
.
.
.
"apa yang kalian lihat? sana kembali berlatih..!" titah An.
segera saja bawahan An melarikan diri sehingga hanya An saja yang ada di Ruangan itu.
An menghela nafas lalu melangkahkan kaki ke Tempat pelatihan, disaat semua An sibuk mengawasi Pelatihan Orang-orangnya.
"minuman sudah datang!!?" teriak Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya.
"minuman?" teriak mereka semua heboh segera berlari ke arah Carrina.
An menaikkan sebelah alisnya melihat Carrina yang begitu akrab dengan para lelaki, Carrina begitu nyaman berbicara dengan mereka semua seperti keluarga.
"apa terjadi sesuatu saat aku tidak ada disini?" gumam An merasa heran.
An bisa melihat Carrina diperlakukan seperti adik bungsu, kepala Carrina di elus dan diacak gemas oleh Orang-orang BlackMalv sepertinya Carrina malah senang disayangi oleh mereka semua.
"ada makanan ringannya juga." kata Carrina dengan semangat berlari dari sana lalu kembali membawa banyak makanan ringan untuk menambah energi.
"ada apa Tuan?" tanya Egy berbisik disamping An.
Egy sejak tadi tidak latihan sebab lengannya terluka jadi hanya menonton saja rekan-rekannya berlatih serta memperhatikan An yang penasaran mengapa Carrina bisa akrab dengan Lelaki.
"sejak kapan?" tanya An.
"sejak Tuan Muda pergi, Carrina membuka hati pada kami dan dengan jujur mengatakan masalahnya yang punya Gangguan kecemasan malah dengan memelas meminta bantuan pada kami untuk menyembuhkan kecemasannya."
An diam mendengarkan cerita Egy.
"Carrina sangat jujur dan tingkah serta perhatiannya sangat tulus maka nya kami semua menyayanginya seperti adik bungsu kami Tuan." jawab Egy dengan serius.
"lalu Putri nya Ayunda?" tanya An.
Egy terkekeh, "itu seperti anak bagi kami semua Tuan, kami terlalu tua menjadi Abangnya Putri." jawab Egy.
An membenarkan perkataan Egy yang ada benarnya juga, Putrinya Ayunda berumur 5 tahun sedangkan umur Bawahan An sangat berbeda jauh dengan umur Anaknya Ayunda sehingga pantas dipanggil menjadi Ayah atau Om nya Putri saja.
Carrina membawa nampan berisi cemilan khusus untuk An dan minuman segar kepada An.
__ADS_1
"Tuan ini untuk Tuan." kata Carrina sambil tersenyum ke arah An.
"kenapa cemilanku berbeda?" tanya An sambil melangkah ke arah Carrina sehingga berhadapan dengan Carrina hanya Nampan yang Carrina bawa saja menjadi pembatas mereka berdua
Carrina berusaha untuk tetap bertindak normal, "Tuan? anda alergi kacang, cemilan mereka mengandung kacang jadi saya pesan khusus untuk Tuan tanpa ada kacang."
An tertegun mendengarnya, "kau tau aku Alergi kacang?"
Carrina tersenyum lebar, "saya mencatat apa saja yang boleh saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan serta apapun yang Tuan suka dan tidak disukai."
"catat?" beo An menaikkan sebelah alisnya.
Carrina meletakkan nampan nya lalu mengeluarkan catatan kecil di saku bajunya dan menunjukkannya ke An yang membuka buku catatan kecil Carrina yang sangat detail.
"sedetail ini? sejak kapan kau mencatatnya?" tanya An melihat semua tentang dirinya benar-benar lengkap dan catatan itu juga memang sesuai dengan An.
"sejak pertama kali menjadi Asisten Tuan, saya belajar banyak mendatangi mereka semua untuk menanyakan hal ini." cengir Carrina.
An mengangguk lalu menutup buku catatan kecil Carrina serta mengembalikannya ke Carrina, Carrina tersenyum manis menyimpan buku itu seketika Carrina mematung saat tangan An menekan kepala Carrina.
"kerja bagus!" kata An lalu mengusap kepala Carrina sambil tersenyum tipis.
Carrina mengangkat pandangannya dan bersitatap dengan mata An.
Carrina menggeleng kepalanya lalu tangan An pun turun berpindah mengambil minuman yang Carrina buatkan untuknya dan meneguknya, lagi-lagi Carrina melihat jakun An yang naik turun sedang minum sungguh seksi sekali.
glek..!
Carrina pun pamit pergi sedangkan An melirik sekilas saja dan mengeluarkan ponselnya sambil mencari tempat duduk untuk bersantai.
Carrina pergi ke Ruangannya dan masuk ke Kamar khususnya berlari menuju kamar mandi lalu bersandar di balik Pintu Kamar mandinya.
"huh..! huh..!" Carrina merosot lemah sampai terduduk di lantainya memegang dadanya sendiri sambil mengelusnya pelan.
"ak-aku sangat deg-deg an." gumam Carrina begitu jantungan ketika An yang menekan kepala dan mengelus kepalanya pelan.
Carrina tidak pernah keberatan kepalanya dielus oleh Orang-orang BlackMalv tapi ketika An yang melakukannya Carrina merasa tergelitik dan jantungnya tidak bisa berdetak dengan normal.
"perasaan ini sangat menyiksaku tapi rasanya menyenangkan." gumam Carrina sambil menekuk alisnya tapi bibirnya malah tersenyum lebar sebab hatinya terasa berbunga jika yang mengelus kepalanya adalah An.
Carrina menenangkan diri di Kamar Mandinya lalu melihat penampilannya didepan Westafel, Carrina melepas maskernya dan mencuci wajahnya.
"sebentar lagi Kecemasanku akan sembuh, Tuan Muda sudah melihat wajahku." gumam Carrina.
__ADS_1
seketika senyum Carrina semakin lebar, "dia sangat keren tidak memandangku seperti Pria lain." gumam Carrina menangkup kedua pipinya dengan gemas.
Carrina sangat cantik dan sudah muak di puji serta di tatap memuja oleh banyak Orang tapi hanya An satu-satunya Pria tidak memandangnya berlebihan, jika Pria lain mungkin sudah memeluknya atau langsung menjadikan Carrina kekasihnya.
"perasaanku..?" gumam Carrina lalu memekik kegirangan dan melompat-lompat dengan kepala terangkat ke atas, senyumnya yang begitu lebar sampai memperlihatkan gigi putihnya yang berjejer rapi.
"kerja bagus!" kata Carrina mengulangi pujian An sambil mengelus kepalanya sendiri dan Carrina tertawa cekikikan sendiri.
jika sudah jatuh Cinta langit-langit Kamar mandinya pun seperti berwarna merah muda bagi Carrina, mungkin itulah yang Carrina rasakan saat ini. Carrina menyukai, mengagumi serta mencintai An bukan karna An kaya raya atau super tampan saja tapi hati Carrina sudah terpaut dalam sejak pertemuan pertama mereka berdua.
.
malam harinya,
Carrina kaget mendengar Verdy Nase datang ke Perusahaan An dan sibuk berteriak memanggil Carrina.
"apa-apaan dia itu? dia benar-benar sudah gila." gumam Carrina dengan kesal melihat ke arah balkon Gedung Perusahaan An bukan di Ruangan Kerja nya.
Verdy berusaha untuk menerobos penjagaan Perusahaan bahkan perkelahian serta berdebatan mulut pun terjadi dibawah sana.
"ba-bagaimana ini? apa aku turun saja?" gumam Carrina merasa takut.
Carrina tiba-tiba melihat An ada di Gerbang, Ia pun seketika berlari memasuki Lift sambil membenarkan maskernya tersenyum lebar di balik maskernya.
"dimana ada Tuan An, disana ada Carrina." batin Carrina dengan riang serta begitu semangat memasuki Lift dan menekan pintu Lift sampai tertutup.
Carrina mulai berani dengan Perasaannya sendiri tidak peduli An menyukainya atau tidak yang penting Carrina suka mencuri kesempatan.
.
An menatap datar Verdy yang merengek meminta An mengizinkannya bertemu dengan Carrina.
"Tuan?" rengek Verdy.
"dia benar-benar gadis yang unik Tuan Muda An, aku mau bertemu dengannya ya? biarkan kami makan malam bersama ya?" bujuk Verdy.
An beralih ke Gigy yang menundukkan kepalanya malah meminta maaf pada An sebab Verdy memang gigih, Gigy tidak bisa mencegahnya.
.
.
.
__ADS_1