Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
anak asing


__ADS_3

.


.


.


"halo dek?? siapa namamu?" tanya Jimmy dengan ramah.


bocah kecil yang disapa adek oleh Jimmy itu mendengus, "aku bukan adek.! panggil namaku saja bukan adek."


"ehh? iya.. Oke--oke..! halo? siapa namamu?" ralat Jimmy tanpa berjongkok seolah tau kalau anak laki-laki ini sangat Arogan dan tidak terima disebut anak kecil atau disamakan dengan anak kecil lainnya.


"namaku Rayden Pratama." jawab Rayden dengan bangga.


Jimmy mengerjabkan matanya, "kenapa banyak sekali nama Pratama?" batin Jimmy terheran-heran dengan Orang yang memberi nama pada anak-anak begitu pasaran.


"oh..!" jawab Jimmy.


"Oh?? apa maksudnya? apa tante tidak tau kalau aku Rayden Putranya Keluarga Orang Terkaya nomor 6 di Indonesia ini?" tanya Rayden tidak terima ada Orang yang tidak mengenalinya.


"oh.! anak Orang kaya." jawab Jimmy lagi.


Rayden menekuk alisnya dengan kesal karna Jimmy tidak mengenalnya, "apa Tante tidak punya Internet?"


Jimmy terkekeh, "aku ini hanya kenal Keluarga Maldev sebagai Orang Terkaya Nomor 1 di Negara ini yang lainnya tidak penting." jawab Jimmy dengan gaya angkuhnya juga menantang Rayden.


Rayden bersidakap dada sambil membuang muka, "ya sudah."


"ini semua gara-gara Papa yang tidak becus bekerja, seharusnya meraih posisi pertama biar lebih dikenal banyak Orang lagi." gerutu Rayden dengan sebal.


Jimmy semakin menahan tawanya, "kalau Papamu sampai mendengar ini mungkin dia akan menguncimu di gudang belakang karna telah meremehkannya."


Rayden seketika menatap Jimmy tidak percaya, "ba-bagaimana tante bisa tau?"


Jimmy terkejut seolah-olah hal itu memang terjadi, "hanya menebak saja..! ya sudah Aku pergi dulu, jangan terlalu sombong ya? bahkan Keluarga Maldev saja sangat rendah hati." kata Jimmy mengusap kepala Rayden dengan gemas lalu pergi dari Rayden yang mengerjab-ngerjab.


"Mama??" gumam Rayden berkaca-kaca seketika.


Rayden ternyata tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu sebab sejak lahir dirinya sudah dirawat oleh Papanya saja, setiap kali Rayden menemui Ibu kandungnya selalu diabaikan karna sibuk dengan dunia aktingnya malah mengabaikan Rayden yang darah dagingnya sendiri.


Orangtua Rayden sudah bercerai sejak Rayden lahir ke dunia ini, Seorang artis memang tidak bisa punya anak jika ingin sukses sehingga Ibu kandung Rayden menutupi aib nya itu namun Papanya Rayden sangat menyayangi Rayden karna seorang Penguasa memang membutuhkan keturunan.

__ADS_1


Rayden tidak tau masa lalu Kedua Orangtuanya karna Papanya Rayden juga tidak pernah mengatakan pada Rayden asal usulnya ada di dunia ini.


"Mama?" gumam Rayden melangkah mengikuti Jimmy yang tidak tau di ikuti oleh Rayden.


Jimmy menikmati hidupnya setelah bercerai dari suaminya, Ia juga tidak pernah mau lagi berhubungan dengan Pria walaupun dulu Ia sering mempermainkan hati Pria.


"Alena sudah punya suami sekarang aku harus fokus dengan karirku lagi." senyum lebar Jimmy.


Bukkhh...!


Rayden terlalu serius mengikuti Jimmy sampai tidak sengaja menabrak anak seumurannya ternyata teman sekolahan Rayden. Jimmy mengedarkan pandangannya dan tiba-tiba Ia menoleh belakang mendengar keributan.


"heiii?? anak tidak punya Mama? kenapa kau jalan tidak pakai mata??" marah anak laki-laki yang ditabrak oleh Rayden.


"aku punya Mama." bentak Rayden.


"mana Mamamu? setiap ada acara sekolahan kau tidak pernah bawa Mama malah Papamu saja itupun jarang." ejek Anak lainnya.


Jimmy terkejut mendengar omongan kasar itu sebab saat Ia kecil juga sering dibuli tidak Punya Ayah padahal Jimmy punya Ayah hanya saja Ayahnya brengs*k terlalu sibuk main wanita.


"dasar anak zaman sekarang kenapa sama saja dengan anak zaman dahulu?" gerutu Jimmy sembari melangkah ke arah anak itu.


"anak kecil tau apa urusan Orang dewasa hah?" Jimmy berkacak pinggang.


anak-anak yang mengejek Rayden tadi terkejut melihat Jimmy sebab Orangtua mereka tadi sudah memperingati mereka untuk tidak menyinggung siapa saja Orang yang dekat dengan Keluarga Maldev, Jimmy sejak tadi begitu dekat dengan Alena sehingga banyak Orang yang mencari muka pada Jimmy terutama kalangan Ibu-ibu.


"apa kalian pikir Orangtua kalian sudah baik? kami sebagai Orangtua Rayden terlalu sibuk untuk mencari cara supaya dekat dengan Keluarga Maldev." kata Jimmy.


"Eh??" ketiga anak-anak itu pun melangkah mundur.


"kalian kenal aku kan?? aku adalah dewi Pelakor, jangan sampai Ayah kalian meninggalkan kalian, kalau aku merayu Ayah kalian pasti kalian bertiga ini tidak akan Punya Ayah lagi, aku akan menjadikan mereka Ayahnya Rayden mau kaliann??" bentak Jimmy.


"lariii.!!" ketiga anak-anak itu pun berlarian dari Jimmy.


"awas kalian macam-macam lagi pada anakku." teriak Jimmy sampai terbatuk-batuk.


"huh..! anak-anak zaman sekarang sangat menguji kesabaran." dumel Jimmy mengelus dada.


Jimmy menarik nafas dalam-dalam lalu berbalik ke arah Rayden, "sudah kan? kita impas..? ini sebagai balasan karna aku tidak sengaja menabrakmu tadi, sekarang kembali pada Papamu sana..!"


Jimmy pun langsung pergi tapi Ia melihat kebelakang Rayden mengikutinya, "jangan ikuti aku tapi cari Papamu." omel Jimmy.

__ADS_1


Rayden terus mengikuti Jimmy sampai bertemu dengan Nagita (Istrinya Barnes), Jimmy tersenyum kikuk menyapa wanita itu karna Keluarga Maldev sangat Jimmy hormati termasuk Nagita Istrinya Barnes yang anaknya Aya seperti adik kandung sendiri bagi Xabara.


"siapa dia Jimmy?" tanya Nagita yang kenal Jimmy lewat postingan Alena bersama Jimmy.


"hanya parasit Nyonya," jawab Jimmy dengan kesal ke Rayden yang tidak tersinggung malah pura-pura tidak dengar.


setelah berbicara dengan Nagita pun Jimmy pergi tapi Rayden masih mengekori Jimmy hingga kesabaran Jimmy mulai menipis.


"heii.. Bocah?? kenapa kamu mengikutiku hah? apa masalahmu? bukankah aku sudah menolongmu? kalau sampai Papamu mencarimu bagaimana? aku tidak mau dituduh menculikmu." marah-marah Jimmy.


Rayden bukannya takut malah tertawa seketika dan Jimmy memegang pipinya.


"kenapa malah tertawa?? kamu pikir aku ini badut sedang melawak hah?" geram Jimmy.


"aku lapar." kata Rayden seketika membuat Jimmy merasa pusing.


"cari makananmu sendiri ya? berapa umurmu hah? Pangeran Wales saja yang jauh lebih muda darimu makan sendiri, jangan sok jadi bayi ya?" omel Jimmy lalu melenggang pergi.


hap...!


Jimmy menghela nafas lalu memutar kepalanya ke Rayden yang menarik ujung lengan bajunya, "kenapa lagi?" tanya Jimmy benar-benar manusia paling sabar di muka bumi ini.


"lapar..?" kata Rayden menggoyang tangan Jimmy yang menganga lebar.


Jimmy melihat sekitar seolah mencari Ayah dari Bocah menyebalkan ini.


"Papa sedang berbicara dengan Kliennya." jawab Rayden seolah tau apa yang Jimmy cari.


Jimmy terpaksa melayani bocah sok manja itu, diam-diam Rayden merasa senang seolah takjub begini rasanya punya seorang Ibu.


"sudah kan?" tanya Jimmy dengan serius.


"hmm..!" jawab Rayden tersenyum lebar membuat Jimmy menahan tawa seketika.


Rayden terkejut ketika Jimmy mengambil tusuk gigi dan menghilangkan cabe yang nyangkut di gigi Rayden.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2