
.
.
.
"tidak bisa sayang..! kamu harus dijaga." kata Etopy dengan lembut.
Baboly dan Etopy sangat menyayangi menantu bar-bar mereka itu, Baboly bahkan bangga pada Sean bisa menemukan seorang Istri seperti Ana yang bersikap apa adanya tanpa topeng buruk apapun demi menutupi wataknya.
Ana sangat sederhana, pemberani, semua penghasilan Ana dan fasilitas Ana sebagai Ratu malah digunakan untuk membeli pupuk serta dibagi-bagikan pada Petani di Negara itu membuat Rakyat semakin mencintai Ana sesuai ramalan kepercayaan mereka bahwa sosok Gadis suci itu tidak memikirkan tahta atau uang lebih mengutamakan keperluan orang lain yang derajatnya jauh dibawahnya.
"Ayah datang?" Sean keluar dari Mansion Maldev sambil membenarkan celananya karna tadi Sean kebelet buang air meminta Ana untuk tidak kemana-mana tapi malah keluar juga.
"hmm, Permaisurimu sedang mengandung Cucuku tentu saja aku sebagai Kakeknya harus menurut." jawab Baboly dengan bangga.
"ayo masuk Ayah..!" ajak Ana.
Ana membawa masuk Keluarganya serta Para Pengawal yang berjaga, Ana memesankan makanan diluar karna tau situasinya saat ini tidak baik untuk memasak dilihat dari tingkah Baboly langsung ke Indonesia membawa banyak Pengawal hanya karna mendengarnya hamil membuat Ana paham kalau Keluarga Sean sangat menyayangi janinnya.
Ana bisa diceramahi 70 Kitab jika bekerja padahal tau kandungan Ana masih muda serta sangat rentan keguguran, jadi Ana cari aman saja dengan memesan makanan dari Luar untuk Para Pengawal dan mertuanya itu.
Ana memang sangat bijak juga begitu adil tanpa pilih kasih membelikan harga makanan yang setara untuk Pengawal tanpa takut akan jatuh bangkrut, Ana kan Putri Penguasa tidak pernah perhitungan dalam memberi.
inilah alasan semua Pengawal dan Pelayan Istana di Negara Sean sangat mencintai Ana sebagai Ratu mereka.
"ada apa ini? kenapa yang mulia datang ke Negara kami?" tanya Rovert terkekeh bersama Xabara melihat tamu penting itu.
Baboly dan Etopy berdiri mendekati besannya itu saling berjabat tangan sementara Etopy dan Xabara berpelukan juga saling cium pipi kiri-kanan.
"kami sangat bahagia mendengar kabar itu dan langsung kesini..!" jawab Baboly (Translete bahasa asing).
Xabara membawa Etopy Kamar Carrina dan An dimana ada Baby Kenan disana, sebenarnya Carrina dan An bisa saja tinggal di Rumah mereka tapi Xabara memaksa Carrina tinggal di Mansion Maldev sampai masa nifasnya berakhir.
Carrina menurut saja karna tau Xabara memikirkannya, Baby Kenan dan An tidak kerepotan serta yang paling utama Carrina juga belum tau apa-apa cara merawat bayi jadi belajar dari Xabara dan Ratu yang lebih berpengalaman.
"ehh? yang mulia Ratu?" Carrina yang memakai kursi Roda mendekati Etopy.
__ADS_1
Carrina sudah bisa berjalan sendiri tapi karna perhatiannya An meminta Carrina untuk tetap duduk sampai benar-benar pulih jadi Carrina pun menuruti perintah suaminya.
"halo Nyonya An?!" sapa Etopy membuat Carrina merona seketika dipanggil Nyonya karna telah melahirkan anak An.
Xabara tersenyum lalu mengenalkan baby Kenan serta mengajak Etopy keliling Mansion yang memang tidak ada apa-apanya dibanding Istana Etopy namun Mansion ini terbilang megah.
.
sementara di Luar,
Ana memijit pelipisnya seketika membayangkan Pengawal berjumlah 50 Orang itu mengekorinya setiap saat.
"bagaimana sayang?" tanya Sean.
"kebanyakan Sean..! aku tidak mau." tolak Ana.
Baboly tidak mengerti bahasa Sean dan Ana pun menebak kalau Ana tidak mau dikawal lalu bertanya bagaimana maunya Ana, Ana tidak butuh banyak pengawal karna membuatnya sakit kepala.
mendengar kata Sakit Kepala tentu mereka tidak bisa meneruskan rencana mereka, kesehatan Ibu sangat mempengaruhi tumbuh kembang calon bayi didalam perut Ana.
"bagaimana jika dikurangi jadi 10 Pengawal saja?" tanya Sean menawar ke Ana.
"aku tidak mau Sean..? mataku panas melihat banyak Orang disekitarku, aku ingin meracuni semuanya biar tidak menghalangiku lagi." geram Ana.
"jangan seperti itu nak..? mereka melakukan itu kan demi kebaikan calon penerus tahta dalam kandunganmu." Rovert.
"tidak bisa juga Pa..? jangan beratkan calon bayiku yang bahkan tubuhnya belum terbentuk dengan namanya tahta..? aku seorang Ibu jadi tau cara merawat Anakku.! aku hanya butuh Sean saja." jawab Ana.
Sean yang awalnya murung seketika tersenyum lebar mendengar perkataan terakhir Ana hanya membutuhkan dirinya saja, Sean memang tidak tau karakter Ana yang sebenarnya tapi bagaimanapun Sean memang sangat menyayangi Ana sehingga rasa posesifnya itu membuat Sean seperti mengekang Ana padahal itu wujud Cintanya terhadap Ana.
"aku setuju Pa dengan Ana..! aku yang akan menjaga Ana." sahut Sean membela Ana.
Baboly yang sekarang pusing saat Sean membenarkan kata-kata Ana yang tidak mau dikawal, Rovert pun setuju karna tau karakter Ana itu bagaimana walau punya banyak uang tapi Ana tidak pernah manja harus dikawal kemana-mana.
alhasil para Pengawal itu dikembalikan ke Negara Sean untuk menjaga Istana, Baboly dan Etopy menggunakan kesempatan itu jalan-jalan di Indonesia.
kini Baboly, Sean dan Etopy dibawa oleh Ana menuju Vila dekat Pantai yang menjadi tempat Ana merawat Sean terdampar.
__ADS_1
Etopy terpana melihat pemandangan indah didekat pantai itu bahkan izin ingin berkeliling, Ana langsung paham kalau Etopy suka lautan jadi mengajak Etopy dengan Yacht yang mereka punya.
"a--apa ini? maksudmu kamu yang bawa Yacht ini nak?" tanya Baboly tidak percaya Ana bisa mengendarai kendaraan laut.
Ana tersenyum lalu melajukan Yacht nya dengan kecepatan tinggi membuat Etopy berteriak gembira memegang pembatas Yacht milik Ana.
Sean yang sempat terhuyung menganga takjub melihat kehebatan Istrinya itu, Ana sangat seksi seperti itu.
"hebat...!" puji Baboly sambil keluar dan melihat Etopy yang seperti bocah berteriak-teriak senang seakan wibawanya sebagai Ratu hancur seketika saat ini dihadapkan dengan laut.
Sean menatap Ana saja yang fokus mengendarai Yacht nya lalu sesekali melirik Sean.
"kenapa? apa kamu trauma dengan laut?" tanya Ana heran.
Sean menggeleng, "pantas saja malam itu kamu menyelamatkanku ya? ternyata karna kamu bisa mengendarainya seorang diri."
Ana tersenyum tipis, "sana pergi..!" usir Ana dan Sean kembali menggeleng kepala tidak mau meninggalkan Ana.
ketika ditengah lautan Ana pun keluar dari sana dan melihat Etopy begitu bahagia diLautan.
"ibumu suka lautan." bisik Ana ke Sean yang merangkul pinggang Ana.
Sean mengangguk, "ini pertama kalinya aku melihat yang mulia Ratu seperti itu."
"yang mulia Ratu? kapan kamu akan memanggilnya Ibu?" tanya Ana.
Sean tersentak lalu menatap Ana, "ha?"
Ana menghela nafas lalu berkata, "dia memang ibu sambungmu tapi dia tidak punya anak, aku yakin dalam hatinya ingin punya keturunan terlepas bagaimana alasan Ayahmu menikahi Ibu Sambungmu tapi dia juga seorang Perempuan."
"maksudmu sayang?" tanya Sean.
"dia pasti ingin punya anak sementara dia punya anak tiri tapi sifatnya sangat dingin sepertimu padanya." jawab Ana.
Sean tersenyum akhirnya paham maksud kata-kata Ana dan Ia mengatakan kalau Ana lah anaknya Etopy sedangkan Sean akan belajar membuka hati pada Etopy karna Ia tidak mudah menerima pengganti Ibu kandungnya itu.
.
__ADS_1
.
.