Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
diundang


__ADS_3

.


.


.


Putra Mahkota Kerajaannya Sean diberi nama Pangeran Wales Anwealda Arthur Sanders yang artinya Penguasa Kerajaan Sanders.


"Pangeran?" panggil Alena menoel-noel pipi Baby Wales.


Ana yang menggendong Wales tersenyum manis.


"Pangeran? Aunty mau kembali ke Indonesia sayang..! baik-baik disini ya?" kata Alena dengan lembut.


"iya aunty..!" jawab Ana dengan suara anak-anak.


Alena terkekeh lalu memegang lengan Ana, "kakak baik-baik ya? kalau Pangeran kecil ini nakal beritau aku hehe..! aku mau melihat bagaimana kenakalan Putramu."


Ana tertawa, "kenapa tidak Kenan?" tanyanya heran.


"Kenan sangat lucu, dia sangat pemalu seperti Mamanya aku rasa tidak mungkin dia nakal." kekeh Alena.


mereka kembali tertawa bersama.


"ada apa ini? kenapa Pangeranku dibawa-bawa?" sahut Carrina tiba-tiba dengan mata melotot galak.


Alena dan Ana tertawa lepas membuat wajah Carrina semakin masam saja.


"Kenan memang Pangeranku, memangnya anakmu saja yang bisa menjadi seorang Pangeran?" omel Carrina.


Alena menjelaskan alasan mereka menyebut Kenan sambil tertawa, Carrina mengerucutkan bibirnya sembari melangkah ke arah Ana dan mengelus kepala Baby Wales.


"anakku pemalu apa sebuah ejekan? nanti dia juga akan nakal kalau sudah tumbuh besar." gerutu Carrina.


Ana mengangguk-ngangguk saja bersama Alena karna tidak mau menertawai Carrina lagi tapi wajah mereka berdua memerah menahan tawa sebab Carrina seperti tidak terima dikatakan pemalu padahal hal itu fakta adanya.


Ana tidak mengantar Keluarganya Kebandara hanya diantar oleh Sean dan Pengawal lainnya, sebelumnya Xabara bersama Ratu juga sudah menggendong Putra Kecil Ana serta berpesan untuk tidak nakal di Istana padahal Baby Wales juga tidak akan paham.


kini Alena ada di dalam Pesawat tengah menatap pemandangan langit sampai berjam-jam bahkan hampir seharian penuh.


Bandara Indonesia,


"kenapa sayang?" tanya Xabara ke Alena.


"tidak ada Mommy..! Alena pengen beli sesuatu aja." jawab Alena tersenyum lebar.


"perlu Papa temani sayang?" tanya Rovert menyahut.

__ADS_1


"Mommy, Papa sama Nenek pulang aja duluan naik taksi, hehe.! Alena naik Mobil jemputan." cengir Alena.


Rovert pun terkekeh bersama yang lainnya, Alena memang dimanja dengan cara apapun walaupun yang lainnya harus jalan kaki demi Alena bisa kemana saja diinginkannya.


di Mal,


"hati-hati ya nak!!" pesan Xabara ketika Alena keluar dari Taksi.


Alena mengangguk sambil melambai, Koper Alena telah dibawa oleh Keluarganya.


"ingat pesan Papa sayang?" peringatan Rovert.


"apa pesannya?" tanya Ratu.


Alena menyuruh supir taksi jalan sambil melambai-lambai saat Taksi itu pergi darinya, Alena melakukan itu supaya Keluarganya tidak banyak bicara.


Alena menghela nafas panjang lalu tertawa tiba-tiba sambil menggeleng kepalanya pelan sembari berbalik melangkah memasuki Mal.


"aku yakin foto itu disini..! kenapa instingku tidak bisa mendeteksi Saga? apa yang salah denganku?" gumam-gumam Alena yang sungguh penasaran dengan foto yang pernah diposting oleh akun mawar putih.


Alena menemukan tempat yang Ia maksud, "nah..! disini dia." gumam Alena merasa yakin sambil celingukan dan menemukan tempat Saga memotretnya.


Alena memiringkan pandangannya melihat jaraknya cukup dekat tapi anehnya Alena tidak merasakannya ketika dekat namun merasakan sedang diawasi ketika jaraknya lumayan jauh.


"apa dia bisa menutupi kehadirannya dengan jarak dekat denganku?" gumam Alena sungguh penasaran.


Alena memiliki Insting yang sangat kuat dan hal itu merupakan kelebihannya tapi ketika ada yang membuatnya merasa kecolongan tentu Ia heran dimana letak masalahnya.


Alena menggeleng kepalanya pelan, "kenapa aku memikirkan masalahnya? biarkan saja dia mau jadi bunglon atau apalah terserah dia." gerutu Alena.


Alena berjanji akan melatih lagi instingnya supaya lebih kuat lagi dan bisa merasakan pengawasan Saga dari jarak dekat.


Alena membeli kebutuhannya lalu kembali ke Mansion dan menanyakan rasa penasarannya pada Xabara yang lebih berpengalaman.


Xabara tersenyum lembut, "itu karna dia tidak membahayakanmu maka nya kamu tidak bisa merasakan ada tanda bahaya didekatmu."


jawaban Xabara seakan berhasil memecahkan teka-teki masalahnya.


"jadi kalau bahaya baru bisa Alena rasakan Mommy?" tanya Alena memastikan.


"iya sayang!! instingmu itu adalah perasaanmu jika perasaanmu aman maka tidak akan ada perasaan curiga itu." jelas Xabara.


"Alena tidak paham Mommy, lebih baik Alena kembali saja." kesal Alena lalu bangkit dan berlari meninggalkan Xabara yang terkekeh.


.


ke esokan harinya,

__ADS_1


Alena berada di gedung Pelatihan Anggar. Alena di undang untuk menghadiri perkumpulan Atlet Anggar baik yang sudah pensiun maupun yang baru masuk dalam Anggar itu.


Alena berpakaian biasa hanya memakai set baju lengan panjang dan rok dalam, Alena tidak pernah suka memakai pakaian seksi tapi apapun yang Alena kenakan pasti disukai oleh siapapun mata yang memandang.


"itu Nona Alena?"


"wah..! Atlet Anggar Internasional."


"aku fans beratnya."


"Nona Alena sangat cantik bukan seperti seorang Atlet tapi seorang Artis."


gosip-gosip Atlet (Junior) Anggar, Alena satu-satunya Atlet kalangan perempuan yang dinobatkan sebagai gadis tercantik sepanjang sejarah dunia Anggar juga paling kuat karna sudah Go Internasional.


Alena cuek saja lalu duduk dengan anggun ditempatnya, Alena sangat populer di dunia Olahraga terutama dari kalangan Atlet bahkan pelatih para Atlet saja terang-terangan menaruh hati pada Alena.


Alena dikatakan sangat Arogan tapi tidak ada juga para Pelatih yang berani menegurnya karna punya kekuasaan penuh yaitu seorang Putri Keluarga Maldev.


"apa Nona Alena sudah punya pacar?" bisik salah satu penggemar Alena.


"kabarnya belum ada..! apa kamu tau kalau Akun Mawar Putih pernah memposting sebuah foto yang diblur tapi kami sebagai penggemar Nona Alena sangat tau bentuk tubuhnya walau diblur." bisik yang lainnya.


"jadi maksudmu Foto yang di blur itu Nona Alena?"


"bukankah sudah jelas? Nona Alena suka mawar putih kan?"


mereka yang baru tau pun ternganga sebab Pria yang mengejar Alena juga memiliki Penggemar wanita yang tidak normal.


"Pesona Keluarga Maldev benar-benar mengerikan." bisik Penggemar Alena lalu tertawa bersama yang lainnya.


Alena banyak menerima setangkai Bunga Mawar Putih dari banyak penggemarnya hingga jumlahnya mungkin melebihi 100 tangkai Bunga.


"sudah-sudah! aku tidak terima lagi." tolak Alena.


Alena memberikan setangkai demi setangkai bunganya ke anak-anak yang bermain disekitarnya hingga ditangannya hanya ada 1 tangkai bunga mawar putih saja.


Alena diperlakukan dengan baik juga sangat dihormati oleh pihak Acara Atlet yang membuat Acara, mereka sangat berterimakasih pada Alena yang mau meluangkan waktu berharganya datang ke acara yang bisa dikatakan tidak penting bagi orang sekelas Alena.


"tidak apa..! lanjutkan saja acaranya." pinta Alena.


Alena berada di Ruangan VVIP sambil menonton acara itu dari lantai atas, tadi Alena duduk di bangku biasa tapi dijemput langsung oleh pemilik acara mengantarkan Alena ke tempat yang lebih baik, Alena suka berada di Ruangan VVIP tidak panas malah dingin juga tidak pengap karna banyak Orang, juga tidak berisik sebab banyak dari mereka suka bergosip tidak penting.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2