
.
.
.
pagi-pagi Keluarga Ana sudah kocar-kacir bepergian disekitar Negara itu.
Carrina dan An pergi lagi bertamasya berdua, Xabara dan Rovert jangan ditanya lagi walau sudah punya calon cucu tingkah pasangan itu masih seperti suami-istri muda (tidak ingat umur).
Ratu dan Alena berkeliling bersama Etopy entah kemana yang jelas tidak disekitar Istana, Baboly sibuk dengan Olahraganya membentuk badan sebab hidupnya selama ini sibuk dengan masalah menjadi Raja sehingga tidak pernah berolahraga membuat perutnya sedikit membuncit.
Kerabat Ana sudah kembali ke Indonesia karna banyak urusan.
sementara pasangan pengantin yang sebenarnya tengah berdebat penuh drama didepan para Pelayan dan Bodyguard yang menahan tawa melihat perdebatan pasangan Pengantin itu, walau tidak tau bahasa mereka tapi ekspresi Ana maupun Sean terlihat lucu.
"sayangg?" rengek Sean menggoyang tangan Ana.
Ana menepis tangan Sean, "tidak usah manja Sean.! jaga martabatmu sebagai yang mulia Raja." ketus Ana.
"martabak? aku jadi pengen makan martabak sayang tapi disini tidak ada jualnya, kamu buatkan ya? ya??" rengek Sean.
Ana merasa pusing mendengar ocehan Sean yang bisa-bisanya Martabat diganti Martabak oleh nya, Sean adalah Raja tergila yang pernah Ana temui bahkan Ia sempat bertanya-tanya mengapa Ana bisa menyukai Pria seperti Sean itu yang jujur saja sangat-sangat menguji kesabarannya sebagai manusia yang tidak bisa sabar.
"sayangg?!" rengek Sean mengekori Ana seperti anak ayam.
Ana memijit pelipisnya sambil jalan mengelilingi pelayan yang ikut berputar dan menahan tawa melihat tingkah Ana yang di ikuti Sean itu.
"Martabak?" rengek Sean.
"Sean?" geram Ana berhenti seketika dan tubuh kekar Sean menabrak tubuh belakang Ana.
"aduuh...! Seannn? kenapa kamu mengikutiku?" pekik Ana dengan mata melotot galak ke Sean karna kepala belakangnya yang sakit ditabrak Sean terlebih lagi Ana menyanggul rambutnya asal dengan jepit rambut jadi sakit juga ditekan dari belakang oleh Sean tadi.
Sean cengar-cengir, "maaf sayang..!? siapa suruh kamu tidak pasang lampu peringatan berhenti."
Ana merasa kepalanya semakin berat saja, "Sean? apa kamu pikir aku ini Mobil?" desis Ana dengan geram.
"sayang?? martabak!" desak Sean lagi memegang tangan Ana dan menggoyangnya dengan manja.
Ana menarik nafas dalam-dalam lalu kembali melangkah pergi dan Sean bersorak gembira mengekori Ana sesekali memegang tangan Ana yang ditepis oleh Ana dan terlihat sekali Ana hendak memukul kepala Sean yang menciut seketika dengan kebar-bar an Ratunya itu tapi tidak takut juga mengekori Ana.
"ahahaha...?"
__ADS_1
tawa Para Pelayan dan Bodyguard pun membahana seketika termasuk Sophia.
(gosip translete dari bahasa asing)
"kenapa yang mulia bisa bertingkah seperti itu pada Yang mulia Ratu?"
"ahaha..? yang mulia raja sangat menggemaskan seperti anak ayam."
"aku merasa rahangku sangat sakit karna tidak sanggup menahan tawaku ini."
Para Pelayan dan Bodyguard pun bergosip tentang Sean-Ana yang sangat menggemaskan.
keseruan Ana dan Sean membuat Istana begitu ramai serta tidak kaku seperti dulu lagi, peraturan di Istana juga sudah melonggar karna Ana mencabut satu persatu peraturan Istana yang sangat kaku itu tapi tidak menghilangkan peraturan yang masih wajar dan Ana masih bisa menoleransi itu.
.
Ana menatap datar Sean yang makan begitu lahap didepan Ana.
"enak sayang? enak sekali Martabak buatanmu." puji Sean dengan senang.
Ana memegang pangkal hidungnya dan memijit-mijitnya, "aku jadi ingin meracunimu Sean."
Sean terkekeh, "lalu kamu akan menjadi Janda Ratu tanpa keturunan sayang."
Ana mendengus sebal.
Ana membuang muka saja dengan cuek padahal Ia tau aturan itu namun karna kesal bibirnya mengatakan hal itu padahal sebenarnya tidak ada niat hatinya ingin meracuni Sean.
"sayang? bagaimana cara membuat anak?" tanya Sean.
Ana tersedak seketika padahal ia tidak sedang minum.
"kenapa sayang? apa pertanyaanku salah?" tanya Sean dengan senyuman.
"habiskan martabakmu." ketus Ana sambil bangkit lalu melarikan diri dari Sean.
.
di balik kamar,
Ana memegang dadanya yang bergemuruh mendengar pertanyaan Sean.
"kenapa dia bertanya seperti itu? apa dia memang impoten? apa dia tidak tau melakukan hubungan itu?" gumam-gumam Ana.
__ADS_1
Ana sempat mendengar gosip para wanita di Acara Pestanya saat itu mereka mengatakan Sean disebut Pangeran Impoten karna tidak tertarik dengan wanita tapi karna sudah menikah dengan Ana, mereka semua berharap Sean benar-benar tidak impoten.
awalnya Ana terkejut mendengar pembicaraan para wanita bangsawan itu tapi Ia tidak menganggap serius hal itu karna Ana seorang dewi beracun yang bisa menyembuhkan jenis penyakit seperti itu.
Ana menggeleng-geleng kepalanya, "jangan masukkan hati kata-kata wanita itu Ana..! Sean itu terlalu serius dengan statusnya sebagai Putra Mahkota jadi harus menjaga wibawanya sebagai penerus tahta supaya tidak rusak."
Ana mengangguk membenarkan kata-kata positifnya lalu ia hendak melangkah ke arah ranjangnya dan menoleh kebelakang mendengar suara Sean, Ana menenangkan diri lalu membuka pintu Kamar nya.
"sayang? kenapa meninggalkanku?" tanya Sean.
Ana memperhatikan wajah Sean yang terlihat normal saja, ia penasaran apakah Sean benar-benar impoten? jujur saja Ana juga seorang perempuan yang ingin merasakan hubungan seperti itu tapi Ia perempuan yang sangat menjaga harga diri jadi tidak mau terlihat murah didepan Sean karna Ana sangat mahal.
"sudah habis?" tanya Ana berbalik menuju Ranjangnya.
Sean menutup pintu Kamar mereka lalu berlari mengikuti Ana.
"apa kamu tidak ingin mengatakan apa-apa padaku Sean?" tanya Ana serius sambil bersidakap dada.
Sean mengerutkan keningnya lalu duduk disamping Ana, "aku rasa kamu punya banyak pertanyaan padaku Ana-ku sayang! tanyakan saja apapun itu."
Ana terkejut melihat raut wajah serius Sean, "anak ini apa benar-benar punya Kepribadian ganda? kenapa sifatnya bisa berubah ketika lapar dan kenyang?" batin Ana terheran-heran.
"kenapa sayang?" tanya Sean memegang kedua tangan Ana yang tersentak kaget karna tersadar dari lamunannya.
"ha?" Ana celingukan merasa malu karna ketahuan melamun.
"ada apa?" tanya Sean.
Ana berdehem pelan, "a--aku mau bertanya."
"tanyakan saja, aku akan jawab." sahut Sean sambil tersenyum mengecup punggung tangan Ana seolah Pria Romantis yang sangat berpengalaman.
Ana tercengang melihat tangannya itu diperlakukan seperti itu oleh Sean, "apa kamu punya kepribadian lain Sean? kenapa kamu bisa berubah-ubah ketika lapar dan kenyang? apa kamu sudah kenyang maka seperti ini?"
Sean tersenyum, "aku tau cara menempatkan diriku ketika berbicara denganmu sayang, aku ingin kamu menjadi Istriku, Ibuku, Kakakku, sahabatku sekaligus temanku."
Ana tertegun mendengar ucapan Sean yang memiliki makna yang sangat dalam.
Cup...!
Sean mencium kening Ana yang melebarkan matanya menatap mata Sean dengan jarak yang begitu dekat.
.
__ADS_1
.
.