
.
.
.
"apapun alasanmu kamu tetap berjasa bisa membuat anak nakal itu mau diobati, dia sangat sulit di obati kalau hanya luka kecil tapi Tante salut sama kamu yang bisa membuatnya mau diobati." kata Xabara dengan senyuman.
Carrina merasa malu dipuji oleh Xabara, "pantas saja Tuan Muda sangat baik, adik-adiknya juga baik ternyata Ibu nya sangatlah baik." batin Carrina merasa takjub pada Xabara.
"kenapa?" tanya Xabara.
"Ehh? tidak Tante, maaf Tan..! sa-saya hanya tidak tanda dengan wajah Tante, di foto yang ada dimeja Tuan Muda sangat berbeda dengan aslinya." cengir Carrina malu-malu.
Xabara tersenyum mendengarnya, "kalau begitu kamu makan bersama kami ya?"
"ha?" Carrina menganga tidak mengerti.
Xabara menarik Carrina menuju Ruangan An dan menuju meja makannya, An hanya memasang tampang datarnya duduk disamping Carrina sementara Ana dan Alena mengoceh dengan Carrina sesekali Carrina menyahut seolah mereka sudah akrab saja.
An menaikkan sebelah alisnya, Ia heran kenapa Carrina sepertinya sudah akrab dengan adik serta kembarannya itu sebab belum lama juga mereka bertemu.
ketika makan,
"lepaskan saja maskernya Kak..! Mommy sangat cantik kan? tidak perlu takut pada Mommyku." pinta Alena.
Carrina melihat Xabara yang tersenyum manis, memang wajah Xabara tidak ada seram-seramnya sama sekali mungkin Carrina akan pingsan jika tau sosok dewi itu ternyata seorang Ratu Higanbana yang mematikan sampai detik ini masih melegenda sosok Ratu Higanbana itu.
"mungkin Carrina masih malu sama An." tebak Ana.
An diam saja tanpa berniat ikut campur pembicaraan perempuan itu.
Carrina pun melepaskan masker nya dan hal itu membuat Ana dan Alena kaget, Xabara bisa melihat wajah Carrina memang sangat imut dan bisa dikategorikan sebagai Gadis yang sangat cantik.
"abang sudah tau wajah Kak Carrina?" tanya Alena penasaran.
An melirik ke Carrina sejenak lalu kembali fokus dengan makanannya.
"makan saja..!" kata Xabara sambil mengambilkan Carrina nasi serta sayur-mayur.
Carrina mematung melihat apa yang Xabara lakukan, Ia tiba-tiba menahan tangis ketika piring yang sudah lengkap dengan lauk-pauk itu sudah berada di tangannya.
__ADS_1
"kenapa kak?" tanya Alena.
"apa kamu tidak suka sayur?" tanya Ana.
"ada apa Carrina? apa kamu tidak suka salah satu lauknya?" tanya Xabara.
Carrina menggeleng kepalanya lalu memasukkan makanan ke mulutnya, Carrina kembali menahan tangisnya sungguh Carrina ingin masuk ke dalam lautan lalu menangis didalam sana serta berteriak bahwa Ia kangen pada Ibu kandungnya.
Xabara melihat ke arah An yang ditatap oleh Keluarganya menghela nafas.
"dia tidak punya siapapun, mungkin terharu dengan tindakan Mommy." jawab An tenang.
Xabara dan yang lainnya pun langsung paham lalu mereka semakin memanjakan Carrina yang tidak bisa menahan tangisnya langsung menangis seperti anak kecil.
Carrina memang gadis yang tegar serta penurut tapi Ia tetap seorang Gadis yang kekurangan kasih sayang kedua Orangtua sejak umur 7 tahun dirawat oleh neneknya, masalah hidupnya membuat Carrina semakin dewasa tapi jika kasih sayang Keluarga Carrina tidak bisa menutupi dirinya yang memang rindu dengan Keluarganya itu.
"Ehh?Ehh?ehh?" Alena gelagapan.
"Carrina kenapa menangis sih?" tanya Ana.
Xabara diam melihat Carrina yang menangis seperti itu pantas saja An luluh mau diobati oleh Carrina, siapapun yang melihat Carrina menangis pasti ingin memeluknya seolah ada Perasaan iba dalam diri mereka jika melihat seorang Carrina menangis.
An menepuk-nepuk kepala Carrina yang menangis serta mengelusnya lembut dan itu terlihat oleh Keluarganya malah senang dengan perhatian kecil An.
"bu-bukan begitu Tuan..? mata saya kelilipan." kata Carrina sambil menghapus air matanya.
"hmm..!" jawab An tidak mengejek Carrina yang memang menangis karna rindu Ibu kandungnya itu.
Carrina jadi malu bertatapan dengan Xabara serta saudara An.
"sa-saya pergi saja Tante." izin Carrina.
"tidak baik makanan tidak dihabiskan Carrina." perkataan Xabara membuat Carrina tidak berani bangkit dari duduknya.
.
.
kini Carrina duduk diam di Kursi kerjanya, Ia memegang kepalanya tadi yang di elus oleh An.
"haishh..? apa itu penting? kamu selalu bertindak memalukan Carrina." rutuk Carrina.
__ADS_1
Carrina merasa malu dengan apa yang Ia lakukan selalu saja menangis hanya karna masalah kecil tapi jika ada bahaya dengan An maka Carrina lah yang maju paling depan, Carrina seperti punya kepribadian ganda saja.
Carrina bisa menghadapi masalah besar tapi jika menyangkut perasaan pasti Ia akan menangis maka nya siapapun yang melihat Carrina menangis akan ikut sedih dan Iba padanya, padahal Carrina tidak punya niat mencari perhatian Orang lain.
.
"halooo?" sapa Verdy Nase ke Carrina yang melebarkan matanya melihat Verdy.
Carrina segera melangkah mundur tapi Verdy terus saja melangkah maju sambil memandang bola mata indah Carrina yang mengenakan masker, Carrina akhirnya memberanikan diri berpindah tempat ke An lalu bersembunyi dibelakang An sambil meremas ujung jas Kerja An.
"kenapa bersembunyi Carrina?" tanya Verdy hendak melihat Carrina yang bersembunyi dibelakang An tapi didorong oleh An.
"Kontrak selesai kan? silahkan pergi..!" usir An tanpa hati.
"apa begini perlakuanmu padaku Tuan An? aku ini Klientmu kan? izinkan Asistenmu itu membuatkan minuman untukku." pinta Verdy dengan senyuman.
semua Orang-orang blackMalv langsung paham kalau Verdy menyukai sibungsu BlackMalv (Carrina seperti Adik Bungsu BlackMalv selalu membuat mereka ingin menjaga Carrina).
"kau tidak lihat dia takut padamu? berhenti mengganggunya di jam kerja kami." usir An.
"memangnya apa yang aku lakukan? aku hanya melihatnya saja." bela Verdy.
Gigy (Asisten Verdy) segera menarik Verdy pergi, Verdy tidak mau pergi dari sana terus saja memanggil Carrina dan meminta Carrina mau makan malam dengannya diluar jam kerja.
An berdecak sambil menggeleng kepalanya lalu melirik Carrina yang masih bersembunyi dibelakangnya, "sudah kan?"
"te-terimakasih Tuan." ucap Carrina segera melarikan diri dari sana tanpa berani menoleh ke arah Verdy yang memanggil-manggilnya.
Verdy berhasil lepas dari Gigy dan sudah tiba saja didekat An, "dimana Carrina?" tanya Verdy celingukan.
"lari? apa wajahku semenyeramkan itu? kenapa dia takut padaku yang sebaik ini tapi tidak takut padamu yang semenyeramkan ini?" tanya Verdy menunjuk wajah An dengan heran.
An memang sangat tampan tapi kebanyakan wanita takut pada An kecuali yang serakah saja berbeda dengan Verdy tidak ada seramnya sama sekali sehingga banyak wanita yang mau dekat dengannya.
"pergi..!" usir An dengan wajah dingin.
Verdy mendengus terpaksa Ia pergi sambil celingukan mencari Carrina yang tidak ada di tempat itu lagi, Ia malah tertawa gemas karna Carrina yang memang gadis yang unik suka melarikan diri disaat semua wanita antri padanya malah Carrina yang lari darinya.
.
.
__ADS_1
.