Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
berubah


__ADS_3

.


.


.


sementara di Mansion Maldev,


seluruh Keluarga dan Kerabat, sahabat baik Xabara tiba untuk melihat bayi mungil keturunan Maldev generasi baru.


Carrina tersenyum malu-malu saat perasaannya tertebak oleh banyak Orang ketika melihat Baby Kenan yang sangat mirip dengan An artinya Carrina sangat mencintai An, begitu juga An yang mengalami morning sickness Carrina tapi An tidak malu di ledek oleh Kerabatnya malah sibuk dengan sosok Putra Kecilnya yang memang sangat mirip dengannya.


tak lama kemudian Ana dan Sean pun tiba di Mansion Maldev disusul oleh Etopy dan Baboly, Kerabat Xabara dan Ratu begitu heboh menggoda Ana seorang Ratu malah tanggung jawab bayi Ana yang masih dalam bentuk telur saja sudah berat yaitu sebagai penerus tahta.


"sudah jangan membuat calon bayiku terguncang karna godaan kalian, dia ini anakku bukan calon Pangeran kalian." omel Ana membuat tawa semua Orang pecah seketika.


Sean pun terbahak mendengarnya lalu Etopy bertanya apa maksud perkataan Ana dengan senyuman Sean memberi tau, Etopy tersenyum lembut menepuk pundak Sean menatap Ana yang mengerucutkan bibirnya dengan sebal.


"kenapa wajahmu masam Ana?" ejek Barnes.


"aku rasa karna tidak terima calon bayinya disebut masih berbentuk telur." jawab Aya ikut-ikutan terkikik.


mereka semua semakin semangat mengejek Ana yang langsung pergi disusul oleh Sean yang meminta maaf atas nama Ana sebab Istrinya itu masih mode Morning Sickness suka marah-marah dan tidak ingin keramaian.


Ana biasanya mau berkumpul dengan Keluarga Xabara, Ratu dan teman seumurannya yaitu anak-anak sahabat Xabara ada yang selisih bulan dan ada juga yang selisih beberapa tahun saja.


Carrina melihat Ana pergi bersama Sean mengerutkan keningnya dengan heran.


"kenapa Kakakmu Alena?" tanya Carrina ke Alena yang tengah mengelus-ngelus kepala Baby Kenan.


Alena beralih ke arah Ana dan tersenyum lebar, "pasti lagi ngambek..! kan Kakak Ipar tau kalau emosi wanita hamil itu tidak stabil."


Carrina mengangguk lalu melihat Kerabat Maldev yang telah dianggap Keluarga sendiri tengah tersenyum dan terkikik seolah sudah tau saja amarah Ana terlihat tidak memasukkan hati ketika Ana meninggalkan mereka semua tanpa berbalik.


"harap maklum ya? bisa saja itu bawaan wanita hamil." kata Ratu terbahak.

__ADS_1


semakin keras saja tawa Kerabat Maldev hanya An saja yang terlihat tenang saja, Ia tidak peduli juga Ana mau marah atau kesal karna Ia paham betul bagaimana wanita hamil kalau sudah tersinggung.


Carrina pun ikut tertawa bersama Alena karna mereka semua mengejek Ana si Bumil aneh, sudah jelas anak Ana memang masih bentuk telur tapi malah tersinggung calon bayinya disebut bentuk telur.


.


"kenapa tidak mau bergabung dengan mereka sayang?" tanya Sean begitu sabar memegang tangan Ana.


"aku tidak mau keramaian Sean..! pokoknya selama aku ingin menyendiri tidak ada yang bisa mencegahku..! aku tidak mau tau." bantah Ana dengan tegas.


"bayiku disebut telur..! apa salahnya mereka menyebut calon bayiku?" dumel Ana.


Sean menjelaskan bahwa calon bayi mereka masih berbentuk sel telur tiba-tiba Sean dibentak oleh Ana yang tidak terima calon anaknya disebut telur.


"huhuuuhhuu...!! huhuhuuu..! aku tidak terima anakku disamakan sama telur, memangnya aku Ayam? ular? bertelur hah?" tangis Ana pecah seketika.


Sean menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya lalu berusaha membujuk Ana hingga akalnya mulai buntu.


"lalu apa maumu sayang?" tanya Sean yang sudah tidak tau cara menghibur Ana.


Ana sesegukan melihat Sean, hati Sean merasa teriris melihat mata merah Kekasih hatinya lalu Ia mengusap air mata Ana.


"aku mau anakku tidak bo--leh disam-makan dengan Te-Telur." jawab Ana terbata-bata.


"iya sayang...! iya..? ini calon bayi kita kan? bukan Telur kan?" tanya Sean dengan sabar dan Ana menggeleng-geleng.


"bukan te--lur." jawab Ana masih sesegukan.


Sean mengangguk, "iya sayang..! calon bayi kita sudah makan?" tanya Sean mengalihkan.


Ana menggeleng kepalanya lagi membuat Sean menahan rasa gemasnya dengan tingkah Ana yang tidak biasa walau begitu Sean sangat menyukai sisi Ana yang berbeda ini.


Sean mengambilkan makanan diluar untuk Permaisurinya padahal diluar sedang ada acara perkumpulan Keluarga karna menyambut Baby Kenan tapi Sean malah membawa makanan ke Kamar sebab Permaisurinya tidak mau di kelilingi banyak Orang.


sesampainya di Kamar,

__ADS_1


Sean menyuapi Ana seperti seorang Ayah yang menjaga Putri Kecilnya sedang ditinggal oleh Mamanya, Sean tidak henti-hentinya menahan senyum melihat tingkah Ana yang sepertinya suka makan di suapi oleh Ana padahal Ana punya tangan malah senang makan disuapi Sean.


"mau minum?" tanya Sean dibalas anggukan oleh Ana.


Sean memberikan gelas ke Ana tapi malah bibir Ana yang mendekat ke Gelas yang dipegang Sean bukannya mengambil gelas itu dengan tangannya Ana.


"kenapa sayang?" tanya Sean dan mata besar Ana yang melihat gelas itu perlahan menatap Sean dengan polos sambil meneguk minuman itu.


Sean meletakkan gelas berisi minuman dan piring berisi makanan untuk Ana dimeja nakas, Ana malah melihat piring itu berpindah seolah tak terima karna belum kenyang.


Sean menangkup pipi Ana dan menciumi bibir Ana serta kening juga pipi Ana, "kenapa kamu sangat menggemaskan hm?"


"Sean aku belum kenyang..!" protes Ana mendorong dada bidang Sean supaya menjauh darinya.


Sean mengulum senyum lalu kembali menyuapi Ana dengan hati-hati dan penuh Cinta, Ana tidak tau kenapa makanan disuapkan dengan tangan (sendok) Sean bisa begitu lezat.


"kenapa makanmu lahap sekali hmm? apa enak?" tanya Sean sambil memasukkan sesendok makanan ke mulutnya.


Sean melebarkan matanya lalu mengunyah makanan itu dengan cepat dan buru-buru minum, "sayang? ini makanan apa? kenapa tidak protes sejak tadi?"


Ana mengerjab polos, "enak !!" jawab Ana membuka mulutnya lebih lebar.


Sean hendak mengganti makanan itu yang rasanya hambar tapi anehnya Ana mengancam tidak mau makan kalau Sean ganti, Sean terpaksa menyuapi Ana malah dirinya yang ngilu melihat Ana makan begitu lahap.


"yakin enak sayang? apa lidahmu tidak salah?" tanya Sean melihat piring ditangannya sudah bersih tanpa tersisa 1 biji nasi pun.


"enak..! sangat enak apalagi kamu yang suapin." jawab Ana mode malu-malu.


Sean menganga lebar lalu tersenyum begitu tampan memperlihatkan gigi putihnya, "jadi kalau aku yang suapin enak?"


Ana begitu malu-malu seperti gadis remaja yang baru jatuh Cinta, Sean terbahak melihat ekpresi Ana itu membuatnya ingin Ana selalu hamil biar tingkahnya seperti itu terus.


Sean mengelus pipi Ana, "sepertinya 9 bulan kedepan adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku kelak." batin Sean yang sangat menyukai sisi berbeda Ana itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2