Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
kabar baik


__ADS_3

.


.


.


Sean sangat menyukai Ana yang jika di goda dengan segala ketampanannya tapi wajah Ana hanya datar sehingga sulit ditebak apakah Ana tersentuh dengan kata-katanya itu.


"diam Sean..?" Ana hendak memukul kepala Sean tiba-tiba pintu Kamar terbuka sehingga Ana dan Sean melihat ke arah pintu.


"Kakak Ipar melahirkan..! cepat Kak..!" pekik Alena.


Ana sontak berdiri dari tempatnya, "kenapa bisa secepat ini? bukankah masih ada waktu?" tanya Ana sambil berlari ke arah Alena disusul Sean.


"tidak tau Kak..! mungkin dedeknya udah enggak sabar." jawab Alena.


"dimana An?" tanya Ana.


"Abang An sudah membawa Kakak Ipar ke Rumah Sakit, lebih baik kita susun pakaian ganti untuk Kakak Ipar." ajak Alena.


"Sean siapkan Mobil..!" pinta Ana.


"iya sayang." jawab Sean segera berlari mencari kunci Mobil mana saja yang ia temukan dilaci lemari.


Ana, Alena dan Sean ternyata berangkat paling terakhir menunggu Carrina yang belum buka jalan.


di Ruangan Persalinan.


"apa tidak ada cara untuk menahan rasa sakitnya? kenapa belum juga melahirkan?" tanya An yang tidak terima Carrina kesakitan seperti itu.


"t--tidak apa-apa suamiku..? ak--aku baik-baik saja." jawab Carrina terputus-putus.


"Nona saya harap jangan bicara ya? mohon simpan tenaga anda untuk ini." sahut dokter Amalia.


"jangan bicara sayang." pinta An menggenggam tangan Carrina.


Carrina mengangguk sambil menahan rasa sakitnya menunggu berjam-jam sampai jalannya ada sementara Carrina bersikeras melahirkan normal, Carrina punya impian ingin melahirkan banyak anak An seperti susun paku (tiap tahun) sedangkan jika Carrina melahirkan caesar maka anak nya hanya dibatasi 3 saja.


"sayang? kita Operasi aja ya?" bujuk An memohon sambil merapikan rambut Carrina yang basah juga mengelap keringat Carrina.


Carrina menggeleng tidak terima hingga tiba-tiba Dokter Amalia mengatakan bahwa Carrina sudah bisa melahirkan dan Amalia memanggil suster untuk segera menyiapkan air serta keperluan lainnya.


Amalia memberi aba-aba untuk Carrina yang melahirkan normal setelah bersusah payah Carrina melahirkan anak pertamanya, perjuangan Carrina membuahkan hasil.

__ADS_1


suara tangis bayi memenuhi Ruangan itu, An melihat anaknya yang selama ini ada di perut Istrinya telah melihat dunia nyata dan kini sosok mungil itu tengah menangis menyapa dunia.


"sayang? anak kita sudah lahir." kata An dengan lembut mencium sayang dan penuh haru di kening Carrina.


Carrina tersenyum menghiasi wajahnya yang sangat lelah dan berantakan itu, An menciumi wajah Carrina dan berjanji setelah ini Carrina bisa tidur nyenyak sampai Carrina pulih maka An-lah yang akan merawat bayinya.


dr. Amalia dan Para Suster yang mendengarnya saja meleleh apalagi Carrina, Carrina kan fans beratnya An sejak dulu, selama ini Cintanya Carrina bertepuk sebelah tangan dan jujur saja selama itu tidak pernah terbesit dalam pikiran Carrina akan menikah dengan Idolanya itu bahkan sekarang melahirkan anaknya An. bagi Carrina hal itu adalah yang paling membahagiakan lebih dari apapun.


An mengajak Carrina berbicara sampai seorang Suster kembali menggendong bayi mungil yang telah di bersihkan sedang terlelap.


"silahkan Tuan? ini bayi laki-lakinya telah dibersihkan." kata Amalia.


An memegang tangan Carrina hendak melepaskan tangannya tapi ditahan oleh Carrina.


"berikan pada Istriku..!" pinta An langsung paham.


Suster itu pun mengangguk menatap Amalia telah diberi izin dan langsung memberikan bayi itu ke Carrina yang tersenyum manis menghiasi wajah pucatnya, bagi Carrina rasa sakit luar biasa beberapa saat yang lalu telah hilang melihat sosok bayi mungil di pelukan Carrina kini.


"sayangg?" bisik Carrina menciumi wajah bayi mungilnya dan An juga ikut mengelus kepala bayinya serta memberi kecupan sayang di puncak kepala Bayi laki-lakinya itu.


dunia hanya milik Carrina dan An saja bersama bayi mungil yang menjadi buah cinta mereka telah hadir di dunia ini.


"akan aku bawa keluar sayang!" pinta An.


An membawa bayi mungilnya keluar dari Ruangan Persalinan dan memamerkannya kepada Keluarganya, Xabara dan Rovert sampai tidak bisa berkata-kata sebab rasanya baru kemarin Xabara melahirkan Anak-anaknya kini Ia telah memiliki cucu saja.


ketika Keluarga An sibuk menyapa bayi mungil itu Pintu Ruang Persalinan terbuka lebih lebar, brankar di dorong oleh Suster ternyata Carrina dipindahkan ke Ruangan yang lebih steril.


.


di Ruangan VVIP,


"siapa nama keponakan kecilku Kak?" tanya Alena penasaran.


Carrina mengerjab begitu juga yang lainnya, mereka akhirnya sadar bahwa bayi mungil itu belum punya nama.


"akan aku beri dia nama Kenan Indra Maldev." kata An dengan senyuman menduselkan hidungnya dengan bibir mungil bayinya tengah menganga.


"Kenan?" gumam Alena dan Ana sambil tersenyum sementara Sean menonton saja betapa bahagianya An saat ini.


Sean melihat Ana yang tengah mendekati bayi mungil itu serta mengelus kepala Kenan.


"selamat datang Kenan di dunia Maldev." ucap Ratu dengan senang.

__ADS_1


Xabara dan Rovert pun mengatakan hal yang sama, Carrina bisa melihat bagaimana sayangnya Keluarga An pada Kenan.


"selamat datang Kenan di dunia kami." batin Carrina ikut bahagia akan masa depan Putranya nanti pasti sangat dibanjiri kasih sayang sehingga tidak kekurangan sepertinya.


Ratu meminta An menyerahkan Kenan pada Ana yang tersenyum manis tentu mau menggendong Kenan namun ketika di gendongan Ana malah tercengang.


"kenapa?" tanya Xabara dan Ratu serentak.


"ada apa sayang?" tanya Sean khawatir.


"tangan Ana basah." jawab Ana nyengir lalu Ratu mengambil alih Kenan yang seolah sengaja menahan pipisnya sampai digendong Ana dan melepaskan semuanya.


"itu kabar baik." jawab Ratu sambil tertawa karna Kenan pertama kali mengompol dan korbannya adalah Ana yang sudah bersuami.


"Kabar bai...? hueekkk..!?" sahut Ana hendak menyelah tapi tiba-tiba Ia merasa mual karna aroma pipis bayi nakal An dan Carrina itu.


"ehh?" Xabara kaget.


"apa kakak hamil Mommy?" tanya Alena karna Ia pengalaman dari An dan Carrina saat hamil bedanya An lah yang merasakan morning sicknessnya.


DEG..!


"ha--hamil?" gumam Ana lalu menoleh ke Sean yang tampak terkejut.


"periksa sana..?" pinta Rovert.


Sean pun dengan semangat menuntun Ana menemui dokter, sementara Ana masih diam karna mencerna semua hal ini karna Ia mual itu hal biasa aroma pipis bayi bukan parfum atau apapun.


.


"selamat Nona? Nona memang hamil 2 Minggu." kata Amalia dengan senyuman.


Sean bangkit dan bersorak gembira membuat Amalia terkejut karna Ia tidak pernah tau kalau Sean adalah pemimpin Negara yang sangat lebay.


"benar dok? secepat itu?" tanya Ana penasaran.


"benar Nona." jawab Amalia.


Sean memegang pipi Ana dan menciumi wajah Ana serta berjanji menjaga Ana lebih baik lagi karna mengandung benih pewaris tahta, Ana seketika berdenyut nyeri karna kelak anaknya sudah punya tanggung jawab yang begitu besar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2