
.
.
.
"kenapa mereka mendatangi Kita An? apa tujuannya?" tanya Carrina.
An menatap dingin ketiga Pria yang sudah terkapar tidak sadarkan diri itu.
"biarkan saja Sayang..! lebih baik kita pergi ke tempat yang lain." ajak An.
Carrina menganggukkan kepalanya menurut apa saja yang An perintahkan padanya.
.
malam-malam,
Carrina dan An pergi ke Pasar Malam Modern di Korea, Carrina mengenakan pakaian khas Hanbook dan menyewa fotografer untuknya berdua dengan An.
Carrina meminta Fotonya dicetak banyak-banyak dan akan dimasukkan ke sebuah Album Foto hingga An menggeleng gemas kepalanya.
"apa kamu suka koleksi Album Foto Carrin? 2 yang sebelumnya?" tanya An dengan gemas.
"aku ingin melihat yang baru." jawab Carrina nyengir.
An mengusap kepala Carrina dengan senyum tampannya, Carrina dan An berfoto layaknya seorang Pangeran juga Putri serta berganti pakaian seperti Raja dan Ratu versi Korea sungguh menawan sekali keduanya melebihi Aktor, Artis sungguhan dalam drama Kerajaan Korea belum lagi wajah Carrina yang sangat imut serta tidak nyata.
Carrina mengelap keringat An yang terkekeh,
"aku tidak berkeringat Carrin." ujar An dibalas senyuman manis oleh Carrina yang mengusap-ngusap rahang An.
mereka bertatapan sangat mesra hingga saling tersenyum sehingga Fotografernya menyukai cara memandang pasangan suami-istri itu (dilihat dari Cincin Pernikahan) pun memotret An dan Carrina berkali-kali.
An dan Carrina menoleh ke Fotografer yang izin meminta 2 Foto pasangan itu untuk diposting, An boleh-boleh saja tapi Carrina belum tentu bisa sehingga An bertanya pada Carrina yang malah setuju tanpa berpikir apapun.
"dia bilang apa An?" tanya Carrina ke An.
An tersenyum, "dia bilang kita sangat serasi sampai dia ingin semua Foto kita untuk diposting ke media sosialnya."
Carrina tersenyum manis lalu memberi bonus Fotografer itu dengan memberi 10 Foto mereka berdua, An terkekeh dengan keceriaan Carrina yang tidak cemas apapun lagi.
__ADS_1
"apa kamu tidak cemas dilihat banyak Orang Carrin?" tanya An serius namun lembut.
"tidak An..! aku tidak cemas lagi, aku malah senang kalau hubungan kita diketahui banyak orang." cicit Carrina malu-malu.
An melingkarkan lengannya di leher Carrina dan merapatkan pipi mereka berdua dengan gemas, Carrina tertawa lebar dengan wajah meronanya itu yang sangat menawan.
"An?? aku tidak pernah sebahagia ini, aku sangat mencintaimu An..!?" batin Carrina dengan tawa lebarnya yang begitu cantik hingga beberapa kali di potret oleh Fotografer yang sangat suka cara Carrina memandang Suaminya itu.
An dan Carrina duduk di Restaurant mewah sembari melihat pemandangan Kota sambil menunggu hasil cetakan foto yang Carrina pesan.
"aku rasa memori kamera Om tadi sudah penuh." ujar Carrina.
An terkekeh, "siapa suruh dia memotret kita waktu belum siap."
Carrina terkikik, "aku mencintaimu An." ungkap Carrina tiba-tiba.
An yang sedang melihat makanannya sekaligus mengiris-ngiris daging (halal) menatap ke arah Carrina yang tersenyum malu-malu.
An langsung mengulum senyumnya, "aku juga mencintaimu Carrin-Ku sayang."
Carrina memekik gemas bercampur malu menutupi wajahnya yang pasti sangat merah.
"kenapa malu hmm?" tanya An tertawa lebar.
An memegang tangan Carrina dan mengecup punggung tangan Carrina dengan mesra, "aku merasa terhormat menjadi Raja dalam hatimu bahkan ada Pria yang mencintaimu serta baik padamu tapi kamu tidak melupakanku."
Carrina tersenyum, "bukan aku An? tapi hatiku yang tidak bisa melupakanmu padahal aku juga ingin menyerah mengharapkanmu yang tidak juga datang menjemputku."
An mengangguk dengan senyuman tampannya itu yang gemas. An dan Carrina kembali makan juga saling bertatapan mesra, tiba-tiba Pelayan Restaurant berlari-lari dan memekik mengatakan di Lobi Utama ada Bom yang dipasang oleh Orang Misterius.
"Akhhh...!" jerit setiap mengunjung Restaurant berlari seperti dikejar-kejar hantu menuju Lift sampai tidak muat berlari menuju jalan lintas (tangga darurat).
"An?" Carrina berpindah ke An memegang lengan An seperti tidak mau berpisah dari An walau mereka harus mati berdua.
An melirik Carrina yang tidak seperti perempuan lain berlarian tunggang-langgang untuk menyelamatkan diri.
"kamu tidak lari sayang?" tanya An.
"aku mau lari kemana?" tanya Carrina balik.
"An? lebih baik kita harus pergi, aku tidak mau kamu terluka." ajak Carrina membawa An pergi menuju Lift walau sempit-sempitan.
__ADS_1
"aku yang terluka? bukan kamu sayang?" tanya An.
"An aku sudah pernah bilang kan? aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dirimu, sejak dulu aku selalu dibilang pembawa bencana dan aku tidak mau kamu terkena bencana itu." jawab Carrina dengan sangat serius.
An menatap lekat Carrina yang begitu menjaganya, hati An merasa tergelitik oleh sesuatu ketika di jaga oleh seorang Wanita yang tidak takut dengan kematian malah memikirkan keselamatan An.
"An? jangan takut ya? aku akan ada bersamamu, aku akan cari cara untuk menyelamatkanmu dari Bom itu." bisik Carrina seperti menenangkan An padahal Carrina tidak tau kalau An sangat ahli menjinakkan Bom.
An tersenyum simpul sungguh menarik sekali Istrinya yang begitu mencintainya melebihi nyawanya sendiri.
kringg...!
penghuni Lift berlarian keluar Lift dengan tergesa-gesa sudah banyak para Tentara lambang kebangsaan Korea menjaga daerah yang dipasang Bom bahkan sudah ada 3 Tentara yang sedang berusaha menjinakkan Bom itu namun tidak kunjung berhasil seolah ada yang salah dengan Kabel yang selama ini mereka percaya bisa menghentikan waktu yang terus berjalan.
"ayo An..!" ajak Carrina.
An melihat tangannya yang digenggam Carrina lalu An menarik tangan Carrina hingga berbalik ke arah An.
"kenapa aku tidak jatuh cinta padamu sejak 10 tahun yang lalu hmm?" tanya An masih bisa-bisanya menggoda sang Istri yang sedang khawatir An terluka karna Bom bukan karna memikirkan nyawanya sendiri.
bughh!!
Carrina bukannya terpesona dengan An malah memukul bahu An, "tidak ada acara menggoda sama sekali, kamu tidak lihat situasinya sangat menegangkan?" omel Carrina.
"menurutlah..!" ajak Carrina kembali menarik tangan An yang terkekeh.
Para Tentara meminta An dan Carrina buru-buru keluar lalu An dengan santainya meminta mereka mundur supaya An bisa menjinakkan Bom itu, Para Tentara saling melihat satu sama lain dan An mengeluarkan sebuah kartu Identitas Master Bom yang sangat limited hanya An saja yang memilikinya di berbagai Negara.
"Hah?"
Para Tentara langsung hormat ala Negara mereka sebagai sesama Pejuang Sejati pada An lalu mereka semua segera berteriak meminta rekannya memberi jalan untuk Master Pejuang yang dikenal di dunia Bom.
"An?? mereka bicara apa? kenapa mereka memberi hormat padamu? kita harus pergi An!!" cecar Carrina.
"aku akan membuatmu jatuh Cinta lagi padaku Sayang." bisik An.
Kapten Tentara bintang 4 mendekati An dan memberi hormat ala Pejuang Sejati sementara An mengangguk lalu berjalan melewati Kapten yang berpangkat tinggi itu saja memberi jalan serta menghormati An.
.
.
__ADS_1
.