
.
.
.
walau mereka terbilang sudah bisa dikatakan lama menikah tapi hubungan An maupun Carrina seperti pasangan pengantin baru yang baru menikah kemarin.
Carrina semakin pengertian pada An walau pekerjaan An juga tambah sibuk dan jadwal kerjanya semakin padat tapi Carrina tidak memaksa An untuk terus menemaninya dengan buah hatinya, malah lebih sering Carrina yang datang ke Perusahaan X Company Group membawa makan siang juga Baby Kenan menjadi penyemangat An saat bekerja.
Baby Kenan juga ketularan seperti Carrina yang sangat mengerti Papanya sibuk, tidak banyak menuntut An yang jarang ada waktu bersama Kenan paling sering jadwal libur An itu hanya hari Sabtu-Minggu lebihnya sangat padat.
.
pagi-pagi,
An memeluk Carrina dari belakang yang tengah bersantai dibalkon sementara Baby Kenan masih tertidur pulas di atas Ranjang seolah belahan jiwa Carrina itu sangat kelelahan berada di dalam pesawat hampir 1 harian.
"maaf sayang aku sangat sibuk dan jarang ada waktu dengan kalian." ucap An merasa bersalah.
Carrina terkekeh, "tidak suamiku, kamu tidak perlu meminta maaf padaku tapi aku rasa kamu yang akan menyesal tidak melihat tumbuh kembang Kenan."
An mengangguk membenarkan kata-kata Carrina karna sejak Ia sibuk memang banyak tidak tau apa saja yang sudah bisa dilakukan oleh Putra Kecilnya itu dikatakan jenius oleh Ibu ART yang menjaga Rumah Carrina dengan suaminya Ibu ART itu menjadi tukang kebun Bunga milik Carrina.
"setelah proyek penting ini selesai aku tidak sesibuk ini lagi sayang." ujar An dengan serius.
Carrina tersenyum manis lalu mengelus rahang An dari samping, "tidak perlu terlalu bekerja keras An..? semua nafkah yang kamu berikan sangat cukup untuk kami, jangan terlalu mengejar target ya?"
An tersenyum tampan lalu memeluk Carrina semakin erat dan mengatakan kalau Carrina sangat manis juga begitu pengertian, bagaimana Carrina bisa semanis itu dalam berbicara padahal Carrina juga tidak punya wawasan yang begitu luas (pendidikan tinggi).
Carrina dan An terus berbincang tanpa ingat waktu,
Baby Kenan perlahan membuka matanya dan melihat kekiri-kanan tidak ada Mama juga Papanya, dengan mandirinya Kenan merangkak ke tepi Ranjang dan turun dengan hati-hati sampai bok*ngnya terduduk di lantai.
Baby Kenan hanya terdiam sesaat lalu merangkak ke arah Balkon yang menjadi insting terkuatnya, Kenan bukan anak yang cengeng membuat Keluarganya merasa cemas lalu mengabarinya ke Dokter ketika diperiksa Kenan baik-baik saja dan mengeluarkan air mata ketika di uji namun tidak mau mengeluarkan suara, entah apa yang salah dengan Kenan namun jujur saja An dan Carrina bangga akan tingkah Putra Kecil mereka yang tidak rewel sejak dulu kecuali saat pertama kali Baby Kenan keluar dari rahim Carrina.
Baby Kenan menyeringai lebar melihat Kedua Orangtuanya tengah bermesraan.
__ADS_1
"hihihi..!" Baby Kenan merangkak ke arah Kaki An.
An menoleh begitu juga Carrina.
"aah..? Putraku Kenan? kamu sudah bangun my son?" An berjongkok lalu menggendong Kenan yang menggoyang kakinya dengan senang.
Carrina memegang kepala Baby Kenan yang tampak begitu senang padahal baru bangun tidur.
"kenapa kamu tidak menangis kebanyakan anak lain sayang?" tanya Carrina dengan lembut ke Baby Kenan yang menyeringai lebar saja.
An mencium kening dan pipi Kenan lalu membawa Kenan menuju Kamar Mandi untuk dibersihkan, Carrina membawakan segala keperluan bayi yang telah Ia pelajari lama dari Xabara dan Ratu.
"Kenan sudah mandi Ma!" kata An memperagakan suara anak kecil.
Carrina berbalik badan dan tersenyum manis melihat wajah senang Kenan dimandikan oleh Papanya.
"uluuh...! kesayangan Mama dimandikan sama Papa ya? senang banget ya?" Carrina mengambil Kenan dari gendongan An dan meletakkannya di ranjang yang telah diberi alas olehnya.
Carrina menaburkan bedak bayi juga minyak telon ditubuh Kenan sementara An malah sibuk mengajak bermain Putra Kecilnya yang begitu senang dan sesekali memekik kegirangan.
tok.. tok.. tok.
Carrina dan An saling pandang.
"biar aku yang buka..!" kata An bangkit dan membuka pintu Kamar ternyata dari Pelayan yang meminta mereka untuk berkumpul di Meja makan sebab semua Orang sudah menunggu.
.
An menggendong Baby Kenan dan Carrina merangkul lengan An melangkah menuju dapur Istana.
"kenapa lama sekali sayang?" tanya Ratu bangkit bersama Xabara langsung mengambil alih Baby Kenan dari An.
Baby Kenan tidak menangis diperebutkan hanya diam saja dengan mata mengerjab seperti mencoba mengenali tempat baru itu.
"dimana Sean dan Ana Mommy? apa mereka tidak bisa makan disini?" tanya An ke Xabara.
Xabara menjawab kalau pasangan itu makan di Kamar karna Ana terlalu malas ke Dapur Istana kecuali ada mau makan sesuatu saja.
__ADS_1
Baboly akrab dengan Rovert sementara Etopy juga ikut-ikutan menyapa Baby Kenan yang memiringkan wajahnya yang terlalu imut itu seakan mencoba mengenali Etopy.
"dia sedang mensearching yang mulia siapa? tapi dia kelihatan bingung." kata Xabara.
Etopy terkekeh lalu Baby Kenan berbalik badan memeluk Xabara begitu malu membuat Ratu dan Etopy tertawa, Baby Kenan juga memiliki rasa malu entah mengapa Ia bisa mendapatkan Gen Carrina yang sangat pemalu namun juga tak banyak bicara seperti An.
"maaf ya..! Kenan memang sedikit pemalu." ucap Xabara mencium sayang sisi wajah Cucu lucunya itu.
"tidak apa..!? malah lucu punya anak lelaki yang pemalu pasti hanya perempuan yang suka menggoda saja yang bisa menakhlukkan hatinya kalau perempuan pemalu juga mereka tidak akan cocok." sahut Etopy.
Ratu bertanya artinya ke Alena yang ditranslete kan oleh Alena walau sibuk makan.
Ratu tertawa lebar, "kenapa dia malah bahas perempuannya Kenan? buang air aja masih di cebokin (dibasuh) oleh Mamanya malah mikir kesana."
Xabara dan Alena menyemburkan tawanya mendengar perkataan Ratu yang memang benar adanya.
"dia itu hanya gemas Mom." jelas Xabara ke Ratu yang terkikik.
Etopy tidak menyerah mencoba menggendong Kenan walau awalnya menolak karna tidak kenal, menolak karna malu pada akhirnya Kenan mau digendong oleh Etopy.
"uluuh..! begini rasanya punya cucu." pekik Etopy tertahan melihat Baby Kenan mengerjab melihatnya.
"sayang...! muah..?" Etopy sangat ingin punya anak jadi beginilah Ia ketika menggendong anak kecil.
Xabara dan yang lainnya menyibukkan diri dengan makan karna mereka sudah tau kekurangan Etopy namun memilih pura-pura tidak tau saja.
"mau makan apa sayang?" tanya Etopy menimang Kenan lalu memberikan sebuah roti lembut ke Kenan yang menerimanya juga menggigit roti lembut itu.
"giginya udah ada?" Etopy semakin senang melihat cara makan Kenan.
Baboly melirik sekilas saja walau tau Etopy ingin sekali punya anak tapi bukan salah Baboly juga karna permasalahan yang utama itu ada dalam diri Etopy yang memang dinyatakan mandul.
.
.
.
__ADS_1