Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
gangguan kecemasan


__ADS_3

.


.


.


"hmm..! kalian naik apa kesini?" tanya An dengan bahasa yang terbilang lembut.


"apa yang aku pikirkan?? kamu sama sekali tidak pantas memikirkan hal itu Carrina, dia terlalu tinggi dilangit dan kamu di bumi tidak akan bisa menggapainya." batin Carrina ingin sekali menyelam dalam lautan lalu menangis menumpahkan segala amarah dan air matanya.


"naik Mobil-lah." jawab Ana lalu matanya melihat sosok Gadis yang memakai Masker dengan rambut di ikat ekor kuda sungguh dilihat sekilas saja sosok ini sangat cantik.


"siapa ini An?" tanya Ana.


Alena melepaskan pelukannya dari An lalu menoleh ke Carrina yang tertegun sendiri di tatap oleh kedua gadis super cantik dan punya Style simpel namun menawan itu.


"dia..? Asistenku." jawab An.


"ha-halo Ny-Nyonya?? Ehh..? No-Nona." sapa Carrina dengan segala kemampuannya menutupi Cinta Tersembunyinya pada An.


Carrina tidak mungkin memperlihatkan betapa cemburunya Ia melihat An punya Kekasih yang sangat cantik padahal Carrina tidak percaya diri bahwa Ia juga dapat dikategorikan sangat cantik, Carrina terisolasi dari dunia selama 10 tahun dan tidak ada yang tau parasnya selain Lancord serta Romeo saja.


"hhmmmffft...? Nyonya?" Alena tertawa terbahak-bahak.


"apa kami kelihatan Tua?" tanya Ana dengan heran.


"bu-bukan? hmm..? Ehh?" Carrina gelagapan sendiri dan sungguh kikuk sampai Ia tidak sengaja menjatuhkan gelang tangannya.


Ana dan Alena melihat gelang itu seketika tertegun lalu menatap sosok itu tidak percaya, Carrina segera mengambil gelang itu dan menyimpannya ke kantong baju formalnya.


"ma-maafkan saya Nona..? Tuan? sa-saya permisi." ucap Carrina.


"Carrina kenalkan mereka adik-adikku." perkataan An membuat jantung Carrina hampir saja terasa berhenti berdetak.


"adik? bukan kekasih?" batin Carrina seketika termenung sendiri.

__ADS_1


"Haloo?? kakak??" sapa Alena.


"halooo? sepertinya umurmu masih muda ya? kenalkan aku Herdiana panggil Aku Ana saudara kembarnya An." Ana mengulurkan tangannya.


Carrina tersadar lalu membalas uluran tangan Ana dan Alena dengan kedua tangannya sehingga kotak ponsel baru pemberian An jadi terjatuh, dengan gerakan imutnya itu Carrina yang malu menggunakan kaki nya mengambil kotak ponsel itu dan mengapitnya di tengah-tengah kaki panjangnya padahal Ia bisa saja melepas jabatan tangannya dengan adik serta kembaran An itu.


An membuang muka sambil menahan kedutan bibirnya melihat Carrina yang seperti itu bukan gemas atau Cinta hanya saja terlihat lucu dimata An.


"benar-benar bocah..!" batin An yang langsung mengerti kalau Carrina melakukan gerakan seperti itu karna tidak mau Ponsel barunya diambil oleh adik serta kembarannya padahal mereka sudah Punya Ponsel bagusnya sendiri-sendiri hanya Carrina saja yang ketinggalan zaman tidak punya Ponsel.


Ana dan Alena melihat An membuang muka lalu mereka saling pandang serta tersenyum misterius sambil melepaskan tangan mereka dari Carrina, Carrina mengambil kesempatan itu berjongkok dan kembali memeluk kotak Ponsel pemberian An yang masih tersegel itu.


"aku Alena kakak? kesayangannya Abang An." sapa Alena.


"ha-halo? sa-saya Carrina Carol, Asistennya Tuan Muda An." sapa Carrina dengan mata besar mengerjab.


Ana dan Alena mendekati Carrina yang melangkah mundur serta mundur sambil membenarkan maskernya, jelas sekali Carrina begitu takut wajahnya di lihat oleh kedua Gadis menawan itu.


"Carrina pergilah..!" An membantu Carrina yang segera putar badan ke arah An menunduk hormat berkali-kali lalu ke Ana serta ke Alena dan melarikan diri dari sana seperti dikejar setan.


"kami belum melihat wajahnya." sungut An.


"dia bekerja seperti itu..! aku sudah bilang kan padamu kalau aku tidak pernah melihat wajahnya, dia punya Privasinya sendiri. apa kalian tidak faham melihat tangannya gemetar memegang masker wajahnya sendiri ha?" An berjalan ke arah sofa dan duduk angkuh disana.


Ana dan Alena membenarkan perkataan An, lalu mereka mengikuti An.


"jadi Abang tidak pernah melihat wajahnya?" tanya Alena dan An mengangguk tenang sambil membuka rantang nasi berlapis bawaan Ana.


"tapi kata Pria Brengs*k itu Gadis tawanan Lancord sangat cantik terus kenapa dia menutupi wajahnya An kalau dia memang cantik." tanya Ana sambil membantu An membuka setiap Rantang berlapis itu yang berisi banyak menu makanan berbeda-beda.


"mana aku tau masalahnya..! yang penting pekerjaannya bagus." jawab An cuek.


Ana dan Alena saling pandang lalu bertanya lagi tentang data pribadi Carrina yang ternyata hanya foto 10 tahun yang lalu, ketika mereka melihat Foto Carrina yang masih kecil saja sudah sangat cantik apalagi sekarang.


"kenapa dia seperti itu Abang? apa Abang tau penyebabnya dia gemetaran ketika seseorang melihatnya dengan intens?" tanya Alena penasaran.

__ADS_1


"mungkin gangguan psikolog nya..!" jawab An tenang.


"maksudnya?" tanya Ana dan Alena serentak.


An menghela nafas lalu menjelaskan kalau Carrina sudah dikurung selama 10 tahun oleh Lancord yang tidak mengizinkan Pria manapun melihat wajah Carrina pasti dibunuh atau disiksa sampai mati jadi sampai sekarang Carrina masih belum bisa menghilangkan rasa takutnya itu ketika ada Orang lain yang melihat wajahnya.


Ana dan Alena akhirnya paham maksud An.


"apa dia bisa sembuh An?" tanya Ana penasaran.


"mungkin saja kalau dia sudah bisa menghilangkan rasa takutnya itu, kalian pikir 10 tahun itu waktu yang sebentar? butuh waktu baginya untuk terbiasa beradaptasi dengan dunia luar yang selama ini terisolasi darinya." kata An dengan santai sambil mengunyah makanannya.


Ana dan Alena merasa kasihan pada Carrina yang memang terlihat begitu berkeringat dingin ketika mereka berdua menatap Carrina dengan intens, sungguh hidup Carrina memprihatinkan ketika wajahnya dilihat oleh orang lain lalu Orang itu harus mati atau menderita karna tidak sengaja melihat wajahnya, jadi hal itu masih membekas dalam benak Carrina sampai detik ini padahal Lancord sudah tidak ada.


.


di Ruangan Carrina,


Carrina duduk menarik nafas lalu membuangnya perlahan, ia berulang kali mengatakan bahwa Ia sudah bebas tidak ada Lancord sehingga tidak ada yang terluka karna nya lagi.


Carrina seketika tersenyum melihat Kotak Ponsel baru yang diberikan oleh An, dengan semangat Ia membuka segel Ponsel nya dan Carrina berdecak kagum warna Ponselnya sangat elegan.


"waah...!"


tanpa Carrina sadari Ia cepat sekali sembuh dari rasa cemasnya hanya karna barang pemberian An padahal An tidak memberi barang istimewa (Nae : Kekuatan Cinta 😆).


Carrina melihat cara mendaftar dengan Ponsel baru di Komputernya, Carrina mudah mempelajari sesuatu seorang diri mungkin karna sudah terbiasa Ia belajar sendiri tanpa bantuan Orang lain.


"aku bisa makan." gumam Carrina lalu mengambil bekal makan siangnya sambil memainkan Ponsel barunya menyimpan semua nomor Orang penting yang selama ini dicatat di buku kecilnya karna sebelumnya Carrina belum punya ponsel.


Carrina sudah bisa beradaptasi dengan dunia barunya tapi wajah? Carrina belum terbiasa sehingga menurut Carrina Ia harus ke Dokter untuk menanyakan kondisinya yang selalu mengalami kecemasan itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2