
.
.
.
An menguji Carrina dengan 6 bahasa Asing yang katanya dikuasai oleh Carrina dan Carrina ternyata memang lancar serta fasih sekali menjawab pertanyaan An yang juga menguasai banyak bahasa asing.
An bukan tidak bisa menguasai bahasa asing hanya saja pekerjaannya membutuhkan seorang Translete bahasa asing setidaknya Asistennya harus menguasai bahasa Inggris, apa gunanya menjadi Presdir jika semua pekerjaan mentranslete bahasa Asing adalah tugas An.
"apa kamu dendam padaku karna telah menghabisi Lancord?" tanya An dalam bahasa Spanyol.
Carrina menggeleng kepalanya lalu juga menjawab dalam bahasa Spanyol, "saya tau kalau Lancord yang bersalah !! sebelumnya saya mendengar bahwa dia sangat benci dengan Tuan yang bertindak sesuka hati dengan menghabisi Orangnya, awalnya saya sudah membujuknya untuk tidak melakukan apapun tetapi dia malah menghukum saya dengan tidak bisa Keluar kamar selama 1 harian penuh."
An mengangguk ternyata bahasa asing Carrina sangatlah mengagumkan seperti memang berasal dari Negara itu sendiri padahal Carrina tidak punya ijazah SMP, SMA ataupun perguruan tinggi tapi Carrina bisa menguasai banyak bahasa tanpa harus sekolah.
"kau akan menjadi Asistenku tapi apa wajahmu akan di tutupi seperti itu terus?" tanya An dengan tenang sambil melipat sebelah kakinya juga bersidakap dada.
Carrina memegang masker dan Topi pemberian An, "a-apa harus dibuka?"
An menghela nafas, "terserahmu saja...! yang penting kau harus bekerja dengan baik untukku kedepannya."
Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya lalu dengan semangat Ia menanyakan Ruangan kerjanya hingga An menatapnya datar.
"Ehh?? ma-maaf Tuan..? hmm? sa-saya terlalu bersemangat." cicit Carrina menundukkan kepalanya takut-takut.
An bangkit berjalan ke Meja Kerjanya lalu menekan sesuatu di teleponnya dan berkata, "datang ke Ruanganku sekarang juga."
Carrina berdiri dengan mata melihat ke bawah tanpa berani melihat An sebab Ia terlalu bahagia hingga dengan lancang sekali bertanya Ruangannya pada An, jujur saja ini pertama kalinya Carrina bekerja di Kantoran yang selama ini merupakan impiannya tapi Carrina tidak berpendidikan tinggi namun karna tekatnya itu jadi Carrina belajar sendiri.
Bahasa Asing yang dikuasai Carrina sudah sangat luar biasa dibanding dengan Wanita Karir yang punya pendidikan bagus hanya menguasai 1 bahasa Asing dan merupakan bahasa internasional yaitu bahasa inggris, sementara Carrina menguasai 6 bahasa Asing tidak termasuk bahasa sehari-harinya itu.
tok...tokk... tok...!
__ADS_1
pintu terbuka dan hal itu terlihat oleh Carrina ternyata ditangan An ada sebuah remot kecil yang otomatis bisa mengunci dan membuka pintu Ruangannya sesuai keinginan An tanpa butuh penjaga atau sekretaris di depan Ruangannya kecuali meja lobi utama.
Wel masuk ke Ruangan An dan memberi tundukan sopan, "ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" tanya Wel.
An melirik ke arah Carrina sehingga Wel melihat ke arah tatapan An membuat Wel terkejut dengan penampilan Carrina yang memakai baju Formal tapi mengenakan masker dan topi warna putih milik An.
"si-siapa Tuan Muda?" tanya Wel.
"dia Carrina Carol, Asisten pertamaku." jawab An.
Carrina menundukkan kepalanya sopan ke Wel, "halo saya Carrina, mohon bimbingannya saya masih pemula." sapa Carrina dengan hormat.
Wel menahan senyumnya sekuat tenaga lalu menutupi bibirnya sebab An menatap datar Carrina yang sopan sekali pada Wel.
"Tuanmu itu aku atau dia? dia bawahanmu." kata An.
"Ehh? ta-tapi saya masih butuh bimbingan Tuan." bela Carrina.
"ckk..! bawa dia pergi ke Ruangannya." titah An ke Wel.
Wel mengajak Carrina berkeliling Perusahaan yang berhasil membuat Carrina berdecak kagum, ini pertama kalinya Carrina bekerja sebagai Asisten dari Perusahaan Bodyguard yang katanya terbaik dari semua Perusahaan Bodyguard yang ada padahal Perusahaan An belum lama juga diresmikan.
Wel mengajari Carrina yang begitu serius sekali mencatat dibuku kecil tentang apa saja yang menurutnya penting.
"apa bisa saya beritau apa kelebihan Nona sehingga menjadi Asisten Tuan Muda? selama ini Tuan Muda tidak mau punya Asisten Perempuan." tanya Wel penasaran.
Carrina tersentak mendengarnya, "mungkin karna saya menguasai 6 bahasa asing." jawab Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya.
Wel seketika tersedak air liurnya sendiri lalu dengan polosnya Carrina bertanya ada apa dengan Wel.
"6 bahasa Asing?" batin Wel ternganga tidak percaya ada perempuan karir yang bisa menguasai 6 bahasa asing di kepala kecil mereka.
"6 bahasa Asing? memangnya Nona tamatan Kampus mana?" tanya Wel.
__ADS_1
Carrina menggeleng kepalanya, "saya hanya tamatan SD."
"apaaa?" Wel terbelalak seketika.
"Ad-Ada apa Tuan Wel?" tanya Carrina masih begitu polos.
"ahh?? ti-tidak apa Nona." jawab Wel.
"Gila...!! aku tamatan hanya SMA saja belajar dengan Tuan Muda hanya menguasai bahasa Inggris tapi gadis ini tamatan SD bisa menguasai 6 bahasa Asing, apa otaknya itu otak Monster?" batin Wel merasa malu dengan pendidikan terakhirnya dibanding Carrina.
"dimana Ruangan saya Tuan Wel?" tanya Carrina bersemangat.
"aah..! Ruangan Nona didepan Ruangan Tuan Muda tadi, saya hanya mengenalkan Nona letak sudut Perusahaan ini supaya kedepannya tidak kesasar." jelas Wel.
Carrina mengangguk-ngangguk setuju alasan Wel lalu mereka kembali lagi ke Lantai teratas dan Wel mengantarkan Carrina ke Ruangan Asisten tertinggi di Perusahaan itu yang hanya tamatan SD tapi menguasai banyak bahasa.
Wel tidak meragukan alasan An yang menerima Carrina walau tidak punya Ijazah tapi bisa dikatakan punya skill dewa yaitu bisa banyak bahasa asing.
Carrina belajar dihari pertamanya dengan semangat lalu bolak-balik Ia menemui Ayunda sebagai Asisten kedua An bisa dikatakan bawahan Carrina, Ayunda merasa takjub ketika dokumen dari Thailand dikirimkan ke Ayunda di Translete kan oleh Carrina dengan lisan secara langsung ke Ayunda.
"pantas saja Tuan Muda menerima Nona ini sangat pintar, dia pantas menjadi Asisten Pribadi Tuan Muda selain memiliki mata yang indah tubuhnya juga seksi." batin Ayunda yang tau dibalik masker Carrina pasti sosok Carrina sangat cantik.
"kalau begitu biar aku kirim saja ke Kamu Carrina, kamu kerjakan di Ruanganmu ya? nanti kamu berikan berkasnya ke Tuan Muda yang Translete sama yang bahasa aslinya ya?" pinta Ayunda.
"iya Kak." jawab Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya.
Carrina pamit ke Ruangannya, Ia tidak sombong sama sekali menduduki posisi tertinggi itu malah begitu ramah menyapa Orang lain walau hanya seorang Tukang Sapu Taman dan Tukang bersih Kolam berenang, akan tetapi Carrina bekerja selalu mengenakan masker dan Topi bahkan sampai sekarang An tidak tau wajah asli Carrina selain hari itu saja ketika menyelamatkan Rop penutup wajah Carrina basah total itu pun samar-samar karna saat itu juga gelap hanya ada penerang lampu kuning saja saat itu.
tidak ada yang memaksa Carrina harus menunjukkan wajahnya sebab itu merupakan Privasi Carrina asalkan bekerja dengan baik, An tidak menjadikan hal itu sebagai masalah besar.
.
.
__ADS_1
.