Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
pekerja keras


__ADS_3

.


.


.


di tempat lain,


"benarkah?" tanya Xabara kaget mendengar cerita Ana dan Alena.


kini Xabara dan kedua Putrinya berada di Rooftop.


"iya Mommy..! gadis ini ditawan oleh Lancord selama 10 tahun maka nya dia tidak bisa menepati janjinya menjemput gelangnya itu." jawab Ana.


"tapi Abang An yang datang padanya Mommy, pertemuan mereka sangat manis awalnya karna Abang An dan keduanya karna Abang An juga." senyum cerah Alena.


"hei.. ! Abangmu itu datang menghabisi Lancord karna Psikopat itu menculik Rop." ralat Ana.


"apapun alasannya pertemuan mereka sangat manis seperti mereka telah ditakdirkan bersama, Abang An seperti memang diciptakan untuk menyelamatkan kakak itu." heboh Alena.


Ana memutar kedua bola matanya dengan jengah lalu mencubit kedua pipi Alena begitu gemas, "menurut Kakak kamu sangat pantas jadi Penulis Novel aja."


Alena memanyunkan bibirnya menatap Ana lalu mereka menoleh ke Xabara yang seperti melamun akan sesuatu.


"Mommy?" panggil Ana dan Alena seketika membuat Xabara tersadar.


"kalian bilang dia tidak bisa memperlihatkan wajahnya?" tanya Xabara sekali lagi.


"iya Mommy..!" jawab Ana dan Alena.


Ana menjelaskan gejala gadis bernama Carrina Carol itu yang disebut An punya Gejala Kecemasan tentu Xabara tau Gejala kecemasan itu.


"kenapa Mom?" tanya Alena penasaran.


"dulu Orang Setia Mommy juga pernah mengalami Gangguan Kecemasan karna traumanya." jawab Xabara.


"jadi bisa sembuh Mommy?" tanya Ana penasaran.


Xabara menganggukkan kepalanya, "bisa..! jadi dia bekerja sebagai Asisten Abang kalian?" tanya Xabara.


"iya Mommy..!" jawab Ana dan Alena.


Alena juga menjelaskan kalau Carrina sangat ceria juga ramah pada semua Pekerja BlackMalv, pekerja keras, pintar, menguasai bahasa asing, pandai belajar sendiri tanpa diajarkan.

__ADS_1


"kalau begitu kita tidak usah mencampuri masalah Abang kalian ya?" pinta Xabara.


"kalau Abang Kalian memiliki kekasih pasti akan mengenalkannya pada kita semua, seseorang yang punya gangguan kecemasan jangan diganggu akan berpengaruh dengan aktifitas kesehariannya." lanjut Xabara lagi.


Ana dan Alena pun mengangguk paham.


Xabara tidak punya tipe menantu Idaman yang khusus asalkan An mencintai Gadis itu maka Xabara akan menerima Gadis itu dengan lapang dada, Xabara sangat kenal sosok Putranya bukanlah Pria yang bodoh sehingga tidak tau mana gadis yang baik dan yang bukan.


Ana dan Alena jika memiliki pasangan mungkin harus di seleksi oleh Rovert maupun An yang sangat tidak suka jika Pria sembarangan yang menjadi kekasih Kedua Putri Penguasa itu walaupun mereka tau Ana maupun Alena bukanlah gadis bodoh yang akan sembarangan jatuh cinta saja.


.


An turun dari tangga sambil membenarkan dasinya.


"Abang mau Kerja?" tanya Alena semangat merangkul lengan An tiba-tiba.


An melirik Alena yang tersenyum manis, "iya..! ada apa dek?" tanya An.


"Abanggg??" rengek Alena yang tidak mau An memanggilnya Adek karna sudah besar.


An terkekeh mengelus kepala Alena, "apa mau Alena hmm?" tanya An.


"tidak ada..! abang harus makan enak ya?" kata Alena menuntun An duduk di meja makan.


An memperhatikan tingkah kedua adiknya itu dengan heran, "sedang apa kalian?"


Ana dan Alena menggeleng kepala serentak, mereka bekerja begitu kompak melayani An persis seperti Pelayan yang sangat sempurna.


An merasa aneh dengan tingkah mereka lalu menanyakan mau Ana yang tersenyum manis lalu izin ingin ke Bar seketika membuat An melototkan mata pada Ana.


"baiklah..! kami hanya main ke Taman LoveXabara saja." jawab Ana dengan bibir mengerucut.


"Alena padahal ingin...?" kata Alena seketika tergantung melihat sorot mata tajam An membuatnya diam tidak berani meneruskan kata-katanya.


"tidak ada BAR..! kalian boleh kemana saja asalkan jangan ketempat seperti itu." ujar An yang memang sangat tegas pada kedua adiknya itu.


Ana dan Alena mengangguk patuh dengan pasrah lalu menatap kepergian An begitu lemas tiba-tiba mereka tersenyum lebar saling bertos semangat, mereka hanya berbohong saja padahal tujuan mereka ingin melihat Ekspresi An yang tumben sekali bekerja di siang hari sebab selama ini An bekerja pagi-malam di Perusahaannya itu, sungguh mereka memang saudara yang sangat usil satu sama lain.


.


di Perusahaan,


An memasuki Ruangannya dan di meja Kerjanya sudah ada beberapa berkas.

__ADS_1


"apa dia sudah periksa ke dokter?" gumam An.


An melepas jas nya dan memulai aktivitas biasanya sebab nanti sore akan ada Verdy yang datang ke Perusahaannya.


tiba-tiba An melihat sebuah map berwarna putih membuat kening An mengkerut ketika Ia membuka isinya ternyata masalah kesehatan Carrina serta segala jadwal pengobatannya selama 2 bulan kemudian.


An tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala betapa telitinya Carrina tentang waktu izinnya dan warna kertas nya yang penuh warna itu membuat kertas berisi jadwal pengobatan Carrina tampak lucu.


"kekanakan." gumam An, tapi An sungguh suka dengan bawahannya yang sangat detail akan jadwalnya sendiri sehingga An tau waktu yang Ia sesuaikan dengan pekerjanya itu nanti.


sementara di Ruangan Carrina melongoh melihat isi Ruangan untuk tempat tinggalnya begitu megah.


"ap-apa ini bayar?" gumam Carrina kebingungan sendiri dengan fasilitas Ruangan barunya yang sudah siap di huni.


Carrina menghubungi Wel dengan ponselnya dan menanyakan bayaran Ruangannya malah ditertawai oleh Wel dan Wel menjelaskan bahwa itu semua fasilitas BlackMalv untuk setiap pekerja nya tentu Wel mengatakan balasan Carrina hanya bekerja keras untuk Tuan Muda An yang selalu memanjakan semua bawahannya.


"apa Tuan Muda sebaik ini pada semua Karyawannya?" gumam Carrina melihat lemari pakaiannya sudah banyak baju cantik yang tertata rapi.


Carrina merasa tidak enak dengan semua kemewahan yang An berikan lalu Ia menanyakan hal itu pada Ayunda yang ternyata mendapatkan fasilitas yang sama dan syaratnya Carrina maupun yang lainnya harus bekerja keras serta setia pada An.


Carrina duduk di Kursi Kerjanya dengan mata mengerjab-ngerjab pelan, "apa dia memang sangat baik pada semua wanita?" gumam Carrina.


Carrina meraup wajahnya sendiri mana mungkin An punya perasaan yang sama dengannya sudah jelas Carrina tidak pernah memperlihatkan wajahnya pada An bagaimana An bisa menyukai sosok Carrina tanpa tau rupanya itu.


Carrina menepuk-nepuk pipinya sendiri lalu keluar dari Ruangannya mencari Egy untuk mengajarkannya belajar bawa Mobil tentu saja Egy menurutinya sebab mengendarai Mobil dengan profesional adalah kelebihannya apalagi hanya mengajari Carrina yang sangat cerdas bisa belajar sendiri.


An mendatangi Ruangan Carrina yang tak kunjung menjawab teleponnya, ketika Ia membuka Ruangan Carrina tidak ada siapapun. sebenarnya An bisa saja menghubungi dengan Ponsel tapi ini masih jam kerja tidak perlu menggunakan Ponsel juga, sebab Telepon genggam itu sebagai penghubung setiap karyawan BlackMalv.


An masuk ke Ruangan Carrina dan melihat kalender yang di lingkari dengan Pulpen warna oleh Carrina dan keterangan jadwal pengobatannya sendiri, An tersenyum miring.


"dia benar-benar ingin sembuh." gumam An yang langsung mengerti tekat Carrina.


"dimana dia?" gumam An mengedarkan pandangannya lalu melihat ke Balkon Ruangan Carrina dan Ia tidak sengaja melihat sosok Egy yang tengah mengajari Carrina dengan Mobil tanpa atap.


"belajar Mobil?" gumam An menyunggingkan senyum nya lalu kembali ke Ruangannya membiarkan Carrina belajar bawa Mobil.


sungguh Carrina sosok Gadis Pekerja keras.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2