
.
.
.
Carrina tiba di Ruangannya dan bersandar di balik pintu sambil memegang dadanya serta mengelus-ngelusnya pelan.
"jantungku...! tenanglah...! kenapa seperti ini ha? apa tidak bisa normal sedikit? bekerja samalah denganku, aku tau kamu menyukai Tuan itu tapi jangan sampai ketahuan." Carrina merutuki serta mengomeli dirinya sendiri yang punya perasaan tersembunyi pada An.
Carrina melihat Ruangan Khususnya lalu berlari ke sana serta membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan yang baru sesekali Carrina bersenandung hatinya merasa berbunga-bunga akan keluar bersama An tetapi tidak tau tujuannya.
"tunggu...? kenapa aku memakai gaun?" gumam Carrina tidak suka dengan pemikirannya yang terlalu jauh berpikir kedepan itu padahal An pasti tidak berpikiran sama dengan Carrina.
Alhasil Carrina mengenakan baju biasa dan terbilang sopan yaitu Baju kaus hitam panjang lengan dan celana panjang, sepertinya An sangat tau baju keseharian yang cocok serta sangat nyaman dipakai oleh perempuan di rumah.
Carrina melihat wajahnya di pantulan cermin memang Ia sangat cantik tapi karna Kecemasan itu belum juga sembuh jadi Carrina tidak merasa bangga dengan kecantikannya itu malah selalu cemas jika ada yang melihat wajahnya.
Carrina memakai masker dan topi putih pemberian An saking suka nya akan pemberian An, Carrina tidak pernah menggantinya dengan yang lain walaupun sanggup beli yang baru.
.
di Ruangan Kerja An,
Perusahaan An memang persis seperti Asrama setiap Karyawan punya Kamarnya sendiri-sendiri bisa menginap dan bisa istirahat di Perusahaan itu sebab di zaman sekarang banyak perampok handal jadi Para Bodyguard An malah mengajukan permintaan ingin tinggal di Perusahaan, An tidak marah sebab Ia banyak uang tentu bisa memberi fasilitas terbaik untuk para pekerja nya.
An juga sudah berganti pakaian menjadi pakaian biasa lalu pergi ke Ruangan Carrina yang ternyata pas sekali baru keluar dari Ruangan nya, Ruangan mereka berhadapan.
"sudah siap?" tanya An.
"sudah Tuan Muda." jawab Carrina sambil tersenyum dibalik maskernya.
"kenapa bawa tas?" tanya An.
"oh..! sa-saya belum makan dan minum obat Tuan." jawab Carrina dengan malu.
An pun mengerti lalu berjalan duluan dan Carrina mengikuti An dengan kepala tertunduk, Carrina sibuk dengan pemikirannya sehingga Ia tidak sadar ketika An berhenti didepan Lift jadi topi dan kening Carrina membentur Punggung kokoh An.
"ahhh?" Carrina meringis mengelus keningnya yang pasti berjejak terkena garisan Topinya yang langsung terangkat ke atas tapi tidak lepas dari kepalanya.
__ADS_1
An menoleh ke Carrina yang melepas Topi putihnya lalu mengelus keningnya sendiri sambil mendumel pelan mengomeli dirinya sendiri, An bisa melihat rambut Carrina yang terlepas dibalik sanggulan topi itu benar-benar sangat indah lalu Ia kembali menatap lurus kedepan sambil tersenyum tipis.
ketika masuk Lift,
"jalan pakai mata." ujar An.
"ma-maaf Tuan Muda, ap-apa Punggung Tuan Muda terluka?" tanya Carrina.
"kepalamu saja yang dikhawatirkan, punggungku baik-baik saja." jawab An tenang membuat Carrina begitu malu sambil memegang kepalanya sendiri entah apa isi pikirannya.
Carrina kembali mengenakan topinya di dalam Lift itu sesekali Ia tampak kesulitan harus menggulung rambutnya ke balik Topi sedangkan An melirik saja kegiatan Carrina tanpa berniat ingin membantu.
.
di tempat Parkiran Mobil Perusahaan BlackMalv.
"ayo naik..!" ajak An.
Carrina berlari mengikuti An sampai Ia memegang pintu depan, "memangnya siapa aku? kenapa aku berani duduk didepan?" batin Carrina akhirnya berpindah ke belakang.
"kau fikir aku supirmu?" pertanyaan berat An membuat Carrina tertegun.
An menggeleng kepalanya pelan dengan tingkah Carrina itu lalu memasuki Mobilnya dan memasang seatbeltnya, An memanaskan Mobilnya yang sudah lama tidak terpakai itu karna saking banyaknya Mobil An jadi mana yang Ia suka saja dipakai olehnya.
Carrina melihat tangan An, Kaki An sampai Mobil melaju pun Carrina masih serius memperhatikan An seolah sedang mempelajari sesuatu ketika An melirik ke Carrina tentu saja seorang An malah mengulum senyum tipis, mata besar Carrina itu seperti sedang merekam gerakannya dalam mengendarai Mobil.
"benar-benar hebat..! begitu cara nya." batin Carrina manggut-manggut berniat nanti Ia akan meniru gerakan An.
lalu mata Carrina beralih ke setir Mobil yang dipegang oleh An, disaat Carrina serius memperhatikan tiba-tiba saja mata Carrina melihat urat-urat kekar tangan An segera Ia menggeleng kepalanya dan berpaling muka ke arah jalanan, wajah Carrina pasti merona saat ini.
"Carrina Oh Carrina..! kendalikan dirimu." batin Carrina merutuki jantung serta matanya yang suka mencuri pandang.
.
setelah makan malam dan minum obat Carrina, An membawa Carrina ke lapangan luas yang disewa olehnya khusus untuk berlatih belajar Mobil dengan di penuhi jalan khusus kendaraan juga banyak tikungannya dan Carrina mengedarkan pandangannya melihat tempat yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.
"pindah posisi !" pinta An.
Carrina tersentak menoleh ke An, "ha?"
__ADS_1
"pindah tempat..! kau duduk disini dan aku disana." jelas An dengan wajah datar.
Carrina melihat tempat duduknya lalu An keluar dari Mobilnya sementara Carrina tertegun sendiri melihat kursi bekas tempat duduk An akan di duduki olehnya.
"sadarlah Carrina..? dia pasti ingin mengajarimu ditempat ini, jangan salah paham dia baik pada semua Orang." batin Carrina mengutuk hatinya yang berdebar dengan kebaikan kecil An padahal An memang sangat baik pada semua bawahannya.
Carrina berpindah tempat tanpa harus keluar dari Mobil, An membuka sisi Pintu Mobil dekat Carrina tadi ternyata Carrina sudah berada disebrang hal itu membuat An tersenyum tipis dan langsung masuk ke Mobilnya.
Carrina merasa hangat duduk tempat An tadi, Ia berusaha untuk tetap berpikir jernih serta menekan perasaannya itu jangan salah paham dengan bentuk perhatian An kepadanya.
"mulai lah..! tempat ini aman." titah An memakai seatbeltnya.
Carrina pun duduk tegak tanpa bersandar lalu menjalankan Mobilnya sambil memegang setirnya dengan kedua tangannya, An melihat Carrina yang memeluk erat setir Mobil dan begitu dekat dengan kaca Mobil seperti melihat jalan itu benar-benar terbilang lucu.
"setir Mobilnya tidak akan lari." kata An.
"Eh?" Carrina jadi malu sendiri lalu sedikit mundur.
awalnya Carrina tegang diajari oleh An tapi An memang Pria yang sabar juga punya temperamen bagus walau wajahnya datar tanpa ekspresi itu sehingga Carrina bisa mengendarai Mobil dalam waktu 3 jam dengan sangat lancar.
kini jam telah menunjukkan pukul 00.39 WIB dan Carrina memekik kegirangan telah lihai di jalanan yang menjadi khusus tempat pelatihan para pelajar pengendara Mobil.
Carrina menoleh ke An yang tersenyum tipis kepadanya, "Tuan? ma-maaf sa-saya sangat senang." cicit Carrina yang malu An pasti terganggu dengan pekikan senangnya.
"ayo kita kembali..!" pinta An.
Carrina hendak melepas seatbeltnya tapi An menahan tangan Carrina yang berdebar dengan sentuhan kulit diantara mereka, mata Carrina bertemu dengan mata An.
"kau yang menyetir." ujar An.
Carrina gelagapan, "ta-tapi saya takut Tuan."
"aku mengantuk, kau saja yang bawa." jawab An.
Carrina pun menurutinya, kasihan sekali Sosok Pria yang Ia kagumi itu mengantuk karna mengajarinya jadi Carrina bertekat akan berkendara dengan aman sampai tujuan.
.
.
__ADS_1
.