
.
.
.
"dasar bodoh...!" maki Alena.
"cepat singkirkan Mobilmu...! atau akan aku tuntut ganti Rugi ke Perusahaanmu biar di pecat sekalian." teriak Alena.
"ba--baik Nona." jawab Pria itu dengan ketakutan.
Alena menatap Istri dari Pria itu, "jadi wanita harus tegar buktikan kalau dia ini hanya sampah..! kenapa kamu harus mempermalukan dirimu hanya untuk mendapatkan Pria sampah yang mudah tergoda dengan Rayuan Jal*ng..!"
"yakinlah dalam waktu 1 minggu lagi dia akan mengejarmu jika kamu bisa mengendalikan amarahmu ini." kata Alena lalu memilih pergi.
wanita yang disebut jal*ng oleh Alena mengepalkan tangannya juga Ia ditatap rendah orang-orang yang melihatnya sementara Pria itu sudah pergi memindahkan Mobilnya ke tempat yang lain supaya tidak menghalangi jalan.
"te--terimakasih Nona." ucap Wanita itu dengan haru ke Alena.
Alena melanjutkan kepentingannya sambil melihat jam tangannya, "haiishh...! aku terlambat." gumam Alena berdecak sambil berlari kecil ke arah Mobilnya.
Ajaibnya Mobil-mobil yang berada didepan Alena pun menepi seolah sengaja memberi jalan pada Alena yang sudah mengatasi masalah suami-istri yang bertengkar itu.
Alena biasa saja langsung mengendarai Mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi, Ia menggerutu sepanjang jalan karna telah terlambat.
setibanya di Restaurant, Alena berlari dengan tergesa-gesa sampai beberapa kali harus tergelincir oleh heelsnya sendiri tapi tidak terkilir.
"mampus aku kalau Klien ini marah." gumam Alena sambil membenari penampilannya ketika berada di depan Ruangan yang menjadi tempat janjian mereka.
ceklek...?
Alena memasuki Ruangan itu dengan senyuman ramah karna yang menjadi Klientnya sekarang ini adalah teman Online Alena yang banyak membantunya mendesain berbagai model sepatu dan Tas yang sangat modis seperti seorang Desaigner ternama.
"maaf aku membuatmu menunggu." ucap Alena ke arah bangku yang membelakanginya.
Bangku itu pun berputar dan mata Alena membelalak melihat Klient yang berhasil membuat Alena cemas akan marah.
"K--Kau??" Alena menuding Saga dengan syok.
Saga menyunggingkan senyum tampannya, "aku kembali Alena..!"
Alena melototkan matanya tidak percaya, "ja--jadi kau teman Onlineku selama ini?"
Saga mengangguk, "aku sangat tau modis karna aku tinggal cukup lama di luar Negeri dan mudah bagiku memasukkan tema budaya Timur dalam pemikiranku." jawab Saga yang tau Alena heran mengapa Saga bisa tau hal modis serta membimbing Alena selama bertahun-tahun.
Alena berubah kesal, "kenapa kau tidak bilang? kalau aku tau maka aku tidak akan kejar-kejaran seperti tadi." bentak Alena sambil melangkah ke arah Meja Saga dan meneguk jus buah yang diletakkan untuknya.
__ADS_1
Saga seperti sudah tau buah kesukaan Alena.
Saga mengulum senyum, "maaf Alena..? aku ingin memberimu kejutan."
Alena mendengus, "kejutan? ckk..! membuatku kesal saja."
Saga berdiri lalu memutari meja dan melihat kaki Alena yang ternyata masih terpasang gelang kaki pemberian Saga 4 tahun yang lalu.
"aku merasa terhormat kamu mau memakai pemberianku selama ini." kata Saga dengan senyum tipisnya yang tampan.
Alena melirik pergelangan kakinya, "ohh..! kau selalu membantuku mengatasi kekacauan yang aku buat jadi mengenakan gelangmu hanya penghargaan kecil tidak usah baper."
Saga terkekeh, "ya..! kamu benar..!" kata Saga lalu kembali duduk di kursinya.
"mau pesan apa?" tanya Saga.
Alena merebut menu makanan yang dipegang oleh Saga, Alena tidak ada sopan-santunnya sama sekali tapi Saga tidak marah malah menyanggah dagunya memandang lekat Alena yang semakin mempesona.
"aku sudah kaya Alena." kata Saga.
Alena melirik Saga sekilas, "apa peduliku?"
Saga tersenyum, "sekarang aku akan mengejarmu."
Alena mengerutkan keningnya, "kalau merasa berhutang budi padaku itu tidak perlu Saga..! aku tidak menginginkan balasan apapun darimu."
Alena yang melihat buku menu pun perlahan beralih menatap Saga, "hmm?"
"aku menyukaimu sejak itu dan sampai sekarang aku berjuang hanya untuk memantaskan diri bersanding denganmu." kata Saga serius.
Alena mengerjabkan matanya, "tidak semudah itu."
"aku tau." jawab Saga menyunggingkan senyumnya lalu meminta Alena untuk pesan makanan saja.
sambil menunggu pesanan datang Alena menanyakan jurusan Saga bagaimana bisa tau perihal fashion padahal Saga jurusan IT.
Alena kehabisan kata-kata ketika Saga mengatakan semua itu dipelajari demi Alena yang sedang buka usaha dibidang itu.
.
"bagaimana keseharianmu Alena?" tanya Saga.
"sibuk." jawab Alena.
"lalu setelah ini apa kegiatanmu?" tanya Saga sekali lagi.
Alena tampak berpikir, "kalau tidak ada halangan lagi aku akan langsung temui keponakan kecilku yang baru saja sekolah." jawab Alena santai.
__ADS_1
Saga mengangguk, "waktu berlalu begitu cepat tapi aku berada disana waktu terasa begitu lama Alena."
Alena melirik Saga sekilas lalu fokus dengan ponselnya menunggu pesanannya tiba.
Alena beruntung Klientnya adalah Saga sehingga Ia tidak merasa bersalah dengan keterlambatannya, jika Orang lain mungkin kasusnya sudah berbeda.
Saga dan Alena membicarakan Kontrak dengan keuntungan yang sangat besar itu tentu Alena mau menandatangani Kontrak kerja karna ini pertama kalinya Alena dapat Klient dengan jaminan Kontrak mencapai ratusan Milyar.
"deal!!" Alena dan Saga berjabat tangan sebagai pertanda mereka sudah sepakat.
Saga menarik tangan Alena lalu mengecup punggung tangan Alena yang menatap datar Saga, memang Ia sudah biasa tangannya dikecup seperti itu karna ditahun ini aturan baru telah muncul yaitu sebuah kecupan tangan adalah tanda menghormati perempuan.
tidak banyak perempuan yang tangannya dikecup oleh lelaki hanya perempuan dari kalangan atas yang sulit untuk didapatkan termasuk Alena yang belum pernah terkena skandal pacaran oleh netizen.
"sudah kan? aku harus kembali..!" tanya Alena serius.
Saga mengangguk, "kembalilah..! aku akan menemuimu beberapa hari lagi di acara undangan pengusaha muda."
Alena tidak mengatakan apa-apa langsung pergi dari sana meninggalkan Saga yang terkekeh pelan.
.
Alena datang ke Rumah Carrina dan An.
"Halo Keponakan Auntyy?" pekik Alena membawa banyak makanan enak untuk 4 Keponakan lucunya itu.
"Utyyy...!" teriak 4 bocah menggemaskan ke arah Alena yang tertawa lepas.
Alena menciumi wajah Sysy, Ketty, Kanze dan terakhir memeluk Kenan.
"ambil makanan kalian ya? jangan rebutan.!" pinta Alena.
"iya uty.. acihh.." ucap ketiga bocah menggemaskan ke Alena yang tersenyum manis.
Alena mengelus pipi Kenan, "bagaimana sekolahmu sayang?" tanya Alena sambil menuntun Kenan duduk disampingnya.
"senang Utty..!" jawab Kenan dengan senang.
Anak-anak Carrina memanggil Alena dengan sebutan Uty padahal mereka tidak bisa menyebut Aunty, Kenan yang sudah bisa malah mengira dirinya salah jadi ikutan memanggil Uty.
"Aunty beli Mobil khusus untukmu loh..!" gemas Alena.
Kenan sangat senang menunggu Kado yang Alena maksud ternyata sebuah Mobil Lamborgini kecil untuk Kenan bawa ke Sekolahan nanti, Kenan sangat senang lalu memeluk Alena sambil melompat-lompat di pelukan alena juga mengucapkan terimakasih.
.
.
__ADS_1
.