Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak mengakui


__ADS_3

.


.


.


Carrina mengelus punggung An, "tidak apa An? aku baik-baik saja."


An memejamkan matanya, "aku akan menemukanmu bagaimanapun caranya." batin An.


An membawa Carrina menuju meja tamu dan melihat buku tamu.


"apa ada yang kamu curigai An?" tanya Carrina berbisik sungguh pelan.


"tidak apa sayang..! aku akan mencari tau semua ini." jawab An yang hanya membaca saja langsung ingat walau jumlah tamu di Pesta Pernikahan Regi dengan Choi sangat banyak.


Carrina memperhatikan sekeliling dan melihat Ina tengah menatap An seolah ingin merencanakan sesuatu.


"kenapa dia seperti itu? rencana licik apa yang akan dia lakukan?" batin Carrina.


An masih fokus membaca buku Tamu itu sementara Carrina tidak lepas dari An seolah tetap setia menunggu An selesai.


tap!!!


An menutup buku Tamu yang berhasil Ia rekam dengan daya ingatannya yang tajam, Lalu Carrina yang menatap tulisan yang dibaca An langsung beralih ke An.


"apa sudah siap?" tanya Carrina.


An memutar tubuhnya ke arah Carrina lalu mengelus kepala Carrina berakhir menangkup pipi Carrina.


"aku sudah merekamnya dengan otak cerdasku, sekarang aku tanya kamu mau kemana sayang?" tanya An dibalas senyuman oleh Carrina.


"aku tidak mau kemana-mana An, aku hanya mau berada disisimu." jawab Carrina.


An mencubit kedua pipi Carrina sambil tertawa pelan, banyak minuman datang ke An maupun Carrina tapi An tidak berniat menerima minuman pemberian Pelayan sama sekali.


An sudah lama berkecimpung dalam dunia serakah wanita dan permainan licik wanita, bagi An waspada dengan jenis minuman itu sangat wajar bukan karna takut tapi An memang selalu berhati-hati.


Carrina semakin menempel ke An sehingga celah bagi Ina untuk dekat dengan An tidak ada walau hanya sedetik, Carrina mengerutkan keningnya melihat Ina tengah berbicara dengan seorang Pria pendek seolah merencanakan sesuatu.


"An?" panggil Carrina.


"hmm?" sahut An menatap manik mata indah Carrina dengan lembut.


"sepertinya Ina merencanakan sesuatu lagi." ujar Carrina.

__ADS_1


An mengulum senyum, "tidak apa sayang..! dia tidak akan mampu menjebakku."


"menjebak?" beo Carrina dengan mata melebar.


"sudah aku bilang kan? aku sangat hafal jenis permainan wanita licik dan serakah." Kata An serius.


Carrina melingkarkan tangannya dengan erat di lengan An membuat An mengernyit gemas apalagi Carrina mengerucutkan bibirnya seperti tidak terima An akan dijebak.


"aku akan melindungimu An." ujar Carrina sangat serius.


"hmm..!" jawab An menyetujui apapun yang Carrina katakan sebab tau Carrina sangat bersikeras lebih baik An iyakan saja keinginan Carrina..


Carrina mendengar perkataan MC kalau detik ini saatnya berdansa dan setiap tamu wajib memilih sebuah kertas lalu akan berdansa dengan pemilik kertas itu.


terdengar sorakan para tamu undangan berharap akan mendapatkan pasangan seperti An maupun Carrina, dari pihak lelaki tentu sangat menyukai Carrina yang parasnya begitu menawan dan wajahnya itu terlihat tidak nyata.


"An?" Carrina menggeleng kepalanya masih memeluk erat lengan An dengan kedua tangannya.


An tersenyum lembut, "tenang saja sayang, aku tidak akan ikut permainan ini."


Carrina merasa lega lalu An membawa Carrina menuju minuman, An hanya mengendusnya saja bisa mencium aroma pekat wine, alkohol dan minuman keras lainnya.


"kenapa An?" tanya Carrina melihat An mengernyit tidak suka.


"minuman keras." jawab An.


"tidak perlu sayang, jangan jauh-jauh dariku takutnya ada yang memanfaatkan moment kamu pergi walau sebentar dariku." jawab An.


Carrina pun mengangguk setuju tanpa protes sepatah katapun.


Ina mendatangi An dan Carrina yang menggeleng serentak ketika di antarkan kumpulan kertas yang digulung-gulung untuk mendapatkan pasangan dansa.


"bukankah ini acara kita semua Tuan? kenapa tidak mau memilih 1 kertas dari semua kertas ini?" tanya Ina.


"siapa kau memangnya? berani kau mengaturku?" tanya An dengan dingin.


Ina melihat ke Carrina yang tengah tersenyum manis padanya membuat Ina jengkel tapi tetap berusaha membujuk An hingga An marah melempar kotak kaca yang Ina bawa sehingga semua kertas berserakan dilantai dan semua Orang melihat ke arah Ina.


"aku bilang tidak ya tidak.! kau Tuli ya?" geram An memang begitu dingin pada wanita manapun kecuali Carrina.


Ina berkedip-kedip seolah gadis polos yang di aniaya tapi An sama sekali tidak termakan dengan akting buruk Ina itu, jika dibandingkan Ana dan Alena maka Aktingnya Ina tidak ada apa-apanya.


"sudah dibilang pergi masih aja memaksa, sebenarnya apa maumu ha? apa kamu sengaja menggoda kekasihku?" tanya Carrina dengan berani ke Ina yang membuat semua orang berbisik-bisik mencela Ina yang tidak sebaik Flo maupun Lidya tapi masih berani mendekati An didepan Carrina.


Ina melebarkan matanya, "apa aku salah baik pada sepupuku sendiri?"

__ADS_1


Carrina tertawa, "siapa sepupumu? jangan gunakan trik bodoh untuk mengelabuiku, aku ini anak tidak punya Keluarga sama sekali kalau aku memang punya Keluarga bagaimana mereka begitu kejam membiarkanku di kurung oleh seorang Psikopat gila?"


An menyukai Carrina yang tegas seperti ini dan hanya memandang Carrina saja.


Ina mengepalkan tangannya melihat Carrina yang begitu berani lalu Ina berpura-pura menangis, "kami tidak tau kamu diculik oleh Pria itu Carrina."


Carrina memutar kedua bola matanya dengan malas, ini akting Ina tidak berhenti juga walau Carrina telah membentaknya.


"apa dia memang keluargamu sayang?" tanya An ke Carrina yang menoleh ke An dan melihat An memberi kode ke dirinya.


Ina mendengar An sudah mulai memperhatikan keberadaannya pun tidak lagi menangis menatap An penuh harap akan dibela.


"iya Tuan." jawab Ina.


"tidak An." jawab Carrina.


"aku bahkan tidak kenal dia, dia hanya mengada-ngada saja supaya bisa dekat denganmu, bukankah kamu tau sendiri banyak wanita yang ingin dekat denganmu kan? aku yakin kalau aku memang tidak punya keluarga, aku hanya punya nenek tapi sudah lama meninggal setelah itu aku hidup sebatang kara tidak ada siapapun disisiku." jawab Carrina dengan tegas.


Ina melebarkan matanya mendengar tawa mengejek para tamu Undangan dari Indonesia terkadang menstranslete kan kata-kata Carrina ke Rekannya juga ikut tertawa dengan keberanian Ina.


"ada apa dengannya?"


"kenapa dia mengaku-ngaku sebagai sepupunya Nona Carrina?"


"dia sudah gila."


"wanita bodoh mana yang mengaku-ngaku seperti itu? apa trik nya itu tidak bisa diganti?"


"ahaha..!"


"aku tidak menyangka ada wanita tidak tau malu sepertinya."


"Carrina? kenapa kamu melakukan ini pada sepupumu sendiri?" tanya Ina dengan tangan terkepal tapi nada suaranya masih rendah seperti menahan amarahnya.


"Tuan? apa Tuan percaya kalau Carrina berbohong?" tanya Ina ke An.


"siapa kau? kenapa aku harus percaya dengan Orang asing dibanding pacarku sendiri? kalau dia tidak mengenalmu artinya memang benar." jawab dengan wajah dingin.


Ina beralih ke Carrina, "tapi dia berbohong Tuan, dia ini pembawa bencana."


"apa tidak cukup permainanmu ini? kenapa kau begitu tidak tau malu mengaku-ngaku dan sekarang mengatai pacarku pembawa bencana? kau lah yang membawa bencana bagiku jika sampai Carrina marah dan meninggalkanku." kata An dengan dinginnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2