
.
.
.
malam harinya,
Saga tiba di Mansion Maldev dan heran mengapa suasana Mansion sangat sepi di luar seolah-olah semua Orang sedang sibuk dengan suatu urusan.
"apa ada masalah?" gumam Saga seketika berpikir Alena dalam bahaya segera berlari memasuki Mansion Maldev.
"permisi?? apa ada bahaya?" teriak Saga menggema.
Saga celingukan mencari Keluarga Maldev di Ruang tamu tapi tidak ada siapapun, "dimana semua Orang? apa keluar?" gumam Saga garuk-garuk kepala.
beberapa Pelayan membawa banyak ayam segar yang telah dibersihkan dan Ikan mentah yang telah di bersihkan juga.
"heii?? tunggu...! kalian mau kemana?" tanya Saga menghalangi langkah Para Pelayan yang tidak sadar dengan kedatangan Saga saking fokusnya mereka bergosip.
"Tu--Tuan Muda? hmm?" gelagapan Para Pelayan.
"iya aku..! dimana semua Orang? ini untuk apa? kalian mau bakar-bakar dimana?" tanya Saga dengan serius.
"Keluarga Maldev sedang berkumpul dibelakang, Tuan Muda." jawab salah satu Pelayan dengan kepala tertunduk.
"apa ada acara?" tanya Saga.
"yang mulia Ratu Ana dan Nyonya Carrina telah tiba di Mansion ini, ja--jadi..?"
"aku mengerti..! kalian jalan duluan." potong Saga memberi Para Pelayan jalan dan Saga bilang akan mengikuti mereka semua ke Taman Belakang sebab Saga bisa menunjukkan bakatnya yang sangat mahir memasak.
Para Pelayan dengan kikuk melangkah duluan dan langkah mereka semua seperti robot yang sedang dikendalikan.
Saga melihat Keluarga Maldev sangat ramai di belakang Taman Maldev yang dibuat khusus tempat bersantai.
Saga melihat Alena tengah tertawa lepas bersama anak kecil yang Saga tebak adalah Keponakan kecil Alena. para wanita lainnya pada sibuk membuat bumbu sedangkan yang lelaki membuat api untuk bakar-bakar, sebenarnya bisa menggunakan kompor khusus tapi lebih lezat ada asapnya (maksudnya pake arang).
"permisi??" suara Saga sontak membuat perhatian mereka semua teralihkan.
Alena terbelalak melihat Saga ada di Mansionnya segera Ia berdiri dan melihat ke Xabara yang malah tersenyum kecil dengan kedatangan Saga.
An menaikkan sebelah alisnya dan Sean malah menautkan kedua alisnya.
"siapa dia An?" tanya Sean ke An berbisik.
__ADS_1
"calonnya Alena." jawab An dengan tenang.
Sean mengangguk-ngangguk, "tampan juga." gumam Sean mengakui kalau Saga dari hal penampilan bisa dimasukkan dalam kagetori Pria tampan.
"Saga kamu ngapain kesini?" tanya Alena dengan gigi merapat.
"hmmm? ak--aku bisa memasak." kata Saga dengan kikuk dan gugup ditatap intens oleh kedua Penguasa ternama itu yaitu An dan Sean.
"oh..? silahkan..!" sahut Carrina dan Ana serentak.
akhirnya Saga pun dijadikan Chef dadakan yang tidak dibayar, Ana sampai menarik paksa Alena dan mendorong adiknya itu ke arah Saga.
Saga yang berbalik beruntung cepat memeluk pinggang Alena hingga masuk ke Pelukan Saga, Alena menggerutu dalam hati karna sifat usil Ana tidak berubah sama sekali.
"gitu dong..! bantuin calon suamimu Alena..! kalian akan jadi pengantin dan kami yang akan sibuk jadi Babu kalian sekarang kalian harus jadi Babu kami." kata Ana dengan bangga.
Carrina terkikik, "cepat --cepat..! masak yang enak ya?"
Carrina biasanya pemalu kok bisa tumben ketularan jahilnya Ana.
"tidak apa-apa sayang?" tanya Saga serius dengan tangan berada di bahu Alena karna tidak bisa memegang pipi Alena nanti Pipi Alena hitam-hitam sebab tangan Saga kotor.
"Kakakku jahil." kata Alena merapikan rambutnya.
Alena mengangguk saja lalu membantu Saga memotong Ayam sesuai permintaan Saga dan direndam beberapa menit dengan bumbu khusus dibuat baru oleh Saga.
"kenapa direndam?" tanya Alena penasaran.
Saga tersenyum, "biar dagingnya empuk dan bumbunya meresap." jawab Saga.
Alena mengangguk-ngangguk sedangkan Saga senang sekali memasak ditemani oleh Alena, Keluarga Alena yang lain malah ada yang bermesraan, anak-anak dijaga oleh Ratu, juga beberapa Pengawal dan Pelayan.
setengah jam kemudian,
"makanan siap...!" teriak Alena dengan senang.
Keluarga Alena pun berhamburan mendekati Alena dan berebut makanan seperti takut tidak kebagian hingga Alena tidak kebagian makanan.
"kenapa kalian habiskan?" tanya Alena dengan kesal.
"masak lagi sana sama calon suamimu..! kita kan banyak beli ayam 30 ekor kan??." kata Ana dengan santainya tanpa merasa bersalah.
Alena memberengut manyun lalu putar badan melangkah dengan lemas ke arah Saga, Saga melihat pujaan hatinya begitu menggemaskan pun mengulum senyum.
"kenapa sayang?" tanya Saga.
__ADS_1
"aku lapar tapi mereka menghabiskan semua." jawab Alena.
Saga menahan tawanya, "aku buatkan untukmu yang besar sayang."
Alena sumringah seketika seperti anak kecil yang senang dibawa jajan, Saga tertegun sejenak lalu tertawa lebar mengusap gemas pipi Alena dengan punggung tangannya.
Alena duduk manis didepan Saga sambil memperhatikan Saga yang asik kipas-kipasin ayam panggangnya.
"kapan masaknya?" tanya Alena.
"sebentar lagi sayang..!" jawab Saga lalu mengusap pipinya hal itu membuat Alena terdiam sesaat.
"Hmmmfftt...??" Alena menahan tawanya melihat kearah samping.
"bersihkan dong!" pinta Saga dengan wajah seriusnya mengipasi ayam bakar dan Ikan bakarnya dengan kedua tangannya karna 2 tempat.
Alena bangkit menarik tisu didekatnya lalu berdiri dan mengelap pipi Saga yang menghitam sambil menahan tawanya sekuat tenaga, Saga menatap Alena yang begitu cantik saat tertawa model seperti itu.
"sudah.!" kata Alena dan bola matanya beralih ke mata Saga yang tengah menatap intens dirinya.
mereka berdua bertatapan cukup lama, Keluarga Alena tidak melihat pasangan itu karna sibuk dengan makanan masing-masing ditambah lagi masakan Saga sangat enak dan begitu lembut sehingga anak-anak mereka semakin lahap makan sebab tidak sulit di kunyah.
"sudah masak sayang..! makan disini?" tanya Saga tersenyum lebar.
pandangan Alena pun turun ke bawah berubah berbinar, Saga begitu telaten memanjakan Alena bak seorang Ratu.
"bagaimana?" tanya Saga penasaran penilaian Alena.
"hmmm?? enak banget." puji Alena dengan mata terpejam.
Saga mengambilkan 2 sendok nasi dan diletakkan di piring Alena malah diberikan saus khusus yang telah di panggang dengan Oven oleh Saga, Ovennya tepat di belakang Saga.
"apa ini? kenapa semakin enak?" tanya Alena berbinar.
"saus ini aku buat hanya untukmu..! habiskan saja sayang." bisik Saga.
Alena tersenyum lebar lalu makan dengan lahap, Saga kembali bakar-bakar karna masih banyak ayam dan ikan mentahnya kalau berlebih bisa untuk makan Pelayan dan Pengawal.
Saga makan sambil berdiri, Ia tidak terlihat kesulitan sama sekali hingga tingkah Saga itu tertangkap oleh An yang tersenyum tipis, Saga sibuk memasak dan makan sambil berdiri sementara Alena malah makan dengan lahap tanpa membantu Saga, An bisa melihat bagaimana sikap Saga memberi perhatian pada Alena yang masih sempat mengambilkan air minum untuk Alena juga menambah sesuatu ke Alena seperti saus atau cabe, An tidak tau apa itu tapi melihat Alena tersenyum seceria itu menandakan Alena sedang bahagia.
.
.
.
__ADS_1