
.
.
.
"kenapa?" tanya An menautkan kedua alisnya melihat gerakan Carrina berhenti.
"mau ke Toilet." cicit Carrina.
"biar aku temani..!" An mengusap kepala Carrina.
"aku bisa sendiri An." Carrina malu jika ditemani oleh An ke Toilet.
An membawa Carrina pergi tanpa mendengarkan ocehan Carrina yang tidak mau ditemani ke Toilet, sebenarnya Toilet di VVIP ada tapi sedang dipakai oleh salah satu Anggota BlackMalv dan sejak tadi belum terlihat batang hidungnya (buang air besar).
Carrina terpaksa menurut memegang tangan An yang menggenggam tangan Carrina keluar dari Ruangan VVIP menuju Toilet wanita, beberapa pasang mata yang mengenal An terpana melihat Carrina secara langsung jauh lebih cantik dari foto yang beredar tapi tidak berani memotret sebab sudah peraturan dari pihak Restaurant.
"disana Toiletnya..! kalau ada apa-apa teriak saja, aku akan datang." tunjuk An ke Toilet wanita sementara Ia juga memberitau kalau An menunggu dibalik tembok pembatas Pria dan Wanita.
Carrina mengangguk-ngangguk dan berlari memasuki Toilet itu segera mencari ruang untuk buang air kecil.
di dalam Toilet Carrina mendengar gosip-gosip para pengunjung Restaurant tentang Lidya juga ada di Restaurant ini dan An bersama kekasih Cantiknya pun sama.
"apa menurutmu Lidya juga akan melabrak Kekasihnya Tuan An??"
"aku tau banget sifat dan karakter Lidya, jika berteriak didepan umum saja dia tidak malu sudah jelas dia pasti akan mendatangi Kekasihnya Tuan An, mungkin akan mencari cara untuk menjauhkan Tuan An dengan Kekasihnya sekarang."
"atau jangan-jangan dia bekerja sama lagi dengan Flo, aku dengar Flo masih di Indonesia kan?"
"ya ampun...! aku tidak mengerti kisah Cinta Penguasa."
"aku memang tidak mengerti tapi jika aku menjadi laki-laki aku juga tidak akan mau jatuh cinta dengan Flo atau Lidya."
"kenapa? bukankah dia seksi dan cantik juga terkenal??"
"apa gunanya cantik, seksi juga terkenal kalau hatinya busuk juga punya banyak Daddy Sugar..! Tuan Muda kan Penguasa untuk apa dia mau memilih hidup sama perempuan bekas Pria lain, lebih baik mencari berlian didalam lumpur dari pada mencari batu biasa yang sudah banyak dipegang orang."
"jadi Flo punya banyak Daddy sugar juga?"
__ADS_1
"ya iyalah..! menurutmu jadi Model terkenal itu tidak butuh dukungan? hah..! zaman sekarang kalau tidak ada Orang belakang tidak akan bisa terkenal, sekalipun kamu banyak skandal seperti Lidya kalau banyak dukungan tidak akan jatuh."
mereka malah bergosip di sana sampai keluar dari Toilet sementara Carrina mendengarnya mengerjab-ngerjabkan matanya, pantas saja An tidak menyukai wanita seperti Lidya dan Flo.
"banyak Daddy Sugarnya?" gumam Carrina bergidik ngeri.
ketika umur 15 tahun Carrina pernah ditawarkan menjadi Baby Sugar seorang Pria yang umurnya sudah kepala 3 dan 4, syaratnya hanya melebarkan pah* saja maka semua kebutuhan Carrina akan dipenuhi, betapa beruntungnya Carrina selamat dari tawaran menjijikkan itu ketika Ayahnya Lancord mengambil Carrina dari kumpulan anak remaja yang mau jadi kaya mendadak.
Carrina mencuci tangannya di westafel lalu keluar dari Toilet sudah ada An yang menunggunya dengan gelisah.
"kenapa lama? katanya cuma buang air kecil." tanya An dengan serius.
Carrina tersenyum lebar, "aku mendengar gosip Orang tentang Lidya dan Flo, katanya Lidya ada disini juga."
An mengerutkan keningnya, "sudahlah..! jangan dibahas, ayo kembali!" ajak An.
Carrina menatap An serius sedang berjalan memegang tangannya, Carrina tidak menyangka kesederhanaannya, kesabaran Carrina membuat Carrina benar-benar telah tiba dihadapan An bahkan Pria yang Ia anggap rembulan itu telah menjadi kekasihnya.
bukan Carrina yang naik ke langit menggapai Rembulan tapi Rembulan itu sendiri yang jatuh ke Carrina membuatnya merasa sebagai perempuan yang sangat beruntung.
"kenapa memandangku seperti itu hmm?" tanya An menoleh ke Carrina sesekali.
"kamu bicara apa sih? aku ini manusia bukan rembulan." An mengusap kepala Carrina dan merangkul leher Carrina semakin dekat dengan pipinya.
Carrina tersenyum lebar memejamkan matanya diperlakukan seperti itu oleh An, Carrina selalu berdebar jika disentuh oleh An tapi sebenarnya Ia sangat menyukai sentuhan An.
mereka kembali ke Ruangan VVIP dan melanjutkan keseruan yang tertunda hingga waktu semakin tidak terasa sudah tengah malam, Ayunda dan Wel meminta izin pulang sebab Putri kecil Ayunda sudah ketiduran di Sofa.
An melihat Carrina menguap pun langsung mengajak Carrina pulang meninggalkan Anggota BlackMalv yang masih jomblo itu.
.
ke esokan harinya,
di Perusahaan BlackMalv, An melihat layar ponselnya ada Flo tengah mencoba masuk ke gedung Perusahaannya terlihat banyak Paparazi mengikuti Flo, An mengabaikan saja tamu tidak diundang itu.
"Tuann...?" teriak Flo terdengar oleh beberapa Anggota BlackMalv.
"sedang apa Nona kesini? ini tempat kerja bukan tempat berakting." teriak Rop.
__ADS_1
"siapa bilang aku mau berakting?? cepat bukakan pintu gerbang sialan ini..!" teriak Flo.
"maaf Nona..! pintu gerbang ini terhubung ke Ponsel Tuan, jika dia tidak mengizinkan anda masuk berarti dia tidak akan membukakan gerbang ini untuk anda, silahkan kembali..?" kata Rop lalu memilih pergi membiarkan Flo berteriak memanggilnya.
"Tuan...? hanya makan malam biasa saja Tuan..! apa wanita itu melarang anda menemui saya? jika dia tidak takut tersaingi kenapa harus melarang anda? seharusnya anda tidak bisa diperlakukan seperti itu." teriak Flo.
"sedang apa kau disini?" tanya Lidya tiba-tiba sudah ada dibelakang Flo.
Flo memutar kedua bola matanya dengan malas, "kenapa kau kesini??"
"aku bertanya kenapa kau disini? bukan untuk menanyakan aku balik." tanya Lidya dengan geram.
"aku tidak ada waktu meladenimu..!" kata Flo.
Lidya menarik rambut Flo yang memekik seketika, alhasil kedua Model itu saling berkelahi dengan adegan andalan mereka yaitu menjerit sambil main jambak-jambakan.
"sudah aku peringatkan bukan jangan macam-macam dengan Tuan An? kenapa kau tidak kembali saja ke Jerman?" teriak Lidya dengan marah.
"aku WNI tentu saja aku akan kembali..! lepaskan tangan sialanmu ini..!" teriak Flo.
"lepaskan juga tanganmu sialan..?"maki Lidya.
"tidak akan..!" jawab Flo.
"kalau begitu jangan harap aku mau melepaskan rambutmu kecuali sampai lepas dari kepalamu." teriak Lidya menarik rambut Flo lebih keras begitu juga Flo.
para pekerja dari tempat lain mulai berdatangan melihat pertengkaran Flo dengan Lidya yang menarik perhatian publik tetapi An tidak punya belas kasih sama sekali mengizinkan kedua wanita kasar itu masuk ke Area Perusahaannya sebab utamanya An tidak mau Carrina di sakiti oleh siapapun itu.
"sudah.. sudah...!" tiba-tiba Manager dari Flo dan Lidya muncul menerobos kerumunan, mereka baru saja datang setelah melihat berita di sosmed bahwa kedua Model itu sedang berkelahi didepan Gerbang Perusahaan An.
"hentikan Flo...!" pinta managernya Flo sambil memeluk pinggang Flo supaya menjauh dari Lidya.
"jangan jambak lagi rambut orang lain Lidya." bujuk managernya Lidya juga memeluk Lidya dari belakang memisahkan Flo dan Lidya yang berkelahi tidak melihat situasi.
.
.
.
__ADS_1