan lembut.
"aku penurut An tapi semua peliharaan akan terus mengikuti Tuannya kemanapun pergi." jawab Carrina.
An terkekeh pelan, "tapi kamu bukan peliharaanku sayang..! beberapa hari lagi Alena akan tanding lagi di Luar Negeri kan? apa kamu tidak mau ikut dengan nya?" tanya An.
"kamu An?" tanya Carrina.
"aku tentu akan ikut." jawab An.
Carrina pun mau ikut dengan Alena jika An sendiri ingin ikut namun syaratnya Carrina harus istirahat yang cukup untuk bepergian di hari itu.
__ADS_1
"aku akan tidur di Ruanganmu An walaupun aku tidak bekerja aku akan disini." jawab Carrina yang memang keras kepala.
An kehabisan kata-kata, Carrina mengelus rahang An.
"bahkan kamu pucat An..! aku takut kamu salah makan sampai kamu mual-mual lagi." kata Carrina begitu pengertiannya ke An.
An mengangguk memilih mengalah terlebih dahulu dan hal lainnya dipikirkan nanti.
"kita ke Dokter ya? sekalian makan diluar." ajak An dan Carrina tentu setuju kemanapun An membawanya pergi.
.
di Restaurant,
Carrina tersenyum manis mengelus perutnya mengingat hasil pemeriksaannya ternyata umur kandungan Carrina sudah 3 Minggu, Carrina tidak sadar kalau selama ini Ia sudah mengandung, jika An tidak mengalami mual-mual mungkin Carrina tidak akan sadar Ia sedang hamil.
"jaga anak kita ya sayang?" pinta An membuat Carrina bahagia mengangguk-ngangguk semangat mengelus perutnya.
An mengusap perut Carrina dan tangan Carrina memegang punggung tangan An yang mengelus lembut perutnya, mereka saling memandang satu sama lain lalu beralih ke perut Carrina dan akhirnya mereka tertawa bersama.
An mengusap kepala Carrina, "kita makan ya?"
"kamu juga An..! kamu sedang masa ngidam kata Dr. Amalia kamu harus penuhi apapun yang kamu inginkan karna itu permintaan anak kita." sahut Carrina.
An mengangguk lalu mengutarakan keinginannya ingin makan apa saja, Carrina melayani An dengan sangat baik sambil tersenyum cerah sedangkan An terus saja memandang Carrina yang semakin ceria mengandung anaknya.
"kapan kita beritau Mommy ya?" tanya Carrina.
"ahh..! iya mereka sangat dekat kan? kamu bilang mereka seperti kakak adik." cengir Carrina.
"apa Barnes sudah menikah?" tanya Carrina tiba-tiba dan An menggeleng.
"pacar?" tanya Carrina.
"kenapa bertanya seperti itu?" tanya An.
"aku rasa dia sudah seumuran denganmu tapi kenapa belum menikah?" jawab Carrina tampak serius.
"Ana juga seumuran denganku..! menikah tidak bisa hanya sekedar mengikrarkan janji saja sayang, pernikahan itu bukan mainan dan tidak bisa sembarangan menikahi seseorang saja sayang butuh kesiapan dan keyakinan yang kuat untuk mengikrarkan sumpah suci pernikahan itu."
Carrina mengangguk-ngangguk, "kalau dipikir-pikir Barnes pasti banyak yang mengejar ya?"
An mengangguk, "siapa yang tidak mau menikahi Pria kaya? dan Barnes juga tidak buruk-buruk amat."
"Barnes tampan kok." kata Carrina membuat An menatap Carrina datar seketika Carrina nyengir lalu memuji An jauh lebih tampan dimata Carrina.
.
__ADS_1
di Mansion Maldev,
"jadi kamu memang hamil sayang?" tanya Xabara sekali lagi.
"waah...! aku punya Cicit nih..!" Ratu begitu senang mendengar Carrina sedang mengandung.
An menjelaskan situasinya hingga Rovert berdecak iri sebab semasa Xabara mengandung anak-anaknya tidak pernah merasakan hal istimewa itu.
"berarti kalian tidak 1 hati dan 1 jiwa." jawab An santai membuat Rovert melototkan matanya.
"apa kamu bilang son?" Rovert hendak menyerang An tapi dicegat oleh Xabara membuat nyali Rovert menciut.
"Cinta Carrina yang lebih besar pada An dalam benaknya hanya An dan An saja maka nya saat dia mengandung An lah yang merasakan kehamilan Carrina." jelas Xabara.
"jadi kamu tidak memikirkanku sayang?" Rovert tiba-tiba merengek.
"aku hanya memikirkan Mom." jawab Xabara cuek membuat Ratu tertawa terpikal-pikal.
An menyunggingkan senyum mengejeknya ke Rovert yang kalah darinya, dulu Rovert bersusah payah mendapatkan hati Xabara sekarang An malah jatuh Cinta pada seorang wanita yang sudah lama mencintainya.
Carrina terkikik melihat wajah masam Papa Mertuanya itu yang sangat mencintai sosok Xabara sampai detik ini.
"kalau begitu istirahatlah sayang..!" pinta Xabara.
"iya..! Alena masih pelatihan nanti kita bisa berangkat sama-sama ke melihatnya bermain anggar diatas panggung resmi." Ratu.
"ayo sayang..!" An merangkul bahu Carrina membawanya pergi.
Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas melihat Bayi besarnya kembali merengek sambil memeluknya, Ratu tertawa meninggalkan pasangan Tua berasa Muda itu (umur pernikahan mereka sudah lama tapi seperti pengantin baru saja).
Carrina menoleh kebelakang melihat bagaimana manjanya Rovert ke Xabara.
"biarkan saja sayang..! Papa itu bayi besar Mommy hanya Mommy yang bisa mengatasinya." kata An.
Carrina tersenyum manis, "wajar saja Papa sangat mencintai Mommy."
An terkekeh saja mendengar ocehan Carrina tentang kisah asmara Xabara dan Rovert.
.
.
.
bagi yang penasaran kisah Xabara dan Rovert bisa cek judul ya Identitas Tersembunyi Nona Xabara, bagi yang sudah tau syukurlah boleh diulang lagi bacanya.. wkwk..
.
__ADS_1
.
.