Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
romans


__ADS_3

.


.


.


"Papa lebih mengenalnya sebelum kamu menantu..! tapi kamu harus tau kalau kamu sangat spesial baginya, selama ini Papa saja sulit mengaturnya tapi kalau kamu yang beri perintah padanya pasti dengan senang hati dia melakukannya tanpa peduli harga dirinya itu." kata Agam terkekeh.


Alena tersenyum manis, "jadi Papa mau memaafkan Saga?"


"dasar menantu kesayanganku ini..! heii.?? kami memang terlihat tidak akur tapi itu karna kami kurang komunikasi, Papanya tak banyak bicara dan dia juga tak banyak bicara, coba kamu pikirkan kalau kami sedang berdua diatap yang sama menantu? kira-kira bagaimana menurutmu?" Agam.


Alena tampak berpikir, "sunyi?" tebak Alena.


"anak pintar. !" Agam mengusap kepala Alena yang mengerucutkan bibirnya.


"Papa? Alena sudah besar bukan anak TK yang senang di puji Anak pintar lagi tapi Alena dewasa yang jenius." protes Alena.


Agam tergelak, "baiklah Alena dewasa yang jenius." ralat Agam.


Alena tersenyum lebar lalu semakin bergelayut saja di lengan Agam dengan manja.


"begini rasanya punya anak perempuan, jika Istri dan calon bayi perempuanku saat itu masih hidup mungkin akan sama dengan Alena hanya beda umur saja." batin Agam merasa senang dengan tingkah manja Alena.


Alena membawa Agam duduk di Kursi, "Papa baru aja sembuh, jadi jangan bergerak terlalu lama sampai benar-benar pulih ya?" pinta Alena menganggap Agam sebagai Ayahnya sendiri.


"iya menantu...!" jawab Agam tersenyum lebar.


Alena berbalik memanggil Pelayan yang Ia percaya menyiapkan makanan untuk Agam setelah memastikan semuanya Alena izin pada Agam naik ke panggung pengantin lagi.


Agam melihat kepergian Alena sambil tersenyum lembut, kini Ia tau mengapa Saga bisa jatuh Cinta pada Alena karna sikap penyayang Alena itu, manja namun punya sifat keibuan yang membuat Orang asing pun sayang pada Alena.


Agam terkekeh melihat Saga tengah menatap sengit ke arahnya, "dasar pencemburu..? sifat siapa yang dia tiru?" decak Agam geleng-geleng kepala.


Agam bahkan tidak sadar kalau Saga kini adalah gambaran Agam saat masih muda, berarti sifat yang Saga miliki sekarang itu juga sifatnya Agam.


Saga berlari menyusul Alena lalu melingkarkan tangannya di pinggang Alena yang sontak menoleh ke Saga dengan kesal tapi tidak mungkin juga Alena tega menendang Saga di depan banyaknya Tamu Undangan yang hadir.


"suamimu itu aku sayang..? bukan Papa." rengek Saga.


Alena memutar kedua bola matanya dengan malas mengabaikan Saga yang cemburu pada Papanya sendiri.


"Saga??" panggil Alena.

__ADS_1


"iya sayang." jawab Saga sumringah.


"Papa itu baru aja sembuh, kakinya belum pulih total tapi kamu membuatnya berdiri lebih dari setengah jam, apa kamu tidak perhatikan kening Papa tadi berkeringat?" omel Alena.


Saga mengerjab, "maaf sayang." cicit Saga.


"ya sudah..! minta maafnya jangan sama aku, sama Papa aja." jawab Alena sambil kembali melanjutkan langkah kakinya menuju panggung pengantin.


Saga memutar pandangannya ke arah Agam yang tengah makan dengan lahap dilayani oleh Pelayan yang diutus Alena.


"huuh..!" Saga membuang nafas panjang.


Saga terlalu cemburu dan sangat keras kepala hingga tidak sadar sifatnya itu yang memang penguasa suka memaksa tanpa peduli lawannya sedang lelah atau sedang menahan sakit sekalipun.


.


Alena dan Saga sibuk berfoto dengan Para Tamu Undangan yang rela mengantri untuk berfoto bersama mereka.


"Jimmy?" panggil Alena.


Jimmy yang sedang melihat Alena pun tersenyum lebar segera meletakkan sepiring makanan ringannya melangkah menuju Alena.


"kita foto bersama ya?" pinta Alena membuat bibir Jimmy tersenyum cerah malah mengangguk-ngangguk semangat.


Alena berfoto bersama Jimmy di Ponselnya juga di Ponsel Jimmy secara bergantian bahkan dengan santainya Alena minta Saga untuk memotret mereka, Saga sampai harus berpose seksi demi mendapatkan gambar sempurna untuk Istrinya.


Para Tamu Undangan pun tertawa lebar melihat arah lain, Alena yang merona karna malu dengan tingkah Saga itu.


"kenapa kalian tertawa? aku harus seperti ini supaya Istriku tidak ngambek fotonya kurang bagus." gerutu Saga.


Alena menutupi wajahnya yang semakin malu padahal semua yang mendengar penjelasan Saga terperangah saja lalu bersorak iri, Jimmy tertawa cekikikan.


menurut Jimmy sangat wajar Alena memiliki Pria yang akan sangat mencintainya sebab Alena sangat baik juga begitu tulus memperlakukan orang lain, asalkan tidak menjerumuskan Alena ke lubang budaya barat.


"ini...!" Saga memberikan Ponsel Jimmy yang langsung turun dari panggung pengantin.


.


Alena menatap kesal Saga, "kenapa bicara begitu sih? sekarang dimana mau diletakkan mukaku?" gerutu Alena.


Saga tersenyum lebar, "sayang? mereka tidak mengejekmu malah mengejekku yang terlalu terpikat padamu sampai mau bertindak bodoh seperti ini."


Alena pun menatap Saga dan Saga juga menatap bola mata indah Alena, Saga mengelus pipi Alena dengan lembut.

__ADS_1


"aku diam-diam mencintaimu selama ini sang dewi Penguasa hatiku." ungkap Saga dengan senyuman.


Alena mengerjab beberapa kali, sungguh Ia tidak tau harus dikatakan Alena beruntung atau malu dengan ungkapan hati Saga itu.


Saga memegang tangan Alena dan mengecup jari manis Alena yang mengenakan cincin pernikahan mereka hari ini.


"aku sudah lama memimpikan hal ini sayang, jangan pernah malu dengan Perasaanku karna hati aku yang pada dasarnya memang lemah jika bersamamu." ucap Saga lagi.


Alena dan Saga kembali berpandangan, tatapan Saga yang mesra itu benar-benar sangat manis.


cekrek... cekrekk... cekrekk...!


Alena dan Saga pun sontak memutar kepala ke arah depan, ternyata Ana memotret dengan Kamera Canon.


"cepat berpose kalian..!" pinta Ana.


Kenan tiba-tiba berlari ke arah Alena dan memeluk paha Alena.


"uhh..! sayang." Alena sedikit membungkuk dan memeluk Kenan yang malu-malu tapi mencium pipi Alena.


"selamat belbahagia Aunty." ucap Kenan dengan senyuman lebarnya.


Alena tertawa melihat ke arah Ana dan Carrina yang telah mengajari Kenan untuk mengucapkan hal itu.


"sini aku gendong sayang..!" pinta Saga.


Saga menggendong Kenan lalu Saga dan Alena menatap Kenan dengan senyuman seolah-olah Kenan adalah buah Cinta pasangan Pengantin itu.


"Foto Ana..!" pinta Carrina.


"iya ini juga mau foto." jawab Ana.


Ana memotret berkali-kali pasangan yang terlihat bahagia itu sebab Kamera itu juga milik Keluarga mereka jadi tidak perlu menyewa Fotografer atau cemas memorinya kepenuhan.


cekrek.. cekriik...


Alena tertawa lepas ketika Kenan kembali mencium pipinya dan Saga tertawa lebar menggendong Kenan, Kenan yang malu pun memeluk Saga menyembunyikan wajahnya di bahu Saga seolah Saga itu Papanya saja.


Saga tergelak mengelus-ngelus punggung Kenan, "aku tidak sabar punya anak dari rahimmu sayang?!" kata Saga ke Alena.


"apa? kamu bicara apa?" tanya Alena masih sibuk tertawa lagi dan lagi melihat tingkah menggemaskan Kenan padahal Kenan itu laki-laki.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2