
.
.
.
"ciieeee!! udah mengakui Tuan Muda An itu calon suamimu ya?" goda Ayunda.
Carrina kaget sambil menoleh ke Ayunda yang tersenyum lebar menggodanya.
"ehh? ka-kakak." cengir Carrina.
"Tuan Muda memang harus tegas, keputusannya itu benar dengan menghancurkan karir wanita itu." kata Ayunda serius melihat Lidya yang di tarik-tarik oleh Orang supaya tidak berbuat nekat memanjat Gerbang setinggi itu.
"ta-tapi semua Orang bilang kalau Tuan Muda melakukan itu karna-ku Kak." cicit Carrina.
Ayunda terkekeh, "tentu saja Tuan Muda harus melakukan yang terbaik untukmu Carrina, kamu itu pacarnya yang sebenarnya, aku yakin pasti Tuan Muda takut kamu berpikir kalau Tuan dan Lidya punya hubungan seperti yang dikatakan Artikel dan Tuan sengaja menunjukkan padamu kalau dia berani menjatuhkan Lidya berarti Tuan tidak ada hubungan apapun diantara wanita itu kan?"
Carrina mengangguk membenarkan perkataan Ayunda.
Ayunda memegang bahu Carrina sambil tersenyum, "perjuanganmu dimulai dari sekarang Carrina, kamu harus tau dengan siapa kamu berhubungan."
Carrina menatap Ayunda dengan serius.
"Tuan Muda bukan Orang biasa dan diluar sana pasti banyak musuhnya yang sedang berusaha mencari kelemahan Tuan Muda, jangan sampai kamu menjadi kelemahan Tuan Muda Carrina." kata Ayunda serius pula.
Carrina mengangguk, "aku harus kuat melawan rasa takutku supaya tidak menjadi kelemahannya kan kak?"
Ayunda mengangguk lalu mengelus kepala Carrina yang sangat pintar, terkadang menurut Ayunda kekuatan Cinta bisa membuat Orang penakut menjadi pemberani. Ayunda yakin Carrina bisa melewati masalah hidupnya nanti karna perasaan Cinta Carrina pada An itu sudah lama sekali terpendam ketika mendapat balasan Cinta dari An sudah pasti Carrina tidak berpikir resiko apapun selain ingin tetap bersama An saja.
"kamu beruntung menjadi Cinta Pertama Tuan Muda Carrina, aku salut denganmu yang bisa memenangkan Cinta mu itu." gemas Ayunda.
"Tuan Muda juga Cinta Pertamaku Kak." cicit Carrina.
Ayunda tertegun mendengarnya, "Cinta Pertamamu? lalu? Lancord? Ehh? maaf Carrina aku tidak bermaksud..?"
"tidak apa Kak, aku yang aneh tidak bisa melupakan Tuan Muda An selama 10 tahun padahal Lancord juga baik padaku." potong Carrina sambil tersenyum.
Ayunda ternganga, Ia tidak menyangka ada Cinta seorang Wanita sebesar itu pada Pria, selama 10 tahun di kurung oleh Lancord dan diberi kemewahan serta Cinta tapi Carrina tidak bisa melupakan An.
__ADS_1
Ayunda tidak bisa memikirkan betapa sulitnya Carrina bertahan selama 10 tahun belakangan itu karna rasa cinta dan setia nya pada An. An sangat beruntung memiliki Perempuan yang hatinya begitu kokoh mencintai An pantas saja An kepincut dengan Carrina pasti karna hadiah dari kesabaran Carrina selama ini.
Ayunda menggeleng kepalanya untuk segera sadar dari pikirannya itu.
"sekarang kamu sudah mendapatkan Cinta Tuan An Carrina, aku yakin kamu akan berbuat apapun demi tetap bertahan disisinya kan?" tanya Ayunda dan Carrina mengangguk-ngangguk semangat.
Ayunda mengulum senyum lalu mengusap kepala Carrina yang memang seperti adik bungsu bagi nya.
Carrina memang kekanakan dan kekurangan kasih sayang tapi bersama An bisa membuat Carrina berubah menjadi sosok keibuan yang rela melakukan apa saja untuk melindungi An walaupun Carrina juga punya sisi menggemaskan yang membuatnya bisa bertindak sedikit memalukan pada An.
Carrina tersentak melihat An ada didepan Gerbang BlackMalv.
"Kak aku mau ke bawah..!" izin Carrina ke Ayunda yang celingukan melihat ke Gerbang.
"Carrina?" panggil Ayunda pun ikut berlari mengejar Carrina yang terburu-buru memasuki Lift.
.
"Tuan?? apa semua ini memang perbuatanmu?" tanya Lidya dengan mata memerah sedih.
An memasang wajah dingin dan datarnya, "sudah berapa kali aku katakan? aku tidak pernah tertarik padamu tapi kau tetap bersikeras memperlihatkan pada dunia kalau kita punya hubungan."
An berdecak, "itu sebabnya kan kau menyebarkan artikel itu, apa kau fikir aku tidak punya batas kesabaran?"
"apa karna wanita itu yang meminta Tuan melakukan hal itu padaku?" tanya Lidya dengan mata merah menyala.
An tersenyum miring, "kau masih bisa menyalahkan Orang lain."
"apa kesalahanku?? aku hanya mencintaimu dan ingin Tuan juga mencintaiku, siapa wanita itu ha? dia seperti alien yang tiba-tiba turun ke Bumi.. tidak ada yang mengenal wajahnya, mungkin saja dia Operasi Plastik." pekik Lidya yang memang iri dengan Carrina selain sangat cantik juga memenangkan hati An.
An terkekeh merendahkan Lidya, "Cinta? kau tidak mencintaiku, aku tidak suka wanita yang gemar tidur dengan banyak Pria." sindir An berterus terang tanpa ada yang di sensor.
Lidya menjerit histeris dan memaki siapa wanita yang masih murni? banyak Model yang tidak akan bisa terkenal jika tidak melakukan cara seperti itu bisa-bisanya Lidya menyalahkan An sebab Lidya rela menjadi jal*ng demi diperhatikan oleh An.
"aku tidak butuh pengorbanan mu itu." kata An dengan dingin.
Carrina muncul dibelakang An lalu memegang lengan An.
"An?" panggil Carrina.
__ADS_1
An menoleh ke Carrina, "kenapa kesini?" tanya An dengan serius.
"aku tidak mau wanita ini merusak reputasimu." jawab Carrina dengan serius pula.
An menoleh ke Orang-orang BlackMalv yang membiarkan Carrina mendekatinya, Carrina memeluk lengan An.
"aku tidak akan mundur An." kata Carrina seolah mengerti An tidak mau Carrina berada di tengah masalahnya itu.
An menghela nafas lalu menoleh tajam ke Lidya yang menjerit memaki Carrina.
"kau Operasi plastik kan? katakan pada semua Orang kalau kau Operasi..! mana ada wajah sepertimu didunia ini, tidak mungkin...!" teriak Lidya menggenggam erat pagar Gerbang sambil menatap sinis dan benci ke Carrina.
Carrina tersenyum, "apa kita sama? aku bahkan belum pernah dengar kata plastik yang kau sebutkan itu."
"jangan MUNAFIK...!" teriak Lidya.
"kau hanya Orang baru datang kemarin sudah berani merebut Calon suamiku." jerit Lidya.
An hendak bersuara tapi Ia kaget seketika melihat ke Carrina.
"siapa Calon suamimu?? An Calon suamiku..! kau yang mengada-ngada..! An sendiri yang mengatakan padaku kalau dia tidak punya hubungan apapun padamu." teriak Carrina seperti punya kepribadian ganda.
"Carrina.!" An memegang lengan Carrina yang menepis tangan An lalu melangkah ke arah Gerbang.
An memijit pelipisnya melihat Carrina seperti itu memang sangat pemberani tapi An takut Carrina terluka.
Ayunda dan yang lainnya pun menjatuhkan rahang selebar-lebarnya, Carrina begitu marah ketika Lidya berteriak mengatakan An itu calon suami Lidya.
Carrina membuka pintu Gerbang itu tanpa izin An lalu berhadapan langsung dengan Lidya yang begitu sinis padanya.
"coba kau lihat aku baik-baik apa ada plastik diwajahku ha?" tanya Carrina dengan muka memerah karna marah.
Lidya menarik rambut Carrina dan Carrina juga menarik rambut Lidya lebih kuat lagi sehingga Lidya yang menjerit bukan Carrina.
.
.
.
__ADS_1