Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
hati terasa lebih lapang


__ADS_3

.


.


.


An mengikuti Carrina yang duduk di Sofa An dan melipat kakinya itu terlihat begitu kesal pada An.


"kamu ingat waktu aku disergab oleh musuh bersama Egy?" tanya An sambil duduk di depan Carrina.


Carrina yang tadi membuang muka berubah seperti bocah kecil yang sedang serius menunggu cerita dongeng dari Ibunya.


"saat itu aku menemukan pelakunya juga ada di Jerman tapi aku tidak tau kalau dia adalah Orang yang sama, waktu itu aku hanya membantu wanita bernama Flo ini saja yang mau dijebak oleh Pria itu, aku pikir dia sudah mati ternyata masih menyusulku ke Indonesia...! pantas saja aku cukup kesulitan mencari pelakunya ternyata WNA dan kewarganegaraan negara sebelah." jelas An.


"lalu kenapa Flo ini mengaku sudah pernah berhubungan seperti itu padamu?" tanya Carrina serius juga terlihat penasaran.


"bukankah kamu tau betapa tergila-gilanya wanita padaku hmm? bahkan kamu juga jatuh cinta padaku pada pandangan pertama." kata An begitu santai sambil menaikkan kedua alisnya menggoda Carrina.


Carrina membelalakkan matanya, "hahh? ba-bagaimana kamu bisa tau An? ak-aku sudah menutupinya baik-baik, selama ini aku sudah menyembunyikan perasaanku begitu baik."


An terkejut ternyata tebakannya benar, "jadi benar?"


Carrina seketika tersadar kalau An seperti sengaja menjebaknya, "Ann? kamu menjebakku?"


Carrina yang malu segera bangkit dan hendak lari tapi An tiba-tiba sudah ada didepan Carrina menahan pintu Ruangan An sehingga Carrina menatap gagang Ruangan Pribadi An sambil menelan salivanya bersusah payah.


Carrina sudah menyembunyikan perasaannya begitu baik dan ingin merahasiakannya sampai kapanpun itu tapi ternyata Carrina malah terjebak dengan jebakan An sehingga perasaan Carrina yang sudah lama itu ketahuan juga.


An menatap Carrina dengan serius, "jadi selama 10 tahun sebelumnya kamu mencintaiku? selama itu kamu tidak pernah berhenti mencintaiku? umurmu masih 15 tahun segitu kokohnya hatimu?"


Carrina diam sambil menundukkan kepalanya lalu memutar tubuhnya ke arah An tapi tidak berani menatap mata An.


"ak-aku tidak tau tentang perasaanku sendiri, du-dulu aku sangat mengagumimu tapi semakin dipikir-pikirkan aku tidak bisa berhenti mengagumi walaupun sudah lama terpisah, aku selalu berharap kamu datang lagi dan menyelamatkanku..!" cicit Carrina mengakui perasaannya.


"rasa kagumku semakin bertambah ketika kamu datang lagi menyelamatkanku dan semakin lama aku semakin menyukaimu, aku tidak tau kapan rasa cinta itu tumbuh tapi ak-aku...??" kata Carrina tidak berani melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


An termangu sendiri mendengar cerita Carrina lalu tangannya menangkup kedua pipi Carrina.


"maafkan aku..!? aku tidak ingin memisahkanmu dengan Keluargamu, aku hanya berharap setelah hari itu aku mau kamu kembali pada Keluargamu..! aku tidak tau kalau kamu ingin mengikutiku, jika aku tau..? aku..??" ucap An seperti merasa bersalah.


Carrina menggeleng kepalanya dengan mata berkaca-kaca, "kamu tidak salah..! memang aku saja yang aneh terlalu berharap kamu akan membawaku bahkan mengagumi padahal kamu seperti berada di langit sementara aku dibumi, kita tidak mungkin bersatu..?"


An mengusap air mata Carrina, "tapi sekarang kita sudah bersatu kan?" kata An dengan lembut.


Carrina menatap mata An lalu mengangguk pelan.


An memeluk Carrina dengan erat sambil menghela nafas berat beberapa kali, "kamu pasti sangat menderita selama ini..! maafkan aku..?"


Carrina tersenyum mendengarnya walau air matanya terus saja jatuh membasahi pipinya, Carrina bisa tersenyum karna merasa beban berat dalam hatinya yang selama ini Carrina sembunyikan seperti sudah terangkat dari hatinya, hati Carrina jauh lebih ringan saat An mengetahui segala isi hatinya. mencintai dalam diam itu benar-benar sangat menyiksa.


"semua tertahankan dengan memikirkanmu akan kembali menjemputku." kata Carrina dengan nada bergetar.


An memejamkan matanya tidak menyangka Carrina begitu berharap dirinya akan datang menyelamatkan Carrina dari Lancord, An menyesal pernah mencurigai Carrina akan membalas dendam padanya.


"maafkan aku..!" ucap An mengecup bahu Carrina dengan nada bersalah.


Carrina juga ikut mencium bahu An dan menghirup aroma tubuh An yang menyenangkan hatinya.


tiba-tiba adegan romantis mereka ambyar seketika mendengar ketukan seseorang di Ruangan Kerja An, terpaksa An melepaskan pelukannya dari Carrina.


"tunggulah disini..! aku akan kembali..?" kata An mengusap kepala Carrina yang mengangguk patuh.


An pun keluar dari Ruangan Pribadinya itu melihat siapa yang hendak masuk ke Ruangan kerjanya jelas membahas masalah pekerjaan.


Carrina menangkup kedua pipinya sendiri, memeluk dirinya sendiri juga meraba bibirnya yang dikecup singkat oleh An, Carrina membekap mulutnya sendiri lalu memekik kesenangan.


rasanya menyenangkan sekali berpelukan dengan Pria yang dicintainya itu, pantas saja dulu Lancord suka memeluknya walau tidak ada debaran dalam diri Carrina tapi hatinya tidak sebahagia dipeluk oleh An.


.


Carrina memainkan ponselnya dan melihat komentar-komentar Netizen yang kini membuat Carrina senyam-senyum ternyata banyak yang iri dengan dirinya dilindungi oleh An.

__ADS_1


"apa ini?" gumam Carrina memperbesar foto yang baru tersebar.


"aku tidak sempat memotret wajah kekasihnya Tuan Muda waktu itu, tapi memang Tuan Muda kelihatan sangat menyayangi kekasihnya itu, asal kalian tau Kekasihnya Tuan Muda cantik banget..! aku yakin kalian tidak akan bisa berkata-kata kalau sudah melihat wajahnya secara langsung." begitulah komentar seseorang setelah memposting foto Carrina memakai jaket An bahunya dipegang oleh An tapi wajahnya tidak terlihat sebab memakai penutup kepala jaketnya An sehingga wajahnya tidak kelihatan selain bibir dan dagunya saja.


Carrina seketika tersadar, "akkh...! iya jaketnya An aku lupa mengembalikannya."


tiba-tiba Carrina menoleh melihat An memasuki Ruangannya, Carrina pun berdiri sambil tersenyum lebar.


Carrina melebarkan matanya ketika An menangkup pipinya lalu mencium bibirnya, matanya pun mengerjab-ngerjab pelan lama-kelamaan kakinya mulai lemas dan An merangkul pinggang Carrina untuk menahan tubuh Carrina yang hendak merosot ke lantai tanpa berniat melepas cium*nnya malah semakin memang*t bibir Carrina seperti seorang Pria yang sudah profesional saja dalam hal ciuman.


Carrina mulai memejamkan matanya dan gerakannya masih kaku belum terlalu mahir dalam bidang itu.


"A-An?" cicit Carrina ketika cium*n mereka sudah terlepas dengan kening masih menyatu.


"kita baru saja berpacaran, aku belum sempat membawamu berkencan dengan benar tapi aku harus pergi ke Perancis." kata An dengan berat hati.


Carrina mengerjabkan matanya, "apa ada masalah?" tanya Carrina memegang lengan kekar An yang melingkar indah di pinggangnya Carrina.


"aku ingin membawamu..! tapi tidak bisa, aku tidak mau membuatmu kelelahan naik pesawat apalagi perjalanan kesana tidak sebentar." kata An serius.


Carrina pun mengerjab-ngerjab seolah juga tidak rela berpisah dengan An, hatinya sudah terlanjur bahagia bersama An.


"aku ikut saja..!" kata Carrina tersenyum lebar.


An terdiam menatap Carrina, "kamu mau ikut?" tanya An.


Carrina mengangguk-ngangguk, "aku tidak mau ada perempuan lain yang menggodamu." kata Carrina yang sudah berani mengakui kecemburuannya pada An.


An mengulum senyum lalu kembali mengecup bibir Carrina yang sejak tadi pipinya begitu merah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2