
.
.
.
"An?" Carrina berlari mengikuti An tapi ditahan oleh Para Tentara yang mengizinkan An masuk namun tidak dengan Carrina.
"Ann?" panggil Carrina tidak terima.
An menghentikan langkahnya lalu berkata, "biarkan dia ikut..!"
"tapi dia masyarakat kan? kami juga bertugas menyelamatkan mereka."
An menyunggingkan senyum tipisnya, "dia milikku hanya aku yang boleh menyelamatkannya bukan kalian." kata An dengan serius juga wajah andalannya itu yang datar serta dingin.
alhasil Para Tentara mengizinkan Carrina masuk, Carrina berlari ke arah An lalu melingkarkan kedua tangannya di lengan An sambil menatap kesal Para Tentara itu yang berani-beraninya memisahkan Carrina dengan An.
An membawa Carrina menuju bom waktu yang tinggal sedikit, An melirik Carrina yang tidak takut sama sekali dengannya entah apa yang ada dalam pikiran Carrina sampai tidak takut mati hanya demi An, tapi bisa seperti Singa kesurupan bila An terluka.
"tunggulah disana sayang..! jangan mengganggu konsentrasiku ya?" pinta An sambil memposisikan Carrina yang berjarak 1 meter dari posisinya.
Carrina mengangguk patuh lalu An mengelus pipi Carrina yang masih bisa tersenyum ke An. benar-benar Wanita yang sudah tergila-gila pada An hingga tidak takut mati.
An menoleh ke 3 Tentara yang sudah berkeringat dingin mencoba menghentikan waktu bom itu yang terus berjalan tapi tidak bisa, melihat An sungguh membuat mereka merasa tenang.
kemampuan An sangat dikenal dunia tapi wajah An tidak dikenali, jadi wajar saja mereka awalnya tidak percaya dengan An sebelum memperlihatkan kartu Identitasnya.
"berikan padaku.!" Pinta An dalam bahasa Korea.
segala Kunci yang mereka pegang diberikan ke An dan An menerimanya, An duduk dengan santai seolah Bom itu hanya mainan saja bagi An sungguh membuat para Tentara penasaran dengan Kinerja Master Bom itu yang baru kali ini mereka lihat secara langsung.
__ADS_1
Carrina berubah cemas An akan terluka, "Tolong Tuhan...! aku tidak punya siapa-siapa lagi sementara semua yang aku sayangi sudah diambil oleh-Mu, aku mohon jangan ambil dia dariku." batin Carrina bersungguh-sungguh.
Carrina bahagia An percaya dirinya bukan pembawa bencana tapi apa yang terjadi pada An membuatnya berpikir adalah bencana karna bersamanya, An tidak pernah percaya ada manusia yang diciptakan untuk menjadi bencana di muka bumi kecuali manusia itu sendiri yang menciptakan bencana di muka bumi.
awalnya Carrina cemas tapi melihat keseriusan An membuat Carrina terpana, An sangat seksi dengan gaya nya yang Cool dan tidak terlalu tergesa-gesa itu (sangat tenang).
tasshhh....!
An memutus kabel yang menghentikan waktu berjalannya Bom dan berhenti di waktu 00.06, sungguh sangat mendebarkan tapi An tidak ada takutnya sama sekali apalagi Carrina malah asik mengagumi suaminya saja.
Para Tentara disana sampai syok melihat Carrina yang tidak berteriak-teriak atau bertindak seperti wanita pada umumnya, siapa yang mau mati? tugas Para Tentara memang membela Negara dan nyawa mereka adalah sumpah mereka sendiri sehingga wajar jika mati dalam bertugas tapi Carrina? Carrina hanya perempuan Normal yang bisa-bisanya tidak takut mati.
"sudah kan?" An berdiri gagah berbalik ke arah Para Tentara yang begitu takjub dengan kemampuan An.
An menoleh ke Carrina yang bertepuk tangan dengan senyum cerahnya itu hingga An terkekeh begitu besarnya nyali Carrina yang tidak mau meninggalkan An juga tidak membuat Konsentrasi An terpecah.
Kapten Tentara itu meminta An pergi ke Kantor Kenegaraan mereka untuk mendapatkan Penghargaan tapi An menolak malah meminta mereka menjaga Privasi An, sebagai seorang Prajurit Sejati sebuah Rahasia adalah harga mati sehingga mereka semua bisa menjaga Rahasia sesuai dengan keinginan An.
Para Tentara lainnya mengambil Bom waktu yang sudah di matikan An lalu pergi dari Lokasi setelah berpamitan pada An, mereka juga memberi hormat ke Carrina yang punya nyali Tentara padahal bukan Tentara.
"An??" panggil Carrina ke An langsung melingkarkan kedua tangannya dilengan An begitu posesif.
"bagaimana? bukankah suamimu sangat seksi?" tanya An.
"An?? aku tadi takut An..! aku tidak mau kamu terluka sampai-sampai aku berpikir kalau aku memang pembawa bencana jika kamu terluka An, aku hampir saja ingin mencekik leherku sendiri." ujar Carrina dengan serius.
An mengerutkan keningnya tidak suka, "Kamu bukan pembawa bencana sayang..?" bisik An menangkup kedua pipi Carrina.
"pokoknya aku akan lebih waspada lagi kedepannya, kamu tidak boleh terluka An." kata Carrina.
"bukan berarti kamu harus terluka demiku, aku kagum dengan keberanianmu sayang..!" An menduselkan hidungnya dengan hidung Carrina yang langsung tersenyum.
__ADS_1
"aku akan membuatmu tidak bisa hidup tanpaku An, jadi kamu tidak akan pernah berpikir untuk meninggalkanku." ujar Carrina membuat An tergelak melingkarkan lengannya di leher Carrina sambil melangkah pergi.
di Luar Gedung sudah ada beberapa pekerja Restaurant yang menebak-nebak mengapa ada pasangan yang lama sekali keluarnya dan mendekati An bersama Carrina namun jawaban An begitu santai kalau Bomnya sudah dijinakkan oleh petugas Negara tanpa memberitau kalau An lah yang melakukannya.
Carrina terpana dengan An yang rendah hati juga tidak suka memamerkan kelebihannya itu kepada Orang lain, terkadang ada Orang yang haus akan pujian serta kekaguman tapi An malah berbeda.
"dimana Fotografernya?" tanya An dalam bahasa Korea.
Carrina diam saja mendengarkan An berbicara dengan Orang lain tapi tangannya masih melingkar di lengan An, Carrina bertekat akan menguasai bahasa Korea juga.
beberapa belasan menit kemudian pun Orang yang dicari datang membawa Album Foto yang sangat tebal untuk Carrina, Carrina memekik kesenangan melihat Album Fotonya sangat tebal pasti isinya banyak sekali.
"berapa?" tanya An (Bahasa Korea) yang puas dengan pekerjaan Pria itu bisa membuat Carrina segirang itu.
"syukurlah Nona nya Suka Tuan, saya melihat Cintanya begitu besar pada Tuan jadi saya tidak meninggalkan Foto apapun dalam Kamera saya semua saya cetak walau tidak sengaja pun."
"hmm..! aku puas dengan kerjamu akan aku beri bonus." kata An sambil memainkan Ponselnya.
Fotografernya malah ternganga melihat nominal yang An kirimkan lebih besar dari dugaan nya, saat Protes An malah bilang itu adalah harga yang pantas sebab kebahagiaan Carrina jauh lebih ternilai dari nominal yang An berikan itu.
siapapun jadi tau kalau An juga sangat mencintai Carrina, Carrina berlari ke arah bangku panjang yang tidak jauh darinya sambil membuka satu persatu album fotonya dengan mata berbinar penuh bintang.
An mengikuti Carrina dan duduk disamping Carrina, "sayang?"
"Iya An? Lihat An? kamu tampan sekali seperti ini." tunjuk Carrina sesekali melihat ke arah An yang terkekeh.
.
.
.
__ADS_1