
.
.
.
"ma--maaf Tuan, sa--saya pikir ini adalah Toilet ja--jadi saya ingin masuk tapi malah melihat ada Orang karna takut saya memilih bersembunyi." cicit Wanita itu.
An tertawa mengejek, "kau fikir aku bisa dibodohi?"
"Tuan Muda?" sapa Nike dan terkejut ada Pekerja yang berani masuk ke Ruangan khusus.
"sedang apa kau disini?" tanya Nike.
"dia sepertinya menginginkan sesuatu hal yang buruk, laporkan dia ke Polisi dan ambil buktinya lewat CCTV." titah An sambil mengambil BlackCardnya dari Nike.
"baik Tuan." jawab Nike cepat lalu menghubungi petugas lainnya.
"tii--tidak...? aku tidak bersalah." teriak Wanita itu tidak terima.
Carrina diam saja melihat ketegasan An sebab Orang berbohong memang tidak dapat dipercaya, sudah tertangkap basah mau mencuri malah mengelak dan membodohi Orang lain untuk menutupi dirinya yang bersalah.
para penjaga Tiffany pun segera tiba menarik paksa Wanita itu keluar dan An mengulurkan tangannya ke Carrina yang segera berlari kecil menyambut tangan An, mereka berdua keluar terlebih dahulu dan Nike segera mengunci Ruangan Khusus itu.
An anak dari Pemilik Perusahaan Perhiasan itu jadi Nike tidak pernah berani mencurigai An pasti ingin yang terbaik menjaga Perusahaan Xabara supaya aman dan terkendali jadi sengaja pergi meninggalkan An bersama Carrina di Ruangan itu tanpa di duga ada yang berusaha memanfaatkan situasi Nike yang pergi dari An.
beberapa saat kemudian,
Polisi tiba membawa Wanita tadi ke Kantor Polisi sedangkan An mengumpulkan pekerja Tiffany untuk tidak berani menusuk dari belakang, mereka harus selalu ingat tentang kepercayaan Xabara memperkerjakan semua Pekerja itu walau ada yang setia dan ada yang berubah karna terpengaruh lingkungan sekitar namun mereka semua tidak mahir dalam menipu Orang.
"mengertii...!!" tegas An.
"mengerti Tuan Muda." jawab para Pekerja Tiffany dengan gugup bercampur takut dengan tindakan An.
mengatasi hal seperti tadi memang harus tegas dan tidak boleh memberi toleransi sedikitpun pada pelaku walau alasannya hanya masalah spele, bagi seorang Penguasa Maldev sebuah Kesetiaan dan Kepercayaan itu sangat tinggi harganya sehingga tidak bisa diukur dengan Nominal Uang, kalau pun tidak ada kerugian Orang itu akan dipecat dan tidak akan dipekerjakan oleh Orang Maldev lagi.
__ADS_1
"kalau begitu kembali bekerja..!" titah An mengibaskan tangannya.
Para Pekerja Tiffany pun segera membubarkan diri secara teratur sementara Carrina menatap An dengan berbinar.
"kenapa melihatku begitu? tidak takut?" tanya An.
Carrina menggeleng-geleng kuat, "kamu sangat keren An!" Carrina menunjukkan kedua ibu jari tangannya memuji An.
An mengulum senyum lalu mendekati Carrina yang juga mendekat ke An sambil melingkarkan tangannya di lengan An.
"kalung ini sangat pas di lehermu." puji An.
Carrina tersenyum cerah, "ini adalah kamu An."
An mengangguk-ngangguk saja sambil mengulum senyum lalu membawa Carrina keluar dari Ruangan rapat dadakan itu, Carrina yang jalan ber iringan dengan An sungguh terlihat serasi dan begitu mesra.
Carrina merasa ada yang memperhatikannya lalu melihat sekeliling ternyata ada Ina yang juga ada di Perusahaan Tiffany.
"tunggu An..!" pinta Carrina membuat An berhenti lalu melihat ke Carrina yang menatap ke arah Ina.
"ayo An..! aku ingin memberitaunya kalau rencananya itu tidak berguna sama sekali." ajak Carrina serius.
Carrina menarik lengan An membawa An melangkah menuju Ina, Carrina dengan cepat menampar Ina yang memekik memegang pipinya lalu menatap Carrina seolah dirinya hanya disalahpahami saja.
beberapa Orang melihat kejadian itu pun mulai berani merekam aksi Carrina pada Ina, sebab mereka yakin kalau Carrina tidak akan berani menampar Orang lain didepan An malah An terlihat cuek saja.
"sudah aku bilang jangan macam-macam kan? apa maumu sebenarnya? kau suka sekali mencari masalah denganku dari SD, apa kau fikir aku mau Pria yang kau utus itu? sudah aku bilang kalau aku bukan wanita bodoh yang mau melepas batu Berlian demi batu bekas darimu." sinis Carrina.
An diam mendengarkan.
"kau berusaha merebut Pria itu dariku sampai-sampai aku harus pergi dari Rumahku sendiri sekarang Aku mendapatkan Pria yang jauh lebih baik kau juga menginginkannya JUGA? sebenarnya apa masalah otakmu itu ha?? seharusnya kau mempertahankan dia dengan wajah sok baik mu ini, kau bertindak seolah aku yang kejam kan?" sambar Carrina lagi.
"kau ini Saudara yang tidak tau di untung, kau yang mengatakan pada semua Orang kalau aku ini hanya anak pembantu padahal kalian yang menumpang di Rumahku tapi kalian juga yang menganggapku benalu." marah Carrina menggebu-gebu seperti melampiaskan unek-uneknya.
"Carrina? apa maksudmu? bukankah kamu yang...?"
__ADS_1
"yang apa?? kau ingin bilang pada semua Orang disini aku seorang jal*ng kecil? jika aku memang seorang jal*ng bagaimana seorang Tuan Muda An mau menikahiku? wanita seseksi Flo dan Lidya tidak diterima oleh An menurutmu karna apa?? karna mereka itu seorang jal*ng." potong Carrina.
"sama sepertimu." sambung Carrina lagi.
"jangan meragukan karakterku, aku bisa mengalah kau ambil semuanya dari Rumah, Aset, Pria masalaluku tapi tidak sekarang, kau terlalu serakah menginginkan kebahagiaanku tapi kau sendiri tidak pernah puas dengan apa yang kau miliki."
Carrina melampiaskan semua amarahnya ke Ina yang tidak bisa sok baik lagi, semua yang mendengarnya berbisik-bisik mengatai Ina sangat tidak tau malu merebut Rumah serta Aset Keluarga Carrina bahkan merebut Pria dari masalalu Carrina, kini Carrina sudah bahagia pun mau ikut campur.
"sudah sayang..? kamu lagi hamil kan? jangan marah-marah lagi." ujar An seketika membuat semua yang mendengarnya membeku ditempat.
"ha--hamil?" beo Ina menatap Carrina tidak percaya.
"apalagi?? kau mau merebut anakku juga? kalau begitu kau buka saja KB mu itu biar mengandung anak Bapak-bapak yang sudah beristri itu." sindir Carrina begitu terang-terangan.
"sudah sayang..! ayo kita pergi.!" bujuk An merangkul bahu Carrina dan melangkah pergi.
Carrina menatap sinis Ina, Ia tidak akan menjaga imagenya didepan Ina sebab Ina yang berakting sok baik mengapa Carrina harus jujur? Carrina harus berakting sok jahat juga dong supaya impas.
"aku tidak menyangka dia seperti itu."
"jal*ng teriakin Orang jal*ng, apa dia tidak tau kalau Tuan An tidak bodoh?"
"benar apa yang Nona tadi katakan kalau wanita sekelas Flo dan Lidya saja ditolak karna seorang jal*ng padahal mereka hebat diatas ranj*ng."
"Tuan Muda pasti sudah hebat diatas ranj*ng jadi tidak perlu wanita yang hebat juga, bukankah lebih menarik kalau ada seorang Gadis yang tidak tau perihal Ranj*ng?"
"benar sekali..? pantaslah Tuan mencintai Nona tadi, Selain sangat Cantik juga pandai menjaga tubuhnya."
Ina yang mendengar semua Orang menjelekkannya juga membanding-bandingkannya dengan Carrina seketika menjerit histeris.
"tidaaakkkk....!"
.
.
__ADS_1
.