Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak ada kabar


__ADS_3

.


.


.


Carrina memberi Foundation banyak-banyak di leher dan bahunya sehingga tidak ada terlihat jejak apapun lagi, Ia pun langsung membersihkan diri.


.


Carrina bekerja dengan senang sambil mengecup fotonya bersama An di meja Kerjanya.


"aku harus cepat selesaikan semuanya lalu datang ke Ruangan An." gumam Carrina mengutip berkas-berkasnya dan berlari keluar dari Ruangannya sambil membenarkan rambutnya Carrina mengetuk Ruangan An tapi tidak ada tanda-tanda An ada di dalam Ruangan.


Carrina menoleh sekeliling dengan pandangan penuh tanya, "An kemana? dia tidak bilang mau pergi padaku." gumam Carrina kembali ke Ruangannya lalu meletakkan berkas pentingnya dalam laci dikunci dan segera Ia mencari An di sekeliling Perusahaan BlackMalv.


Carrina mengira An sedang latihan atau lebih tepatnya masih di area Perusahaan An namun tidak ada yang tau An pergi kemana sehingga Carrina menjadi murung.


"bukankah Tuan pacarmu? kenapa tidak hubungi dan tanyakan kemana perginya Bigbosmu itu?" tanya Egy.


"aku sudah mencoba hubungi nomorku tapi tidak bisa sepertinya An sudah mengganti nomor baru di Ponselku." jawab Carrina.


Egy menghela nafas seketika, "kalau begitu kami juga tidak tau Carrina, kamu aja kekasihnya tidak tau kemana dia pergi apalagi kami?"


"bukankah biasanya dia selalu mengatakan tujuannya?" tanya Carrina seolah menuntut Egy menjawab dimana An berada padahal Egy juga tidak tau kemana An.


"aku tidak tau Carrina..! kalau Tuan bilang artinya ada masalah serius tapi kalau tidak bilang berarti Tuan punya urusan penting sehingga kami tidak perlu tau." jelas Egy begitu sabar dengan tingkah Nona Muda Maldev itu.


Carrina menggigit bibir bawahnya, "apa An menghadapi musuhnya seorang diri?" gumam Carrina sungguh pelan dan sangat cemas.


"musuh?" beo Egy yang mendengar perkataan Carrina.


Carrina menoleh ke Egy sambil mengangguk-ngangguk lalu mengatakan bahwa mereka sempat ingin di keroyok oleh Orang berpakaian tertutup beruntung mereka bisa lari dan Carrina tidak tau sampai sekarang An masih mencari pelakunya.


Egy tampak terkejut tapi hanya sesaat sebab hal itu sudah biasa bagi mereka dan siapapun tau tidak ada yang bisa mengalahkan An seorang Master dari segala Master.


"aku rasa tidak mungkin..! kalau Tuan memang ingin mendatangi musuh pasti membawa kami 1 Orang setidaknya untuk dijadikan supir." jelas Egy.


Carrina berlari ke Lift meninggalkan Egy yang geleng-geleng kepala saja lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.

__ADS_1


Carrina begitu takut An menghadapi musuh seorang diri lalu mencoba menghubungi Ana dan Alena namun tidak ada jawaban, Carrina tidak menyerah menghubungi Xabara, Ratu belum juga ada tanda-tanda.


"kemana mereka semua?" gumam Carrina sangat khawatir.


Carrina melihat nomor kontak Rovert di Ponsel An yang Ia pegang dengan segala keberanian Carrina menghubungi Rovert ternyata diangkat oleh Rovert.


"apa kamu tidak tau Papa sedang rapat Son? jangan mengganggu..!" ketus Rovert segera mematikan panggilannya secara sepihak tanpa mendengar suara Carrina yang malah merasa bersalah mengganggu Rovert.


Carrina berlari mencari kunci Mobilnya tapi tidak Ia temukan seolah ada yang sengaja menyembunyikan Kunci Mobil Carrina.


Carrina hendak keluar dari Ruangannya betapa terkejutnya Carrina ada kotak paketan yang dibawa oleh Ayunda dari Gerbang Perusahaan kata pengirimnya itu untuk Carrina.


Carrina membawa kotak itu ke taman belakang tempat khusus pembakaran sampah, api menyala membakar sampah yang sudah bertumpuk dan Carrina melihat isi paketannya.


"kau akan mati jika tetap bersamanya, Tinggalkan dia jika kau masih ingin hidup tenang." pesan singkat dari isi paketan itu dengan santainya Carrina membuang semua itu ke api yang sedang menyala.


"apapun terormu tidak akan bisa membuatku goyah sampai harus mundur dari An. aku tau siapa An, dia sangat baik dan dia pasti tidak akan senang mencari musuh kecuali kau yang memusuhinya." geram Carrina.


rasa rakut Carrina diteror tidak seberapa dengan perasaan khawatir Carrina pada sosok kekasihnya itu.


"An? kamu dimana?" gumam Carrina yang sejak pagi-sore tidak melihat batang hidung An.


Drrttt...! drrt..!


Carrina menoleh ke Ponsel An ternyata dari Rovert segera Carrina berdehem dan mengangkat panggilan Rovert.


"halo Pa?" sapa Carrina.


Rovert tampak terkejut di ujung telfon, "ini nomor An kenapa samamu Carrina?" tanya Rovert heran.


"kami bertukar Ponsel selama beberapa hari Pa, apa Papa tau dimana keberadaan An?" tanya Carrina dengan ramah.


Rovert terkekeh dan mengatakan Carrina salah menanyainya sebab dari pagi-sore Rovert juga tidak tau kabar An karna sibuk di Perusahaan malah Rovert meminta Carrina membujuk An untuk mau memimpin Perusahaan X Company Group karna Rovert ingin bersantai di Mansion dan bersenang-senang dengan Xabara.


"iya Pa..! Carrina akan tanyakan hal itu pada An, itupun kalau dia mau Pa." jawab Carrina.


"dia pasti mendengarkanmu." kata Rovert.


panggilan pun terputus.

__ADS_1


Carrina menaikkan kedua kakinya di Bangku kerjanya lalu memeluk kedua kakinya sambil menyandarkan dagunya ditengah-tengah lututnya.


"An dimana? An? kamu dimana? aku mohon kembalilah..! jangan tinggalkan aku atau setidaknya beri aku kabar." lirih Carrina dengan lemas dan matanya terlihat begitu kosong.


Carrina merasa sedih tidak melihat An dimana-mana bahkan tidak dapat kabar apapun, Carrina takut An terluka.


tok... tok.. tok...!


Carrina mendongak melihat orang yang mengetuk pintu ternyata Ayunda dan meminta Carrina turun ke Lobi utama, Carrina berpikir itu adalah An langsung berlari meninggalkan Ayunda yang belum sempat menjelaskan apapun.


Ayunda menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "ada Supir Pribadi yang menjemputmu Carrina." kata Ayunda dengan suara pelan sebab tidak ada yang mendengar perkataannya.


Ayunda mengangkat bahunya lalu menutup pintu Ruangan Carrina.


.


Carrina di dalam Lift sudah tidak sabar menunggu Lift terbuka, Ia berdecak sebal karna terlalu lama sampai ke Lobi sehingga pintu Lift belum juga terbuka.


Tring...!!


Carrina segera berlari mencari Orang yang menunggunya bukan bertemu An malah bertemu Orang asing yang memberi hormat padanya.


"saya adalah Supir utusan Tuan Muda untuk membawa Nona ke Suatu tempat." ujar Pria berpakaian formal itu begitu hormat ke Carrina.


Carrina mengerjabkan matanya lalu Pria berpakaian formal itu menghubungi An, Carrina segera mendekat ketika Pria yang tidak Carrina kenal itu menyebut Tuan Muda An.


"silahkan Nona..?" Pria itu memberikan Ponselnya ke Carrina.


Carrina meletakkan ponsel itu di telinganya, "An?"


"ikuti Supir itu Carrin, dia Orang dekatku juga." kata An membuat Carrina tersenyum lebar lalu menanyakan keadaan An yang baik-baik saja tentu membuat Carrina sangat lega.


Carrina pun mengikuti Supir utusan An itu sambil berbicara lewat panggilan suara dengan An menggunakan Ponsel Supir An itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2