
.
.
.
Ina segera melarikan diri karna tidak tahan hinaan Orang-orang yang menatap rendah dirinya, kini Ina berada di Luar Perusahaan Tifanny dan membungkukkan setengah badannya kedua tangannya memegang lututnya dengan nafas terengah-engah.
"sialan Carrina...! kenapa dia bisa menang dariku? kenapa dia berubah? kenapa berubah? kenapa dia yang jahat bisa diperhatikan? aku sudah pura-pura baik kenapa dia yang jahat di dukung?" teriak Ina begitu geram.
Ina kembali memasuki Mobilnya dengan kecepatan tinggi dalam perjalanan Ia terus marah-marah, Ia tidak akan membiarkan Carrina hidup tenang kedepannya dan apapun yang Carrina miliki memang harus menjadi miliknya, Ina terlalu dengki dengan kebahagiaan Carrina sementara tidak ada Pria yang mau menikahinya selain ingin tubuhnya saja, itupun dari kalangan Pria yang sudah beristri.
setibanya di Rumah,
"a--ada apa ini?" gumam Ina melihat banyak wartawan didepan Rumahnya juga Petugas Bank juga berbagai rentenir Libra.
"kenapa lagi ini?" geram Ina lalu mengklakson banyak wartawan didepannya yang segera mundur serta memberi jalan untuk Ina.
Ina tidak peduli lagi dengan banyak wartawan itu sebab yang Ia pedulikan sekarang adalah mengapa para Petugas Bank dan berbagai Rentenir Libra bisa berada di depan Rumah mereka sementara sebelumnya tidak pernah seperti ini bahkan mereka terlihat berdebat menginginkan sesuatu yang entah mengapa membuat Ina takut kalau Rumah yang kini mereka tinggali akan disita.
Ina keluar dari Mobilnya dan berlari menuju Libra, "ada apa Ma?" tanya Ina.
"akhirnya kamu datang juga Ina...! lihatlah mereka, mereka ingin menyita Rumah kita karna Mama minta toleransi." jawab Libra.
"apa kalian tidak tau kalau kedua Abang laki-laki kami sudah tiada?? bagaimana dengan nasib Adikku di Bali? dia masih butuh biaya Kuliah." protes Ina.
"itu bukan urusan kami..! kalian sudah menunda selama 3 bulanan dan kami tidak tahan sehingga mau tidak mau kalian kami harus menyita Rumah ini."
pertengkaran mulut terjadi diantara mereka, Libra langsung teringat Carrina yang bisa menolong mereka dengan membayar semua hutang-hutangnya dan Rumah ini akan selamat.
"kalian pergilah lagi..! kalian datanglah 3 hari lagi jika waktu itu aku tidak bisa juga membayar semua hutang-hutangku maka kalian boleh menyita Rumah ini." Kata Libra serius.
Petugas Bank dan Rentenir Ilegal pun saling pandang lalu mengancam Libra jika lari maka Rumah ini akan tetap mereka sita sebab tidak ada Orang yang bisa lari membawa kabur Rumah sedangkan surat-surat kepemilikan Rumah ada bersama Pihak Bank.
.
"Ma??" Ina memegang tangan Libra.
__ADS_1
"kita akan mencari bantuan pada Carrina, dia punya banyak uang pasti mau menyelamatkan Rumah ini kan?" Libra.
Ina tertegun, "mana mungkin dia mau membantu Kita ma..! dia sudah membuatku menjadi buah bibir semua Orang, sekarang Wartawan itu ingin membuat Artikel buruk yang akan diterbitkan lalu karirku pasti hancur Ma."
Libra meminta Ina untuk bersabar karna jika mereka tidak mencari pertolongan Carrina sudah pasti mereka semua akan menjadi gembel jalanan sementara Libra masih punya anak perempuan yang sedang kuliah di Bali masih membutuhkan biaya besar disana.
.
ke esokan harinya,
di tempat lain.
An tersenyum puas mendengar kabar dari Agus bahwa Libra dan Ina akan menjadi gembel karna An sudah mempercepat para Rentenir juga petugas Bank tempat Wanita itu berhutang untuk segera menagihnya ke Libra.
"tapi Tuan..!?" ujar Agus serius.
An menatap Agus dengan datar, "apa?"
"wanita itu minta tenggang waktu 3 hari, jika belum sanggup bayar mereka akan angkat kaki sendiri." jawab Agus.
Agus diam memikirkan maksud An sebab Ia tidak tau jawabannya.
"pergilah...!" usir An lalu Agus pun mengangguk sopan dan pergi dari Ruangan An.
An melihat ke arah Ruangan Pribadinya didalam sana ada Carrina yang tengah melihat-lihat album Foto nya bersama An.
"aku tidak sabar pergi ke Amerika dengan Keluarga baruku." senyum lebar Carrina.
2 hari lagi Keluarga Maldev akan pergi ke Amerika untuk menonton pertandingan Anggar Alena dengan lawannya.
Carrina menatap penuh Cinta pada Potret An yang tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya memeluk Carrina dari belakang saat di Korea memakai baju Raja serta Ratu.
"lihat sayang..? Papa kalian tampan sekali bukan? senyumnya sangat mahal loh." Carrina mengajak berbicara calon bayinya sambil mengelus-ngelus perutnya.
Carrina menutup Album Fotonya lalu beralih mengambil Ponselnya serta melihat berita terkini, Carrina terkejut melihat berita tentang Ina yang Rumahnya didatangi Rentenir Legal dan Ilegal ingin mengambil Rumah mereka.
"Rumah Papa sama Mama disita?" gumam Carrina.
__ADS_1
Carrina tidak mau tinggal di Rumah itu lagi tapi Ia tidak rela jika Rumah peninggalan Orangtua nya akan disita.
"aku akan ambil Rumah itu untukmu sayang." perkataan An membuat Carrina menoleh saking cemasnya tidak sadar An berada di belakangnya.
"An?" gumam Carrina berdiri lalu melangkah ke arah An yang langsung menangkup kedua pipi Carrina.
"tapi dengan syarat kalau mereka datang meminta bantuan padamu jangan tolong mereka, aku akan mengambil Rumah itu untukmu tapi tidak untuk ditempat tinggali lagi oleh mereka." kata An serius.
Carrina mengangguk-ngangguk patuh, "mereka sudah lama bahagia selama ini di Rumah Orangtuaku..!"
An mengulum senyum, "bagus Sayang..! kamu memang sudah kaya-raya dan bisa membeli apapun yang kamu mau tapi Kenangan? tidak ada yang bisa membeli Kenangan sayang, disana adalah Kenangan manismu bersama kedua Orangtua mu kan? aku minta kamu harus tegas merebut kembali Rumah itu."
.
benar saja perkiraan An bahwa Libra memang datang ke Perusahaan BlackMalv mencari Carrina tapi Libra tidak tau kalau Carrina sudah pindah ke Perusahaan X Company Group.
"apaa?" Libra sampai syok mendengar ucapan Ayunda kalau Carrina sudah hidup bahagia tinggal di Mansion Maldev dan menjadi Nyonya disana tanpa repot bekerja.
Ayunda menggeleng kepalanya melihat Libra berlari pergi terburu-buru, "manusia itu sudah terkutuk, muka tembok, tidak punya rasa malu..! huhh..! semoga saja Tuan Muda bertindak tegas langsung menghabisi mereka semua."
Libra mendatangi Mansion Maldev tapi tidak ada sahutan sampai sebuah Mobil tiba hendak masuk ke Mansion Maldev ketika atap Mobil dibuka Libra melihat Ana yang tengah menatap datar dirinya.
"siapa?" tanya Ana.
"sa--saya Bibinya Carrina Nona." jawab Libra menepuk-nepuk dada nya memperkenalkan dirinya sambil melangkah ke Mobil Ana.
Ana menaikkan sebelah alisnya, "Bibi?"
Libra menangis tersedu-sedu mengatakan Carrina sudah lama meninggalkan nya sementara Ana hanya memasang wajah datar saja, Ia bukan Gadis bodoh yang tidak tau makna kata-kata Libra.
"dasar ...! apa dia pikir aku anak TK yang bisa dibodohi?" batin Ana dengan jengah akting menangis Libra seperti seorang Ibu yang sengaja ditelantarkan oleh Anaknya.
.
.
.
__ADS_1