Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
permen?


__ADS_3

.


.


.


sementara di Kamar Sean dan Ana,


"habisi 1 suap lagi sayang.!" pinta Sean.


Ana menggeleng kepalanya, "kamu aja Sean..! aku benar-benar udah kenyang, sekarang bantu aku yang kebelet buang air." pinta Ana.


Sean pun menurut membantu Ana ke Kamar Mandi, sungguh Sean seorang Pria Idaman bagi kebanyakan wanita walau seorang Pangeran tapi Sean juga manusia yang punya hati dan seluruh hatinya itu runtuh direnggut oleh Ana sejak pertama kali bertemu dengan Ana.


Sean memang menjadi Sahabat, Teman, Abang, Ayah dan terkadang seperti Ibu untuk Ana.


"sudah? mandinya bagaimana?" tanya Sean.


Ana menggeleng lagi, "aku lagi malas mandi, bantu aku ganti dal*m*n aja Sean!!"


Sean bergidik ngeri membayangkan banyak da**h mengalir dari milik Istrinya, bukan karna jijik tapi memang karna kasihan atau lebih tepatnya tidak sanggup melihat hal itu.


Ana tidak mempermasalahkan Sean yang langsung keluar setelah memastikan dirinya tidak kekurangan apapun dan yang paling utama Ia juga malu dilihat oleh Sean tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk mengakui hal itu.


kehidupan mereka sangat baik-baik saja tanpa ada Putri Bangsawan yang berani mendekati Sean karna sosok Ana sangat dicintai Rakyat.


beberapa bulan yang lalu ketika Ana mengandung 2 bulan ada seorang Putri Bangsawan terang-terangan meminta ingin menjadi Istri Sean walau hanya dibawah Ratu sebagai Selir juga tidak masalah asalkan menikah dengan Sean tapi bukan sambutan baik yang diterima malah penolakan Sean yang didapatkan oleh Putri Bangsawan itu dengan tegas, ketika Keluar dari Istana kabar penolakan itu menyebar luas sehingga Putri Bangsawan itu didatangi ramai-ramai oleh Rakyat kecil dari kelas menengah kebawah melempari Putri Bangsawan dengan buah-buahan busuk, telur dan Sayur busuk.


kekejaman para Rakyat itu yang begitu menyayangi Ratu mereka membuat semua wanita bangsawan berpikir 1000 kali jika ingin menggoda Sean apalagi melamar Sean, Putri Bangsawan itu dikucilkan namun karna Ana yang baik hati meminta rakyatnya untuk tidak berlaku kejam pada Wanita itu yang masih muda dan cinta monyet itu hal biasa.


Ana semakin di puja dan dibela mati-matian oleh Rakyatnya jika ada Wanita bangsawan yang berani mencari celah untuk memisahkan Raja-Ratu mereka maka tidak ada yang bisa terima sebab takdir telah menyatakan kalau Gadis Suci itu adalah satu-satunya Permaisuri di Kerajaan jika ada wanita lain pasti sosok ramalan mereka itu akan mundur sebab mereka tau sosok gadis suci itu tidak ingin tahta namun jika kebahagiaannya di usik maka akan mundur teratur (menghilang) tanpa merasa kasihan pada para rakyatnya nanti.


.


Alena tengah bersantai di Balkon dan melihat pemandangan kota lalu Ia tertegun melihat seorang Pria tengah memperhatikannya dengan memakai topi hitam, masker hitam juga kacamata hitam.


Ana tau sosok itu lelaki karna dilihat dari bentuk tubuhnya saja jelas bisa dibedakan mana tubuh lelaki mana tubuh perempuan.

__ADS_1


"Ehh?" Alena melihat ke kiri-ke kanan tidak ada siapapun lalu Pria itu berbalik pergi memasuki Mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Alena tercengang, "apa itu dia?" gumam Alena.


"apa-apaan dia? kenapa bisa jadi Stalker mengerikan? apa dia tidak sadar kalau aku sudah tau dia mengikutiku? kenapa tidak berhadapan langsung didepan wajahku?" gerutu Alena.


ke esokan harinya dipagi hari,


Alena menggeliat di depan balkon dan mengucek-ngucek matanya lalu matanya yang mengantuk melebar seketika melihat sosok Pria yang sama juga memperhatikannya.


"hah??" cengo Alena melihat Pria itu juga pergi setelah melihat Alena.


"ke--kenapa dia seperti itu?" gumam Alena celingukan.


Alena sudah mengalami hal itu selama berhari-hari di Istana, diam-diam dipagi hari berikutnya Alena mengintip lewat jendela.


"sebenarnya siapa dia? kenapa dia mengawasiku dan pergi setelah melihatku? tingkahnya yang sok keren itu tidak ada kerennya sama sekali dimataku, dia seperti seorang Stalker (penguntit)." dumel Alena yang tidak paham sosok Pria yang selama ini diam-diam menjaganya.


Alena menoleh kekiri dan kekanan, "bagaimana caraku bisa berada didepan dia biar aku buka masker, Topi dan kaca mata hitamnya yang sok misterius itu." gerutu Alena.


Alena melebarkan matanya ketika Pria itu langsung pergi memasuki Mobilnya, "kenapa dia pergi? apa dia sudah melihatku?" gumam Alena celingukan.


.


Alena tidur di pos penjaga Istana dengan berbagai drama yang dilakukan seorang Alena berhasil tinggal di Pos itu selama beberapa jam.


Alena terlelap di Pos penjaga itu, pagi-pagi Ia menggeliat dan mengumpulkan seluruh nyawanya ketika sudah sadar Ia mengintip tempat biasa Pria itu menunggu.


"hah?" cengo Alena yang tidak melihat siapapun di depan Gerbang.


"apa aku tidak salah?" gumam Alena bangkit dari persembunyiannya dan segera keluar dari Istana dibantu oleh Penjaga Gerbang yang harus tidur di dekat gerbang karna perintah Alena itu yang seperti Perintah Ratu bagi mereka.


Ana kan Ratu Negara mereka sementara Alena yang mirip dengan Ana adalah adik kandung Ana tentu perintah Alena bagai perintah Ana bagi setiap Pengawal itu bahkan sifat serta tingkah Ana dan Alena saja hampir mirip.


Alena mengedarkan pandangannya dengan kebingungan dan ketika Ia berdecak hendak berbalik melihat sebuah kotak diatasnya ada kertas juga ditindih dengan batu bersih.


"apa itu?" gumam Alena mendekati kotak itu dan melihat isinya adalah Permen Caramel.

__ADS_1


"hah?? ap--apa ini?" Alena terperangah melihat banyaknya Permen Caramel dalam kotak kado itu lalu Ia membaca selembar Kertas.


"apa kamu ingat aku? aku akan menemuimu saat sudah siap." begitulah isi kertas yang panjangnya minta ampun tapi isinya hanya sebaris.


Alena menganga lagi melihat itu, "apa orang ini tidak waras?" gumam Alena membolak-balik selembar kertas putih itu dengan teliti seolah mencari tulisan tak kasat mata disana.


"hanya bertanya apa kamu ingat aku? memangnya siapa kau ha? aku tidak ingat hanya diberi banyak Permen Caramel, apa kau pikir aku ini anak kecil?" geram Alena lalu berbalik namun ujung-ujungnya memakan juga Permen Caramelnya.


Alena mengangguk-ngangguk merasakan permen Caramel itu, "buatan sendiri rupanya." gumam Alena.


Alena melangkah memasuki Istana sambil membawa kado berisi Permen Caramel itu ke Kamarnya.


"Mommy?" kaget Alena malah melihat Xabara berada di dalam Kamarnya.


"kamu kemana aja sayang? kenapa tempat tidurmu bersih pagi-pagi begini? tadi malam kamu tidur dimana??" cecar Xabara yang sangat tau kebiasaan anaknya kalau dijam sekarang kasurnya masih berantakan dan akan bersih di jam 10 ke atas.


"hehe..! mommy kenapa mencari Alena sih? kan Alena bukan anak kecil." cengir Alena sembari melangkahkan kaki ke arah Xabara.


Xabara menaikkan sebelah alisnya melihat kotak Kado yang dipegang Alena, "apa itu?"


"ini?" gumam Alena lalu membuka tutup kotak kadonya.


"Permen Caramel?" tanya Xabara sambil mengambil 1 permen Caramel Alena.


Alena nyengir saja lalu Xabara memakan Permen Caramel itu membuatnya terdiam beberapa saat.


"ini jualnya dimana? rasa ini belum pernah ada." tanya Xabara serius.


Alena menggeleng kepalanya, "kayaknya buat sendiri."


"siapa?" tanya Xabara dengan datar.


"sosok Kesatria tersembunyi Alena loh Mommy, Alena tidak tau dimana dia berada karna selalu bersembunyi." gerutu Alena yang dicurigai selalu oleh Xabara.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2