
.
.
.
"ratusan anj*ng??" beo Libra dengan tatapan nyalang.
Libra berteriak dan memaki Carrina yang tidak tau diri namun Ia malah dicekik oleh An.
"Tu--Tuan? ka--kami punya ur--urusan Keluarga, Tu--Tuan tidak perlu ikut ca-campur." pinta Libra sambil memegang lengan An yang mencekiknya.
An memiringkan pandangannya, "bukan urusanku? sejak kau mencampakkannya dia adalah urusanku."
"sepertinya Kematian kedua anakmu itu tidak membuatmu jerah ya? apa kau mau kedua anak perempuanmu itu juga mati?" tanya An dengan senyuman menyeramkannya.
Carrina memilih masuk ke Mobil membiarkan An melakukan apa saja pada wanita Ular itu, Carrina memainkan Ponselnya seolah tidak peduli jika Bibinya itu mati ditangan An detik itu juga.
Libra membelalak, "a---apa?"
An semakin memperlihatkan seringai iblisnya, "aku memberimu teguran kecil tapi kau tidak punya rasa malu apa asuransi Kedua anakmu itu tidak cukup untuk membayar hutangmu?"
Libra membeku dengan tubuh gemetar ketakutan menatap An yang menjadi dalang kematian kedua anak laki-lakinya.
"ke--kenapa? apa salahku padamu Tuan?" tanya Libra.
"karna kau sudah membuat Carrin-Ku di culik dan menderita sementara kau bahagia tanpa merasa bersalah membiarkan dia menjadi pengemis yang numpang berteduh di setiap Rumah Orang padahal dia punya Rumah." jawab An.
Libra memohon ampun pada An.
"aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya di buang oleh Keluargamu sendiri..! lihatlah 2 hari lagi, kedua anak perempuanmu itu akan mencampakkanmu dengan cara yang sama." seringai An lalu mendorong Libra sampai terjerembab.
Libra terbatuk-batuk dengan wajah sangat pucat, leher nya memerah bekas cekikan An belum lagi tubuhnya yang kian gemetaran mendengar ancaman An.
"Carrina?" Libra masih punya kekuatan memohon dilindungi oleh Carrina tapi Mobil yang Carrina dan An naiki sudah memasuki Mansion Maldev.
__ADS_1
Libra sampai beberapa kali tersungkur meminta bantuan Carrina. sementara didalam Mobil, Carrina malah melingkarkan tangannya di lengan An lalu bersandar di bahu An sambil memejamkan matanya.
"apa kamu memang mau tinggal di Rumah Kedua Orangtuamu Carrin?" tanya An.
Carrina tersenyum manis, "iya An..! tapi aku tidak mau Rumah yang itu lagi, aku ingin Rumah itu dihancurkan lalu membangun Rumah masa depan kita di tanah yang sama."
An langsung paham, "baiklah..! biar aku yang merombak Rumah baru untukmu, kamu sudah lihat hasil karyaku kan? Perusahaan BlackMalv semewah apa?"
Carrina tersenyum cerah, "apapun yang kamu buatkan untukku An pasti aku akan senang walaupun kamu hanya membuatkan sebuah gubuk untukku."
An menggeleng kepalanya, "kenapa Cintamu bisa sebesar ini hmm? apa kamu rela basah-basah didalam gubuk denganku hmm?"
Carrina mengangguk meyakinkan An, "sekalipun dibawah jembatan An, asalkan bersamamu aku mau."
An tergelak mengusap-ngusap kepala Carrina dan mencium kening Carrina, "tapi sayangnya aku tidak akan membiarkanmu terkena hujan didalam gubuk atau berteduh dibawah jembatan."
Carrina tersenyum manis memeluk An memang apapun yang dilalui Carrina asalkan bersama An pasti Ia akan melewati semua ujian itu dengan senyuman.
Cinta Carrina pada An tidak bisa dinilai dengan kemewahan, mungkin jika An bangkrut atau sakit maka Carrina dengan senang hati mau merawat An juga menafkahi An, memang benar Cinta itu Buta. namun, An bukanlah Pria yang akan jatuh bangkrut karna banyaknya pemasukan Uang dari berbagai arah belum lagi penghasilannya yang kini menjadi pimpinan tertinggi X Company Group.
.
Rumah Kedua Orangtua Carrina memang di bongkar oleh Alat berat dan Libra yang baru saja tiba membelalak tidak percaya Rumah itu dihancurkan, Ia mengamuk pada pekerja alat berat yang Ia kira adalah dari pihak Bank dan Rentenir.
Ina dan Reni pun membekap mulutnya syok melihat Rumah yang selama ini mereka tinggali telah rata dengan tanah.
"hentikan...! hentikan. !! apa kalian tidak tau pemilik Rumah ini ha?? dia seorang Istri Tuan Muda An, seharusnya kalian tidak berani main hancurkan Rumah ini begitu saja, kalian berani menyinggung Tuan Muda An?" teriak Libra.
apapun yang terjadi Rumah itu tidak boleh hancur tapi para Pekerja Alat berat itu seperti tuli bahkan mengusir Libra seperti Pengemis yang tidak tau diri.
"Ma?" Reni dan Ina berlari mengejar Libra.
Libra menjerit tidak terima Rumah itu telah rata sementara Reni dan Ina terus menenangkan Libra.
.
__ADS_1
Siang harinya Reni didekati oleh seorang Mafia kejam tapi seperti Pria baik-baik begitu juga Ina seolah semua sudah terencana kedua anaknya Libra meninggalkan Libra tanpa menoleh mencari kebahagiaan sendiri, Ina maupun Reni tidak diizinkan membawa Libra, namun demi kemewahan tentu saja Ina dan Reni mau mengikuti Pria yang belum sampai beberapa jam berkenalan dengan mereka.
"dimana Ina dan Reni?" gumam Libra kecarian anak-anaknya.
Libra terpaksa kembali ke Rumahnya tapi tidak menemukan Kedua anak-anaknya sampai esok hari pun tidak ada tanda-tanda kepulangan anaknya hingga tiba-tiba Libra teringat perkataan An.
"ti--tidaaakkk!!" Libra lari kocar-kacir naik Mobil pergi menuju Perusahaan X Company Group.
An mengizinkan Libra masuk, kini Libra duduk gelisah di Ruangan tunggu sampai An tiba Ia berdiri dengan takut melihat An tapi tidak berani bertindak macam-macam.
"Tu--Tuan?? ap--apa anda tau dimana anak-anak saya?" tanya Libra dengan harap-harap cemas.
An melipat kakinya dengan angkuh benar-benar memiliki jiwa penguasa yang sangat dominan hingga nyali siapapun akan menciut.
"mereka akan menjadi tawanan seorang Mafia, aku sudah bilang kan akan membuatmu membayar semua yang dialami Istriku, apa yang kau lakukan ketika Carrin-Ku ditawan oleh seorang Psikopat?"
tubuh Libra bergetar-getar ketakutan, keringat membanjiri pelipisnya padahal Ruangan nya kini sangat dingin (AC).
"to--tolong jangan sakiti anak-anak saya Tuan..! sa--saya janji tidak akan mencari Carrina lagi tapi saya mohon lepaskan anak-anak saya." pinta Libra.
An menyeringai, "kalau begitu kau cari sendiri anak-anakmu itu."
"keluar dengan cara baik-baik atau aku tendang dengan cara hina." titah An dengan wajah dingin.
Libra segera bangkit lalu berlari keluar Ruangan An, dengan segala keberaniannya Libra bertanya dimana Ruangan Carrina tapi bukannya dijawab dengan sopan mereka semua seolah memusuhi Libra juga.
Libra memohon untuk dipertemukan dengan Carrina, "ak--aku mohon..! aku ingin meminta maaf padanya, aku mohon temukan aku dengan Nona Carrina."
Libra pun di usir dengan cara hina karna bersikeras menemui Carrina, Libra menangis histeris di Luar Gerbang karna sudah tidak punya siapa-siapa lagi, pembalasan An jauh lebih kejam dari kematian malah menyiksa Libra sampai tidak ada yang tersisa.
Libra sangat menyesal beberapa kali Ia mencari Polisi untuk membantunya tapi tidak ada yang bisa menemukan Kedua anak Perempuannya itu.
Carrina pernah dikurung oleh Lancord selama 10 tahun jadi An ingin Kedua anak-anak Libra juga merasakan apa yang Carrina rasakan dulu.
.
__ADS_1
.
.