Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
alasan


__ADS_3

.


.


.


di tempat lain,


"siapa??" gumam Jimmy mengintip di lubang kamera didepan Apartemennya.


"siapa sih?" gumam Jimmy tidak menemukan siapapun.


Jimmy tidak mau membuka Pintu Apartemennya sembarangan sebab banyak sekali Pria yang pernah tidur dengan Jimmy menawarkan Uang yang tidak sedikit demi bermalam lagi dengan Jimmy, Jimmy yang benar-benar sudah bertaubat tidak mau lagi menerima berapapun bayarannya.


ting... tong...!


"haisshh...! berisik." Jimmy menutupi kedua telinganya.


Jimmy menoleh ke Ponselnya yang berdering segera Ia mengangkatnya.


"halo Tuan?" sapa Jimmy.


"kenapa belum datang?" tanya Viken ke Jimmy.


"maaf Tuan..! didepan Apartemen saya ada Orang, Saya takut Tuan..? sa--saya benar-benar sudah bertaubat." jawab Jimmy.


Viken terdiam.


"Papa?? Mama kenapaa??" teriak Rayden mendatangi Viken.


Viken sudah berulang kali mencoba meyakinkan Jimmy untuk menikah dengannya tapi Jimmy selalu menolak namun Ia tidak keberatan jika Rayden membutuhkan bantuan Jimmy kapanpun itu.


"tidak apa-apa nak..!"


"Jimmy? aku akan menjemputmu jangan keluar dari Apartemenmu sampai aku datang." kata Viken serius.


"tapi Tuan??" protes Jimmy.


Panggilan telah di tutup oleh Viken.


Jimmy berjongkok di lantai sambil menatap ke arah Pintu Apartemennya, "apa aku boleh bahagia? kenapa aku ingin berbuat baik ada saja masalahnya? aku takut keluar Apartemen." gumam Jimmy.


ternyata Jimmy pernah ingin pergi ke Kota demi melihat Alena yang baru melahirkan namun malam itu Jimmy bertemu salah satu Pria yang ingin bermalam dengannya, Jimmy nyaris saja diperk*s* beruntungnya ada Polisi yang berjaga di sekitar sehingga Jimmy terselamatkan.

__ADS_1


Jimmy tidak mau sahabat baiknya itu tau jadi berpura-pura mengatakan Ia sibuk padahal Jimmy mengambil cuti panjang sebab 2 bulan sebelum Alena lahiran Jimmy juga sudah bekerja lembur siang-malam demi mendapatkan Cuti panjang di hari Alena melahirkan.


"Alena, aku tidak mau kamu terbebani dengan masalahku..! hiks.. hiks..! hanya kamu yang aku punya tapi aku tidak mau kamu terlibat masalah kelamku sebelum kenal baik denganmu." isak tangis Jimmy terdengar memilukan.


Jimmy menangisi masa lalunya yang selalu membuatnya marah jika ada Pria yang merendahkannya apalagi membahas masalalunya, jika saja Jimmy sudah mengenal Alena sejak masa SMP mungkin Jimmy tidak akan terkena pergaulan bebas dan tidak direndahkan oleh Pria manapun.


hati Jimmy selalu dihujami jarum beracun yang membuatnya sesak jika ada Pria yang memanggilnya jal*ng, Jimmy ingin mengulang waktu dan merubah masa kelamnya itu.


.


Viken tiba di depan Apartemen Jimmy.


"apa yang kau lakukan disini?" tanya Viken dengan dingin.


"Oh..? Tuan Viken? kenapa kau bisa ada di Kota ini? apa karna jal*ng ini?" tanya Pria yang terobsesi ingin bermalam dengan Jimmy lagi.


Buugh... Bruukkhh... baggh...


"beraninya kau menyebut wanitaku Jal*ng..! kau bedeb*h brengs*k...! mulut kotormu seharusnya aku sumpal dengan besi panas." geram Viken.


Pria bernama Anton terkekeh mengusap sudut bibirnya yang berdarah, "dia sok suci padahal dia pelac*r...!"


Viken memukuli Anton sampai wajahnya penuh dengan darah dan tak sadarkan diri.


"Pria ini tidak pantas hidup." Viken menarik lengan Anton dan tanpa hati menjatuhkan Pria itu di balkon tangga darurat.


Viken juga mendatangi Ruang CCTV ternyata Penjaganya sedang tertidur pulas, Viken menghapus jejaknya lalu kembali ke Apartemen Jimmy.


Jimmy terlonjak kaget mendengar suara bel Apartemennya lalu Ia bersusah payah bangkit dan mengintip di kamera kecilnya betapa leganya Jimmy ternyata yang menekan bel adalah Viken.


Jimmy membuka pintu Apartemennya dan nyaris jatuh kelantai dengan cepat Viken merangkul pinggang Jimmy.


"ter--terimakasih Tuan..! Terimakasih atas pertolongan Tuan." ucap Jimmy dengan nada gemetar seperti masih takut dengan situasi tadi.


sejak dulu Anton memang selalu menyusahkan Jimmy.


"kenapa tidak lapor polisi?" tanya Viken memapah Jimmy ke Sofa dan duduk disana.


"mau bilang apa? saya dilec*hkan oleh Pria yang pernah tidur dengan saya? tidak perlu lapor polisi hanya membuat saya malu saja." kata Jimmy dengan serius.


"beritau Nona Alena bagaimana?" tanya Viken.


Jimmy spontan memegang tangan Viken dan memelas untuk tidak memberitau Alena karna Alena baru saja melahirkan, Jimmy tidak mau menyusahkan Alena yang telah banyak membantunya selama ini.

__ADS_1


"lalu sampai kapan kamu begini Jimmy?? aku memintamu untuk keluar dari masalalumu tapi kamu sendiri yang ingin terjebak masa lalu, sudah aku bilang tidak semua Pria brengs*k seperti suami pertamamu itu."


Jimmy menangis seketika membuat Viken kaget dan meminta maaf pada Jimmy dengan lembut menangkup pipi Jimmy.


"jujur aku sudah jatuh Cinta pada pandangan pertama padamu." kata Viken serius membuat Jimmy tersentak menatap Viken sambil sesegukan.


"ap--apa?" tanya Jimmy seakan tidak percaya.


Viken menceritakan semuanya dan diam-diam Ia senang mendapatkan per*w*n Jimmy pertama kalinya, Viken selalu sedih melihat Jimmy tidur dengan Pria lain sehingga Ia melampiaskannya pada Perempuan lain sampai hamil tapi bayarannya Viken membantu karir wanita itu sampai jadi Artis terkenal serta tidak mau mengakui Rayden adalah anak Artis itu.


Jimmy ternganga tidak percaya ada Pria yang tulus mencintainya selama ini.


"aku malu mengakui hal ini tapi percayalah aku sangat senang waktu kamu bercerai dengan suamimu, Aku semakin senang ketika Rayden memanggilmu Mama." kata Viken dengan serius.


"tidak bisakah kamu memberiku kepercayaan sekali saja? aku akan lupakan masalalumu dan bayarannya kamu hanya perlu menganggap Rayden seperti anakmu sendiri terlepas dari bagaimana dia bisa hadir diantara kita." sambung Viken lagi.


"Ke--Keluarga Tuan bagaimana?" tanya Jimmy.


"aku hanya punya nenek dan dia tidak akan mempermasalahkan wanita manapun yang aku bawa asalkan mau menerima Rayden sebagai anak sambungnya." jawab Viken.


Jimmy memejamkan matanya lalu Viken memeluk Jimmy dan mengatakan Jimmy sudah hebat bisa bertahan selama ini.


"Alena yang membuatku sekuat ini, Tuan." isak tangis Jimmy.


"iya..! Nona Alena memang sangat hebat, jangan panggil Aku Tuan ya? aku bukan Tuanmu." Viken.


Jimmy bertanya mengapa Viken tidak jatuh Cinta pada Alena saja, Viken mengatakan bahwa mengakui Cinta itu buta yang tidak pernah pandang bulu.


"aku hanya mengagumi Nona Alena saja, dia Wanita hebat tentu hanya Pria hebat yang pantas bersanding dengannya." jelas Viken.


"kamu juga hebat." puji Jimmy.


"aku hebat diatas ranjang saja." Viken tersenyum mengatakannya.


"kamu sengaja mengejekku ya?" tanya Jimmy dengan kesal memukul Viken yang terkekeh.


Jimmy pun ikut tersenyum menghapus air matanya, sepertinya Jimmy harus belajar membuka hati pada Viken, Viken sudah tau kekurangannya tapi masih mau menikahi perempuan sepertinya, Viken juga sudah Duda beranak 1 sehingga Jimmy tidak terlalu makan hati perkataan publik nanti, Jimmy hanya butuh kesiapan untuk menerima Viken.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2