Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
teman baik itu ada


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya dalam Kamar Alena,


"Saga?" gumam Alena mencoba mengingat-ngingat Pria yang namanya Saga.


Alena mondar-mandir disekitar Kamarnya mengingat-ngingat nama Saga yang Ia kenal.


"sepertinya tidak ada nama Saga, apa nama panjangnya ya?" gumam Alena.


Reyza Sagam Pratama, itulah nama asli Pria itu tapi Alena tidak membaca bagian Reyza nya hanya baca bagian Saga nya saja.


"apa nama depannya ya?" gumam Alena mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Pria yaitu Saga namun tidak ditemukan malah banyak sekali Pria bernama Saga itu.


"aku menyerah..!" gumam Alena menatap datar ke arah depan karna tidak menemukan wujud manusia yang Ia cari tapi menemukan nama Pria itu.


Alena tidak pernah bertemu dengan Pria itu lalu bagaimana cara Alena mengetahui rupa Pria itu? seorang Hacker seperti Pria itu tentu bisa mendapatkan data siapapun yang diinginkannya.


tiba-tiba Alena dapat panggilan telfon yang memintanya hadir di acara pertunangannya kebetulan teman-temannya tau kalau Alena ada di Negaranya Sean jadi sekalian saja Alena di undang.


"iya..? aku akan datang." jawab Alena.


gadis seumuran Alena sudah bertunangan dan ada sebagian yang menikahi Pria Kaya untuk menaikkan status sosial tapi Alena tidak punya pacar apalagi tunangan, Alena sangat cantik dan banyak yang mengincarnya tapi Alena yang kelihatan manja juga bisa mengeluarkan taringnya jika didekati Pria yang ingin status sosial darinya saja.


malam harinya, Alena dikawal oleh 3 Pria utusan Sean atas perintah Rovert yang tidak ingin Putri bungsunya dilepas diNegeri orang.


Alena mengenakan gaun army dan lengkap dengan set perhiasannya, Alena juga mempromosikan tas brand dari Pabrik Perusahaan tasnya yang bekerja sama dengan Tiffany juga baru saja Launching sekitar 2 minggu yang lalu.


"dimana dia?" gumam Alena celingukan.


Alena mencari teman yang mengundangnya tidak ditemukan dimanapun, "ada apa ini? kenapa firasatku berbeda?" gumam Alena celingukan.

__ADS_1


"gawaaat...! tunangan perempuan menghilang.!" teriak salah satu Pengawal yang bekerja menjaga Acara kepada rekannya yang lain.


Alena menoleh ke arah mereka berdua yang tidak menyapa Alena malah kocar-kacir mencari bantuan, Alena mengerutkan keningnya.


"huhh..? apa masalahnya?" gumam Alena menggerutu.


Alena tau Tunangan perempuan yang menjadi temannya ini seorang Playgirl sangat suka gonta-ganti pasangan dan sekarang bertunangan dengan Pria kewarganegaraan ini langsung diterima olehnya tapi sekarang perempuan itu seperti kena getah akibat suka mempermainkan hati Pria.


Alena mengedarkan pandangannya lalu meminta ketiga Pengawalnya untuk membantunya mencari temannya tapi mereka menolak karna tugas mereka hanya menjaga Alena, Alena tak lagi memerintah mereka langsung berjalan pergi menelusuri gedung acara karna Ia yakin Temannya diculik disekitar sini saja tidak mungkin bisa dibawa pergi dari tempat ini yang dijaga ketat.


Alena mencoba berpikir tempat yang paling aman lalu masuk ke Lift di ikuti oleh 3 Pengawal itu, Alena menekan lantai teratas setelah Keluar dari Lift naik tangga lagi ke bagian yang teratas.


"aah..! akhirnya aku temukan juga kalian..!" kata Alena menarik nafas panjang.


perempuan yang mengenakan pakaian serba putih itu diikat dengan mulut di sumpal kain, Alena yakin kalau Jimmy diancam akan diterjunkan dari lantai ini kebawah karna Ia sudah tau drama lelaki kalau sakit hati.


"No--Nona jangan ikut campur..!" teriak Pria yang sakit hati dengan perbuatan Jimmy.


Alena memperhatikan Pria itu, "Ega kan? aku tidak menyangka kau berubah, dulu kuliah kau sangat berbeda."


Jimmy menangis kelihatan ketakutan dengan Ega yang berani melakukan hal ini hanya karna dirinya pernah mempermainkan hati Ega, Jimmy memang jahat tapi Ia tidak mengira kalau Ega akan menaruh dendam padanya sampai menyusulnya ke Negara ini.


"apa kau semengerikan ini?" tanya Alena.


Ega menggeleng kepalanya, "tidak..! tapi wanita ini yang lebih mengerikan, dia pikir hanya dia saja wanita cantik didunia ini bisa begitu suka-suka nya mempermainkan hati kami."


"aku akan merusak wajahnya yang menjadi kebanggaannya itu." teriak Ega mengeluarkan sebuah botol air raksa dan melemparnya ke Jimmy.


Alena mengambil sebelah heelsnya lalu melemparnya ke arah botol itu dan jatuh seketika membuat Jimmy menjerit histeris.


"apa yang kalian buat?? cepat tangkap dia..!" teriak Alena ke Pengawalnya yang menganga seperti orang bodoh saja.


Ega yang syok pun tersadar lalu berlari ke arah Jimmy dan Alena sekali lagi melempar heelsnya jadi kaki Alena kali ini tidak mengenakan alas apapun.


Ega tersungkur lalu 3 Pengawal yang menjaga Alena baru bergerak menangkap Ega yang memberontak tidak terima.

__ADS_1


"kalian berdua bawa dia keluar..! kamu? disini saja." titah Alena.


Ega berteriak memaki Jimmy dan berjanji akan kembali untuk balas dendam.


Alena menoleh ke arah Jimmy lalu melepaskan ikatan Jimmy, "karmamu tiba kan? berapa kali kami teman 1 jurusanmu untuk tidak mempermainkan hati Pria."


Jimmy menangis memeluk Alena dengan erat dan berkali-kali meminta maaf juga berjanji tidak akan mempermainkan hati Pria lagi, Jimmy juga berterimakasih pada Alena.


selama ini Jimmy memang teman Alena tapi karna jarang keluar bersamaan jadi tidak bisa dibilang terlalu dekat, diam-diam banyak yang bilang Alena disebut kampungan karna tidak mau minum-minum, keluar ke Bar tapi tidak disangka oleh Jimmy sekarang Alena lah yang menolong Jimmy.


"sudah--sudah..? kenapa nangis sih?" Alena menepuk-nepuk pundak Jimmy.


Jimmy berterimakasih pada Alena lalu kembali ke acara Pertunangan walau sempat syok beberapa jam tapi acara pertunangan tetap dilanjutkan.


"bagaimana dengan heelsmu Alena? ukuran heels kita berbeda." tanya Jimmy dengan cemas kaki Alena.


"tidak masalah..!" jawab Alena.


Jimmy meminta maaf karna tau heels Alena pasti sangat mahal tapi jawaban Alena yang santai itu membuat Jimmy sadar kalau Alena sebenarnya bisa dijadikan teman yang baik hanya saja Alena tidak bisa diajak berteman ke arah negatif.


"aku akan carikan heels untukmu ya??" kata Jimmy dibalas gelengan oleh Alena.


"nanti saja..! kamu masih ada acara kan? jangan pedulikan kakiku, aku tidak semanja itu." jawab Alena serius.


Jimmy tak bisa berkata-kata lalu Ia dipanggil oleh temannya yang lain terpaksa Jimmy mendatangi temannya lalu Alena makan tanpa peduli kakinya kebetulan gaun Alena dalam jadi menutupi kakinya yang tidak memakai alas apapun.


Jimmy sesekali melihat Alena, "jika bukan karna Alena aku tidak tau bagaimana nasibku? Alena sebenarnya gadis yang baik hanya kami saja yang tidak baik untuknya, itu sebabnya Keluarga Alena melarang Alena berteman dengan kami." batin Jimmy merasa malu pada Alena.


selama ini Jimmy juga menebak Alena sok suci atau inilah, itulah tapi sekarang Jimmy sadar teman baik itu sangat dibutuhkan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2