Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak takut apapun


__ADS_3

.


.


.


"lepaskan rambutku sialan." pekik Lidya.


Carrina tidak bersuara sama sekali, An berlari ke arah Carrina lalu melepaskan tangan Lidya dari kepala Carrina.


"tidak usah membantuku An..! aku akan memberinya pelajaran." pinta Carrina.


"Carrina?" panggil An serius.


"aku tidak suka dengan kata-katanya, ini urusan perempuan An, aku tidak mau namamu rusak karna wanita ini." jawab Carrina dengan serius sambil melihat banyak Orang yang menonton perkelahian mereka.


An menoleh ke mereka semua yang segera menyembunyikan ponsel masing-masing dengan raut wajah pucat.


"bagus juga kau tidak mau dibantu oleh Tuan An, pasti kau yang membuat Tuan An menghancurkan karirku kan?" teriak Lidya.


Carrina menginjak kaki Lidya yang terpekik seketika sehingga tangan Lidya terlepas dari kepala Carrina, Carrina beralih memegang tangan Lidya lalu memutarnya kebelakang semakin memekik saja Lidya dengan kehebatan Carrina bisa melawan wanita kasar seperti Lidya.


"aku dan kau itu tidak sama..! kau rela menyerahkan tubuhmu demi popularitasmu tapi masih punya muka mendekati Tuan An, dan dengan beraninya kau mengakui Tuan An itu Calon suamimu?" kata Carrina dengan tajam lalu mendorong Lidya sampai terjerembab.


Lidya menjerit histeris sedangkan Anggota BlackMalv mengacungkan jempol dengan keberanian adik bungsu mereka itu, An pun pada akhirnya hanya menonton apa saja yang Carrina lakukan karna Carrina sendiri memang mandiri serta keras kepala.


Carrina bukan gadis yang senang didukung dari belakang walau yang mendukungnya itu adalah seorang Penguasa Maldev, Carrina mencintai An sebagai Pria normal bukan karna An seorang Penguasa.


"tenang saja..! kalau aku dan An sudah menikah, aku akan mengundangmu serta untuk membuktikan padamu kalau An bukan Calon suamimu tapi Calon Suamiku." kata Carrina dengan berani.


An mengulum senyum mendengar perkataan Carrina malah mengakui An calon suami Carrina.


"apa katamu? aku baru mencintai An kemarin? aku sudah mencintai Tuan An sejak 10 tahun yang lalu, kau yang baru datang kemarin sore dan apalagi katamu ha? aku alien? aku memang alien tersembunyi untuk memberi pelajaran pada wanita tidak tau malu sepertimu." marah Carrina.


semua yang mendengarnya terpana dengan kata-kata Carrina itu.


Lidya bangkit dan hendak melawan Carrina disaat An hendak bertindak Carrina sudah terlebih dahulu membanting tubuh Lidya sampai lengan Lidya terasa mau patah. Carrina sungguh keren bisa menguasai ilmu beladiri sebab Ia pernah belajar sejak di kurung Lancord.


"Carrina?" An mendekati Carrina lalu merapikan rambut Carrina yang berantakan dijambak oleh Lidya.


"An aku tidak suka dengan kata-katanya, kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak punya hubungan apapun padanya tapi dia bilang kamu calon suaminya, AKU TIDAK TERIMA." omel Carrina ke An.

__ADS_1


"iya.! iya..! aku memang bukan Calon suaminya aku calon suamimu kan?" tanya An dan Carrina mengangguk tapi wajahnya masih ditekuk masam seolah amarahnya belum terlampias kan semuanya.


"kita masuk ya?" bujuk An.


"katakan pada mereka kalau kamu bukan calon suaminya An." pinta Carrina menunjuk banyak orang yang melihatnya.


An tersenyum gemas lalu menuruti permintaan Carrina.


"kalian dengar kan? aku tidak pernah punya hubungan apapun dengan wanita ini." kata An dengan serius.


"dengar Tuan." jawab mereka semua yang malu sendiri dengan kepatuhan An pada Carrina hingga rela menjelaskan pada semua orang tentang kebenaran hubungan An dengan Lidya.


An beralih ke Carrina, "sudah kan?"


Carrina mengangguk.


"ayo kita masuk..!" ajak An merangkul bahu Carrina masuk ke Perusahaan dan pintu Gerbang Otomatis tertutup.


Lidya menjerit seperti orang gila yang sudah kehilangan akal sehatnya.


Carrina dibawa oleh An pun menatap kesal ke Anggota BlackMalv seperti melampiaskan amarahnya yang belum juga reda, semua yang ditatap kesal malah membuang muka pura-pura tidak lihat dengan tatapan galak Carrina itu.


"apa itu Carrina?" tanya Ayunda merasa tidak mengenal Carrina.


yang lain malah tertawa lucu membenarkan kata-kata Egy.


.


An menuntun Carrina duduk di Sofa Ruangan Kerja An lalu mengambil minuman di Kulkasnya serta membuka botolnya dan memberikannya ke Carrina.


"minum Carrina.!" pinta An.


Carrina masih terlihat belum bisa menstabilkan pernafasannya yang masih marah, Carrina meneguk minuman pemberian An sampai habis.


"apa kepalamu sakit?" tanya An dengan serius.


"bukan kepalaku yang sakit An tapi hatiku masih panas." jawab Carrina.


"kalau begitu perlu aku siram air? bagaimana caranya?" tanya An menggoda.


Carrina memukul lengan An yang menggodanya lalu An memeluk Carrina dan berkata, "lain kali jangan melibatkan diri dengan masalah wanita gila itu ya?"

__ADS_1


"tidak mau..! aku akan terus melibatkan diri dengan masalah perempuan manapun yang berani mendekatimu, dan aku berjanji tidak akan terlibat dengan masalahmu dalam menghadapi semua Pria yang mendekati pacarmu ini." kata Carrina serius.


An terdiam, "apapun yang akan aku lakukan?"


Carrina mengangguk yakin, "apapun yang akan kamu lakukan An."


"walau harus membunuh?" tanya An serius.


"yah...! walau harus membunuh." jawab Carrina tanpa rasa takut.


An tertegun melihat Carrina yang terlihat tidak takut lalu Ia baru ingat kalau Carrina pasti sudah biasa melihat Lancord menghabisi Orang didepan Carrina, An berpikir Carrina punya rasa trauma tapi sepertinya Carrina tidak trauma akan hal itu.


"kamu tidak takut Carrina?" tanya An.


"takut apa?" tanya Carrina.


"darah." jawab An.


Carrina menggeleng kepalanya, "aku tidak takut apapun kecuali kehilangan dirimu An.! aku lebih takut berpisah denganmu dari pada menghadapi masalah apapun yang menimpa kita."


An mengulum senyumnya, "baiklah..! aku mengerti."


An bisa merasakan keseriusan Carrina mengatakan hal itu yang memang tidak mau berpisah dari An, Carrina bukan gadis bodoh yang tidak tau dengan siapa Ia menjalin hubungan, Carrina sudah siap apapun resiko yang akan di hadapinya nanti.


Carrina memeluk An dan menduselkan sisi kepalanya di belahan dada An.


"takut berpisah darimu dan takut tidak direstui itu adalah masalah yang paling besar bagiku An, tapi Keluargamu menyukaiku dan aku tidak perlu takut apapun lagi." kata Carrina serius.


"baiklah..! kamu memang pemberani, aku sangat menyukainya." bisik An membuat Carrina tersenyum lebar.


"aku akan terus menjadi pemberani supaya kamu terus menyukaiku An." kata Carrina.


An terkekeh, "kamu mau membuatku semakin terjerat dengan pesonamu kan?"


"iya." jawab Carrina tidak membantah hal itu.


An tergelak lalu mencium puncak kepala Carrina dengan pandangan serius kedepan, An pasti akan melindungi Carrina tapi tanpa sepengetahuan Carrina.


Carrina juga sudah membebaskan An menghukum Pria mana saja yang mendekati Carrina, artinya An tidak perlu menahan diri lagi. sebelumnya An tidak melakukan apa-apa karna tidak mau Carrina lari atau takut padanya terlebih lagi Carrina punya gangguan kecemasan walau sudah sembuh tapi bisa saja terulang lagi jika Carrina takut akan sesuatu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2