Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
benarkah dia?


__ADS_3

.


.


.


Alena mulai sibuk dengan Pertambangannya, Para Pekerja Mansion di Pulau Pribadi Saga pun sangat menghormati Alena bagai Atasan mereka sendiri bahkan mereka bahagia punya Nyonya seperti Alena yang begitu pengertian, Alena sering memerintahkan Saga memasak banyak untuk Para Pekerjanya dan bayarannya hanya Alena saja yang tau.


Para Pekerja Alena dan Saga pun sangat menyukai masakan Saga yang sangat enak melebihi Koki terkenal, entah apa bayaran yang diterima Saga sampai mau memasak demi mereka.


"Sayang??" sumringah Saga menyambut Alena yang tampak kelelahan.


Alena mengangguk pelan lalu melempar ponselnya ke Ranjang dan memegang tangan Saga.


"tadi ada yang bilang tanganmu terluka? yang mana?" tanya Alena yang masih bisa menanyakan kondisi Saga walau Ia sendiri sedang lelah.


Saga tersenyum lembut, "ini sayang..! sudah aku obati kok." jawab Saga.


"udah dikasih anti biotik?" tanya Alena sambil menarik Saga duduk disofa.


Saga menggaruk kepalanya yang tak gatal, "tidak pakai begituan sayang..! emangnya wajib ya?"


Alena mengangguk, "kalau terkena benda tajam atau benda tumpul harus di beri antibiotik biar tidak infeksi." jawab Alena mengambil kotak obat.


Saga tersenyum tampan memperhatikan Alena, Ia merapikan rambut Alena.


"lelah sayang?" tanya Saga.


Alena tersenyum dan mengangguk, "tapi kamu pasti lebih lelah kan? habis bekerja harus kesini dan memasak untuk para pekerjaku."


Saga terkekeh, "bayarannya sangat menggiurkan."


Alena menggeleng kepalanya sambil menampar pelan pipi Saga yang senyam-senyum kembali menatap Alena.


"hari ini aku lelah Saga..! besok aku akan bayar Double bagaimana?" tanya Alena sambil melepaskan perban kecil di jari telunjuk Saga.


Saga bukannya marah malah sumringah, "tentu saja Sayang..?"


Alena tersenyum, "terimakasih."


Saga mengelus kepala Alena, "seharusnya aku yang berterimakasih padamu sayang..!? terimakasih telah mempercayaiku, aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaanmu."


Alena mengangguk, "apa dia masih mengejarmu?" tanya Alena.


"dia siapa?" tanya Saga.

__ADS_1


"Slavina lah." jawab Alena tersenyum dongkol.


Saga melihat hal itu tentu mengulum senyum, "kamu membuat karirnya seperti itu?"


"siapa suruh dia mengurungku." jawab Alena sambil mengobati jari Saga.


"Apaaa?? ja--jadi dia yang mengurungmu sayang?" tanya Saga kaget.


"Oups..! keceplosan." Alena membekap mulutnya yang tidak sengaja memberitau Saga padahal Ia tidak ingin Saga tau.


Saga mengepalkan tangannya lalu berjanji akan menyelesaikan perkara Slavina yang berani mengunci kekasih hatinya, Alena berusaha mencegah karna hukuman yang Alena berikan sudah cukup.


"jangan membelanya sayang." pinta Saga dengan serius.


"aku tidak membelanya Saga..! dia tidak mencoba membunuhku, kalau dia melakukan itu aku pasti sudah menghabisinya." jelas Alena.


Saga menggeleng tidak terima, "siapapun yang menyentil ujung kuku jemarimu sayang harus dibayar dengan stimpal..! bukan tidak mungkin dia akan melakukan kejahatan lagi kedepannya."


Alena pun tidak lagi protes, Ia fokus mengobati jari Saga lalu membalutnya dengan hati-hati.


Saga mengecup lama kening Alena, "kamu segalanya bagiku Alena..! aku tidak bisa membayangkan hidupku jika berakhir seperti Papa." kata Saga dengan mata berkaca-kaca.


Alena tertegun menatap bola mata Saga.


"jadi ku mohon jangan takut padaku ya? aku rela disebut monster asalkan aku bisa melihatmu setiap hari." kata Saga lagi.


Saga memegang tangan Alena dan mengecup punggung tangan Alena.


"jangan takut padaku ya?" pinta Saga.


Alena mengangguk dengan senyuman karna menghadapi Orang yang masih tersangkut dengan trauma masalalu hanya bisa menuruti Orang itu supaya merasa aman dan tenang.


Saga tersenyum lebar lalu memeluk Alena dengan senang, "aku tidak mau hidup penuh penyesalan sayang."


Alena mengelus punggung Saga dan tidak berkomentar apapun hingga Saga terdiam mendengar dengkuran halus Alena dan hampir terjatuh tapi Saga dengan cepat menahan kepala dan pinggang Alena.


Saga terkekeh tanpa suara melihat Alena telah tertidur pulas, "kamu pasti lelah sekali sayang." bisik Saga mengecup lembut bibir Alena.


Saga menggendong Alena membawa Alena ke Ranjangnya lalu membuka baju Alena satu persatu diselimuti, Saga mengambil air hangat dan membersihkan tubuh Alena dengan hati-hati seperti sebuah kristal yang tidak boleh tergores.


"pakai baju ini aja." gumam Saga mengambil baju pendek yang simpel di pakaikan ke tubuh Alena.


tidur Alena semakin nyenyak setelah tubuhnya yang penuh keringat dibersihkan oleh Saga, Saga mengecup pipi Alena lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


.

__ADS_1


Saga menyeringai melihat berita tentang Slavina, "aku tidak akan memberi celah untuk para penjahat melukai Alena."


Saga menghubungi seseorang, "habisi foto wanita yang aku kirim tadi, lakukan dengan natural seolah-olah memang tidak disengaja."


"bukankah anda bilang kita sangat sibuk Tuan? kenapa sekarang anda mau membun*h lagi? apa wanita itu menyinggung anda?" tanya Dyrga.


"jangan banyak bicara..? wanita ini berani menyentil Alena-Ku." jawab Saga.


"baik Tuan."


Dyrga tidak bertanya lagi ketika Saga menjelaskan alasannya sebab sejak dulu Saga memang selalu seperti itu, Saga selalu mengatakan Alena adalah hidupnya jika Alena tiada maka Saga tidak akan bisa bertahan hidup, Saga tidak sekuat Papanya (Agam).


Saga mematikan panggilannya, "aku bahkan menghabisi kerabat Keluargaku sendiri, apalagi hanya Wanita licik sepertimu." gumam Saga dengan nada dingin.


.


ke esokan harinya,


Alena mendengar kabar dari Jimmy yang pagi-pagi sudah sibuk menelfonnya menceritakan tentang Artis yang bunuh diri karna tidak sanggup hidup miskin.


"bunuh diri? apa semua sudah diperiksa?" tanya Alena.


"iya..! Haha..! aku senang dia mati, dasar Artis sombong itu.. aku tidak menyangka Tuhan mengabulkan doaku ya? Haha.. aku harus merayakannya." oceh Jimmy.


Alena diam memikirkan kata-kata Saga yang memintanya untuk tidak takut pada Saga.


"apa ini maksudnya?" Gumam Alena pelan.


"kamu bergumam apa Alena?" tanya Jimmy.


Alena pun izin mematikan panggilannya karna ada urusan mendadak, Jimmy pun dengan senang hati menuruti permintaan Alena karna Ia juga akan merayakan kematian Artis angkuh itu.


Jimmy dan Slavina ternyata pernah bermasalah karna Pria sehingga Jimmy sering menyumpahi wanita sombong itu mati tragis, mentang-mentang lebih berkuasa dari Jimmy selalu mengatakan hal-hal kejam yang menusuk hati, Jimmy berusaha melawan tapi Ia tidak berbakat berakting sehingga kalah dengan wanita picik itu.


"Apa benar Saga yang melakukannya?" gumam Alena celingukan mencari Saga di Ruangan Tamu.


Alena bertanya pada salah satu Pekerja Mansion ternyata Saga tengah berenang di Kolam (berenang), Alena berlari ke Kolam berenang dan tertegun melihat Saga berenang hanya mengenakan celana d*l*m saja.


"Akkh...!" Alena menutupi matanya dan berbalik.


Saga memutar kepalanya ke arah Alena, "sayang? udah bangun?" tanya Saga tidak merasa bersalah sama sekali sudah berkali-kali mencemari mata indah Alena.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2